The first 200 lines.
Anda tak perlu minta maaf pada saya.
Maaf… aku mohon maaf.
Tetapi itu ulang tahun Daiki yang kelima.
Ya, dan Anda dengan gembira berkata
ingin memberinya kado, bukan?
Benar.
Dia selalu suka mainan Super Sentai.
Aku ingin tahu apakah dia suka?
Apakah dia memainkannya?
Apakah dia sudah tumbuh besar? Saat aku memikirkannya…
Waktu kupikirkan…
Anda menjadi tidak sabar,
lalu pergi ke rumah mantan suami Anda meneriakkan nama Daiki berulang-ulang.
Aku gila, bukan?
Tidak.
Wajar jika Anda ingin menemuinya.
Masalahnya itu jam dua pagi.
Aku lapar.
Mengapa manusia menjadi lapar?
Meskipun
aku makan kekenyangan kemarin malam.
Apakah Bapak sudah makan lagi sejak itu?
Karena itu Bapak bisa gemuk.
Kira-kira begitu.
Bapak bisa belajar dari Pak Kakei
dan menahan diri sedikit.
Ini mungkin terdengar kasar,
tetapi jika ini masuk pengadilan, Anda akan tampak buruk.
Pihak lawan akan semakin membongkar
kondisi kesehatan Anda sekarang.
Kumohon bantulah aku.
Aku sama sekali tidak ingin
menghancurkan keluarga barunya.
Aku hanya…
Aku hanya mau melihat Daiki.
Hanya itu.
Aku mengerti.
Biasanya pengadilan mengizinkan pertemuan bulanan.
Jangan menyerah.
Jangan bandingkan aku dengan Pak Kakei.
Maksudku, dari penampilannya…
Apakah Ibu Imada baik-baik saja?
Dia sudah tenang dan pulang.
Ada apa?
Kami sedang bicara tentang bagaimana Pak Waka makan malam terlalu banyak.
Karena kemarin ada kepiting!
Klienku berasal dari Hokkaido
dan ia mengirim yang sebesar ini.
Tampaknya musim semi adalah musim kepiting.
Osamu, rumahmu cuma sepuluh menit jalan kaki dari rumahku.
Kau tidak ingat untuk berbagi?
Begini…
Jadi, kau diberi kepiting, ya?
Bukan begitu. Kedua anak saya selera makannya besar,
dan meskipun kepitingnya besar, tidak banyak daging di dalamnya.
Kemarin, aku makan
sisa daging dan rebusan kentang sendirian saja.
Apa yang kau makan kemarin, Pak Kakei?
Kemarin?
Aku makan sup miso dengan sayuran,
ubi, dan pasta mentaiko dalam kecap asin dan cuka
dengan wasabi dan nori di atasnya,
sayap ayam dan lobak ditumis manis pedas, brokoli dengan serpihan bonito ,
dan nasi putih yang dicampur dengan sepertiga beras merah berkecambah.
Bagus.
Oh, begitu.
Aku pulang dahulu.
Kerja bagus hari ini. Sampai jumpa.
Hei, Shino,
bukankah Pak Kakei selalu pulang pukul enam dengan langkah gembira?
Aku dengar dia punya pacar.
Cinta mereka menggelora.
Ibu O, itu disebut "saling mencintai".
Tetapi berdasarkan menu yang rinci tadi,
kurasa jelas Pak Kakei yang memasak.
Pak Kakei bisa memasak?
Namun, ada sesuatu yang tak kusuka darinya.
Mengapa?
Bukankah pria yang bisa memasak nilainya tinggi?
Umurnya 45 tahun.
Seseorang dengan penampilan seperti dia…
Terus terang, ada yang tidak pas.
Pasti dia mengeluarkan banyak uang untuk memasak.
Berbelanja di supermarket kelas atas
dan membeli bahan-bahan terbaik.
DISKON BESAR SAUS CELUP GOBEN 418 YEN
REKOMENDASI DISKON BESAR
Empat ratus delapan belas yen?
Ini disebut "diskon besar"?
Saus celup Gonben yang paling murah harganya 299 yen.
Kau tidak bisa membohongiku.
Sesuai rencana, aku akan membeli dua karton susu rendah lemak
seharga 98 yen saat diskon khusus.
PROMOSI MUSIM SEMI
Satu bungkus jamur maitake 78 yen .
Seikat lobak 100 yen.
Burdock juga 100 yen?
Nakamuraya masih tempat terbaik untuk membeli sayuran.
DISKON KHUSUS HARI INI! SUSU RENDAH LEMAK 92 YEN
SUSU RENDAH LEMAK
Di sini…
lebih murah enam yen!
Bukankah di sini susu rendah lemak didiskon setiap hari Kamis?
DISKON BESAR! SEMUA SEGAR!
KHUSUS HARI INI! SUSU RENDAH LEMAK 92 YEN
Aku melewatkannya…
Aku pulang!
BATALKAN / MATIKAN
Kalau terlambat tiga menit penanak nasi akan menyala.
Aku akan memasukkan burdock dan maitake ke nasi.
BATALKAN / PENGUKUR WAKTU / MEMASAK
Keluarkan dua sendok air dengan centong,
tambahkan kelp,
beri sedikit sake dan kecap asin,
masukkan satu iris salmon asin untuk setiap cangkir nasi,
dan masukkan parutan burdock yang tadi kubeli.
Burdock mengeluarkan zat polifenol yang memberi rasa umami,
jadi, jangan terkena air.
Patahkan beberapa maitake, lalu masukkan.
MEMASAK
Sebaiknya aku membuat sup apa, ya?
Sup daging cocok dengan nasi dan burdock,
jadi, aku akan membuat sup daging, lobak, dan daun lobak.
Bayam moster dan aburaage sisa kemarin akan kutumis.
SAUS CELUP
Aku masih punya daikon dan simping,
jadi, bisa satu hidangan lagi.
Aku mau menghabiskan telur.
Mungkin aku akan menumis sayur asin campur telur dan sayuran.
Ini yang akan kumasak.
Tinggal menunggu nasinya masak.
Aku senang saat hampir menyelesaikan
pekerjaan yang merepotkan.
Memasak makan malam itu menyenangkan
dan memberiku perasaan puas setiap hari.
Lalu menutup hari
dengan makanan seperti ini…
Aku pulang.
Wah, wangi nasi berbumbu.
Benda tak berguna apa lagi yang kau beli hari ini?
Apa itu? Es krim?
Ini Häagen-Dazs.
Kau beli di minimarket?
Ya.
Häagen-Dazs diskon 20%
di Nakamuraya setiap Jumat.
Mengapa kau beli di sana dengan harga normal?
Bukan begitu…
Sudah kubilang untuk memikirkan berapa nilai dari sepuluh atau 20 yen.
Menghemat 25.000 yen per bulan dari sarapan dan makan malam
adalah prioritas penting bagiku.
Ini mahal!
Tak apa. Aku yang bayar.
Tak apa. Berikan padaku.
Kau harus menghemat!
PENGGANTIAN UANG KENJI
Tetapi…
Nakamuraya tidak menjual yang ini.
Tadi kau bilang kau ingin makan ini.
Maaf.
Baiklah, aku mengerti.
Waktunya makan. Cuci tanganmu.
Baiklah.
Selamat makan.
Shiro…
Kau suka uang, ya?
Sewa apartemen ini hanya 100.000 yen, bukan?
Bukankah pengacara itu menghasilkan banyak uang?
Kalau aku di perusahaan humas, mungkin benar.
Namun, aku tak mau bekerja keras sampai mati.
Lebih baik menjalani hidup tenang
dengan gaji yang cukup saja.
Itu khas dirimu sekali.
Apa salahnya menghemat uang?
Aku yang tak punya anak untuk merawatku di masa depan
hanya bisa mengandalkan uang, 'kan?
Itu benar.
Jangan berwajah seperti itu saat sedang makan.
Enak, 'kan?
Perpaduan manis, pedas, dan asam.
Setiap hidangan enak sekali.
Ini lezat.
Kau memotong salmon
agar lebih mudah kumakan, bukan?
Wijennya juga memberi aksen tersendiri!
Enak sekali.
Aku tak tahu keseimbangan rasa,
tetapi nasi ini enak sekali.
Minta tambah.
Jangan, nanti gemuk.
Tunggu sampai di atas 50 kalau mau jadi beruang.
Shiro, apa itu?
Apa yang kau lakukan?
Ayolah…
Jadi, boleh kuhabiskan ini?
Kubilang tidak! Tidak ada yang berubah.
Ini sangat enak. Aku mana tahan.
Hm…
Sudah kubilang berulang kali, Ibu.
Aku bukan orang seperti itu.
No comments yet. Be the first to leave one.