The first 200 lines.
Tanpa melibatkan...
perasaan romantis,
maukah kau menjadi keluargaku?
Apa kau sedang...
mengolok-olokku?
Setelah obrolan yang baru kita lakukan,
kenapa kau mengatakan sesuatu yang terdengar seperti lamaran?
Lamaran?
Maksud aku bukan begitu!
Obrolan tadi membuat aku sadar
kalau kita bisa menjadi keluarga
tanpa melibatkan perasaan romantis.
Tolong duduk sebentar.
Okay.
Memang aku mengatakan
kalau sendiri itu rasanya kesepian, tapi
Aku tidak bermaksud kalau aku ingin kau yang mengisi kekosongan itu.
Aku tidak mengatakannya dengan maksud tertentu.
Aku tahu!
Aku hanya berpikir kalau mungkin kita bisa saling menurunkan beban stress
dan rasa kesepian karena sendirian.
Apa kau mengatakan ini karena aku
memiliki seksualitas yang tidak biasa?
Bukan, bukan karena itu...
Lalu, apakah karena kau sedang mencari
tempat untuk tinggal karena sekarang Kau tidak punya teman sekamar.
Sejujurnya, iya.
Tapi itu bukan satu-satunya alasan!
Perkataanmu benar-benar membuka mataku.
Saat aku mengira kalau aku harus mengikuti keinginan orang-orang di sekitarku,
bagaimana aku menggambarkannya...
Aku merasa suram.
Suram?
Dan terima kasih berkatmu
Aku merasa kalau sedikit demi sedikit semuanya akan menjadi lebih terang.
Dan fakta kalau kita bertemu seperti ini
rasanya seperti keajaiban untukku.
Keajaiban?
Maksudku ini pertama kalinya dalam hidupku
Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa merasa suram
Saat aku tahu ada orang lain seperti aku
Aku merasa senang, sangat senang!
Kau pasti berpikir berapa kali aku akan mengatakan 'senang'.
Maaf, kau sudah menyediakan teh untukku tapi aku malah membiarkannya dingin.
Hmmm...
Tentu, melakukan ini mungkin akan
memberikan keuntungan untuk kita berdua
Keuntungan?
Iya.
Para tetangga sudah sangat mengganggu
sejak nenekku meninggal
ahh....
Saat mereka mengirim makan malam,
mereka juga membawa banyak hal lain.
Contohnya, foto keponakan mereka
atau brosur agen perjodohan.
Wow...
Kalau kau tinggal di sini,
mereka mungkin akan berhenti melakukannya.
Aku yakin kau orang yang baik
karena mau membaca blog seperti itu.
Dan sepertinya kau sedang dalam masalah.
Saat aku melihat ekspresi bermasalah di wajahmu,
aku jadi ikut merasakannya
Aku juga sudah lelah
hidup sendirian.
Contohnya,
sebagai percobaan,
kalau kita hidup bersama
di rumah ini…
Aku setuju!
Mari kita coba tinggal bersama!
Aku masih merasa
rencana ini tidak akan berjalan lancar.
Jangan khawatir, aku akan berusaha sebaik mungkin
Sebaik mungkin?
Iya!
Kamar ini dulunya adalah kamar nenekku.
Nenekmu pasti stylish.
Silakan pindahkan perabotannya sesuai dengan seleramu.
Kamarku ada di lantai atas.
Kalau kau butuh apa-apa, aku ada di sana.
OK! Terima kasih
m 8 293 l 713 293 713 469 8 469
~ Kaizen Subs ~ Translation - @GK170502 Timing - @CHI59SHORI & @ofcodeskeys Alih Bahasa Indonesia: BLADE
Koisenu
Futari
Episode 2
Jadi hidup barumu tidak berjalan dengan lancar?
Huh? Tepat sasaran?
Kau terlalu dekat.
Apa ini?
Kau sangat mengganggu.
Tunggu, tunggu, tunggu~
Sudah berapa lama kalian tinggal bersama?
Sebentar lagi satu minggu.
Kalian mulai bertengkar?
Sama sekali tidak.
Lalu masalahnya di mana?
Faktanya semuanya terlalu sepi.
Rasanya aneh.
Maksudnya bagaimana?
Jadi...
apakah karena pembagian tugas rumahnya tidak adil?
Ini...?
Aku mencucinya.
Aku akan membuat makanan setelah ini.
Sepertinya akan lebih memungkinkan
untuk menukar berkebun ke hari Selasa atau Rabu sesuai dengan jadwal pengumpulan
sampah yang bisa dibakar
Selain itu,
cucian baju
ada pakaian yang sebaiknya tidak disentuh oleh orang lain.
Sebaiknya kita lakukan masing-masing
Okay.
Aku akan menyiapkan makanan, Tolong bersiap-siap.
Okay.
Dia sangat perhatian
dan rasanya seperti dia berpikir kalau dia lebih baik dari pada aku.
Bukankah itu tidak buruk?
Lalu...
apa hobinya aneh?
Bukan aneh...
lebih ke tidak biasa...
Apa yang kau lakukan?
Membuat udon.
Kemarin udon kubis...?
Iya
Hari ini udon jamur
Aku yakin pasti enak!
Aku juga menikmatinya
Kalau begitu bagus
Dimengerti!
Kau harus menanggung semua biaya sewa dan biaya hidup...
Kita bisa bicarakan itu nanti
Tapi aku harus membayarnya dengan benar
Kurasa bukan itu masalahnya sekarang.
Apa hidup bersama itu nyaman atau tidak?
lebih penting lagi, apa hidup bersama itu menguntungkan atau tidak?
Konfirmasi mutual untuk perasaanmu.
Kalau begitu, biarkan aku mengerjakan tugas rumah lebih banyak.
Aku akan melakukannya sebaik mungkin.
Apa maksudmu dengan "sebaik mungkin"?
Kurasa saat hidup bersama, melakukan sebaik mungkin memiliki arti yang berbeda.
Banyak hal terjadi dan saat ini dia yang membayar semuanya.
Bukankah itu terdengar sangat menguntungkan?
Aku juga jadi ingin hidup bersama temanmu
Lalu, lalu, lalu...
Kenapa wajahnya seperti itu?
Bukankah seharusnya, ini bukan hanya tentang aku?
Apa?
Hal yang harus aku lakukan sebaik mungkin
jadi orang itu juga berpikir hal yang sama tentangku.
Apa orang itu seorang pria?
Jadi cerita tentang hidup bersama dengan teman wanita adalah kebohongan?
Bukan kebohongan, banyak yang terjadi, jadi-
Jadi, bukan mendapat teman sekamar Kau malah terdampar di rumah seorang pria?
Pacar baru?
Bukan seperti itu.
Kau bisa menceritakannya padaku. Mulutku terkunci rapat
Kau ini selalu ingin tahu.
Yang pasti dia bukan pacarku.
Kenapa kau marah?
Aku bukan marah! Ada yang meneleponku.
Hey, jangan marah...
Aku bilang aku tidak marah!
Hello?
Aku menerimanya.
Kepiting.
Kepiting! Dari Chizuru-chan.
Isi suratnya bilang kalau dia minta maaf karena tidak bisa menjadi teman sekamarm.
Jangan membacanya tanpa seijinku
Kau tinggal di mana sekarang?
Uhm...
Tempat teman? Atau kau menyewa sendirian?
Bukan seperti itu...
Atau jangan-jangan...
kamu tinggal bersama laki-laki?
Ahh, bukan...
Apa maksudmu dengan 'Ah! Bukan.'? Katakan dengan jelas!
Takahashi-san, Maafkan aku.
Ada apa?
Ibuku sama sekali tidak mau mendengarkan aku.
Dan dia pikir kau pacarku.
Orang tuaku
selalu berpikir mereka yang paling benar.
Cari pacar, menikah, melahirkan anak.
Menurut mereka itu yang menjadikanmu dewasa.
Apapun itu,...
aku jadi menambah masalah.
Ku rasa kau hanya perlu mengabaikan mereka.
Kau tidak perlu
selalu meminta ijin orang tua untuk apa yang kamu lakukan
Kalau kau tidak suka, beri jarak
coba abaikan telepon dari mereka.
Bagaimanapun
Kurasa kau sebaiknya menemukan cara untuk hidup tanpa terlalu menekan diri sendiri.
Tapi bukankah seharusnya kita tidak membuat mereka khawatir?
Aku tidak punya pemikiran seperti itu.
Aku tidak peduli apa yang dipikirkan orang tuaku.
No comments yet. Be the first to leave one.