Release info

On the Way to the Airport E12 161027 HDTV H264 NEXT-VIU-ID
A Commentary by prameshwari2004
[VIU VERSION] ♥ Please rate if you like the subtitle.

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-07-02
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu mengenalnya?

Bu Choi Soo Ah.

Soo Ah? - Aku mengenalnya.

Dia pasti sedang berjalan-jalan.

Halo.

Halo.

Ini tidak seperti kelihatannya.

Suaminya mantan bosku saat aku bekerja di maskapai penerbangan.

Soo Ah adalah seniorku.

Maaf. Aku harus...

Aku harus pergi.

Aku akan mengambil mobilku.

Soo Ah.

Sadarlah.

Apakah

ini benar-benar kamu?

"On the Way to the Airport"

"Episode 12"

Kamu mempunyai pekerjaan

di sini?

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana.

Bisakah kamu menyalakan mobilnya?

Aku harus menjemput Hyo Eun.

Berhenti di sini.

Di mana tempat tinggalmu?

Maaf.

Aku naik bus. Kerja bagus hari ini.

Soo Ah.

Aku berusaha keras.

Aku baru saja mulai pulih.

Aku baru saja

mulai pulih dari semuanya.

Kamu tinggal di sini?

Aku mengantuk.

Basuh dirimu sebelum tidur.

Aku sudah terlalu lelah.

Kamu tinggal di sini?

Di mana rumahmu?

Di ujung jalan.

Hanya itu saja?

Aku tidak yakin

apa ini.

Aku benar-benar tidak yakin.

Aku tahu persis

apa ini.

Dari mana saja kamu? Aku melakukan semuanya sendirian.

Ada urusan mendadak.

Kamu mau menginap di hotel?

Bukankah itu mahal?

Tapi aku akan pulang lusa.

Kamu menempuh perjalanan jauh ke sini.

Aku ingin kamu beristirahat sebelum kembali.

Tapi tidak usah. Aku hanya akan menginap semalam.

Aku tidak keberatan tidur di sofa ini malam ini.

Ada hal lain yang bisa kuambilkan untukmu?

Boleh aku minta seprai?

Aku alergi pada segala sesuatu yang berbulu.

Aku tidak memerlukan selimut. Bahannya harus dari katun.

Ada apa?

Halo.

Tetangga.

Aku berharap

bisa bertemu denganmu lagi.

Bertemu denganmu lagi.

Udaranya dingin. Masuklah.

Ayahmu meninggal.

Ayahmu mengirimmu kepada Ibu tepat sebelum dia meninggal.

Ibu berbohong kepadamu tentang itu karena ayahmu yang memintanya.

Dia mengalami kecelakaan tepat setelah panggilan telepon ini.

Lalu?

Kamu menyalahkanku? Apakah ini ancaman?

Apakah ini sesuatu yang bisa kupakai untuk mengancammu?

Aku akan melakukannya.

Doh Woo tidak mau

menyebutkannya karena berpikir kamu akan merasa bersalah.

Tapi aku bisa melakukannya.

Dengar. Ini bukan ancaman.

Ini nasihat.

Lagi pula, kalian berdua akan bercerai.

Setidaknya, bersikaplah manusiawi tentang hal itu.

Jangan terobsesi dengan rumah tua itu.

Sudah selesai menasihatiku?

Keluar. Aku sibuk.

Bagaimana kamu bisa bekerja setelah mendengar rekaman ini?

Kamu luar biasa.

Aku berusaha bersikap baik kepadamu.

Kamu tidak merasakan apa-apa?

Bukankah setidaknya kamu merasa bersalah?

Hye Won.

Jangan bersikap begini.

Bercerailah secepatnya!

Berhentilah memperlambatnya!

Kesepakatan bersama, yang benar saja.

Ibu akan terlambat lagi?

Tidak.

Kalau begitu, aku tidak akan pergi ke rumah nenek itu.

Kenapa? - Punggungnya sakit.

Tapi dia ingin memasak untukku.

Aku merasa kasihan melihatnya melakukan semua itu.

Astaga, kamu anak baik.

Baik. Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Masuklah.

Aku sedang berjalan-jalan. Aku selalu datang ke sini.

Siapa dia?

Kupikir kamu membutuhkan sesuatu.

Apa yang kamu butuhkan?

Kamu bisa memesan apa saja.

Ada toko kerajinan kayu yang bagus di dekat sini.

Meja.

Meja?

Untuk berapa orang?

Dua?

Atau

tiga?

Aku hanya membutuhkan dua kursi.

Dia memiliki dua anggota keluarga.

Meja untuk dua orang.

Aku senang meja itu untuk dua orang.

Kamu senang dia memiliki dua anggota keluarga?

Aku akan membuat empat kursi untuk berjaga-jaga.

Terima kasih.

Aku membutuhkan nomor teleponmu.

Kamu tampak bingung. Kami butuh nomor teleponmu untuk menghubungimu.

Nomorku masih tetap sama. Kamu tahu nomorku.

Aku menunggu dan menunggu

kamu meneleponku.

"Bandara"

Aku menunggu

dan akhirnya kamu menelepon.

Tidak bisakah kamu berjalan-jalan saat siang?

Langitnya sudah gelap jika kamu pulang sekarang.

"Tepi Sungai Han"

Sepeda.

Meski pergi jauh, kamu masih terasa dekat.

Kamu tidak menyadarinya?

Kita harus sarapan. Mari makan.

Karena masih pagi, bagaimana jika kita makan

sesuatu yang gurih seperti bubur abalon?

Ide yang bagus.

Sampai jumpa.

Aku akan meneleponmu.

Kerja bagus, semuanya.

Sampai jumpa.

Aku pergi dahulu.

Astaga.

Mari pergi minum.

Maaf. Aku harus pergi.

Baik. Pergilah.

Kevin akan datang.

Kevin ada di Seoul?

Ya. Dia ingin menemui Mi Jin,

tapi sepertinya dia tidak bisa ikut.

Dia tampak baik-baik saja dalam penerbangan,

tapi mulai berkeringat saat kita mendarat.

Jangan meneleponnya.

Kamu baik-baik saja?

Di mana Soo Ah?

Siapa pria muda yang kamu kencani?

Kita lihat siapa yang akan menyerah lebih dahulu.

Terserah.

Halo, Tetangga. Sudah pulang bekerja?

Aku akan ke tempat sampah.

Biar kubantu. Akan kubuangkan untukmu.

Kondisi tim kami yang terburuk.

Semua itu karena Kapten Park.

Sudahlah, itu tidak penting. Hentikan.

Aku sudah merasa bersalah karena yang lain tidak bisa datang.

Tidak perlu merasa bersalah. Kalian berdua teman yang sempurna.

Bagaimana jika kita menelepon Eun Joo?

Kamu tidak ingat? Dia yang pertama menolak datang.

Itu sebelum kita memberitahunya tentang Kevin.

Jika tahu, dia pasti akan datang.

Aku tidak tahu Eun Joo juga ada di tim kalian.

Dia yang selalu bekerja dengan Soo Ah, bukan?

Terkadang aku bertemu dengan Soo Ah.

Apa maksudmu?

Pulau Jeju?

Dia tinggal di sana?

Apakah kondisinya baik-baik saja?

Kamu tidak tahu betapa aku mendoakan kebahagiaannya.

Soo Ah yang malang.

Apa yang terjadi?

Sudah kubilang kamu salah paham.

Mi Jin yang disalahkan.

Kapten Park dan Mi Jin tidak seperti yang mereka bicarakan.

Aku meragukannya. - Astaga, kamu keras kepala.

Mereka hanya mengobrol sepanjang malam.

Kapten Park mampu melakukan itu.

Minum birmu.

Baik.

Mulai gerakan rutinnya.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.

Lihat foto ini.

Itu rumah adikmu di Selandia Baru.

Ada teman Ibu yang biasa berolahraga rutin bersama.

Dia dibawa ke unit gawat darurat siang ini.

Putrinya mengabariku lewat SMS.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left