The first 200 lines.
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Banjarmasin, 20 Januari 2015
Ah!
Orang Yahudi tak suka anjing.
Anjing menggigit dan mengejarmu.
Yahudi sudah bosan dengan gonggongan anjing, mereka lebih suka kucing.
Setidaknya itulah yang dikatakan tuanku.
Tuanku adalah Rabbi Sfar. Aku tak punya nama.
Di Al Jazair, aku dikenal sebagai kucing rabbi.
Zlabya!
Zlabya adalah tuan putriku.
Putriku!
Namanya seperti nama kue.
Sebagai perempuan, dia selalu berlari untuk menyapaku!
Zlabya!
Zlabya, aku sayang padamu!
Zlabya, aku sayang padamu!
Apa katanya?
Dia akan berkata, "Knidelette, aku sayang kamu".
Namaku terlalu modern.
Burung pun tak bisa mengucapkannya. Kau lihat, rabbi?
Zlabya lebih umum.
Bahkan pria pun tak berkata, "Knidelette, aku sayang kamu."
Oh, ya? Kenapa mereka berbaris di luar?
Tanpa ayah, banyak yang ingin menemuiku.
Sedang ngobrol apa di rumah seorang rabbi?
Begini, beruntung aku punya ayah yang mengawasiku.
Dan kucingku.
Knidelette, bukannya kau sedang sibuk?
Tidak.
Itu adalah maksud secara halus dari, "Tinggalkan kami".
Baik, aku mengerti.
Sampai nanti.
Baiklah. Sampai nanti.
Aku sayang kamu, Zlabya! Aku sayang kamu!
Kau memang kucing kesayanganku.
Burung itu mengganggumu, kan?
Kau lebih menyayangi kucingmu daripada ayahmu sendiri!
Jika kebakaran, siapa yang lebih dulu kau selamatkan:
kucing atau ayahmu?
Yah! Jangan bertanya begitu.
Lanjutkan latihan pianomu. / Baik, Yah.
Pastikan aku bisa mendengarnya.
Ya, ayah sayang.
Zlabya!
Aku sayang kamu, Zlabya.
Menjengkelkan!
Zlabya! Zlabya.
Zlabya.
Zlabya.
Zlabya.
Burungku!
Apa kau memakan burungku?
Tidak.
Apa? / Bukan aku.
Lalu di mana?
Yah, ada apa?
Aku pasti terlalu lelah. Kudengar kucing itu bisa bicara!
Kau bekerja terlalu keras.
Aku tak memakan burungnya.
Apa katanya? / Bohong!
Dia membunuh, dia bohong,
binatang ini adalah setan.
Yah, kucingnya bisa bicara!
Menari dan bernyanyilah untukku.
Kucingku! Kucing ajaib!
Jauhkan, kucing ini mungkin berbahaya.
Aku selalu setia padamu. Kenapa kau tiba-tiba khawatir mendengar suaraku?
Karena kata pertamamu adalah bohong!
Aku tak memakannya! Aku tak lapar.
Dasar pembunuh! Kau bohong untuk menutupi perbuatanmu!
Kau tak bisa menuduh kucing memakan burung.
Kau akan memenjarakannya?
"Sangat terkejut dengan kemunculan Julien,
"Madame de Renal sebentar lagi akan dimakan rasa takut.
"Ya Tuhan, bahagia, dicintai, apa arti semua ini?"
Apa itu?
Stendhal. / "Scarlet and Black".
Kucingnya membaca?
Sejak kapan kau bisa membaca?
Aku belajar bersama putrimu. Sebelumnya hanya mengeong.
"Scarlet and Black", apakah ini buku politik?
Kucing itu memberimu propaganda ini?
Propaganda apa?
Bukan, tuan, ini kisah cinta.
Baguslah... Berikan padaku.
Aku tak mau melihatmu bersama kucing ini lagi!
Tapi dia milikku!
Seumuranmu, perhatikan dengan siapa kau menghabiskan waktumu.
Aku juga melarangmu bersama dengan orang lain.
Rabbi takut kalau aku mempengaruhi putrinya dengan ide buruk.
Jadi dia selalu menjagaku bersamanya. Aku bosan!
Apa ini? / Talmud.
Menarik?
Tentang cara menjadi Yahudi yang baik.
Misalnya: "bohong itu buruk."
Apa aku harus peduli? / Kenapa tidak?
Aku cuma kucing.
Aku tak yakin jika aku ini Yahudi atau bukan.
Tentu, seperti tuanmu! / Aku tak begitu!
Ah... Kami tak melayani kucing.
Tak ada bar mitzvah.
Umurmu harus di atas 13 tahun.
Usiaku 7 tahun. 49 tahun jika dalam tahun kucing. Aku hampir seumuranmu!
Jika aku kucing Yahudi, aku harus melakukan bar mitzvah!
Kenapa kita harus menemui rabbimu?
Karena kau membuatku jengkel!
Masalah yang kau timbulkan membuatku terobsesi.
Tapi...
Jangan tinggalkan aku.
Dia memukul murid-muridnya.
Diam.
Tidak!
Aku tak peduli jika dia bicara. He's not doing his bar mitzvah!
Kenapa?
Bar mitzvahs bukan untuk kucing.
Tuan dari tuanku, apa perbedaan kucing dan manusia?
Tuhan menciptakan manusia sesuai kehendakNya.
Jika begitu, bisa kau tunjukkan padaku kehendak Tuhan?
Tak mungkin.
Tuhan adalah firman.
Jadi jika manusia bisa berbicara seperti Tuhan, aku juga bicara seperti manusia.
Tidak, perkataanmu banyak dustanya.
Aku tak memakan burungmu.
Kau juga pembohong?
Kau bebas berkata-kata.
Walau bohong. Luar biasa. Cobalah.
Mau saranku, Abraham?
Tenggelamkan kucingmu!
Begitu? Tapi aku suka padanya.
Dan dia tak suka air.
Siapa kau, siapa yang ingin membunuhku?
Aku adalah Tuhanmu, menyamar sebagai kucing untuk mengujimu.
Aku adalah Tuhan dan aku tak suka dengan kelakuanmu!
Kau kasar padaku sebagaimana Kristiani mengasari Yahudi!
Tuhan!
Maafkanlah segala dosa-dosaku.
Aku bersalah.
Aku bercanda. Aku cuma kucing. Berdiri!
Pembohong!
Kau bohong? Kau mengatasnamakan Tuhan?
Kami harus menenggelamkanmu!
Oh...
Aku ingin dibarmitzvah. Aku ingin masuk agama Yahudi.
Kenapa?
Jika aku Yahudi yang baik, rabbi akan mengizinkanku menemui putrinya.
Aku tak bisa hidup tanpanya,
karena dia membuatku senang,
dan kasih sayang itu indah.
Tidak.
Tidak!
Tidak!
Alasanmu berpindah ke Yahudi sangat buruk.
Kau tak mencintai Tuhan dengan tulus.
Aku tak pernah menyebutkan kecintaanku pada Tuhan.
Sebagai Yahudi,
kau harus takut pada Tuhan,
mintalah perlindunganNya dan buat Dia senang.
Yahudi harus melihat kehadiran Tuhan dalam segala hal.
Mengingat Tuhan membawa kecerahan di hari-hari yang suram.
Kasih Tuhan adalah hal yang nyata.
Oh, la la, la la.
Mencintai Tuhan itu penting.
Kita selalu ada dalam genggamanNya.
Dia kuat dan kita lemah.
Jika Dia...
Ya.
Aku juga merasakan hal yang sama dengan tuanku.
Dasar binatang!
Kau berjalan dengan 4 kaki!
Kau takkan mendapat kasih Tuhan! Yang kau tahu hanya kasih yang fana.
Fitnah! Tuan putriku nyata.
Tuhanlah yang nyata!
Tuhan itu fana.
Kau sendirian, tua, dan orangtuamu sudah mati.
Aku takkan pernah kesepian karena aku akan mati lebih dulu dari tuanku.
Pergilah!
Kau marah? / Binatang jelek.
Aku ingin tahu rasanya kenyataan.
Kau bohong di saat yang salah dan kau menggunakan kebenaran untuk menyakiti.
Bicaraku menyakitkan.
Tuanku biasa memangku aku.
Oh, Zlabya...
Akan kulakukan apapun untuk menemuinya.
Diam, aku tahu kau memalsukannya.
Kau takkan kembali ke surga.
Kita harus mencari rabbi lain yang mengizinkanku melakukan bar mitzvah.
Bodoh, tak ada rabbi waras yang mau mengajari kucing.
Masih ada rabbi gila.
Aku tak kenal seorang pun. / Mungkin kau.
Tanggung jawabnya besar. Aku tak mau.
Putrimu bisa mengajariku.
Baik, lupakan saja.
Putri rabbi menangisi kucingnya.
Kucing kesayangannya.
Kucingku, aku ingin kucingku.
Tuan putriku!
Tuan putriku!
Baiklah.
Kau menang. Akan kuajari dia tentang Yahudi.
No comments yet. Be the first to leave one.