The first 200 lines.
Alasan kenapa aku harus bertemu denganmu hari ini...
Karena berdasarkan penyelidikanku,
Choe Won... bukanlah pembunuh.
Yang Mulia.
Ayah.
Yang Mulia.
Keanggunanmu amatlah melimpah, Yang Mulia.
Aku mengakui kalau kau mengalami ketidakadilan dan dituduh sebagai penjahat...
Mulai sekarang, Choe Won, kau tidak bersalah.
Yang Mulia.
Permisi, Yang Mulia.
Hamba ingin mengatakan sesuatu.
Baik, katakanlah.
Bukan hanya dia tidak bersalah, tapi dia juga difitnah,
dan karena hal itu, dia kehilangan ayahnya.
Alasan kenapa ayahnya dibunuh adalah...
karena dia melihat surat perintah rahasia peoni untuk membunuh Min Jubu.
Apa katamu?
Benarkah itu?
Ya.
Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu dalang dibalik perintah itu,
jadi tidak ada nyawa yang melayang lagi dan nyawa Putra Mahkota tidak terancam.
Aku mengerti.
Kalian berdua boleh pergi.
Baik, Yang Mulia.
-=Episode 17=- Yang Mulia, ini adalah konspirasi.
Kenapa aku tega menyuruh tabib untuk membunuh Putra Mahkota?
Putra Mahkota adalah anakku.
Dibandingkan anak kandungku, Gyeong Won,
Aku membesarkannya 15 tahun lebih lama.
Nak, katakanlah sesuatu.
Sebagai ibumu,
bagaimana aku membesarkanmu dari kecil?
Setiap kau sakit,
bukankah aku selalu merawatmu siang dan malam?
Ketika kau diangkat menjadi Putra Mahkota,
Ibu memelukmu dengan airmata kebahagiaan yang tidak hentinya mengalir.
Ketika kau menggunakan tangan lembutmu untuk menghapus airmataku,
Aku masih mengingat itu hingga sekarang.
Cukup.
Putra Mahkota, kau pergi dulu.
~ Tidurlah, tidurlah, anakku. ~
~ Tidurlah yang nyenyak, anakku. ~
~ Dipelukan ibu, ~
~ Bernafaslah, tidurlah yang nyenyak. ~
~ Semua sakit pergilah. ~
~ Anakku, aku akan melidungimu ~
Kau ingat itu?
Ketika kau tidak bisa tidur karena sakit.
Ibu menyanyikan itu padamu.
Ibu tidak pernah menyanyikan itu pada Pangeran Gyeong Won.
Aku menyanyikan itu hanya padamu.
Tapi, kenapa kau bilang aku ingin membunuhmu?
Hatiku terasa sakit.
Yang Mulia, Ratu.
Ketika kau memanggilku "Yang Mulia, Ratu" dibanding "Ibu",
Aku tidak pernah meninggalkanmu.
Aku rela bunuh diri untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah.
Daripada di difitnah, aku lebih baik mati...
Kalau begitu lakukanlah.
Aku juga ingin percaya kalau kau tidak bersalah.
Karena kau sudah memutuskannya,
maka kau harus melakukan itu.
Ayah.
Yang Mulia.
Kenapa? Kau tidak bisa?
Ada apa?
Bagaimanapun, aku mengkhawatirkan Putra Mahkota.
Benar.
Baginya, Ratu adalah ibu yang telah membesarkannya selama 27 tahun.
Dia akan jadi bahan gosip karena ingin menjatuhkan ibunya, kan?
Yang Mulia pasti merasa sangat sedih.
Apa ini saatnya untuk mengkhawatirkan Yang Mulia?
Sungguh beruntung Raja sudah menyatakan kau tidak bersalah.
Walaupun dia Ratu, dia tetap harus dihukum.
Sisanya, aku akan mengurusnya.
Kau harus merayakan ini dengan bahagia.
Putrimu dan adikmu pasti sangat senang.
Ayo.
Lepaskan! Lepaskan!
Kau tidak ingin melepaskan aku? Lepaskan!
Berani-beraninya kalian!
Yang Mulia, bunuh saja hamba.
Ini adalah perintah Raja.
Sampai ada perintah dari Raja,
Yang Mulia dilarang keluar dari Istana Pusat.
Dia ingin mengurungku disini?
Tidak mengijinkanku keluar...
Aku harus menemui Yang Mulia lagi.
Ibu.
Pangeran, cepat pergi...
katakan pada ayahmu kalau dia tidak bisa begini pada ibu.
Apa yang terjadi, Ibu?
Apa yang kau lakukan? Cepat pergi dan tenangkan ayahmu!
Berlututlah.
Benar. Berlututlah...
Kalau tidak, kau dan ibu akan mati di sini!
Berlutut katamu?
Ya.
Walaupun aku harus berlutut, aku akan membuat Ayah memaafkan Ibu.
Jadi, hyeongnim, kumohon maafkanlah ibu juga.
Walaupun aku memaafkannya, akankah dia berubah?
Aku akan merubahnya.
Kalau ibu masih tidak berubah,
Aku akan bunuh diri dengan menggigit lidahku,
Dik, kenapa kau mengatakan itu?
Walaupun mati, aku harus menyelamatkan ibu.
Mungkin bagimu dia adalah "Yang Mulia, Ratu",
yang bisa kau tinggalkan.
Tapi bagiku, aku suka atau benci padanya,
dia tetap adalah ibu yang tidak bisa kutinggalkan.
Berikan ini diam-diam pada Hakim Kedua Biro Kepolisian.
Kita harus cepat membuat Prajurit Jurang berbicara tentang Putra Mahkota.
Ya, Yang Mulia
Ketua perkumpulani itu harus segera ditangkap.
Eonni, benarkah bunga akan tumbuh disini?
Ya.
Ibumu juga suka bunga peoni, kan?
Ya.
Tapi, ibunya tuan muda nakal juga menyukai peoni.
Tuan muda nakal?
- Tuanku. - Ayah.
Bagaimana hasilnya?
Yang Mulia...
"Mulia sekarang, Choe Won, kau tidak bersalah."
Benarkah itu?
Tentu, untuk apa aku bohong.
Rang, Semuanya oke.
Eonni!
Beri aku juga.
Ada orang juga yang harus ditambahkan.
U Yeong.
Orabeoni!
Bagus. Itu benar-benar bagus.
Dia terus-menerus menangis dari Biro.
Orang yang lewat melihatku dengan tatapan aneh.
Jangan menangis dihari yang indah.
Bukankah lebih baik memberi selamat pada kakakmu?
Bocah.
Dihari yang bahagia ini,
Katakan apa yang ingin kau lakukan.
Yang ku inginkan?
Ada.
Kenapa kau mengatakan hal yang tidak berguna itu?
Kalau Rang bermain air, orabeoni akan sangat marah.
Mana aku tahu.
Kita akan kembali setelah bermain sebentar.
Aku ikut juga.
Rang!
Bukankah kesehatannya sudah lebih baik?
Benar, Tapi aku masih belum tenang.
Melihat dia bahagia begitu, kau harus membiarkannya.
Dia tabib juga, tentu dia akan menjaganya.
Rang! Kau hanya boleh bermain sebentar.
Jangan khawatir, aku akan mengawasinya.
Karena cuacanya sedang bagus, aku ingin mencuci mukaku.
Ah, segarnya.
Sudah lama sekali tidak melihat Rang dan U Yeong sebahagia ini.
- Lihat, Untung kita kesini. - Eonni.
Dihari yang bahagia ini, kita harus bersenang-senang.
Tapi, masih terlalu dini untuk tenang.
Sampai dekrit Yang Mulia sampai Biro Kepolisian...
Jangan khawatir.
Aku sudah tahu itu sebelum kesini.
Mereka bilang pesannya akan dikirim besok.
Tidak ada yang berani main-main kali ini.
Kenapa kau tertawa?
U Yeong terus bilang kalau aku harus percaya padamu.
Benarkah?
Dia punya selera yang bagus.
Aku khawatir berlebihan.
Aku pikir kau akan berpisah dengan Da In kerana ayahmu.
Itu bukan salah Da In, kan?
Benar. Putrinya musuh itu bukan musuh.
Dan kalau kau meninggalkannya karena dia putri musuhmu,
Hong Da In terlalu berharga untuk itu, kan?
Bagaimana keadaan ayah?
Walaupun Yang Mulia sudah menghentikan Pangeran dan mengembalikannya ke kamar.
tapi, karena Ratu terus mendesaknya, Yang Mulia jadi bertambah sakit.
Itu sangat buruk.
Bagaimanapun, kau harus merawat Ayah ekstra keras.
Ya.
Oh iya, bagaimana keadaannya?
Untungnya, dia cepat sembuh dibanding perkiraan.
Dia mungkin bisa menemui Yang Mulia beberapa hari lagi.
Benarkah?
Awalnya, kukira dia takkan bisa selamat, tapi dia sangat sehat.
Dia memiliki semangat yang besar untuk hidup, maka, dia sembuh dengan cepat.
Oke.
Bagaimana situasinya?
Dia masih di interogasi.
Tapi, ketua Prajurit Jurang belum tertangkap. Sangat beruntung.
Tidak mudah mendapatkan uang untuk kebutuhanmu.
Mencuri lagi?
Mungkinkah, tempat ini belum ketahuan, kan?
Aku bilang tidak.
Siapa yang tahan diinterogasi?
Kalau mereka mengatakan sesuatu, apa yang akan kita lakukan?
Sudah kubilang jangan khawatir.
Mereka tidak tahu tempat ini.
No comments yet. Be the first to leave one.