Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E10-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-05-10
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kenapa kau melarangku pergi hari itu?

Aku bisa saja tak menghiraukannya,

tapi aku penasaran.

Selain itu, aku berharap aku salah soal ini.

Aku menyukaimu.

Apa

asumsimu berbeda?

Tidak.

Maafkan aku.

Apa maksudmu?

Ini tentang aku.

Sudah kubilang. Aku tidak percaya cinta.

Aku sangat tegas kepada diriku soal cinta.

Apa yang kita lakukan sekarang?

Aku tidak mau

membuatmu tidak nyaman karena perasaanku.

Ini sebabnya kau harus merahasiakannya

jika menyukai kenalanmu.

Menyukai seseorang itu bagus.

Memiliki seseorang sepertiku juga hal yang baik.

Aku ingin tetap berhubungan baik denganmu.

Itu tidak mungkin, bukan?

Benar.

Aku bersyukur kau menyukaiku.

Aku juga menyukaimu,

tapi aku tidak yakin apakah itu cinta

atau persahabatan.

Ini kali pertamaku menyatakan perasaan pada pria.

Kurasa aku bisa lebih baik lain kali.

Dengan orang lain.

Sudah kuduga.

Kenapa firasatku

selalu terbukti benar?

Jangan pergi, Pak Lee Hyeonjae.

Maafkan aku.

Ibu dan Ayah, aku hampir tidak ingat wajah kalian.

Saat di panti asuhan,

aku mencoba mengingat wajah kalian

setiap malam.

Tapi setelah aku diadopsi,

aku terlalu sibuk menjalani hidupku.

Aku tidak bilang aku melupakan kalian.

Aku terus memikirkan kalian.

Masalahnya,

orang tua

bukanlah sesuatu yang bisa dilupakan.

Kalian pasti senang, ibu dan ayah Minho.

Jika menurut kalian aku menjaga Minho dengan baik,

tolong bantu aku menemukan Jungeun.

Tapi jangan terbebani.

Sujae.

Lee Sujae.

Sudah selesai? / - Ya.

Aku membuat geotjeori dan tahu rebus untuk Yuna.

Ibu lebih menyukainya daripada aku?

Ibu sangat memedulikannya.

Aku menyukainya. Maksudku, dia calon menantuku.

Kita harus menemui orang tuanya

dan menetapkan tanggal pernikahan kalian.

Baiklah.

Aku sudah memutuskan.

Aku akan bicara dengan kakek dan ayahmu.

Hyeonjae dan Yunjae tidak menunjukkan kemajuan.

Aku sudah lelah.

Aku ingin menikahkan setidaknya satu putraku.

Gyeongae.

Halo. / - Kau sudah pulang, Sujae.

Berikan ini kepadanya. Geotjeori itu siap makan.

Sampai nanti. / - Sampai jumpa.

Dia mau ke mana?

Aku menyuruhnya membawakan lauk untuk Yuna.

Yuna?

Pacar Sujae? / - Ya.

Aku ingin memperlakukannya seperti putriku.

Dalam mimpimu.

Menantu tidak akan pernah bisa menjadi putrimu.

Keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu.

Bukan itu yang dia inginkan.

Yuna berbeda.

Aku tidak akan menghentikanmu.

Tapi jangan bilang aku tidak memperingatkanmu.

Astaga, kelihatannya enak sekali.

Gyeongae, kalguksu cocok dengan geotjeori.

Haruskah kita membuat kalguksu?

Tidak.

Aku sudah membuat geotjeori untukmu,

dan kini kau juga ingin kalguksu?

Kau sudah cukup diberkati, bermurah hatilah.

Kau bahkan mendapatkan warisan yang tidak terduga.

Kau akan sakit perut jika memakannya sendirian.

Kau harus membaginya dengan orang lain.

Maksudku, ini hanya kalguksu. Bukan masalah besar.

Sungguh, aku bukan tandinganmu.

Bibi Gyeongsun juga selalu mengalah kepadamu.

Apa ada orang yang tidak bisa kau tangani?

Ada, menantuku.

Lihat aku.

Ini dia!

Bagaimana menurutmu? Bukankah aku terlihat keren?

Ayah, aku ingin mencobanya.

Aku juga! / - Biar kucoba!

Cepat bersihkan ini.

Sudah kuduga. Aku sudah menduganya.

Aku tidak melakukannya, tapi dia.

Ayah jahat.

Apa? Aku juga tidak mau mati.

Siapa yang akan membersihkan ini?

Hei, kalian mau ke mana?

Aku tidak percaya ini!

Ini bukan saatnya untuk bermain-main.

Aku bekerja sepanjang pekan.

Aku harus bekerja tadi pagi.

Tapi aku tidak enak badan,

jadi, Pak Lee menyuruhku izin pagi ini.

Pak Lee bukan keluargaku,

tapi dia bahkan menjagaku.

Teganya kau melakukan ini padahal kau suamiku?

Maafkan aku. / - Untuk apa?

Seharusnya aku memasak dan kau istirahat.

Jadi, kau melakukan ini padahal tahu semua itu?

Kau membuat kekacauan ini padahal tahu semua itu?

Aku akan berusaha lebih baik.

Dengan apa?

Dengan semuanya.

Kau tetap akan memarahiku. Silakan marahi aku.

Kau mau memukulku?

Ini. Silakan pukul aku sesukamu.

Astaga. Dasar kau.

Seharusnya suruh anak-anak turun dan bergabung.

Anak-anak terlalu mengganggu untuk makan bersama.

Mereka harus makan dengan orang tua mereka.

Astaga.

Ada apa, Ibu?

Kau memang menikmati hidup. Baguslah.

Kapan Gyeongcheol pulang?

Dia akan segera datang. / - Baiklah.

Saat aku melihat Paman Gyeongcheol dan Minho,

aku merindukan mendiang ayahku.

Kuharap dia masih hidup agar aku bisa merawatnya.

Nak.

Aku masih hidup, jadi, kau bisa mengurusku.

Tidak ada yang bisa kukatakan.

Mari makan saja. Kita semua hidup untuk makan.

Aku tak ingin kau merawatku dengan baik.

Aku hanya ingin kau bahagia.

Ibu, itu bohong.

Hei, aku tidak berbohong.

Kau kesal

saat kami tidak membayar kelas yogamu.

Kau kesal? / - Sebentar saja.

Aku bertemu seseorang di kelas yoga tempo hari.

Dia diberkati dengan menantu yang baik.

Menantunya baik, jadi,

putranya mungkin sama.

Kau mau sup lagi?

Hei, kau tahu? Aku selalu berpikir

Gyeongcheol punya menantu terbaik.

Tapi kau bahkan tidak bisa membandingkan

dirimu dengan menantunya.

Hei, Minho juga sama.

Minho harus sangat baik kepada kakakku.

Sudah bicara dengan orang tuamu?

Lain kali,

datanglah bersama istri dan anak-anakmu.

Mereka harus tahu asal-usulnya.

Ayah merindukan Jungeun, bukan?

Tentu saja.

Jika dia masih hidup,

dia pasti akan memikirkan Ayah.

Kalian punya tanda yang sama.

Kemarilah. Aku akan memotong kuku kakimu.

Mari kita lihat.

Ayah, apa ini?

Bukankah itu sakit?

Itu memang sangat sakit.

Lalu kenapa Ayah melakukannya?

Aku sudah memberitahumu tentang adikmu, bukan?

Ya. Lee Jungeun.

Jika aku tidak bisa menemukannya

setelah mengirimnya ke panti asuhan,

kami punya tanda yang sama.

Setiap kali melihatnya,

dia akan mengerti

betapa putus asanya aku.

Mari kita lihat. Mari potong kuku kakimu.

Kuharap kita juga menemukan Jungeun.

Aku akan sangat baik kepadanya.

Aku bahkan tidak berharap menemukannya sekarang.

Aku hanya berharap dia masih hidup.

Hati-hati melangkah.

Aku tak apa.

Ayo berpegangan tangan saat turun.

Baiklah, ayo.

Ini kali pertama aku makan di sini.

Bagaimana dengan semua ramyeon yang kubuat?

Itu hanya ramyeon.

Ini.

Pecahkan kuning telurnya.

Kau juga.

Baiklah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left