The first 200 lines.
Seong I-gyeom.
Siapa kau?
Kau.
Seharusnya aku membunuhmu saat itu juga.
- Chun-sam. - Ya?
Bawa mereka dan pergilah ke kuil.
Tuan.
Sekarang!
Baik, Tuan.
Ayo.
Tangkap mereka.
Nona Da-in,
Aku akan mengulur waktu,
jadi, larilah dan jangan menoleh ke belakang!
Tidak, itu terlalu berbahaya untukmu.
Nona Da-in, aku Park Chun-sam.
Tolong ingat aku, Park Chun-sam!
Chun-sam.
Chun-sam.
Kau akan menyesal bertemu denganku hari ini.
Aku akan membawamu ke neraka.
Tetap di sana.
Diam! Jangan bergerak!
Minggir saat kusuruh!
Aku memikirkan cara untuk mengalahkan kalian.
Tunggu saja. Aku datang.
Aku datang!
Aku datang!
Tuan Choi?
Tuan Choi, sedang apa di sini?
Aku membawa perintah Yang Mulia.
Syukurlah kita bertemu.
Di mana Tuan Seong?
Aku akan membawamu kepadanya.
Chun-sam, jaga Nona Sun-ae.
- Baik, Nona. - Aku akan segera menyusul.
Lewat sini.
Ya.
Aku tahu kau hanya bawahan.
Apa pria yang menerima emas darimu
menginginkan hidupku sekarang?
Seharusnya kau sudah mati sejak lama.
Katakan.
Siapa yang coba mengendalikan aku hidup atau mati?
Kau ingin tahu siapa dia?
Katakan.
Baiklah, akan kuberi tahu.
Tuan Seong.
Tuan Seong.
Tuan Seong. Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Di mana Sun-ae?
Chun-sam membawanya ke kuil.
Bagaimana keadaan di Hanyang?
Ada laporan kau mengabaikan tugasmu, menggunakan posisimu
untuk berjudi dan bersenang-senang, satu demi satu.
Yang Mulia mengutusku kemari untuk mencari tahu apa itu benar.
Itu konyol.
Tuan Seong menyamar untuk menangkap pejabat korup.
Dia tidak pernah kecanduan berjudi.
Omong-omong, kau tahu kesulitan apa yang dia alami di sini?
Aku hanya melakukan apa yang diperintahkan.
Kau tidak tahu.
Apa aku melakukan kesalahan?
Cobalah mengerti.
Kau tahu dia seperti apa.
Aku juga pergi jauh-jauh kemari karena Kepala Sekretaris Kerajaan.
Aku tahu. Sungguh.
Tuan Seong,
kita masih punya pekerjaan.
Aku tahu. Kurasa ini saatnya untuk mengakhirinya.
Hakim!
Hakim, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.
Tidak. Suruh dia pulang.
Kurasa kau harus menemuinya.
Pria itu.
Hakim,
aku bertemu dengan pria yang kau cari.
Apa? Bagaimana kau bertemu dengannya?
Katanya dia memberikan uang yang dia curi darimu kepada orang-orang.
Dia juga memberiku uang.
Apa? Pria hina itu!
Beraninya dia mencuri uangku dan memberikannya sebagai amal!
Di mana dia sekarang?
Katanya dia tinggal di rumah Tuan Lee.
Rumah Tuan Lee?
Ya.
Jadi, dia tepat di depan mataku.
Aku tidak tahu.
Nona Sun-ae, silakan masuk.
Aku merasa lebih baik menunggu di sini.
Masuklah dan jangan cemaskan aku.
Tapi...
Ya, baiklah.
Nona Sun-ae,
Tuan Seong terkadang masih menyebut namamu.
Tuan Seong dan aku mengira kau sudah mati.
Apa dia baik-baik saja?
Tentu saja. Andai dia tidak menjadi agen rahasia kerajaan...
Agen rahasia kerajaan?
Apa Tuan Seong adalah agen rahasia?
Ya.
Jadi, dia sudah melakukannya.
Mereka sudah pergi.
Bajingan itu.
Penjaga, geledah setiap sudut rumah dan cari dia!
- Baik, Tuan! - Baik, Tuan!
Agen rahasia kerajaan datang!
Omong kosong apa itu?
Agen rahasia kerajaan datang!
- Agen rahasia kerajaan datang! - Agen rahasia kerajaan datang!
Jatuhkan senjata kalian!
Apa yang kalian lakukan?
Aku agen rahasia kerajaan!
Kau agen rahasia kerajaan?
Ya.
Semua sudah berakhir.
Berlutut.
Jangan lupa janji yang kubuat untuk membunuhmu masih berlaku.
Bahkan jika lengan dan kakiku dipotong, aku akan berguling dan membunuhmu.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Kau akan dipenggal atas kejahatan yang kau lakukan.
Apa hukuman itu karena berjudi?
Kau pikir tidak akan ada yang tahu perbuatanmu?
Kau mungkin berpikir telah membunuh semua orang di rumah ini malam itu.
Apa maksudmu?
Kau salah.
Ae-ran, kau di sana?
Dia putri seorang selir,
dan dia di sini malam itu.
Ibu.
Turuti perintah ibu, mengerti?
Hakim.
Ada satu lagi!
Tidak!
Tolong ampuni aku! Kumohon!
Di mana kau malam itu?
Aku di dalam sana.
Itu omong kosong!
Ikut aku.
Lihatlah.
Itu terlalu kecil,
jadi, ibuku tidak bisa masuk.
Hanya aku yang bisa bersembunyi di sana.
Dia berbohong!
Benarkah? Kau masih percaya bisa menyembunyikan kebenarannya?
Ae-ran.
Ya.
Katakan apa yang kau lihat malam itu.
Omong kosong!
Kau berharap aku memercayai ucapan orang rendahan itu?
Kenapa ucapan orang berstatus sosial rendah tak bisa kita percayai?
Katakan yang sebenarnya.
Malam itu...
Dia berusaha menjebakku!
Tuan Lee pantas mati.
Dia merusak kota ini dengan rumah judinya
dan meminjamkan uang dengan bunga tinggi demi untung besar.
Aku membunuh orang jahat sebagai hakim kota ini,
jadi, kenapa itu menjadi masalah?
Demi kota ini, atas nama rakyat, aku membunuh pria itu!
Roh jahat yang merasuki Tuan Lee juga merasukimu.
Ae-ran, apa yang kau lihat malam itu?
Malam itu, aku...
Aku tidak melihat apa pun.
Dia ingin bilang tidak melihat apa pun malam itu.
Namun, kau mengakui rasa bersalahmu dengan kata-katamu sendiri,
jadi, kau tidak keberatan aku menggerebekmu, bukan?
Apa? Beraninya kau mempermainkanku!
Tangkap dia dan anak buahnya, bawa mereka ke kantor pemerintah!
Baik, Tuan.
Aku tidak bersalah!
Uang yang kau dapat dengan memanfaatkan orang akan dikembalikan.
Kau mengakui kejahatanmu?
Ya.
Namun, apa yang akan kau lakukan kepada pejabat tinggi di Hanyang
yang meminta uang untuk promosi?
Aku hanya berusaha keluar dari kota kecil ini.
Kau berencana memakai semua uang itu untuk menyuap seseorang?
Untuk pergi ke Hanyang, aku membutuhkan semua uang itu.
Siapa yang benci uang?
Buka gudang dan berikan semua makanan yang dia curi kepada warga kota ini.
- Baik, Tuan! - Baik, Tuan!
Kemarilah!
- Maaf atas kesulitanmu. - Terima kasih.
Maaf atas kesulitanmu.
Terima kasih.
Maaf atas kesulitanmu.
Terima kasih.
Dasar orang jahat! Langit akan menghukummu!
Maaf atas kesulitanmu.
Maaf atas kesulitanmu.
Santai saja.
Maaf atas kesulitanmu.
Ini sudah berakhir sekarang.
Ya.
Kau bisa mendapatkan rasa hormat dari semua orang.
Kau akhirnya pergi ke Hanyang, tempat yang kau impikan.
Pindahkan para penjahat ke Hanyang.
Bergabunglah dengan kami.
No comments yet. Be the first to leave one.