The first 200 lines.
"Grandpas over Flowers, Returns"
"Hari Kedua di Praha"
Praha yang indah.
"Katedral St. Titus yang besar"
"Mereka berfoto"
"Banyak yang bisa dilihat"
"Dan semua sibuk melihat-lihat"
"Pramuantar profesional yang penuh semangat"
"Cemas soal apartemen tempat para kakek menginap"
"Kami akan percayakan pada Seo Jin dan lanjut melihat-lihat!"
"Praha menyuguhkan pesona malam hari yang berbeda"
"Jembatan Charles di siang hari"
"Mereka juga membuat keinginan rahasia"
Haruskah aku merahasiakannya?
Tapi aku sangat penasaran.
"Mereka berfoto dengan pemandangan yang indah di belakang mereka"
"Dan membuat kenangan yang menyenangkan"
"Senyum"
"Mereka bersenang-senang di Praha"
"Kini mereka menuju Cesky Krumlov"
Kamu tidak lelah, bukan?
- Tidak sama sekali. - Ya, kamu tampak bersemangat.
Katakan kalau kamu lelah. Aku siap menggantikan.
Hei, aku bahkan pernah menyetir selama lima jam.
- Apa itu di Spanyol? - Bukan, Yunani.
Yunani? Ya, Yunani.
Kalian ingin makan siang di mana?
Apa kalian ingin makan di sana atau di tengah perjalanan?
Terserah kamu. Sopir bisa memutuskan soal itu.
Jika ingin makan di perjalanan, kita bisa makan di area istirahat.
Benarkah? Boleh.
Apa kalian ingin McDonald's untuk makan siang?
- Mau McDonald's untuk makan siang? - Boleh.
- Aku tidak masalah. - Mereka tidak masalah.
Baiklah.
"Mereka sampai di McDonald's tanpa kru produksi"
"Mereka membawa dua kamera pemberian kru untuk berjaga-jaga"
"Mulai sekarang, semua video direkam sendiri oleh Yong Geon"
"Dia mengikuti Goo, yang buru-buru ke suatu tempat"
Kiri. Baiklah.
Aku harus mengikutimu ke kamar mandi.
"Kali ini, dia mengikuti Seo Jin"
Pesan enam Tasty Bacon porsi besar.
- Yang besar? - Ya.
Dan tiga kentang goreng.
Kecil atau besar?
- Besar. - Besar.
Dan enam coke kecil. Coca cola.
- Coca cola. - Kecil. Enam.
"Dia memakai jarinya agar pasti"
Berapa banyak yang kamu pesan? Kita ada enam orang.
- Satu per orang. - Baiklah.
- Kita harus membawanya bersama. - Ya.
Siapa kamu?
"Saling merekam"
Apa kamu suka hamburger?
- Ya. - Aku jarang makan itu.
- Benarkah? - Ya. Tapi di hari seperti ini,
itu pasti akan lezat.
- Ya. Itu enak. - Ya.
"Di sisi lain, II Seob"
Aku tidak bisa lihat.
"Berjuang keras memakai kamera"
Aku tidak bisa lihat.
"Aku tidak bisa lihat layarnya"
Apa ini tipe kamera yang layarnya tidak bisa dilihat?
Aku tidak tahu.
Tapi seharusnya dipakai seperti itu.
Kamu tidak bisa lihat layarnya?
- Aku hanya bisa lihat wajahku. - Tidak, seperti itu...
Aku tidak bisa lihat.
- Aku tidak melihatmu di layar. - Benarkah?
- Aku tidak melihatmu di layar. - Benarkah?
Aku hanya melihat wajahku sendiri.
"Goo bergerak"
- Kenapa kamu masuk? - Untuk membawakan makanannya.
Tidak banyak yang harus dibawa.
- Tidak apa-apa? - Ya, tidak apa-apa.
"Goo menatap langsung ke arah kamera Yong Geon"
Hei.
II Seob bilang dia tidak bisa melihat apa pun.
Dia bilang, "Aku hanya bisa lihat wajahku!"
Dia hanya perlu mengetuk layarnya.
- Benarkah? - Ya.
Di belakang sini.
Astaga, aku juga tidak tahu apa-apa soal ini.
"Aku harus beri tahu II Seob"
Itu akan terlihat jika kamu ketuk layarnya.
- Apa? - Ketuk saja layarnya.
Sekarang sudah bisa.
Sudah bisa.
Masalahnya adalah entah apa ini merekam atau tidak.
Itu merekam. Kenapa khawatir?
- Apakah bisa? - Tentu saja bisa.
Berikan padaku.
"Kakek tertua memeriksa kameranya dengan saksama"
"Mereka bertiga terekam"
"Yong Geon memegang burger dan kamera"
Dia akan membawakan minuman.
Minumlah Coke.
Minumannya besar.
"Mereka memakan burger besar itu"
"Mereka mulai menikmati makanan"
"Kini mereka jago merekam sendiri"
"Dia mencoba memakan kameranya"
"Lihat ke sini, Goo"
Senang bisa memakannya lagi setelah sekian lama.
- Makanlah. - Aku sedang makan.
"Mulutnya penuh"
"Yong Geon lebih konsentrasi merekam mereka daripada makan"
Kenapa kamu susah payah merekam?
Aku harus merekamnya. Mereka menyuruhku melakukannya.
"Dia seketika makan sesuap penuh kentang"
"Dan dia merekam yang lain"
"Seo Jin juga mengambil kamera dari meja"
"Dan membetulkan posisinya di meja"
"Akhirnya, Yong Geon bisa makan dengan tenang"
Burgernya besar sekali.
Ini sangat mengenyangkan.
- Ini besar. - Benar.
Ini sebesar dua burger yang dijual di Seoul.
Ya.
Berapa jauh lagi perjalanan kita, Seo Jin?
Kita hampir sampai, Pak.
Kamu ingin aku yang menyetir?
- Kamu ingin aku yang menyetir? - Membosankan jika kamu menyetir.
Kamu harus duduk di belakang.
Kamu harus membuat lelucon.
Itu akan lebih baik.
Benarkah?
Saat kamu menyetir, kamu akan diam.
Dan suasana akan sangat sunyi di mobil.
Ya.
Tidakkah kamu merekam ucapanku tadi?
Kamu bisa memutarnya berulang kali.
Selesai?
- Ya. - Baiklah.
"Kakek termuda bersih-bersih lagi"
Biar aku saja.
- Lakukan satu per satu. - Baik, berikan padaku, Pak.
Tadi itu enak.
"Mengetuk layarnya"
Kameranya mati.
Kameranya mati.
- Aku akan memberikanmu ini. - Kameranya mati.
"Dia menggantinya dengan kamera nomor 2"
Baterai yang ini lemah juga.
- Ini juga merekam. - Begitu.
Sepertinya aku harus membuangnya ke tempat sampah itu.
Bukankah itu kamera sekali pakai? Aku akan membuangnya saja.
Lagipula itu tidak bisa didaur ulang.
Ayo jalan.
Perjalanan kita masih dua jam lagi?
Kamu harus ke kamar mandi.
"Semua kakek naik ke mobil"
"Dan Seo Jin bersiap untuk menyetir"
"Dalam waktu singkat, Geun Hyeong..."
- Ini aku. - Halo?
Kami akan berangkat lagi, jadi aku tidak akan bisa menelepon.
Jadi, aku ingin menelepon sebentar.
Aku membeli boneka marionette.
Itu boneka yang bisa kita kendalikan dengan tangan.
Apa mereka tidak mencari kakek mereka?
Apa mereka mencariku?
"Memikirkan para cucunya"
"Membuat kakek yang manis ini tertawa"
Baiklah. Selamat malam.
Sampai jumpa.
"Ketika kakek romantis ini hendak mengakhiri teleponnya"
"Ladang hijau terlihat dari luar jendela"
Kita berkendara melewati pedesaan.
Pemandangannya indah.
"Mereka seperti menembus awan"
"Para kakek melewati Hutan Bohemian"
Apa itu? Ada rusa.
Di mana?
Ada rusa?
Itu pasti kuda atau domba, bukan rusa.
Bukan.
Inilah masalahnya.
Kadang aku berkata jujur,
tapi mereka tidak memercayaiku.
Aku jadi kredit macet.
"Apa? Itu bohong"
Astaga.
Seluruh negeri tahu kamu terus membuat lelucon.
Saat kita syuting drama "Face",
- aku masuk ke lemari Jae Ho. - Ya.
Dia aktor utama di drama itu.
Setelah syuting, usai mengucapkan dialog panjang,
dia masuk ke ruangan dengan semangat.
Lemarinya ada di ruang rias pria yang hanya sebesar ini.
Aku menyelinap masuk di antara lemari dan meringkuk.
Jae Ho melepas jaket abu-abunya.
Saat dia mau menggantung jaketnya,
aku keluar dan berkata, "Meong!"
"Dia kucing besar"
Tubuhnya tersentak.
Dia berteriak, "Tidak!"
Dia melemparkan penggaris yang dia pegang.
No comments yet. Be the first to leave one.