50/50

50/50

Download Indonesian Subtitle

Release info

50 50 2011 BrRip x264 YIFY
A Commentary by tedi
Retail NF Resync for BluRay

Tags

bluray
Published on: 2026-02-20
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau akan menginap nanti malam?

Aku belum tahu pasti.

Ada beberapa galeri baru buka yang ingin kudatangi.

Aku gelisah sekali soal pameranku.

Masih ada dua lukisan yang harus kukerjakan.

Setiap kali dapat ide selalu sesuatu

yang pernah kupelajari di Galeri Henry.

- Mana barangku? - Ada di lacimu.

Aku punya laci?

Ya, kupikir sebaiknya barang-barangmu disimpan di suatu tempat.

Sebelumnya laci itu kosong.

Hanya beberapa barang, tapi kupindahkan

karena akan lebih baik begitu.

Sayang. Kita jadi makin mirip...

keluarga.

Semoga sukses dengan lukisannya.

Ada banyak pasta gigi di mulutku saat ini.

- Semoga harimu menyenangkan. - Baik.

- Dah. - Dah.

- Hei. - Hei!

Maaf telat.

- Bau apa ini? Apa itu? - Apa?

Apa kau menduduki selai?

- Apa maksudmu? - Baumu seperti buah-buahan.

Sampoku habis. Jadi, kupakai punya Rachael.

Bagus sekali.

Baumu seperti habis meniduri pemeran The View.

Bisa berangkat sekarang?

- Kau tak ingin telat? - Aku sudah telat dua menit.

- Kau telat dua menit. - Aku tahu.

Jika kau peduli, seharusnya kau belajar menyetir.

Itu pendapatku.

Pantas kudapatkan.

- Tahu yang akan buat kita telat? - Apa?

- Saat berhenti beli kapucino. - Tidak. Ada kopi di sana.

- Kapucinonya enak sekali. - Astaga.

Punggungmu masih sakit?

Ya, aku akan berobat lagi hari ini.

- Itu bahaya. - Aku tahu.

Kau bercinta dengan posisi tak lazim?

- Pasti akan bahas ini. - Kadang... Tidak.

Kadang saat begitu...

Aku mencoba gaya katak dengan gadis yang kukencani.

Punggungku cedera.

Aku tidak mau tahu.

- Seperti gaya anjing, tapi lebih tinggi. - Sebenarnya...

Aku dan Rachael... Kami belum...

Sudah tiga pekan kami tak melakukannya.

Sudah tiga pekan?

Dia mengalami infeksi jamur, lalu langsung dapat haid.

- Seharusnya sudah beres. - Kau enggan?

Kau tetap bisa bercinta.

- Tidak, itu menyakitkan. - Benarkah?

- Itu kata dia. - Omong kosong.

Aku pernah dengar dari gadis lain.

Dia pernah mengisap penismu? Memberimu seks oral?

Tidak. Dia tak suka.

Dia tidak suka? Tentu saja.

Siapa yang suka isap penis?

Makanya disebut seks oral.

- Jangan emosi. - Itu sebuah tugas.

Aku tak emosi. Menurutku begitu...

Selama ini, dia tinggal di rumahmu.

Barangnya berantakan. Kau yang merapikan, kau baik hati.

Sudah seharusnya dia memuaskanmu.

Kau banyak berkorban saat memacari gadis seksi.

Sejujurnya, itu sebabnya, jika kau ingat saat di SMA,

aku tak pernah berpacaran.

- Itu sebabnya? - Ya

Kita sudah bukan di SMA.

Hubunganku dengan Rachael lebih dari sekadar seks.

- Lalu tentang apa? - Tentang satu sama lain.

Kami saling sayang, suka mengobrol.

Itu bagus.

Bukankah lebih baik selain itu kalian juga bercinta...

Idealnya, ya.

Namun, tak ada yang sempurna. Bisa cepat sedikit?

Aku harus mengikat tali sepatuku.

RADIO PUBLIK SEATTLE

Pagi, Jenny. Hei. Apa kabar?

Sedang menelepon? Aku akan diam.

Itu menjijikkan. Jorok! Jangan lakukan itu!

Hei, Kyle, Adam!

- Hei, Phil! - Maaf, kami telat.

Coba lihat. Kalian telat. Jangan seperti itu.

Aku ingin membahas gunung berapi itu.

Lancar. Data penelitian dan wawancara sudah kudapat.

- Bagus! - Namun, narasinya

agak bermasalah.

Naratornya terus terdengar berdeham.

Dia tak lakukan jeda waktu dan terus berbicara.

Jika ada jeda, terlalu lama. Namun...

- Sebentar. - Angkat saja!

- Baik. - Jadi, aku akan...

Sepertinya dia tidak peduli.

Tidak, kita seperti harus memberi sesuatu kepada radio setiap hari.

Mengerjakan hal sia-sia selama sebulan penuh

yang hanya didengar dua detik saat berhenti di lampu merah.

Aku suka radio yang enak.

Ya, semoga berhasil.

Kau di Wales? Sungguh?

Berarti kau Welsh atau Wale-ish?

Aku tak pernah tahu yang mana yang benar.

Baik, ya. Musik dunia.

Kau dengar aku? Suaramu aneh. Seperti robot.

Apa suaraku seperti robot?

- Kedengarannya aneh? - Pelankan suara. Aku sedang...

Kubilang suaramu terdengar seperti robot.

Tunggu, kembali. Ini sulit dipercaya. Aku tahu.

Aku pun tak tahu soal musik dunia.

- Itulah anehnya. - "Sulit dipercaya. Aku tahu.

Ya, aku tahu. Apa itu musik dunia?

Kau benar-benar berengsek!"

"Aku adalah raja dunia percintaan.

Isap penisku."

"Temanku, Adam, belum diberi

seks oral selama enam bulan."

- Apa kabar? - Hai.

Keluhan sakit punggung dan berkeringat saat tidur.

Hasil analisis tes darah dan urine normal.

MRI menunjukkan sel kanker schwannoma ganas

yang terbentuk dari sel saraf,

menimbulkan sindrom kompresi akar saraf dan erosi tulang.

Pertumbuhannya menjalar dari L2 hingga L5.

Pasien akan dibiopsi untuk memastikan.

Ya, silakan bertanya.

Maaf, aku masih belum mengerti. Ada masalah pada diriku?

Ya, jika kau lihat dari hasil tes MRI-mu,

objek berbentuk sefalopoda yang tersebar di sepanjang tulang belakangmu.

Itu sel schwannoma neurofibrosarcomas berjumlah besar.

Baik.

- Maaf, tapi aku tak... - Itu adalah tumor ganas.

- Tumor? - Ya.

- Aku? - Ya.

Ini sungguh tak masuk akal.

Aku tak merokok, tak minum miras. Aku mendaur ulang.

Sebenarnya, kasusmu amat menarik

karena kankermu disebabkan mutasi gen yang amat langka di kromosom 17.

Gen P53 yang menyebabkan

pertumbuhan dari sel-sel ganas itu...

Kurasa berdasarkan penempatan dan ukuran tumormu,

tindakan paling bijak yaitu mencari tahu jika ada kemungkinan untuk mengurangi

ukurannya jadi lebih kecil sebelum mempertimbangkan operasi.

Kemoterapi sering kali bisa menimbulkan masalah ketidaksuburan.

Namun, aku akan baik-baik saja?

Jika butuh teman bicara,

kami memiliki staf yang tepat untuk itu di RS ini.

Mereka pekerja sosial dan psikolog.

Mereka ahli dalam hal ini dan bersedia membantumu.

Kau harus mempertimbangkan...

KEMOTERAPI DAN RADIASI DISARANKAN UNTUK OPERASI

50 PERSEN

KURANG DARI SEPULUH PERSEN

Adam.

Aku tak berharap kau menanggung hal ini.

Kita belum menikah.

Jika ingin pergi, kupersilakan. Aku tak akan marah.

Bukan aku ingin kau pergi. Kuharap kau tak meninggalkanku.

Aku tak akan meninggalkanmu, Adam.

Aku ada di sini untukmu.

Paham?

Terima kasih.

Jangan khawatir.

Ya, kau akan baik-baik saja. Ya?

- Aku mau muntah. - Jangan. Tak apa.

- Aku sungguh ingin muntah. - Jangan.

Buka matamu. Pandang aku.

- Baik. - Ya?

Kanker jenis apa itu? Apa namanya?

- Jenis yang langka. - Apa namanya?

Schwannoma... Aku tahu ini.

- Schwannoma? - Schwannoma...

- Apa itu? - Pada dasarnya itu tumor.

Ada fotonya? Boleh kulihat?

Kenapa aku punya fotonya?

Zaman sekarang biasanya para dokter selalu ambil fotonya.

- Entah. - Biasa saja.

Hanya gumpalan. Bukan foto atau apa pun.

Kau akan baik-baik saja?

- Kurasa. - Peluangmu?

- Peluangmu sembuh? - Entah.

Kucari tahu dan katanya 50/50. Namun, itu kata internet.

Ternyata tak seburuk itu.

Jauh lebih baik dari dugaanku. Tenanglah.

Kau muda. Mereka selalu sembuh dari kanker.

Semua pesohor sembuh dari kanker.

Lance Armstrong, dia terus terkena kanker.

- Ya. - Dia sembuh.

- Ya. - Pria Dexter itu? Dia sembuh.

Patrick Swayze? Dia sembuh.

- Patrick Swayze? - Dia jauh lebih tua.

Ya, tapi dia sudah meninggal.

- Benarkah? - Ya.

Astaga. Aku tak tahu.

Jangan dipikirkan, ya? Tenanglah.

- Ambil hikmahnya. - Hikmahnya? Hikmah apa?

Kau akan baik-baik saja. Apa kata orang tuamu?

- Mereka panik? Ibumu? - Aku tak akan beri tahu dia.

Tidak? Kau harus beri tahu.

Dia mungkin yang paling tabah. Ayahmu mengidap Alzheimer.

More Indonesian subtitles for 50/50

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left