The first 200 lines.
Zekken muncul di pulau kecil lantai 24, jam 3 sore, 'kan?
Ya.
Besok kita janjian di sini jam setengah dua, ya?
Siap!
Baik.
Aku mengerti.
Aku sudah tak sabar!
Ya, sama!
Kehebohan tentang Si Penyembuh Kalap mungkin akan semakin menyebar, ya!
Papa, ada sesuatu di wajahmu.
Eh, benarkah?
Wajahmu dipenuhi coretan dari jelaga!
Apa?
Baiklah, sampai besok.
Sampai besok!
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
cahaya yang kemarin tiada, kini terus menyelimuti
zutto hikari no naka kinou made ha nakatta
setiap iringan langkah kakiku.
ashiato wo tadottekita hodo
tanpa tujuan dan bermodalkan peta yang basah terhujani
GOAL no mienai meiro ame ni utareta chizu
tapi aku tetap tak menyesal
koukai mo nanimo nai kedo
kuyakin teriakanku
sakenda koe ha
kuyakin teriakanku
sakenda koe ha
'kan tersampaikan padamu
kitto todoku kara
'kan tersampaikan padamu
kitto todoku kara
'kan tersampaikan padamu
kitto todoku kara
kisah ini pun dimulai seiring bunyi lonceng
kono monogatari no hajimaru kane no ne ga
begitu pun dengan pengelanaanku
tsunagu tabi no tochuu de
masa depan dunia yang kaugambar
kimi ga egaita mirai no sekai ha
menuntunku menuju langit tanpa batas
itsuka no sora ni michibikarete
kedua perasaan kita mulai menyatu dan membentuk jalinan keajaiban
futatsu no omoi wo hitotsuzutsu katachi ni shite kiseki wo
kedua perasaan kita mulai menyatu dan membentuk jalinan keajaiban
futatsu no omoi wo hitotsuzutsu katachi ni shite kiseki wo
hingga ujung waktu
motto koete
masa depan dunia yang kaugambar
kimi ga egaita mirai no sekai ha
sekarang bisa kugapai seluruhnya
ima todokoka de ikitsudzukete
walau tertumpuk banyak impian, namun cahaya penuntun ada di sana
donna yume kasanete itsuwaru koto no nai ano hikari wo
ah... oh, indahnya jalanku
ah... oh, beautiful my way
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Zekken
Selamat malam, Bu Sada.
Terima kasih juga sudah mau ke sini setiap hari.
Maaf membuat Anda bekerja sampai selarut ini.
Tak masalah, Nona.
Ini sudah jadi pekerjaanku.
Apa ibu dan kakak sudah pulang?
Tuan Kouichiro pulangnya agak telat.
Sementara, nyonya sudah menunggu di ruang makan.
Begitu, ya, terima kasih.
Maaf mengganggu.
Kau terlambat.
Kau harus sudah siap di meja, lima menit sebelum makan malam.
Maaf.
Selamat makan.
Kau menggunakan alat itu lagi, ya?
Ya, aku sudah janji kerjakan PR bersama teman-teman.
Untuk hal semacam itu, kalau tanpa belajar sendiri, kau tak akan mengerti apa pun.
Habisnya, rumah teman-temanku jauh,
jadi aku bisa lebih mudah bertemu mereka di sana.
Dengan alat itu, berarti kau tak bertemu secara langsung.
Lagi pula, PR itu harusnya dikerjakan sendiri.
Kalau bersama teman, ujung-ujungnya nanti kalian malah bermain.
Dengar, ya.
Kau sudah tak punya waktu lagi untuk bermain-main.
Kau ketinggalan dua tahun dibandingkan anak seusiamu.
Jelas kau harus belajar lebih giat untuk kejar ketertinggalanmu itu.
Aku belajar dengan sungguh-sungguh, kok!
Rapor hasil semester dua, sudah kutaruh di meja Ibu, 'kan?
Ibu sudah membacanya.
Tapi, rapor dari sekolah seperti itu, tak terlalu berarti.
Sekolah seperti itu?
Dengar, Asuna,
semester tiga ini, Ibu akan panggil guru les tambahan untukmu.
Bukan guru les lewat internet seperti yang sedang tren sekarang,
tapi dia akan datang langsung ke rumah.
Tu-Tunggu, kenapa tiba-tiba begini?
Coba lihat ini.
Orientasi Ujian Masuk Kelas Tiga
Apa ini? Orientasi ujian masuk?
Saat kau naik ke kelas tiga nanti, Ibu sudah bujuk seorang teman
supaya kau bisa ikut ujian masuk di sekolah miliknya.
Bukan sekolah lapas seperti tempatmu sekarang,
tapi sekolah yang terakreditasi.
Sekolah itu menggunakan sistem kredit semester,
jadi kau bisa lulus dalam setengah tahun.
Dan setelah itu kau bisa masuk perguruan tinggi di bulan September.
Tu-Tunggu!
Tak adil kalau Ibu malah seenaknya putuskan begitu!
Aku suka sekolahku yang sekarang!
Guru-gurunya juga baik!
Dan aku nyaman belajar di sana!
Jadi, aku tak perlu pindah sekolah!
Ibu sudah cari tahu semuanya.
Tempat belajarmu yang sekarang, bahkan tak layak disebut sekolah.
Kurikulumnya berantakan.
Standar nilainya rendah.
Bahkan para gurunya pun bukan orang-orang berpengalaman.
I-Ibu tak perlu sampai merendahkan begitu!
Katanya, di sana adalah tempat untuk mendidik murid-murid
yang tertinggal pelajaran akibat peristiwa itu.
Tapi, sebenarnya mereka hanya ingin kumpulkan anak-anak
yang habiskan waktu dua tahun untuk saling membunuh, agar bisa mengawasinya.
Itu, sih, tak ada bedanya dengan penjara.
Asal Ibu tahu, aku juga salah satu "anak yang habiskan waktu untuk saling membunuh".
Teman-teman seumuranmu sudah mengikuti SBMPTN tahun ini.
Memangnya kau tak merasa malu?
Sama sekali bukan jadi masalah bagiku, kalau aku baru bisa masuk perguruan tinggi satu atau dua tahun lagi.
Selain itu, aku juga merasa tak harus meneruskan kuliah.
Orientasi Ujian Masuk Kelas Tiga
Tak bisa!
Kau itu berbakat.
Seharusnya, kau juga mengerti kalau ayah dan Ibu sudah susah payah untuk bina bakatmu itu.
Tapi, aku juga punya hak untuk pilih jalan hidupku, 'kan?
Mungkin sekarang aku masih belum tahu akan seperti apa,
tapi suatu saat nanti, aku ingin temukan sendiri jawabannya!
Aku ingin tetap bersekolah di sana selama setahun lagi, untuk menemukannya!
Mau berapa tahun pun di sana, kau tetap tak akan temukan pilihan hidupmu.
Dengar, ya, Asuna,
Ibu tak ingin kau alami kehidupan yang sulit.
Ibu ingin kau punya karier yang bisa dibanggakan kepada semua orang!
Karierku?
No comments yet. Be the first to leave one.