Release info

Memoirs of a Teenage Amnesiac 2010 ass
A Commentary by andojrocks

Tags

other
Published on: 2011-09-02
Downloads: 42
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Dareka ga Watashi ni Kisu wo Shita" DVD released Sept 2010

Aku mempersilahkan kepada 'malaikat' selanjutnya. Ok, bagaimana kabarmu?

- Silahkan duduk di sana. - Bagaimana penampilanku?

Fantastis, amat sangat bagus...

Penampilanku sangat penting.

Man: Tampan...Oke berikan saya senyumanmu... Ace: Baiklah.

Bagus-bagus. Oke, terima kasih.

Biarkan aku memberitahumu terlebih dahulu bahwa cerita ini adalah kisah cinta.

Dan seperti kebanyakan kisah cinta, ada kebetulan, kehilangan cinta dan cedera kepala ringan.

Terima kasih.

Hai.., apakah aku harus berdiri untuk ini?

Tidak...tidak...Berdiri...Tidak...Jangan Berdiri...Duduklah...

Bagus...Senyumlah.

Terima kasih.

- Mirai Hasegawa? - Ya.

Ah...Naomi. Penampilanmu seperti bidadari.

Itu semua dimulai dengan lempar koin.

Ternyata ekor koin, tapi aku berani bertaruh itu kepala koin.

Jika saya tidak bertaruh akan hal itu, kisah ini mungkin tidak akan tercipta.

Wanita harus menangis...

Saya Miwa Yuji yang menghubungi anda. Saya adalah satu-satunya yang melihat kecelakaan itu terjadi, jadi saya ikut naik bersama dengannya.

Saya pacarnya.

Hei, sayang...selamat datang kembali.

- Berapa lama dia tidak sadarkan diri? - 21 menit.

Ada tangga batu panjang di lantai dasar sekolah kami.

Kepalanya terbentur pertama kali, sebelum tubuhnya tergeletak.

Um... apakah aneh bagiku untuk tidak mengingatnya?

Tidak, kehilangan ingatan setelah kecelakaan seperti itu adalah hal biasa.

Bisakah memberitahu nama anda?

Sukuse Naomi.

- Dimana anda tinggal? - Di Setagaya.

- Lalu...Tahun berapa sekarang? - 2005, bukan?

Yah, dia agak bingung.

- Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. - Benar. Jangan terlalu khawatir.

- Dia mengalami gegar otak, jadi dia akan dirawat inap semalam. Informasikan orangtuanya. - Baiklah.

Dalam ambulan yang kau bilang kau pacarku, bukan?

Kamu mendengarku?

Tidak, aku bilang aku pacarmu sebelum mereka membawamu ke ambulans. Aku tidak ingin kamu pergi sendirian.

- Jadi kau hanya temanku? - Tidak, aku bukan temanmu juga.

Jadi ... bisa aku menanyakan, apa yang kamu pikirkan sebelumnya?

Kau benar-benar ingin tahu?

Beritahu aku. Karena mungkin aku akan mati.

Aku tidak terpikir kalau kau akan menggunakan teknik itu.

Aku mengerti! Aku akan memberitahumu! Tapi kamu itu licik juga.

Padahal aku berharap kalau kamu akan menganggapku sebagai pacarmu.

Dan aku ingin kamu menciumku. Aku berpikir kamu akan menciumku kalau menganggapku sebagai pacarmu.

Tapi aku berubah pikiran setelah sadar bahwa itu salah.

Aku tidak ingin semua jadi rumit nantinya.

- Kamu sudah punya pacar. - Benarkah?

Namanya Ace. Yah, siapa yang peduli tentang dia. Aku hanya tidak ingin menyakitimu atau membuatmu menyesal.

Apabila kita berciuman, aku ingin kita berdua menerimanya.

- Kamu... - Naomi!

- Naomi... kau tidak apa-apa? - Mm.

Apa kabar? Saya Miwa Yuji.

Saya sekolah di TAS (Tokyo American School) bersama Naomi.

- Terima kasih. - Apa semua baik-baik saja? - Iya.

- Pindahkan dia. Apa anda siap? - Iya, silahkan. - Naomi, kau tidak apa-apa?

Aku tahu! Kita akan membuat daftar hal-hal yang tidak kau ingat.

- Benar, silahkan. - Papa, bagaimana mungkin aku membuat daftar hal-hal yang tidak aku ingat?!

Aku kira kau benar.

Otakmu masih bekerja dengan baik.

Baiklah, bila ada sesuatu yang tidak kau ingat, beritahu aku.

- "Hal-hal yang Naomi lupakan #1." Oke. - Um, dimana mama?

Dimana mama?

Kau tidak ingat?

Bagaimana menjelaskannya ya? Um...

- Um... Yah... - Dia sedang bekerja?

Tidak...

Um... cerita ini sewaktu kamu masih kecil...

Ya ampun, tapi dokter bilang bahwa kau kehilangan ingatan 4 tahun terakhir.

- Aku hanya bercanda! Aku ingat kalau mama sudah meninggal. - Oh...

Begitu.

- Itu bukan hal yang pantas dibuat bercanda. - Maaf.

Tapi papa, kau belum menikah lagi kan?

Belum. Lagian siapa juga yang mau menikahi seseorang dengan wajah sepertiku ini?

- Jangan khawatir. - Bukan itu maksudku...

Sukuse-san, terima kasih telah menunggu. Oke, sekarang saya akan memindahkan anda.

Ishibashi-san, bila anda tidak berdiri di depan, anda tidak akan terlihat.

Oh, maaf, maaf. Biarkan aku lewat. Yay~~!

- Tangkapan yang bagus, Chief! - Eh?

Kamera untuk buku tahunan.

Jatuh dari tangga demi kamera ini, benar-benar tanda dari kameramen sejati.

- Kau pasti Ace? - Yang benar saja!

Ace itu 15 cm lebih tinggi dariku DAN dia adalah pacarmu!

Ini buruk, tapi aku bersyukur bahwa kamu tidak ingat dia.

Dia tipe orang yang tidak akan datang menjengukmu ke sini.

Aku Hasegawa Mirai.

Aku sekelas denganmu dan kita berdua co-editor buku tahunan.

Aku dengar dari ayahmu kalau kamu kehilangan ingatan, tapi aku tidak berpikir kalau kamu akan melupakanku.

Jadi kamu bilang kalau kamu orang yang seharusnya tidak aku lupakan?

- Mungkin. - Yang benar saja!

- Aku teman baikmu, bila kamu tidak berhasil melupakannya. - Benar kah?

Teman baikku adalah tipe orang yang memakai jaket seperti itu?!

Ini adalah caraku menyindir untuk menghiburmu ketika kamu bosan berbaring di rumah sakit.

Caramu menghibur, agak sulit dimengerti.

Tapi serius, kamu bebas bertanya apapun kepadaku. Aku bersumpah aku tahu semua tentangmu, Chief.

Well... kau tahu Miwa Yuji?

Ah. Untuk pertama kalinya aku berbicara dengannya ketika dia membawa kamera ini kepada ku tadi pagi.

Dia baru saja pindah sekolah. Aku dengar dia dikeluarkan dari sekolah yang sebelumnya, tapi sepertinya dia lebih sopan dari yang aku kira.

- Dia tipe yang berlawanan dari Zuckerman. - Dia berandalan?

- Siapa tahu. Mana headphone mu? - Headphone?

Kamu selalu membawanya, Chief. Mana tas mu?

Di sana.

- Benar, silahkan. - Aku boleh membukanya?

Mm, karena aku merasa itu bukan tas ku.

Oke.

Ini dia.

Aku mendapat cara untuk membantumu mengingat kembali berbagai hal yaitu mendengarkan playlist lagu yang telah aku buat.

Contohnya, lagu pertama ini sewaktu kita pertama bertemu.

- Aku mem-backup-nya juga ke CD, jadi dengarkan baik-baik nanti. - Terima kasih.

- Ngomong-ngomong, kapan kamu keluar dari rumah sakit? - Mungkin sekitar seminggu.

Tampaknya ingatanku akan segera kembali atau mungkin tidak.

Sepertinya ku hanya dapat mengingat beberapa hal bodoh.

Tapi tampaknya kembali ke kehidupan normal itu baik untuk kehilangan ingatan.

Begitu.

Benar, hati-hati naiknya.

Kau tidak apa-apa?

Hati-hati.

- Mukamu masih terlihat pucat. - Tentu saja setelah kehilangan ingatan yang berharga selama 4 tahun.

Ya, halo?

Ya, mm. Ya.

Iya, ah, ya. Aku juga. Oke.

Hm?

Tidak, semuanya baik-baik saja.

Apa yang anda bicarakan? Aku sendiri!

- Dari siapa? - Sh, sh, sh, sh! pekerjaan, pekerjaan.

Mm, Aku akan meneleponmu kembali. Oke, bye.

Papa, dimana kita?

Ah, kita telah pindah rumah. Seharusnya aku memberitahumu sebelumnya. Aku akan menambahkannya ke dalam daftar saat kita sampai rumah.

Bagaimana menurutmu rumah baru kita?

Ah... rumahnya cukup bagus. Rumah yang berwarna krem.

"Halaman ini dipesan oleh Hasegawa Mirai!!"

Halo. Aku Naomi.

Hey, anak rumahan!

Kau benar-benar tidak ingat siapa aku, bukan?

Tidak, tapi aku tahu siapa kamu. Kamu adalah...

Pacarmu.

Iya. Kau pacarku.

Babe, sori aku gak datang sebelumnya, aku seharusnya...

Aku hanya...terkejut...aku terkejut...

Maaf!

Tidak apa-apa.

Aku tahu itu.

Sebagai 10 pasang pembelian, aku mendapatkan ini untukmu. Ini adalah...Kau pasti tahu.

Oh!

Kau terlihat bagus dengan gaunnya...

Terima kasih.

Ah...Maaf tentang caraku datang, seharusnya aku tidak menciummu, tapi seharusnya kau yang menciumku.

Dan aku seharusnya tidak menggunakan lidah...Aku hanya...Aku panik...*mumble-mumble*

Aku... tidak apa-apa. Hal sebenarnya, Ace...

Oh...aku senang kau ingat.

Hal sebenarnya... Aku mendapat... sakit kepala?

Baiklah...aku akan keluar.

Um, hey, kau selalu datang lewat jendela?

Tentu saja!

Kau pikir kau akan baik-baik saja?

Tidak...

Kau harus memutar sesuai arah jam terlebih dahulu sebelum memasukan nomor terakhir.

-Oh, terima kasih. - Tidak masalah.

Ngomong-ngomong, namaku Alice.

Apa kita teman?

Tidak begitu.

Maaf, namaku...

Naomi...kasihan...Bangunlah.

Ada baiknya pergi ke kamar kecil terlebih dahulu. Jadwal kelas menempel pada wajahmu.

Hai, aku Briana. BRI-N-A.

Aku hanya ingin kau tahu, berani juga kau.

Hal yang terjadi padamu sangat tragis.

Bukan kah dia sangat berani?

Ini sangat aneh, karena kau seperti biasanya...,tapi kau terlihat berbeda Naomi.

Berbeda bagaimana?

Sekarang aku marah. Kalau saja aku tahu kamu kembali hari ini, aku dapat membantu.

Tapi kegiatan denganmu sudah selesai.

Entahlah. Setidaknya membuat campuran (lagu).

Aku akan menemuimu setelah sekolah, oke?

Ada apa setelah sekolah?

Kamu menggigil.

Sepertinya aku merasa kedinginan.

Ada sesuatu di dalam saku.

Kunci, uang, struk dan obat.

Jadi tidak ada yang aneh.

Tergantung kunci ini buat apa!

Ini kunci rumahku.

Ini kunci ruangan proyektor. Dan yang satu ini cuma dekorasi saja.

Ini kunci motorku, tapi motornya masih diperbaiki sekarang.

- Nah. Pakai ini dibalik jaket. - Tapi aku tidak terlalu dingin.

Aku masih ada pakaian lain di lokerku.

Kamu akan terlambat.

Um, hey, apakah kamu tahu dimana kelas ini?

Aku akan mengantarmu kesana.

Ayo.

Jaketku...

Aku masih ada pakaian lain di lokerku. Kau juga harus berpakaian lebih hangat.

Dimana kamu sekarang? Aku akan menjemputmu.

Hm, benarkah? Kalau begitu aku akan menunggumu di kamar kecil wanita.

Eh? Beneran?!

Bercanda!

Oh... Yah, kalau begitu aku akan menemuimu di kantor buku tahunan.

- Foto pose kamu berkelahi. - Kau lagi!

Kita harus mendapatkan foto seperti itu untuk Futurama, benar kan Mirai?

Memoirs of a Teenage Amnesiac subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Memoirs of a Teenage Amnesiac

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left