The first 200 lines.
Cepat jalan, Ayah.
Kita tidak akan melanggar hukum, Riley.
Kita akan sampai tepat waktu. Ayah janji.
Percaya ayah.
Mungkin aku akan jadi penyanyi.
Ya, mungkin.
Cepat. Ayo, ayo.
Tunggu. Tunggu dulu. Ayah harus ikat tali sepatu.
Tak ada lelucon bapak-bapak. Ini serius.
- Ayo. - Maaf. Maaf!
Tidak. Tidak.
- Tidak, tidak, tidak... - Ya. Ya.
Itu tidak adil. Aku 12 tahun.
- Juara! - Terserahlah.
Kita terlambat. Ini membuat frustrasi, Ayah.
Kita harusnya datang lebih cepat.
Ini sudah yang tercepat untuk ayah bisa pulang kerja, Riley. Maaf.
Kemari, kemari.
- Naik ke bahu? - Ya.
Apa dia akan keluar?
Keluarlah! Keluarlah!
Turunkan aku.
Ya, ratu!
Keren!
Lady Raven!
Ya Tuhan!
- Dia melambai kepadaku! - Dia melambai kepadaku!
Aku rasa mendapat foto bagus.
Itu sangat seru.
Aku sangat senang dia tambahkan konser sore ini...
...setelah yang terakhir laku keras.
Tiket. Aku punya tiket baris kesepuluh.
- Tidak, terima kasih. - Baris kesepuluh?
Itu tidak asli, sayang. Jangan biarkan orang menipumu.
- Kursi kita cukup bagus. - Kita baris 44.
Di depan panggung!
Jadi, beri ayah kabar terkini.
Apa yang terjadi dengan gadis-gadis itu di sekolah?
Tak apa.
- Tak apa? - Aku tak mau bicarakan itu.
Oke. Kemari.
Kau.
Ayah, lihat.
Riley?
Ya, sayang. Ayo!
Mereka sudah tidak kejam lagi. Mereka hanya tidak melibatkan aku.
Mereka terus mengunggah foto bersama.
Ayah mengerti.
Itu pasti sulit melihat apa yang orang lain selalu lakukan.
Kalian begitu terhubung bahkan saat kau tidak sedekat itu.
Kenapa kita tak foto berdua saat masuk ke dalam?
Kau dan ayahmu. Jody pasti sangat cembokur .
Itu akan jadi ide terburuk.
Dan jangan katakan "Cembokur", Dad.
Kursi ini luar biasa, Ayah. Terima kasih...
Ini jelas hari terbaik dalam hidupku!
Ini karenamu. Empat A dan B.
Ayah sudah bilang akan mendapatkan ini untukmu.
Ayah tak pernah mendapat nilai seperti itu.
Kita sudah saling sepakat.
Tapi ayah beruntung dengan kursi ini, bukan?
Aku tahu...
Ini sudah ditakdirkan.
Kami Papa's Boots.
Jadi, apa artinya "krispi"?
Itu artinya sesuatu yang bagus.
Gunakan itu dalam kalimat.
"Bung, rumahmu krispi."
Baiklah.
Jadi jika ayah datang ke rumah orang dan bilang,
"Yo, rumahmu ekstra garing."
Jangan pernah katakan itu.
Kenapa? Ekstra garing lebih baik dibanding krispi.
Berhenti. Aku takkan ajarkan ayah istilah lainnya.
Bagaimana kabar kalian, raja dan ratuku?
Ya Tuhan!
Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Ya Tuhan. Ya Tuhan! Ya!
Hei, ayah mau ke toilet.
Kau antara tetap di kursimu,
Atau kau bisa ikut dengan ayah dan menunggu di luar toilet pria.
Aku tak apa, Ayah. Aku tak mau pergi.
Kau tetap di kursimu. Janji?
- Aku janji. - Riley, Ayah serius.
Aku tak apa, Ayah. Aku tak mau pergi.
Hei! Cooper!
Hai. Kau datang bersama Riley?
Ya.
Aku datang bersama Jody.
Aku tidak melihatmu sejak pertemuan guru dan orang tua itu.
Senang melihatmu.
Ya. Dengar, aku sangat berharap...
...mereka masih bisa tetap berteman, kau tahu?
Kau tahu bagaimana anak gadis seumuran ini.
Aku sudah bicara dengan Jody,
Dan dia akan berusaha keras melibatkan Riley dalam sesuatu, jadi...
Riley sangat terluka dengan semua ini.
Sebagai seorang ayah, itu sulit untuk dilihat.
Benar.
- Aku akan kembali ke kursiku. - Oke. Beritahu dia...
...jika Jody, Sarah, dan Sarah C duduk di bagian 107,
Dan mereka sangat ingin bertemu dia.
Sampai bertemu lagi.
Ya, senang melihatmu.
Hai.
Jody dan ibunya di sini.
Di mana?
Tidak di dekat kita.
Lupakan mereka.
Ayahku pergi saat aku 7 tahun.
Aku memendam amarah itu sangat lama.
Itu bagian dari diriku.
Lalu suatu hari,
Aku putuskan aku harus memaafkan dia,
Atau aku takkan pernah melangkah maju.
Aku berpura-pura dia berada di depanku, dan bilang,
"Kau tidak bertanggung jawab karena melukaiku."
"Aku melepasmu."
Semuanya membaik setelah itu.
Aku mau kau bayangkan orang yang melukaimu.
Aku mau kau mencoba memaafkan mereka.
Ucapkan dalam hati, "Aku melepasmu."
Dan jika kau merasa sudah melakukan itu,
Aku mau kau nyalakan lampu di ponselmu.
Kita harus bergegas selagi mereka menata panggung untuk lagu berikutnya.
- Hai. - Hai.
Bisa aku minta ini untuk ukuran kecil, tolong?
Aku juga menginginkan itu.
Aku hanya punya sisa satu.
Aku berdiri di sini sebelum dia. Dari tadi.
Tak apa, Riley, biar dia mendapatkan itu.
Dia sangat menginginkannya.
Kita bisa cari yang lainnya nanti.
- Ya? Oke. - Tentu, Ayah.
Kalian keluarga yang baik. Memiliki nilai-nilai yang bagus.
Percaya aku, kau jarang melihat itu.
Dengar, sesaat aku dapat stok lagi, aku akan simpan satu untukmu.
Temui aku 10 menit lagi. Oke?
- Oke. - Baiklah.
- Cooper. - Jamie.
Hei, ada apa dengan truk polisi di luar,
Dan CCTV di mana-mana, Jamie?
Ada yang terjadi?
Aku tak seharusnya beritahu. Jangan laporkan aku.
Tidak akan.
Kau tahu "Penjagal"?
Orang gila yang berkeliaran dan memotong orang?
Ya.
FBI atau appun itu mendengar jika dia akan berada di sini hari ini.
Jadi mereka mengatur jebakan untuk dia.
Seluruh konser ini jebakan.
Wow. Di sini?
Ya. Mereka menjaga semua pintu keluar.
Mereka memeriksa semua orang yang pergi.
Tak ada jalan keluar dari sini, kecuali belakang panggung.
Tapi tak ada yang bisa masuk belakang panggung.
Ya. Kau mengerti? Ini cukup keren, bukan?
- Ya. - Ya.
Jangan beritahu siapapun. Aku bisa mendapat masalah.
- Tidak. - Oke...
Aku harus kembali. Temui aku nanti untuk kaos tadi.
Tentu, Jamie.
Ayah baru dengan tentang kios kue funnel.
Ayah rasa itu di sini. Ayah sangat menginginkan itu.
Sebentar.
Biar ayah ingat-ingat lagi soal tempatnya sebentar.
Ayolah, Ayah. Itu juga tak bagus untukmu.
Sebenarnya, kau tahu? Ayah rasa itu tak jauh dari tempat kita tadi.
Kau keberatan?
Dia memulai lagu berikutnya. Ayo kembali ke kursi kita.
- Ayah pikir ini tempatnya. - Ayah, ayolah.
Ada pengunjung yang terluka.
Apa yang terjadi?
Ayah rasa wanita itu terlalu mabuk dan kehilangan keseimbangan.
Ayo menjauh dan berikan dia sedikit ruang.
Hei. Kenapa kita tidak keluar sebentar?
Lalu kita bisa kembali masuk.
Kenapa? Apa yang terjadi, Ayah?
Tunggu, bukankah ini salah satu lagu yang selalu kau putar?
Kalau begitu ayo berhenti berkeliaran di luar sini...
...dan kembali ke kursi kita!
- Oke. - Ayo!
Bagaimana kabar kalian semua? Kau bersenang-senang?
Lagu berikutnya aku tulis bersama temanku, Parker Wayne.
Seandainya aku bisa teriakkan namanya,
Lalu dia akan bergabung bersamaku untuk lagu ini.
Ya Tuhan.
- Ya Tuhan. - Mungkin...
Jika kita semua teriakkan namanya,
Dia mungkin mendengar kita.
Di hitungan ketiga, semuanya teriak "Parker!"
Satu, dua, tiga!
Parker!
Ya Tuhan!
Ya Tuhan. Ya Tuhan.
Lihat panggung tempat orang tadi keluar?
Ayah penasaran apa yang ada di bawah sana.
Hei, kita harus coba turun ke sana dan lihat ke mana itu menuju.
Itu terlihat sangat keren.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.