The first 178 lines.
Belanja buat festival olahraga, ya?
Bikin kangen.
Apakah aku bisa memandu mereka dengan benar?
Iya, sih. Soalnya, bangunannya itu besar.
Tapi enggak sabar, ya.
Apa jadwal busnya aman?
Aman!
Kamu sudah melihat jadwal bus saat liburan?
Ah, akan kupastikan sekali lagi.
Iya, iya. Jangan gerak.
Ah, baik.
Kao mau membawakan jadwalnya!
Di lemari ruang tamu!
Oke, beres.
Terima kasih!
Bukan hanya rekan sekelas, tapi kumau jadi temanmu
Selanjutnya, Danau Amatsumi.
Danau Amatsumi.
Ah.
Selanjutnya, Mal Sennosawa.
Mal Sennosawa.
Ah.
Selamat pagi, Kojou. Kita sudah sampai.
Maaf, ya.
Aku selalu begini setiap keasyikan baca buku.
Konsentrasimu luar biasa, ya.
Syukurlah, kita satu bus.
Aku sering lupa turun.
Oi!
Kemari!
Oi!
Pagi, Erika. Usagihara.
Pagi juga.
Pagi!
Wah! Pakaian kasual tampak segar, ya!
Benar juga.
Iya.
Jadi agak malu, nih.
Imut, 'kan? Cocok, kok.
Usagihara juga, kok!
Eh?
Kepanganmu modis, ya!
Aku agak semangat.
Kukunya juga lucu!
Iya, 'kan?
Cuma untuk sehari ini saja, sih.
Komichi juga, kok.
Eh?
Rambutmu.
Wah.
Kamu tahu, ya?
Ya.
Agak sedikit pendek, ya.
Oke! Ayo belanja!
Yang dibutuhkan untuk festival olahraga...
...pita vinil untuk sorak-sorai dan kain buat bendera kelas.
Lalu, ada beberapa pernak-pernik juga.
Di sana ada denah panduannya.
Serahkan padaku!
Hari ini, akulah yang akan memandu kalian!
Hebat.
Seperti taman bermain, ya.
Aku baru pertama kali ke mal seperti ini, jadi deg-degan!
Ada bioskop juga, lo.
Eh?
Sebenarnya, aku juga baru pertama kali ke mal ini.
Akebi, biasanya kamu ke toko yang mana?
Kalau aku...
Swalayan!
Luas banget.
Pujasera!
Kayaknya enak!
Zona bermain!
Matrasnya empuk banget dan bermain di sini sangat asyik.
Tunggu dulu, Akebi!
Kita kemari dengan setelan modis.
Oh, iya! Jadi susah buat main, ya.
Kelepasan.
Yah, tapi aku paham banget.
Soalnya, aku punya adik.
Dulu, aku sering menemaninya bermain.
Ah.
Begitu, ya?!
Sejak kecil, aku sering bermain bareng Kao di sini...
...sembari menunggu Ibuku selesai belanja.
Setelahnya, Ibuku membelikan es krim atau taiyaki untuk kami.
Terus, kami makan bareng.
Ini tempat penuh kenangan bagimu, ya.
Ya!
Saat Ayahku libur,
kami sering bermain di danau dekat sini.
Enaknya.
Ah!
Toko ini juga ada di sini, toh!
Aku belum pernah masuk ke sana.
Banyak aksesori imut di dalamnya, lo!
Ayo masuk.
Usagihara tahu lebih banyak!
Ah, Akebi!
Ini merek yang diiklankan Fukumoto Miki!
Diiklankan Miki?!
Wah.
Ternyata dijual di sini, ya!
Harganya enggak mahal banget. Terus, kayaknya cocok untukmu.
Sudah kuduga cocok.
Usagihara hebat!
- Wah, boleh juga. - Ini imut.
Wah, ternyata ada merek itu juga, ya!
Ada toko ini juga!
Ah, ada toko ini juga!
Belanjanya 'gimana, nih?
Wah!
Aku juga terkadang mampir ke toko buku itu.
Eh?
Begitukah?
Aku juga mau masuk ke sana.
Ya.
Buku itu...
Ah, kebetulan!
Saat menuju kemari, aku baru selesai membaca buku itu.
Aku sudah lama penasaran sama buku karya penulis ini.
Kalau berkenan, mau kupinjami?
Boleh?
Ya!
Aku juga mau dengar tanggapanmu setelah selesai baca.
Ya.
Apa Kojou enggak mau menulis novel?
Ekskul sastra terkesan seperti itu.
Iya juga.
Saat aku SD, ada anak yang suka buku dan gemar membuat cerita.
Iya, 'kan?
Sebenarnya, aku juga mau menulis.
Gaya bahasa dan diksi penulis ini sangat indah.
Terpikir olehku alangkah indahnya kalau kubisa menulis kalimat seperti itu...
Tapi, saat kucoba menulis,
aku tak bisa menentukan tema utamanya.
Tema, ya?
Kurasa itu hal yang sulit.
Kamu menyukai cerita yang seperti apa?
Iya, ya.
Esai, fantasi, misteri.
Aku membaca berbagai genre.
Kalau hal yang kamu sukai?
Yang kusuka itu membaca buku...
Ah, maaf ya.
Ini bukan hal yang mesti dipikirkan kalian, ya.
Membaca dan menulis buku itu kedua hal yang sangat berbeda.
Mungkin, aku condong ke tim pembaca saja.
(Sinar Krepuskular - Ayo Bertualang Mencari Pemandangan)
Indahnya.
Sinar krepuskular, ya.
Ah.
Seingatku, itu disebut fenomena organ pipa yang tercipta dari cahaya.
Pengekspresian yang sangat indah.
Karya khusus dari Miyazawa Kenji, ya.
Ternyata jenisnya buku itu ada banyak, ya.
Ada yang disusun dengan rapi di rak.
Ada juga yang sekecil telapak tangan.
Iya. Menyukai berbagai formatnya itu termasuk kenikmatan dalam membaca buku.
Ah!
Imut!
Wah, iya!
Oh, iya. Penanda buku milikmu itu buatan tangan?
Eh?
Ah, iya.
Bunga tekannya sangat indah.
Terima kasih.
Ibuku yang membuatkannya.
Wah.
Sudah kugunakan sejak kecil.
Bagiku, benda itu seperti jimat.
Duh, capek banget.
Segarnya meresap!
Kita mampir ke banyak toko, ya.
Yah, soalnya sudah lama enggak ke mal, sih.
- Jadi sangat senang. - Selamat makan.
Ini... hamburger?
Erika, kamu baru pertama kali memakannya?
No comments yet. Be the first to leave one.