Different Dreams (Yimong / 이몽)

Different Dreams (Yimong / 이몽)

Download Indonesian Subtitle

Release info

이몽一Different Dreams一E05-E06 NEXT-VIU
이몽一Different Dreams一E07-E08 NEXT-VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-12
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua karakter, organisasi, tempat, dan kejadian hanya fiktif"

"Different Dreams Episode 5, Shanghai"

"Manchuria Utara"

"Yoo Tae Joon"

"Penanggung jawab pendanaan dan pengadaan senjata Komintern"

"Kim Seung Jin, mata-mata Tae Joon'"

Kamu sudah siap ke Shanghai?

Ya, aku tinggal pergi saja.

Kenapa menatapku begitu?

Begini...

Kelihatannya terjadi sesuatu di Gyeongseong.

Terkait Kim Esther.

Kudengar dia sudah melakukannya.

Tapi pembunuhan itu gagal.

Dia langsung tewas dibunuh.

Ada dokter lain di tempat kejadian.

Dokter Lee Young Jin selamat.

Dia diinterogasi, tapi sudah dibebaskan.

Sekarang dia di Shanghai.

"Kantor Gubernur Joseon"

Halo, Pak.

Hei.

Fukuda.

Mau minum kopi?

Tidak, terima kasih. Aku sudah minum tiga gelas.

Terima kasih.

Kudengar belakangan ini kamu sibuk jalani kencan buta.

Meski kutolak, orang tuaku tidak mau mendengar.

Seorang jaksa harus tahu cara menolak dengan kuat.

Suatu hari kamu harus mengambil alih posisiku.

Akan kuingat, Pak.

Fukuda.

Kamu harus ke Shanghai.

- Maaf? - Kenapa terkejut?

Tidak apa, Pak.

- Ada urusan apa di Shanghai? - Yoo Tae Joon.

Dana Komintern yang dikelolanya

lebih dari 6.000 dolar.

"Senilai 51 juta dolar saat ini"

Nilai cukup besar untuk dirinya sendiri.

Karena itulah

fraksi pemerintah sementara menggila.

Mereka menginginkannya.

Uang itu tidak boleh jatuh ke tangan pemerintah sementara

atau Korps Pahlawan.

Dia di Shanghai?

Tidak.

Dia di suatu tempat di Mongolia atau Manchuria.

Sulit melacaknya.

Dia punya seorang kaki tangan bernama Kim Seung Jin.

Aku mendapat informasi dia sering ke Shanghai.

Cari dia

dan interogasi dia untuk tahu lokasi Yoo Tae Joon.

Konsulat akan memberikanmu orang dan informasi

yang kamu perlukan.

Ada apa?

Ini terlalu sulit bagimu?

Ya, Pak.

Kamu lebih ingin duduk di belakang meja

dan menulis permohonan banding?

Kalau memang itulah yang harus kamu lakukan,

aku tidak akan menerimamu.

Aku menyadarinya, Pak.

Pak.

"Matsuura, Noh Jeong Sul, Polisi Rahasia"

Itu dokumen resmi yang dikirim dari konsulat di Shanghai.

Kim Seung Jin menuju ke sana.

Jaksa Fukuda

juga dalam perjalanan ke sana.

Fukuda.

Dia lagi.

Makan dahulu sebelum pergi.

Biar kubawa saja.

Aku harus segera pergi.

Akan kutaruh di kamarmu.

Baiklah, terima kasih.

Kamu akan pulang terlambat?

Baru tahu sesampainya di sana. Sampai jumpa lagi.

- Hati-hati, ya. - Ya.

"Universitas Fudan"

Aku tidak perlu bertemu

dengan wanita sepertimu.

Camilan kesukaanku.

"Stasiun Shanghai"

Sudah temukan lokasinya?

"Roku, agen khusus Konsulat Jepang di Shanghai"

Ada yang memesan 500 dosis Salvarasan.

Kami sedang mencari alamat penerimanya.

"Salvarasan, semacam arsenik untuk mengatasi penyakit menular"

Kalau benar Kim Seung Jin,

dia pasti tahu kita mengawasinya sebelum dia pergi.

Tetap jaga jarak.

Buntuti pedagang perantaranya yang akan menemuinya.

Baik, Pak.

Bapak akan langsung ke konsulat?

Tahu tempat untuk membeli umeboshi dan arak plum?

"Umeboshi, buah ume fermentasi"

Tentu saja.

Kalau begitu, kita mampir ke sana.

Dia ingin memberitahumu

kalau dia menyesal tidak sempat menolong Esther.

Dia bilang kematiannya yang gegabah adalah kesalahannya.

Di mana Tae Joon sekarang?

Tidak bisa kuberi tahu.

Pada akhirnya, dia akan menyesal dan menyalahkan diri sendiri

dalam persembunyian.

Dia sekarang hadapi ancaman.

Kalau kamu mau menyampaikan sesuatu...

Tidak, terima kasih.

Jangan pernah lagi mencariku.

Kupikir kamu tidak mau berurusan lagi denganku.

Siapa pria itu?

Aku perlu bertemu

dengan Yoo Tae Joon.

Aku tahu siapa kamu.

Kamu si pembawa kematian.

Kamu Kim Won Bong, pemimpin Korps Pahlawan.

Benar kamu, bukan?

Pergilah dari hadapanku kalau kamu tidak mau ditahan.

Kalau kamu datang lagi,

aku akan melaporkanmu pada Konsulat Jepang.

Aku mengejutkanmu?

Begitulah.

Maaf tidak bisa menerimamu padahal kamu jauh-jauh ke sini.

Salahku tidak memberitahumu lebih dahulu.

Tetap saja aku senang aku bisa melihatmu.

Kalau ada waktu kosong, kita bisa makan bersama.

Aku akan menemuimu.

Benarkah?

Ya.

Ini benar-benar hari istimewa.

Ini kali pertamamu membahas pertemuan kita lagi.

Kalau begitu, sampai jumpa lagi.

"Hotel Geumseong, markas Cheongbang"

"Du Wol Seong, pemimpin Cheongbang"

"Lee So Min, sekretaris"

Ibuku nyaris tidak makan.

Dia hanya makan beberapa sendok bubur sapi

yang kusuapkan.

Aku hanya ke sini sekali sehari untuk menyuapinya,

tapi aku yakin dia merawatku

setiap saat kala aku tumbuh besar.

Karena dia memintaku, aku setuju bertemu denganmu.

Namun,

aku tidak tahu apa pun tentang kamu.

Aku ingin minta tolong.

Seperti kataku,

aku tidak mengenalmu.

Tunggu.

Dia waspada terhadap orang asing,

tapi begitu dia memercayaimu,

dia sepenuhnya mendukungmu selama kamu tidak mengkhianatinya.

Memang kelihatannya aku punya waktu luang?

Aku mengerti.

Akan kuaturkan jadwal lain segera.

Benar juga.

Soal perkataanmu kemarin.

Salah satu organisasi bawahan kami berkaitan dengan persediaan medis.

Ada yang memesan obat tertentu dalam jumlah besar.

Namanya Hong Cheon Sung.

Dia tidak katakan dari mana asalnya atau untuk apa persediaan obat itu,

karenanya kami belum bertransaksi.

Tapi kudengar

seorang konsul Jepang membuntutinya.

Aku harus bertemu dengannya.

"Kim Seung Jin, mata-mata Yoo Tae Joon"

Mau segelas maotai?

Aku lebih suka "nojuteukgok".

"Minuman keras tradisional khas Sichuan, Tiongkok"

Kupikir tidak mungkin dapatkan 500 dosis.

Mereka mendapatkan yang sekarang karena mereka Cheongbang.

Aku ragu

harus berurusan dengan mereka.

Du Wol Seong menghargai uang

lebih dari keadilan atau hubungan apa pun.

Biar bagaimanapun juga, uang tidak pernah berbohong.

Baiklah.

Mau periksa pesananmu?

Sekarang?

Minggir! Beri jalan!

Minggir, tolong beri jalan!

Ayo, cepat.

Ikuti aku.

- Diamlah. - Siapa kamu?

Bukan urusanmu!

Aku akan katakan langsung saja.

Aku perlu bertemu Yoo Tae Joon.

Aku Kim Won Bong, pimpinan Korps Pahlawan.

Kalau kamu Kim Won Bong, aku Stalin.

Kamu suruhan Kim Gu, bukan?

Kamu mata-mata kiriman pemerintah sementara, bukan?

Dasar berandal. Kenapa pikirmu kami utusan mereka?

Kamu tidak berkaca?

Dasar berandal kecil.

Kenapa kamu kemarin menemui Lee Young Jin?

Siapa?

Aku tidak mengenalnya.

Kurasa kamu tidak tahu,

tapi Konsulat Jepang membuntutimu.

Cheongbang juga tidak berencana bertransaksi denganmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left