The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 19 -
Hei, istriku. Bagaimana? Sudah meras lebih baik?
Suamiku.
Hei, apa dia menendangmu?
Kau tidak tidur nyenyak semalam?
Benar. Da'ge-mu mengurung diri di ruang kerja semalaman.
Aku tidak berani mengganggunya
tapi aku juga khawatir melihatnya.
Apa Da'ge masih marah soal tadi?
Bagaimana kalau kuminta Yanmei untuk minta maaf pada Da'ge?
Tidak usah.
Sebetulnya, bisnis Perusahaan Film Tianxia semakin memburuk, semua tahu itu.
Suamiku juga paham sekali.
Yanmei dan yang lainnya mencoba mencari jalan keluar. Tidak ada yang salahnya.
Pada akhirnya, kita tetap perlu meghasilkan uang untuk menghidupi keluarga.
Hanya saja Tusu sudah lama sekali tidak menulis surat untuk memberitahu kita apakah dia selamat.
Da'ge-mu terlalu khawatir.
Tidak usah dipikirkan. Sifat Da'ge-mu memang begitu.
Biarkan dia tenang dulu.
Dia pasti mengerti. Dia pasti bisa memahami tindakan yang dilakukan semua orang.
Untunglah Da'ge memilikimu, Mei Yan jie, di sampingnya.
Kau selalu memahami dan bersimpati padanya.
Sejujurnya, aku tidak tahu apakah dia membutuhkanku untuk mendampinginya.
Kalau ada masalah dia selalu menutup diri.
Berusaha memecahkannya sendiri.
Mungkin ini alasannya kami tidak memiliki keturunan.
Mungkin kelak akan ada. Siapa yang bisa meramalkan masa depan?
Ya.
Hei.
Kenapa lama sekali? Bukankah hanya pemeriksaan rutin?
Ada apa? Jangan membuat kami takut.
Kata dokter tubuhku kurang sehat, jadi aku tidak boleh kelelahan.
Jika tidak, akan mempengaruhi kesehatan anak ini.
Kalau begitu dengarkan kata dokter.
Jangan berjalan-jalan terus dan istirahat saja di rumah.
Kalau kau ingin sesuatu, biarkan aku membantumu.
Aku ingin pulang ke Singapura.
Lagipula, aku tidak akrab dengan Hong Kong.
Dan di rumahku di Singapura, ada supir dan pelayan yang dapat menjagaku.
Tapi kau baru saja datang. Apa San'ge akan setuju?
Kami baru tiba di sini 2 minggu yang lalu dan dia sudah ingin kembali ke Singapura.
Apa dia tidak bisa membiarkanku berkumpul dulu dengan keluargaku selama beberapa hari?
Dia ingin pulang untuk memastikan kehamilannya akan berjalan lancar. Kau harusnya bisa lebih memahaminya.
Tapi kita masih belum membicarakan tentang 'Kecantikan Liar' dengan Da'ge.
Kau tahu sendiri bagaimana sifat Da'ge.
Tidak akan mudah untuk meyakinkannya. Kau kembalilah dulu, biar aku yang bicara dengannya.
Tapi naskahnya bagus.
Peran utama wanitanya benar-benar ditulis untuk kakak ipar. Sayang sekali bila dilewatkan.
Yanmei, bagaimana kalau begini? Aku akan kirim Wang Jing pulang ke Singapura.
Kalau kau membutuhkanku di sini, aku akan segera kembali.
San'ge, dengarkan aku. Serahkan saja soal ini padaku.
- Bos, halo. - Ada apa?
Oh, kita menerima surat undangan hari ini. Dikirim dari Kantor Kerjasama Budaya Cina-Jepang.
Silahkan dibaca.
Ini untuk Da'ge.
Mereka juga mengundang perusahaan film lain dan beberapa aktor terkenal.
Mereka bilang ingin meningkatkan pertukaran budaya antara Cina dan Jepang. Mereka ingin membuat film bersama dengan pihak Cina.
Intinya, ini cara Jepang untuk mempromosikan gerakkan militer mereka
dan membodohi para pengkhianat Cina.
Bantu aku menolaknya.
Ah... Apa kita tidak perlu menanyakan pada Gu Da'ge dulu?
Apa perlu? Da'ge-ku itu ingin membawa pistol dan pergi ke garis depan untuk melawan Jepang.
Memintanya untuk bekerjasama dengan Jepang? Yang benar saja.
- Ini... - Apa ada masalah?
Aku tidak tahu apa harus mengatakannya atau tidak.
Zuguang, terus terang saja. Jangan menggumam.
Beberapa hari yang lalu, ada sutradara-sutradara dari Guangzhou yang menolak undangannya seperti kalian...
Mereka tiba-tiba menghilang.
Kurasa mereka tertimpa sial. Di mata Jepang, orang yang tidak mau kerjasama artinya menentang mereka.
Kurasa orang yang bijaksana harus bisa beradaptasi pada keadaan. Demi Gu da'ge,
aku harap kalian berdua mau memikirkannya kembali sebelum membuat keputusan.
Halo. Selamat datang.
Menurutmu kita harus menemui Jepang dengan diam-diam seperti ini?
Kalau tidak, lalu bagaimana?
Kau mau katakan terus terang pada Da'ge? Da'ge pasti akan menolaknya mentah-mentah.
Yang dikatakan Zuguang itu benar.
Jepang tidak akan dengan mudah melepaskan Da'ge. Kalau masalah ini jadi besar, aku takut Da'ge akan berada dalam bahaya.
Tidak apa-apa. Kita hanya datang kesini untuk menyapa mereka.
Tolak saja mereka dengan sopan. Da'ge juga tidak tahu soal ini. Masalahnya akan bisa diselesaikan.
Oh, selamat datang. Silahkan lewat sini.
Komandan, mereka berdua sudah datang.
Ah, bagus--
Aku bisa bahasa Cina. Silahkan duduk.
Oke.
Kalian berdua dari Perusahaan Film Tianxia.
Dari yang aku tahu, usia Tn. Gu Sangluo harusnya sudah jauh di atas kalian berdua.
Da'ge-ku sedang tidak enak badan hari ini, jadi dia memintaku dan San'ge-ku menemuimu.
Jadi begitu. Tidak masalah.
Aku juga tahu kalau Tianxia didirikan oleh empat orang yang luar biasa.
Berbicara dengan kalian berdua sudah cukup.
Aku sangat menyukai budaya Cina. Dan aku juga sangat kagum karena kalian mempromosikan nilai-nilai tradisional.
Aku juga suka menonton film Cina.
Sudah bicara banyak tapi aku belum memperkenalkan diri. Sungguh tidak sopan.
Namaku Kubo Masashi. Aku adalah pimpinan dari Kerjasama Kebudayaan Cina-Jepang.
- Mohon bantuannya. - Tolong bantu kami juga.
Secangkir kopi panas.
Kau sedang hamil tapi masih minum kopi?
- Berikan dia secangkir teh melati. Berikan aku kopi panas. - Oke.
Kau lebih menyebalkan dari ayahku.
Dia bahkan khawatir kalau udaranya terlalu kering di Hong Kong dan bisa membuat kulitmu gatal.
Dia minta aku membawakan ini untukmu.
Aku sudah setua ini. Dia masih memperlakukanku seperti anak kecil.
Apalagi aku akan pulang ke rumah minggu depan.
Dia hanya mengkhawatirkanmu. Dia khawatir laki-laki itu tidak menjagamu dengan baik.
Beberapa tahun belakangan ini, Ruoxia sudah semakin dewasa.
Kau belum bekerja bersamanya lagi, tapi kau berbicara seperti itu tentangnya.
Kurasa itu tidak adil baginya.
Kau hanya memendam prasangka padanya karena masalah antara Yanmei dan Xiaoyu dulu.
Bertahun-tahun sudah lewat,
kau masih tidak bisa melupakannya?
Meskipun itu dulu atau nanti, meskipun Xiaoyu bersamaku atau tidak
aku tetap berharap dia bahagia. Itu tidak akan pernah berubah.
Tapi aku tidak mau bertemu dengan Gu Yanmei. Aku tidak mau ada urusan dengannya.
Kalau menurutmu itu artinya aku tidak bisa melupakannya, berarti memang benar.
Karena dalam hatiku, aku rasa dia bukan orang baik.
Tapi selama bertahun-tahun ini Yanmei memperlakukan Xiaoyu dengan baik.
Dan perusahaan film Yanmei terus membuat film-film patriotik.
Memberikan modal dan tenaga untuk gerakan anti-Jepang.
Kurasa orang seperti itu tidaklah buruk.
Patriotik? Kau ini naif?
Kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja.
Kau pikir aku menjelek-jelekkannya dengan mengatakan hal ini?
Beberapa hari yang lalu, tepat di tempat ini, aku melihat Gu Yanmei bertemu dengan pejabat militer Jepang.
Gu Ruoxia juga ada di sana.
Apa yang mereka bicarakan?
Gu Ruoxia itu suamimu. Kau harusnya tanyakan padanya.
Terima kasih. Terima kasih.
Cut!
- Oke! Oke! Nyanyiamu luar biasa! - Sudah bagus?
- Bagus. - Oke. - Istirahat dulu. Siapkan untuk adegan berikutnya.
Kau sudah memberitahu Da'ge?
Tapi aku sengaja meninggalkan naskahnya di rumah.
Kurasa dia pasti tak tahan untuk tidak membacanya.
Setelah membacanya, dia pasti akan setuju.
....memalukan jadi pengkhianat bangsa! Perusahaan Film Tianxia memalukan jadi pengkhianat bangsa! Perusahaan Film Tianxia
memalukan jadi pengkhianat bangsa! Perusahaan Film Tianxia
- memalukan jadi pengkhianat bangsa! - Ayo kita keluar dan lihat.
Perusahaan Film Tianxia memalukan jadi pengkhianat bangsa! Perusahaan Film Tianxia
memalukan jadi pengkhianat bangsa!
Pengkhianat! Pengkhianat! Perusahaan Film Tianxia memalukan jadi pengkhianat bangsa!
Semuanya! Semuanya! Semuanya, harap tenang dulu!
Dengarkan dulu penjelasanku. Pasti ada salah paham.
Perusahaan Film Tianxia tidak akan pernah mau bekerja sama dengan Jepang. Percayalah pada kami.
Bos, ada masalah! Lihat!
[Diam-diam bertemu dengan Jepang. Perusahaan Film Tianxia menjual negara demi kejayaan.]
Kami tidak percaya! Kami tidak percaya! Kalian pengkhianat!
Kalian pengkhianat! Tidak tahu malu menjual negara!
Perusahaan Film Tianxia pengkhianat negara! Jongos!
Ada pengkhianat Cina di restoran depan yang bekerjasama dengan Jepang.
Dia ingin mengkhianati kita dengan memberikan daftar nama pejuang gerilya kepada Jepang.
Pimpinan kita menginstruksikan agar kita menghabisinya
jika tidak, akan ada lebih banyak rekan-rekan yang jadi korban.
Apa yang harus kulakukan?
Pergi ke restoran barat dulu dan cari cara untuk membawanya ke perempatan di depan.
Sisanya, serahkan saja padaku.
Hati-hati.
Nona Qiu Meng.
Kau masih ingat denganku?
Kubo Masashi.
Senang sekali.
Bisa bertemu denganmu di sini.
Kebetulan sekali Tn. Kubo.
Siapa pejabat militer Jepang itu?
Namanya Kubo Masashi.
Waktu aku masih tinggal bersama keluarga Sun di Dongbei,
dia tinggal di rumah kami. Aku bertemu dengannya beberapa kali.
Dia bilang dia sudah lama mencariku.
Kubo menyukaimu?
Kau tidak bisa lagi bergabung dengan rencana pembunuhan.
Tapi kurasa kau harus lebih banyak berhubungan dengannya.
Ini akan sangat membantu misi kita ke depannya.
Hari ini, dia mengundangku....
untuk makan malam bersamanya karena hari ini adalah ulang tahunnya.
Dia juga bilang ingin melihatku berpakaian kimono Jepang.
Tapi aku sudah menolaknya. Kau tahu sendiri bagaimana perasaanku pada orang Jepang.
Tidak, jangan ditolak.
Kurasa ini kesempatan langka.
Bagaimana kalau begini? Aku akan kirim orang untuk mengajarimu bahasa Jepang.
Coba dapatkan kepercayaannya dan masuk ke dalam lingkungannya.
Kita sudah menolak pihak Jepang.
Dan juga selain Yamei, aku tidak menceritakannya pada A'Jing sekalipun.
Harusnya tidak ada yang melihat kami menemuinya.
Aku juga tidak tahu bagaimana berita ini bisa bocor.
Kenapa kalian berdua tidak menceritakan hal penting seperti ini padaku?
Yanmei dan aku tahu kau benci pada Jepang dan itu bisa mempengaruhi emosimu.
- Karena itu-- - Karena itu, kalian berdua membuat keputusan sendiri?
Sebetulnya, semua orang takut mengganggumu. Jadi...
Kau juga suka membuat keputusan sendiri. Kau itu sama saja.
Kenapa kalian semua membuat 'Kecantikan Liar' di belakangku?
Sekarang semua orang mengatakan kita hanya peduli pada uang dan tidak pada kelangsungan negara ini.
Kita bersedia membuat film apa saja!
Aku hanya ingin tahu apa semua yang kukatakan di rumah ini
sia-sia saja?!
Bertahun-tahun kita sudah membuat film patriotik.
Kita ingin memberikan dukungan untuk negara. Tapi sekarang, bagus sekali!
Reputasi yang sudah begitu sulit kita bangun, hancur begitu saja.
Kita bahkan dituduh menjual negara demi kejayaan!
Kalian semua pikirkan itu!
- Da'ge. - Biar aku saja.
No comments yet. Be the first to leave one.