Remember

Remember (리멤버)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Remember War Of The Son S01 720p NF WEB-DL x264-Pahe in [Completed]
A Commentary by cArE
Resync dan edit beberapa part yang di cut di versi NF. Credit to Viu.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (20)
Choose the file for your episode
S01E01
Remember.War.Of.The.Son.S01E01.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 56 KB
S01E02
Remember.War.Of.The.Son.S01E02.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 55 KB
S01E03
Remember.War.Of.The.Son.S01E03.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 63 KB
S01E04
Remember.War.Of.The.Son.S01E04.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 57 KB
S01E05
Remember.War.Of.The.Son.S01E05.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 66 KB
S01E06
Remember.War.Of.The.Son.S01E06.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 56 KB
S01E07
Remember.War.Of.The.Son.S01E07.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 66 KB
S01E08
Remember.War.Of.The.Son.S01E08.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 50 KB
S01E09
Remember.War.Of.The.Son.S01E09.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 58 KB
S01E10
Remember.War.Of.The.Son.S01E10.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 50 KB
S01E11
Remember.War.Of.The.Son.S01E11.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 61 KB
S01E12
Remember.War.Of.The.Son.S01E12.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 61 KB
S01E13
Remember.War.Of.The.Son.S01E13.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 59 KB
S01E14
Remember.War.Of.The.Son.S01E14.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 55 KB
S01E15
Remember.War.Of.The.Son.S01E15.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 52 KB
S01E16
Remember.War.Of.The.Son.S01E16.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 54 KB
S01E17
Remember.War.Of.The.Son.S01E17.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 57 KB
S01E18
Remember.War.Of.The.Son.S01E18.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 52 KB
S01E19
Remember.War.Of.The.Son.S01E19.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 54 KB
S01E20
Remember.War.Of.The.Son.S01E20.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in.srt 59 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2019-04-29
Downloads: 66
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Ruang Eksekusi"

Jin Woo.

Katakan kepada mereka ayah tidak melakukannya, Jin Woo.

Jin Woo, kamu berjanji akan mengeluarkan ayah.

Tolong keluarkan ayah dari sini.

Jin Woo, kamu berjanji kepada ayah. Keluarkan ayah dari sini.

Jin Woo, keluarkan ayah dari sini!

Kumohon, selamatkan ayahku. - Jin Woo!

Jin Woo!

Jangan lakukan itu! - Jin Woo!

Jin Woo! Keluarkan ayah dari sini!

Hentikan ini semua!

Jin Woo!

Tidak!

Maaf, aku tidak ingat kamu.

Aku minta maaf jika ini bukan

kali pertama kita bertemu.

Namaku Seo Jin Woo.

Aku

pengacaramu.

Aku membelamu di sidang ulang yang perlu 4 tahun untuk terwujud.

Begitu rupanya.

Jika kamu seorang pengacara, kamu pasti tahu

aku dihukum mati dan sedang sakit.

Ya, aku tahu.

Besok sidang ulangmu.

Kamu harus mempersiapkan beberapa hal.

Hidup ini

bukanlah soal uang

atau ketenaran.

Hidup adalah kenangan kita.

Aku bahkan tidak akan memilikinya.

Orang-orang di sini mengatakan kepadaku

bahwa aku divonis atas kejahatan serius.

Kudengar aku membunuh mahasiswi yang baru berusia 20 tahun.

Aku tidak yakin itu baik atau buruk,

tapi aku tidak ingat apa pun.

Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.

Aku mengerti sidang ulang butuh waktu 4 tahun untuk terjadi.

Tapi aku tidak akan melakukannya.

Apa karena aku terlalu muda

sehingga aku tampak kurang pengalaman?

Apa itu sebabnya kamu khawatir?

Kamu bisa jujur padaku.

Aku

bertekad untuk menang.

Aku yakin kamu akan melakukannya dengan baik.

Fakta bahwa aku tidak ingat

tidak membatalkan kejahatan yang telah aku lakukan.

Aku akan membayar perbuatanku.

Aku akan menebus dosa-dosaku

dan bertobat di sini.

Kamu tidak tampak terkejut.

Sudah berapa kali kita melakukan percakapan ini?

Tujuh kali. Kamu bilang tidak akan mengajukan banding.

Sembilan kali. Kamu bilang akan menerima hukuman apa pun.

Sepuluh kali. Kamu bilang aku akan melakukan dengan baik

walau kamu belum pernah bertemu denganku.

Kamu ingat semua itu?

Ya, aku memiliki ingatan yang sangat baik.

Bahkan jika kita kembali melakukan percakapan yang sama besok,

kamu

tidak bersalah.

Kamu salah dituduh dan menghabiskan 4 tahun di penjara.

Jadi, jangan bilang kamu tidak akan pergi ke pengadilan

atau kamu akan menyerah.

Itu tidak bertanggung jawab.

Cobalah mengingat bahkan jika kamu tidak bisa...

Aku tidak membelamu semata untuk buktikan kamu tidak bersalah.

Pembunuh sebenarnya

harus dipenjara, bukan dirimu.

Aku akan membuat

orang itu membayar perbuatannya.

Sebagai pengacaramu,

aku akan melakukan yang terbaik

untuk mengeluarkanmu dari sana.

Jadi,

berjanjilah kepadaku

bahwa kamu

tidak akan pernah menyerah.

Apa kamu tahu... Apa aku...

Apa aku

memiliki seorang putra?

Cobalah untuk mengingat.

Seperti ingatanmu yang hilang,

putramu mungkin berada di tempat yang dekat denganmu.

"Gedung Hukum dan Ketertiban"

Ayah...

Bertahanlah sedikit lagi.

Aku akan mengeluarkan Ayah.

"Empat tahun yang lalu"

"Episode 1"

Ayah!

Kapan Ayah memasak ini?

Telur gulung.

Apa terlalu asin?

Tidak, tidak sama sekali. Ini sempurna.

Ayah, cobalah juga.

Enak, bukan?

Omong-omong, kalian semua sudah siap untuk pertunjukkan?

Apa yang perlu dipersiapkan?

Apa pun pertanyaan mereka kepadaku, aku cuma akan menjawab yang kuingat.

Kimchi ini sempurna.

Ayah. - Ya?

Setelah aku kembali dari pertunjukkan,

sebagai penghargaan untuk ini telur gulung ini,

aku akan membuat kimchi jjigae untuk Ayah.

Kalau begitu, ayah harus pulang lebih awal.

Ayah berjanji. - Baiklah.

Ayo, makan.

Halo. - Ya, hai.

Jin Woo sudah dewasa, seperti seorang pria.

Aku selalu begitu.

Ada apa kalian kemari?

Ini. Ambil ubi jalar ini.

Aku membelinya kemarin di pasar.

Tidak perlu.

Ayah, mari kita panggang dan memakannya dengan kimchi.

Pasti sangat lezat.

Baiklah.

Apa kalian mau jalan-jalan lagi?

Jung Ah selalu menyuruhku

untuk menurunkan berat badan.

Ayah...

Ayah menawarkan diri untuk ikut.

Benarkah?

Ini terlihat lezat.

"Boom, clap, boom, clap"

"Boom, clap, boom, clap"

"Di dalam irama"

"Ada cinta, perpisahan"

"Dan air mata"

Katakan mana yang bagus. Lihatlah.

Merah untuk Hari Bunga Mawar.

Tampak bagus, bukan?

Hei, kamu mau ke mana?

Kamu berjanji akan bersamaku hari ini.

Aku tidak ingat berjanji seperti itu.

Kamu akan menemui istrimu, bukan?

Aku tidak memiliki hal seperti itu.

Hidup hanya tentang dirimu sendiri.

Aku ada persidangan hari ini, aku sibuk.

Persidangan?

Aku harus pergi ke pengadilan.

Jaksa atau hakim macam apa yang punya tato di punggungnya?

Aku tidak peduli

orang tersebut baik atau buruk.

Aku membebaskan mereka.

"Park Dong Ho, pengacara yang menang setiap gugatan pidana"

Kamu seorang pengacara?

Hubungi aku jika kamu kena masalah.

Sebentar, Bos.

Aku akan segera ke sana.

Pergilah.

Dong Ho!

Dong Ho, kamu sudah datang.

Apa kamu sudah tahu keadaannya?

Ya, saat di perjalanan kemari.

Kamu berkelahi dengan orang di sampingmu di kelab semalam.

Itu bukan perkelahian.

Aku sedang minum dan bersenang-senang.

Tapi pemuda ini berisik dari meja itu.

Jadi, aku hanya mengelusnya beberapa kali.

Sangat lembut seperti ini.

Tapi mereka bilang dia harus dirawat selama 30 pekan.

Kamu tahu aku seperti apa, bukan?

Aku bahkan tidak menyentuh wajahnya.

Kenapa dia harus dirawat selama itu?

Diam! - Kamu yang diam!

Bukan itu yang penting.

Lalu apa?

Orang yang kamu pukuli ternyata

putra tunggal pemilik Grup Ilho.

Dia akan segera menjadi wakil presdir Asuransi Jiwa Ilho.

Apa? Pemuda itu

adalah wakil presiden perusahaan asuransi?

Kamu cari masalah dengan orang yang salah.

Uang tidak akan memecahkan masalah saat ini.

Dia bilang akan membuatmu menjalani hukuman.

Tidak.

Dan jaksa yang mengusut kasus ini adalah Tak Yung Jin.

Dong Ho.

Kita harus mencoba sebisanya, uang atau apa pun.

Kurang ajar!

Uang tidak akan berguna.

Dia terkenal tidak pernah menerima suap.

Bagaimana dengan wanita?

Semua pria menyukai wanita.

Mereka tidak akan berguna.

Dia sulit ditangani. Kamu harus waspada.

Apa yang harus kulakukan?

Dengar, Dong Ho.

Aku tidak bisa dipenjara karena kejahatan kecil seperti ini.

Aku akan kehilangan muka

jika masuk penjara karena berteriak pada anak-anak.

Aku tidak akan bisa menatap bawahanku.

Selain itu, aku dalam masa percobaan.

Aku akan mendapatkan hukuman yang berat.

Bos.

Tenanglah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left