The first 200 lines.
Aku...
Mei?
Aku benar-benar...
...benar-benar...
Yamato...
Bagaimana cara agar kau menjadi milikku?
Aku memang tak bisa ungkapkan dengan lantang,
tapi dalam benakku, tak terhitung berapa banyak kata "Yamato" kusebut.
Yamato...
Apa tak masalah bagimu pergi ke rumah gadis lain meskipun kau telah memiliki pacar?
Mei...
Mei!
Ayo, pulang bersama hari ini!
Sudah lama kita tidak pulang bersama.
Belakangan ini, sesi pemotretannya selalu sepulang sekolah.
Ya.
Akulah yang membiarkan hal ini...
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Kau jadi pendiam.
Aku selalu seperti ini.
Ah, benar.
Mau mampir ke taman?
Ya.
Oh, ya, Kuro sudah bertambah besar.
Kau pasti terkejut saat melihatnya.
Padahal dulu, dia masih kecil.
Belum juga lama, tapi sudah terlihat berbeda.
Begitu, ya?
Ya.
Ternyata kita memang perlu menghabiskan waktu bersama.
Kita jadi bisa bertukar pikiran.
Bagaimana sikapnya saat bersama Megumi?
Aku tak tahu apa pun tentang Yamato...
Ada apa, Mei?
Tidak apa-apa.
Oh, ya,
Kitagawa bertanya, apa aku mau tetap jadi model atau tidak...
Terserah padamu saja...
Kau bilang aku terlihat keren, jadi aku akan coba jadi model sedikit lebih lama lagi.
Kenapa?
Aku penasaran apa akan ada kejutan seperti itu lagi nanti.
Jangan melihatku seperti itu.
Menjijikan.
Kau tidak perlu bilang begitu, 'kan?
Aku mau pulang.
Ini pertama kalinya,
Kurosawa melepas genggaman tangannya...
Hei, apa menurutmu lumpur di masker wajah ini lumpur sungguhan?
Wah, di sini tertulis lumpurnya dikombinasikan dari tiga negara berbeda.
Bahkan ada sari rumput laut juga.
Kira-kira tiga negara itu dari mana saja, ya?
Hei.
Aku tidak tahu.
Oh, ya, pacarmu itu orang seperti apa?
Entahlah.
Oh.
Selamat malam.
Aku ini kenapa?
Tak seharusnya aku begitu...
Aku harus bisa mengendalikan diri...
Hei, kau baik-baik saja, Mei?
Eh?
Kau terlihat menyedihkan sekali.
A-Aku baik-baik saja.
Yang bener?
Jreng! Ini kunci ajaib.
Kunci ajaib?
Ambillah.
Yamato juga punya.
Ini barang edisi terbatas untuk memperingati 20 tahun Disneyland.
Yamato juga dapat dari Nakanishi.
Jadi kalian kembaran!
Te-Terima kasih.
Ya.
Apa Disneyland itu tempat yang menyenangkan...
...untuk pasangan?
Mei, kau cewek banget, deh!
Kau jadi tambah manis belakangan ini.
Tidak...
Iya, kok!
Yamato pasti jadi sedikit cemas.
Mei?
Aku akan menjaganya.
Pasang di HP-mu, ya?
Aku harus minta maaf pada Kurosawa.
Lucunya.
Itu kembaran dengan Yamato, 'kan?
Asami yang memberikannya.
Baguslah.
Kau dan Yamato itu serasi sekali.
Dah.
Harusnya aku tak perlu khawatir soal gosip itu.
Aku harus percaya padanya.
Lho?
Yamato, kau nggak pasang gantungan itu?
Eh? Ah, akan kupasang nanti.
Cepat dipasang, ya!
Iya, iya.
Beneran?
Iya!
Ah, jangan-jangan, kau malu memasangnya sekarang.
Hei, kau baca rubrik wawancara Megu?
Katanya, ada cowok yang dia sukai.
Dia juga model dan mirip kayak pangeran.
Itu pasti Yamato, 'kan?
Kabarnya, Yamato juga sering mampir ke tempat Megu.
Kasihan sekali Si Tachibana!
Tapi tentu saja, Yamato dan Megu lebih serasi.
Bener banget!
Eh? Mei sudah mau pulang?
Aku merasa tidak enak badan.
Kalau begitu, biar kuantar.
Tidak usah.
Aku ingin sendirian saja sekarang.
Tapi...
Aku ingin memikirkannya seorang diri saja.
Ah, M-Mei.
Biarkan saja.
Aiko...
Saat ini, dia sedang bertarung dengan dirinya sendiri.
Dia akan menemui kita kalau mau cerita.
Apa Mei membaca rubrik wawancara Megu?
Entahlah. Yang bisa kita lakukan hanyalah berada di sisinya saat dibutuhkan.
Ini, kupon Mr. Donut.
Ayo, kita mampir ke sana pulang nanti.
Aiko!
Tapi, Yamato,
kau itu sombong sekali, ya.
Aiko, apa yang ingin kaubicarakan?
Aku yakin, kau tidak tahu hal ini,
tapi ada seseorang yang menyatakan perasaannya padamu.
Kami tahu...
Kau sering mampir ke tempat Megumi, 'kan?
Ada yang melihat kalian.
Gosipnya sudah menyebar.
Aku, Asami, dan mungkin semua orang di sekolah sudah tahu hal ini.
Tentu saja, Tachibana Mei juga.
Tachibana pulang lebih cepat karena syok.
Tunggu!
Tidak terjadi apa-apa antara aku dan Kitagawa.
Kami cuma makan malam—
Bukan itu masalahnya!
Meski tak terjadi apa-apa, tapi tetap saja kau sudah membuat Tachibana gelisah.
Coba kalau kau ada di posisinya.
Bayangkan kalau Tachibana sering mampir ke rumah beberapa pria tanpa sepengetahuanmu.
Terlebih lagi, dia tak memberitahumu.
Apa kau bisa memaafkannya?
Itu...
Tidak bisa, 'kan?
Itulah yang kaulakukan saat ini.
Aku yakin kalau Tachibana tidak suka kau jadi model.
Dia memendam seluruh perasaannya dan berusaha untuk tetap diam.
Pasti sulit sekali.
Tapi, kami sungguh tidak melakukan apa-apa.
Kalau begitu, kenapa kau tidak memberitahunya?
Pokoknya, lebih cepat kau jelaskan padanya, itu lebih baik.
Halo? Mei?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan—
Mei.
Tak ada yang lebih membuatnya gelisah selain kau bersikap baik ke semua orang.
Maaf, Mei!
Kenapa... saat itu...
Jangan melihatku seperti itu.
Menjijikan.
Kenapa aku tidak langsung minta maaf?
Dan mengatakan kalau sebenarnya aku malu...
Bukan...
Harusnya saat itu aku bertanya, "kenapa dia pergi ke tempat Megumi"...
...sebelum aku menyinggungnya.
Halo?
Yamato?
Kau di mana?
Aku kaget sekali saat kau tiba-tiba menghilang.
Maaf, Kitagawa.
Aku tak bisa ikut pemotretan hari ini.
Aku akan menghubungi agensi.
Hah? Apa? Hei—
Yamato...
Lho? Mei?
Maaf, apa aku datang terlalu cepat?
Ya, tidak masalah...
Tapi, apa terjadi sesuatu?
Tidak.
Syukurlah...
Kalau aku langsung pulang, ibu pasti akan cemas.
Ya?
Anu... apa Mei ada?
Oh, aku Kurosawa.
Dia belum pulang.
Jadi, begitu.
Permisi.
Selamat datang.
Selamat datang.
Waduh.
Tolong dihitung.
B-Baik...
Ini—!
Ini peringatan 20 tahun Disneyland, 'kan?
Iya, 'kan?!
No comments yet. Be the first to leave one.