The first 200 lines.
"Episode 3" Ayo, berangkat kereta minuman!
"Jagga-nim"
Hal...Halo?
Apa enak?
Ya, rasanya seperti madu!
Habislah aku.
Makanlah dengan lahap, dan pergilah.
Jagga-nim!
Minggir.
Jagga-nim, ini tidak seperti yang kau pikirkan.
Seseorang yang baru saja menjalani operasi usus buntu makan belut laut dan
minum soju?!
Bukan baru kali ini kau berbohong, kan?
Tidak! Aku tidak pernah berbohong kepadamu bahkan sebelum ini, Jagga-nim.
Sungguh!
Tapi, kali ini, aku sungguh punya alasan yang tidak bisa kukatakan padamu...
Alasan yang tidak bisa kau katakan padaku? Lalu apa itu?
Sebenarnya, aku minum kopi yang diberikan oleh dewa dan menjadi cantik.
Jadi, aku Oh Go Eun dan Oh Go Eun adalah Lee Seul Bi.
Astaga, Seul Bi. Kau pasti sudah melalui banyak hal.
Tunggu sebentar.
Silakan bawa dia pergi.
Jagga-nim!
Tidak!
Masalahnya, meskipun aku memberitahumu, kau tidak akan percaya padaku.
Nanti aku akan memberitahumu...
Jangan pernah memberitahuku.
Aku malu pada diriku sendiri karena mempercayaimu dan mengkhawatirkanmu selama ini.
Jagga-nim...
Go Eun tidak tahu apa-apa.
Aku yang melakukan semuanya.
Mari kita tidak saling bertemu lagi.
Habislah aku.
Semuanya hancur.
Tidak.
Lebih baik seperti ini. Oh Go Eun akan bekerja di sana, mulai hari ini.
Jagga-nim terlihat lebih baik
dengan Oh Go Eun, bukan aku.
Seul Bi... Ambilkan air.
Mulai hari ini dan seterusnya, aku bukan lagi "aku" yang dulu.
Apa yang dia katakan?
Hei, kau mau kemana?
"Jagga-nim"
Ye Na! Kau sudah bangun?
Aku sudah bekerja dua jam yang lalu!
Aku baru selesai jogging juga!
Wow, kurasa kita berdua orang yang rajin.
Hei, Benalu! Kenapa kau pagi-pagi meneleponku untuk mengatakan hal-hal yang tidak berguna?
Aku hanya ingin meneleponmu pagi-pagi.
Hei, kau mungkin pengangguran, tapi aku punya pekerjaan!
Aku sibuk. Aku tutup!
"Ye Na"
Baguslah, dia juga penuh energi hari ini.
Baiklah.
Mari kita makan mukbang untuk menghilangkan mabuk!
Dewi Yeonnam-dong-ssi?
Aku baru saja selesai memanggang biji kopi ini. Baunya harum, 'kan?
Mulai sekarang, aku akan membantunya dua kali lebih keras.
Ini hari pertamamu, jadi jangan buang-buang waktu.
Kopi, tolong bantu aku, ya?
Kappa.
"Shim Koong Toon"
Ding dong! Baik, ini sangat panas. Hati-hati, hati-hati.
Bikin kaget saja! Aduh, panas sekali!
Kau sedang apa disini?
Terus kau sendiri siapa?
Aku asistennya Lim Jagga-nim, Lee Seul...
Oh Go Eun.
Izinkan aku akan memperkenalkan diri.
Aktor musikal terkenal masa depan Korea Selatan, Moon Jung Won.
Itulah aku.
Jadi itu sebabnya kau berlatih bernyanyi di taman itu.
Kau mendengar aku bernyanyi?
Kalau begitu, apa kau penonton pertamaku yang menghilang tiba-tiba?
Mari kita lihat, mari kita lihat. Mungkin ada kimchi juga di kulkas.
Tunggu, tapi... Saat itu, kau sedikit... lebih besar.
Oh Go Eun-ssi, ayo bicara.
Selamat pagi, Hyun Woo.
Apa kau sungguh tidak tahu?
Apa?
Sungguh.
Tolong jadikan aku asistenmu.
Go Eun tidak tahu apa-apa!
Ah, berisik sekali!
Hentikan!
Hentikan.
Baiklah, anggap saja kau tidak tahu.
Aku tipe orang yang tidak mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaanku.
Tentu saja, ketika datang untuk bekerja, itulah hal yang paling penting.
Tapi sebaliknya, jika kau tidak bisa menurut atau bertingkah, kau akan segera diusir.
Aku juga datang ke sini bukan untuk bermain,
jadi kau tidak perlu menatapku seperti itu.
Yang paling penting!
Yang paling penting?
Jangan pernah mengatakan kebohongan yang akan membuat seseorang terlihat bodoh. Jangan pernah.
Aku mengerti.
Lee Seul Bi, jangan pernah muncul di depan mataku lagi. Jangan pernah.
- Bagaimana dengan tone and manner -nya sampai sekarang? - Tidak ada masalah.
Tidak ada masalah dengan following pada emosi karakter utama, 'kan?
- Ya. - Ya.
Apakah ada ilustrasi atau latar belakang yang hilang?
- Tidak ada. - Tidak ada.
Bagaimana dengan ending points dari setiap Chapter?
- Tidak ada masalah. - Tidak ada masalah.
Kalian yakin tidak ada masalah dengan Chapter pertama, 'kan?
Tentu saja. Kau bisa melihat gaya hidup Go Eun dengan jelas dan
ending points saat dia bertemu dengan Joon Woo di bioskop lebih tidak ada masalah.
Baiklah. Lalu bagaimana dengan Chapter kesembilan?
Ah, nanti aku akan mengatur hubungan karakter...
Bagaimana kalau begini saja?
Di Chapter 5, Go Eun menyukai Jung Hoon,
dan itulah sebabnya dia mengajak Joon Hoon berpacaran.
Jadi, Joon Woo merasa sedikit cemburu karena itu.
Kemudian dia menahan emosinya lalu pergi,
dari episode 9 dan seterusnya, bagaimana dengan Joon Woo menjadi lebih yakin untuk masuk ke dalam hubungan mereka? Menjadikannya cinta segitiga?
Kupikir Na Young harus muncul lebih banyak di episode 9, dan di episode seterusnya juga.
Seperti yang kau katakan, Jagga-nim.
"Semakin cepat cinta segitiga muncul, maka semakin baik."
Apa aku pernah mengatakan semua itu padamu, Go Eun-ssi?
Ah, sebelumnya... Kurasa kau pernah mengatakan semua itu.
Apa aku salah?
Haruskah kita minum sesuatu sebelum melanjutkannya?
Jagga-nim minum espresso, Dong Goo minum kopi susu, dan Jung Soo suka teh jahe.
Baiklah, aku akan pergi sekarang.
Astaga, aku merinding. Itu luar biasa.
Dia menebak preferensi minuman kita dengan melihat wajah kita.
Dengar, namanya sama dengan karakter wanita utama kita adalah takdir.
Oh Go Eun.
Ini pasti hanya kebetulan.
"Melihat sekeliling, melihat sekeliling"
Wakil Ketua tim Kang, riasanmu hari ini terlihat meresap sempurna dan kuat.
Terlihat kuat.
Setidaknya biarkan aku makan dengan tenang!
Kau juga cukup eksplosif hari ini.
Kau gampang marah hari ini.
Bagaimana kau bisa sangat lembut pada Lim Jagga dengan kepribadian eksplosifmu?
Tidak ada alasan bagiku untuk marah-marah pada Lim Jagga selama dia semua pekerjaannya dengan baik.
Begitukah?
Tapi, aku penasaran kenapa Lim Jagga tidak menemui direktur Jang kemarin?
Apa?
Kami berbicara di telepon, dan dia bilang sudah sampai.
Direktur Jang menghubungi kami dan bilang kalau dia menunggu lebih dari satu jam kemarin.
Itu benar. Dia tidak menemuinya.
Apa?
Noona yang beli ini, 'kan?
Apa itu karena kau sahabat dekat Seul Bi Noona? Pemilihan menumu sempurna.
Masakan korea memiliki rasa manis dan asin yang pas.
Respact.
Bekat dirimu, aku makan sangat lahap hari ini.
Wow, kau menggunakan ruang kerja kami dan makan tiga kali bersama kami juga.
Yang harus kau lakukan sekarang adalah menggambar bersama kami.
Oh... Jagga-nim. Moon Jagga-nim.
Jagga-nim.
Bagaimana? Apa perilisan komik baru berjalan dengan baik?
Ada delapan chapter yang berhasil dirilis, karena Jagga-nim menyelesaikannya tepat waktu.
Jika kau merilis dua chapter dalam seminggu, maka delapan chapter tidak cukup. Komiknya akan selesai dalam waktu singkat.
Setidaknya perlu 12 Chapter, 'kan?
Wow, kita punya penulis webtoon sejati di sini.
Sejujurnya, siapa yang tahu Hyun Woo akan bekerja sebagai penulis roman?
Meskipun dia belum pernah berkencan sebelumnya.
Jagga-nim belum pernah berkencan sebelumnya?
Belum pernah?
- Ya ... - Kau...
Ah, benar juga. Dia punya cinta tak terbalas yang mendalam.
Hei, kau ingat 'kan? Ketika kita masih kelas 3 SMA, Kau membelikan susu stroberi untuk Guru Sastra Korea setiap hari.
Kemari. Ini tidak akan berhasil.
Hei, tapi kudengar dia merayakan ulang tahun ke-60 tahun ini. Tunggu, tunggu, tunggu!
- Hei, apa kau masih menyukainya sampai sekarang? - Mulutnya...
Dasar penjahat! Penjahat!
Tenanglah, Jagga-nim. Ada yang meneleponmu.
Telepon.
Kang Ye Na.
- Hal... - Apa kakimu patah saat kau pergi kesana?
Kau bilang kau sudah sampai, tapi kenapa kau tidak pergi?
Bahkan tidak meneleponnya atau mengirim pesan. Apa kau tidak bisa melakukan itu?
Sepertinya kau sangat marah kali ini.
Aku akan menculikmu hari ini, dan membawamu pergi.
Jangan pergi ke mana pun dan tetap di ruang kerjamu! Mengerti?
Aku mengerti.
- Aku ingin pergi! - Aku juga!
Jagga-nim, kau akan pergi juga, 'kan?
Kemana?
Hari ini adalah hari pertama Go Eun Noona masuk kerja, tapi kita tidak bisa begitu saja mencampakkannya.
Kita harus menyambutnya.
Aku setuju.
Sejak kapan kita cukup dekat untuk saling memanggil "Hyung" dan "Noona"?
Ah, kalian tidak perlu melakukan itu, tapi...
Tapi aku tidak bisa hadir hari ini karena ada rapat.
Tapi besok hari ulang tahun ibuku. Haruskah kita melakukannya nanti?
Besok aku ada upacara peringatan meninggalnya kakekku.
Ya ampun, kita tidak akan bisa menemukan hari yang cocok untuk bisa keluar bersama dalam sebulan ini. Kita tunda saja untuk hari ini.
Hyun Woo, kau bisa datang setelah rapatmu selesai.
Benar.
Bisakah kita melakukan itu?
Ya, kalian duluan saja. Hubungi aku nanti.
Kau 'kan tahu apa maksudku ini.
Ya!
Ya!
Selamat datang! Selamat datang! Sel...!
Ayo bekerja.
No comments yet. Be the first to leave one.