The first 200 lines.
DARI KISAH NYATA. ADA TOKOH, CIRI KHAS,
INSIDEN, LOKASI, DAN DIALOG
DIUBAH UNTUK KEPENTINGAN DRAMATIS.
EPISODE LOOMING TOWER SEBELUMNYA
Kau dicurigai karena pola pengeluaran baru-baru ini.
Aku menjamu orang-orang penting.
Kau harus sesuaikan dengan batasan yang ada.
Ada rantai komando untuk pembuatan keputusan.
Atasanmu belum memahami pelajaran ini.
Bisa ceritakan apa yang terjadi beberapa bulan lalu dengan Palm Pilot-mu?
"Qimma" berarti puncak gunung atau puncak.
-Juga berarti pertemuan. -Pertemuan tingkat tinggi.
Di Malaysia.
Baik, akan kukabari cabang khusus Malaysia segera.
Kita akan butuh mata dan telinga di Kuala Lumpur.
Kau bangun operasi, dasarnya di luar negeri.
Semuanya menuju ke sana, Asia Tenggara.
Sebenarnya kau mau apa dariku?
Aku jelas ingin kita menjadi lebih dari teman.
Baiklah.
Walla? Selamat datang.
Kini Iblis datang sebagai kapal berlogam.
Mereka tak memahami senjata terbesar kita,
orang yang tak takut kematian, takkan mati.
SANG JENDERAL
Aden, Yaman
Sial.
Asalamualaikum, Jenderal Qamish.
Walaikumsalam, Duta Besar.
Kujamin kami berusaha sebisa mungkin.
Perkenalkan, Pak Kepala Amin dari Kepolisian Aden kami.
Siapa dalang serangannya?
Teroris. Tetapi tak tahu siapa.
Al-Qaeda.
Jangan langsung menyimpulkan.
Berapa korban tewas?
Sudah 10. Pencarian masih berlanjut.
Siapkan perahu patroli untukku.
Tak aman. Tak bisa kuizinkan.
Nanti sore saja.
Setelah pelabuhan diamankan.
Kuharap ia tak tenggelam.
Aku yakin mereka sudah berusaha sebisanya.
Kau pasti mengerti agen FBI kami harus menginvestigasi.
Penegak hukum asing dilarang di Yaman.
Tak bisa dinegosiasikan.
Korban Amerika tewas.
Jika Al-Qaeda pelakunya, ini tindakan perang.
Musuh kedamaian adalah musuh seluruh Islam,
Duta Besar Bodine.
Aku berjanji
FBI akan berkolaborasi dengan pemerintah Yaman
dan meninggalkan sedikit jejak.
Jangan beri tahu bagian akhirnya.
-Aku tak tahu kau... -Ya.
Putus-menyambung sejak kecil. Belakangan ini sering menyambung.
Tak bisa menghindarinya.
Tak bisa kabur, jika ada di dalammu.
Jelas tak bisa kabur dari Yesuit.
Tetapi membantu.
Kadang.
Aku tumbuh besar di Beirut, Bos.
Tuhan adalah minyak dan api.
Kenapa sekarang?
Banyak tekanan. Aku...
Aku perlu ini. Aku
perlu ini berjalan lancar.
Dari rumahku ke rumahmu.
Selamat datang.
Apa-apaan...
Kubilang kau adalah jenderal.
Selamat datang di Yaman, Jenderal O'Neill.
Ada apa?
Kami diperintahkan menyerahkan senapan panjang, Bos.
Senapan panjang dilarang.
Siapa penanggung jawabnya?
Aku.
Kau penanggung jawabku di sini?
Sebenarnya tidak.
Aku Duta Besar Barbara Bodine dari Kemlu Amerika Serikat.
Aku adalah tamu Yaman,
dan kalian adalah tamuku. Ini aturannya.
Anak buahmu takkan meninggalkan hotel
tanpa perwakilannya yang berbahasa Arab
dan memahami budaya dan hukum setempat.
Pastikan senjata tetap di sarung, kecuali diperlukan
untuk keamananmu.
-Siapa kau? -John O'Neill, FBI.
Agen O'Neill,
serahkan senapan panjangmu, sesuai permintaan.
Sekitar pukul 11.18 waktu setempat,
pukul 08.18 UTC,
perahu kecil berisi
sekitar 181-317 kg peledak
mendekati sisi kiri kapal perusak dan meledak.
Sebanyak 17 pelaut tewas telah diidentifikasi.
Kenneth Eugene Clodfelter, usia 21,
Teknisi Pemeliharaan Lambung.
Richard Costelow, usia 35,
Sersan Dua.
Lakeina Monique Francis, usia 19,
Spesialis Manajemen Mes.
Timothy Lee Gauna, usia 21.
Teknisi Sistem Informasi.
Patrick Howard Roy...
Kau agen kasusnya?
Kapan dilatih di Quantico, Soufan?
Tahun 1997, Pak.
Banyak pelaut tewas di kapal ini.
Dia masih muda, tetapi mahir.
Perahu itu seukuran perahuku sendiri di rumah.
Aku tak iri melihat pekerjaanmu.
Komandan, 23MC di pengeras suara.
Permisi.
Berapa populasi di sini?
Sejuta, mungkin 1,2 juta.
Seperti mencari jarum dalam jerami.
Itu pun jika masih di sini.
Mereka masih di sini.
Melihat kita, saat ini juga.
Ya, ini Jenderal O'Neill.
Agen Khusus Ali Soufan.
Aku Jenderal Ghaleb Al-Qamish.
Biar kuantar kau ke markas.
Tak usah, Jenderal. Ada petunjuk yang ingin kami selidiki.
Kumohon, Jenderal.
Tak aman bagimu dan rekanmu
jika jalan-jalan sendiri.
Kumohon.
Sudah menikah, Sa'adit al Jiniral?
Ya. Kau?
Ya, tentu saja.
Dan kau, Tn. Ali?
Belum.
Kau harus menikah. Itu kehendak Allah.
-Insyaallah. -Insyaallah.
Kapten Amin dari Kepolisian Aden.
Dia pemimpin kami. Kuserahkan kalian ke tangan mahir.
Agen Khusus yang memimpin, John O'Neill.
Namaku Ali Soufan.
Soufan, itu nama Yaman.
Lebanon.
Dia bertanya apa mau gula?
Kenapa kau bisa bicara bahasa Arab, tetapi tinggal di Amerika, daratan indah?
FBI memberimu pekerjaan
karena kau tahu rahasia rakyat kita?
Mungkin punya istri Amerika pirang seperti Christina Aguilera?
Aku belum menikah.
Kenapa belum?
Tak mau berbahasa Arab denganku?
Tidak.
Aku tak percaya kepadamu.
Ceritakan soal trailer perahunya.
Trailer?
Trailer biasa berada di danau,
atau air dingin. Bukan di pelabuhan hangat.
Aku tak tahu.
Di belakang pagar.
Akan kutanyakan.
Bisa tanyakan sekarang?
Orangnya tak ada hari ini.
Kapan dia ada?
Kami sudah memulai investigasi untukmu.
Kau lihat?
Semuanya ditahan atas kecurigaan.
Kecurigaan apa?
Kecurigaan.
Kecurigaan.
Kami ingin bicara dengan mereka.
Siapa?
Semuanya.
Harus ada alasan.
Pelaut Amerika tewas adalah sebuah alasan.
Akan kuberi tahu.
Orang yang ingin kau ajak bicara sudah mati.
Mati saat perahu yang mereka bawa menabrak kapalmu.
Kami tetap ingin bicara dengan mereka.
Sa'adit al Jiniral, kumohon.
Kami punya kebijakan.
Ada alasan kami menahan mereka.
Kau harus beri aku dasar legal,
atau alasan bagus untuk mewawancarai.
Lalu kami akan putuskan kau bisa bicara dengan siapa.
Apa Jenderal ada?
Andaikan aku punya itu.
Kau punya beberapa, Bos.
Di mana istrimu?
Bersama ibunya yang sakit.
Aku suka kau, Jenderal.
Dan aku akan memaafkanmu karena tak tahu tak boleh bertanya soal istri orang lain.
Maaf. Kau bertanya apa aku menikah.
Aku bertanya soal karakter pria.
Kau bertanya soal lokasi wanita, paham?
Perbedaannya tipis.
Aku tak tersinggung.
Aku senang mendapat kesempatan
duduk bersama teman dari luar perbatasan
negaraku yang kecil.
Mungkin bersama kita bisa buat keputusan
yang akan membuat dunia lebih baik.
No comments yet. Be the first to leave one.