The first 200 lines.
Kurasa kau suka Nut, Tofu.
Kau tidak memakai pengalamanmu sebagai materi, bukan?
Jika menurutmu, normal berarti
berpikir sama sepertimu,
maka separuh dunia akan menjadi tidak normal.
Jika aku ingat siapa diriku,
aku harus pergi.
Aku ingin mencatat waktuku bersamamu,
agar itu bisa menjadi kenanganku.
SEBELUMNYA
Sebidang tanah dan rumahmu seharusnya menjadi milikku,
bukan bocah sepertimu yang tidak pernah berkontribusi pada bisnis keluarga.
Jika kau menginginkannya,
tunggu sampai aku mati.
Kapan Ibu akan mengerti
kalau masuk ke kamar orang tanpa izin
adalah pelanggaran privasi?
Jika kau bahagia,
adegan romantis yang membuatmu kesulitan itu
akan datang secara alami.
Pak.
Song.
Bau apa itu?
Song.
Song.
Song.
Song.
Song.
Song!
Song.
Song, bangun.
Song.
Song.
Song, bangun.
Bangun.
Apa yang terjadi?
Aku tak bisa…
Jangan tertidur.
Kau tak boleh mati.
Ayo.
Satu, dua…
Ayo.
Kau tak boleh mati, Song.
Ayo.
Song.
Kau baik-baik saja? Ayo.
Aku butuh brankar.
- Orang ini terluka. - Lewat sini.
Bawakan brankarnya.
- Ayo. - Ayo.
Gen.
Apa yang terjadi?
Ibu.
Pria yang dibawa masuk itu adalah temanku.
Parkir mobilmu. Itu menghalangi jalan.
Ibu akan mengurus ini.
UNIT GAWAT DARURAT
Ayah.
Kenapa Ayah di sini?
Ayah datang menjemput ibumu.
Siapa itu?
Itu…
Dia aktor di serial Nut.
Aku menemukannya
- sedang kesakitan. - Begitu.
Jadi, aku membawanya ke sini.
Kau tadi di lokasi syuting?
Tidak.
Tunggu.
Di mana kau menemukannya?
Di rumahnya.
Aku ke sana
untuk bicara dengannya.
- Astaga. - Astaga.
- Putra kita pergi ke rumah pria. - Benar.
Ibu.
Itu perlu.
Kenapa kalian menanyaiku?
Kau tampak peduli padanya, tapi dia bukan temanmu.
- Makanya ibu tanya. - Ya.
Aku khawatir serial ini…
akan terganggu.
Jika kami kekurangan aktor,
itu masalah besar, Ayah.
Nut sedang memperbaiki drafnya sendiri.
Masalah dia sudah cukup banyak.
Aku tak mau memperburuk keadaan.
Begitu rupanya.
Kau mengkhawatirkan Nut.
Siapa lagi yang harus kucemaskan?
- Astaga. - Begitu, ya.
Mungkin dia.
Dia tak apa-apa. Hanya diare.
Kami menyebutnya BAB tanpa henti.
Dia anjing yang BAB.
Jadi,
- itu hanya diare? - Ya.
- Hanya diare. - Apa dia temanmu?
Astaga.
- Ya. - Begitu rupanya.
Teman dan saudara.
Begitukah?
Kau baik-baik saja?
Beri tahu kami.
Aku baik-baik saja, Ayah. Aku biasanya begini.
Begitu rupanya.
Dia berkeringat.
Ayo.
Tangkap aku.
Ayo.
Ayo.
Tidak.
Aku mencintaimu, Pak.
Sial.
Aku mati.
Aku tahu kau mendengarku.
Apa?
Aku…
sedang bermain gim.
Kau tahu?
Aku akan panggilkan perawat.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
- Aku mencintaimu, Pak. - Diam.
Nanti perawat
bisa mendengarmu.
Aku mencintaimu, Pak.
- Aku mencintaimu, Pak. - Diam.
Kubilang, diam.
Nanti mereka dengar.
Mengerti?
Tapi aku sangat mencintaimu.
Ulurkan tanganmu.
Tanganku?
Aku tak mau ponselmu.
Aku butuh dukunganmu.
- Kumohon. - Diamlah.
Kuenchai.
Kau datang untuk bermain di kamar ini lagi.
Pergilah. Keluar.
Astaga.
Dasar anjing ini.
Baiklah.
- Apa? - Kau mencintainya?
- Apa? - Benar, 'kan?
- Tidak. - Kau mencintainya, 'kan?
Tidak!
Sib.
Bu Na.
Kau baik-baik saja?
Aku tak apa-apa.
Aku tidak sengaja menjatuhkannya.
Kau suka buku sejarah?
Ya.
Dahulu aku mengajar ilmu sosial.
Makanya aku punya buku sejarah.
Apa sejarah menyenangkan?
Tentu saja.
Kau mempelajari peristiwa penting dari masa lalu
untuk memahami masa kini
dan menggunakannya untuk memandu masa depan,
agar sejarah tidak terulang.
Kalau begitu,
jika kita menyadari
bahwa kita tidak bahagia karena masa lalu pahit kita,
bisakah kita membuat sejarah baru?
Jadi, kita mungkin akan bahagia di masa depan.
Dia menderita.
Itu sebabnya dia menciptakan dunia baru.
Dan Nut menderita.
karena dia mengunci dunia lamanya.
Dia tidak bisa memanfaatkan
kenangan lama itu.
Cara terbaik melupakan cinta lamamu
adalah mencari yang baru, bukan?
Jika kau bahagia,
adegan romantis yang membuatmu kesulitan itu
akan datang secara alami.
Aku memberimu tangga, tapi kenapa kau tidak berani memanjatnya?
Kembalilah
dan pikirkan apa masalahmu lalu perbaiki.
Aku tidak mau melihat dinding di depanmu seumur hidupmu.
Manusia sangat rumit.
Manusia memang seperti itu, Boneka Beruang.
Kau mungkin akan menjadi lebih rumit.
Aku kasihan kepada Nut.
Aku akan membantunya.
Prib bilang
Nut tak bisa menulis adegan romantis
karena masa lalunya pahit.
Aku mungkin tidak bisa mengubah masa lalunya,
tapi aku akan bantu dia melupakannya.
Sedang apa kau di kamarku?
Kita harus bicara.
Berhenti.
Aku berpakaian dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.