Not Others ( Strangers / Namnam / 남남)

Not Others ( Strangers / Namnam / 남남)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Not Others S01E09 1080p H264 AAC WEB-DL-Phanteam
A Commentary by Luh_Fil

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-08-14
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Jeon Hye Jin"

"Choi Soo Young"

"Ahn Jae Wook"

"Park Sung Hoon"

"Not Others"

"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"

"Dalam drama ini hanyalah fiksi"

Kamar mandinya di sana.

Kamu bilang tidak akan ada orang di rumah.

- Milik siapa ini? - Milik kakakku.

Abaikan dia.

- Kamu punya kakak? - Ya.

Dia sangat jelek.

Siapa kamu?

Dia hanya perlu ke toilet.

Jangan beri tahu Ibu, Park Jin Hong.

Kamu mabuk?

Kakak tidak akan memberi tahu Ibu.

Jangan bawa sembarang orang ke rumah.

Kakak bahkan tidak punya teman untuk diajak kemari, Pecundang.

Kenapa kamu mabuk padahal kamu masih SMA?

Maaf, Jin Hong.

Aku akan datang lagi saat sudah sadar.

Aku tidak memintamu berkunjung lagi.

Kakak selalu sangat serius. Aku tidak tahan.

Hei. Ayo.

Jangan terlalu lama di luar.

Kamu juga. Cepatlah pulang.

Di luar berbahaya.

Benar. Baiklah.

Sampai jumpa, Jin Hong.

Park Ji Eun.

Boleh aku kembali besok?

Untuk apa? Ini sangat membosankan.

Ayolah. Menurutku itu menyenangkan.

"Episode 9, Antara Bibi dari Ibu dan Bibi dari Ayah"

Siapa kamu?

Siapa?

Lama tidak bertemu, Park Ji Eun.

Tunggu.

Kamu Kim Eun Mi?

Sedang apa kamu di sini?

Beraninya kamu masuk ke rumah orang yang kosong.

Jin Hong memberiku kodenya.

Apa?

Dasar kamu. Apa masalahmu dengan keluarga kami?

Lepaskan sebelum aku menjadi jahat.

Beraninya

orang sepertimu menghancurkan keluargaku?

Sial.

Kamu tidak pernah melawanku tanpa anak buahmu.

- Mau berkelahi hari ini? - Sial.

Haruskah kita menghancurkan rumah kakakmu?

Lepaskan, Berandal.

Lepaskan sebelum aku benar-benar memarahimu, Berandal!

- Kembali ke sini, Bodoh! - Kembali ke sini, Bodoh!

Kakak benar-benar sudah gila.

Kakak tidak berpikir, bukan?

Jika tahu, Kakak tidak akan melakukan ini

setelah memecah-belah keluarga.

Ji Eun.

Kami sudah berpikir keras sebelum memutuskan.

Terserah. Aku tidak akan menerima ini. Tidak akan pernah.

Lucu sekali.

Memangnya kenapa jika kamu tidak menerimanya?

Kakakmu dan aku sudah melakukannya,

dan dia membuatku melayang di lautan luas.

Apa? Kamu seharusnya malu.

Kenapa kamu banyak berubah?

Apa hidup sesulit itu bagimu?

Aku hampir tidak mengenalimu.

Tunggu sampai kamu punya anak dan lihat apa yang terjadi padamu.

Sepertinya kamu tidak punya.

Kamu punya anak?

- Berapa usianya? - Dia kelas tiga SMP.

Anak laki-laki di foto di kamar itu.

Ya, itu keponakanku, putra Ji Eun.

Benarkah?

Senang mengetahuinya. Usia putriku 29 tahun.

Kurasa kamu tidak tahu.

Tunggu.

Kalau begitu, saat kita SMA...

Astaga.

Kalian berdua benar-benar gila.

Astaga. Ini sulit dipercaya.

Kamu sudah mau pergi?

Datanglah lebih awal besok agar kita bisa bicara.

Besok pagi? Kakak harus ke mana?

Kita akan membuat kimchi di rumahku besok.

Benar juga.

Kakak sudah gila.

Kamu baik-baik saja?

Kamu bilang akan memutuskan hubungan dengan keluargamu.

Apa Ji Eun pengecualian?

Ji Eun banyak membantuku.

Maaf.

Aku tahu kalian tidak akur,

jadi, aku tidak bisa memberitahumu.

Aku ingin pulang. Antar aku.

Hei.

Kenapa kamu di sini?

Hai, Ibu sudah pulang.

- Halo. - Halo.

Jin Hong. Semoga berhasil besok.

Sampai jumpa lusa.

- Baiklah. Aku akan menelepon. - Tentu.

Ayo masuk.

Masuklah lebih dahulu, Bu.

Ada yang ingin kukatakan kepada Pak Jin Hong.

Tentang apa?

Ibu tidak perlu tahu. Pergilah.

Ada apa?

Katakan.

Apa yang kalian bicarakan?

Aku hanya meminta nomor teleponnya.

- Kamu dapat nomor teleponnya? - Ya.

Jangan beri tahu ibuku.

Pria yang kami tangkap sebelumnya

mungkin bukan pelaku sebenarnya.

Jika dia bukan pelakunya,

apa pria itu masih di luar sana?

Jadi, aku ingin

Anda mengawasinya dan menjaganya tetap aman.

Tentu saja harus.

Kamu tidak perlu memintaku.

Kamu yakin kita tidak perlu memberi tahu ibumu?

Jika dia mendengarnya,

dia tidak akan membiarkannya. Dia akan melakukan sesuatu.

Ya. Dia sangat mampu melakukan itu.

Lagi pula, ini rahasia yang hanya diketahui polisi.

Jadi, aku ingin Anda merahasiakannya.

Baiklah. Aku berjanji.

Aku akan merahasiakannya dan tetap dekat dengan ibumu.

Ibu.

Tetaplah dekat dengan Pak Jin Hong.

Mengerti? Jangan pernah menyimpang dari sisinya.

Di mana pun, kapan pun, tanpa akhir,

jangan pernah meninggalkannya dan tetap di sisinya, ya?

Ada apa denganmu?

Hei.

Ibu senggang besok. Ayo berbelanja.

Bagaimana jika Pak Jin Hong datang?

- Tidak akan. - Bagaimana jika dia datang?

Dia tidak bisa datang.

"7 Namchon-daero 2-gil"

Dia datang.

Masuklah.

Aku menelepon untuk bilang tidak bisa datang.

Ji Eun akan mengamuk.

Aku tidak bisa menahannya karena kamu lebih penting.

- Kamu merasa tidak nyaman? - Tentang apa?

Tentang aku dan Ji Eun.

Kamu terjebak di antaranya.

Bagiku sekarang,

tidak ada yang lebih penting di dunia ini daripada kamu.

Jadi, aku tidak mau kamu

mencemaskan aku

atau masalah yang mungkin kusebabkan.

Kamu masih terganggu?

Bahkan setelah ucapanku?

Baiklah.

Selama kamu baik-baik saja, aku tidak keberatan.

Aku percaya padamu.

Bicaralah padaku.

Kenapa Pak Kepala mengunjungi tersangka pembunuhan,

dan kenapa Kapten memesan kunjungan itu?

Bicaralah.

Kami dengar tersangka mengubah pernyataannya,

dan kami ingin memastikan faktanya.

Kenapa kamu melakukan itu?

Itu untuk dibuktikan pengacaranya.

Bisakah Anda menyelidikinya?

Kurasa tingginya tidak cocok dengan pria di rekaman kamera pengawas.

Aku mengerti kamu seperti ini

karena ibumu terlibat,

tapi Lee Na Kyung, mantan pacar yang dibunuh,

menuntutnya dua kali.

Atas pelecehan seksual, lalu penguntitan.

Selain itu, Lee Na Kyung

dibunuh saat dia dilindungi.

Mau dilihat dari mana pun,

dia tersangka utama dan dia bersalah.

Belum lagi dia menguntit dan menyerang ibumu

yang menyelamatkan Lee Na Kyung.

Dia mengakui itu.

Kenapa kamu diam saja?

Ada apa? Apa bawahanmu benar lagi,

dan kami harus memercayaimu?

Periksa rekamannya.

Kunjungan kami akan direkam.

"Tidak ada yang ingin kukatakan. Dengarkan saja rekamannya?"

Pak.

Jangan seperti ini, Kepala Eun.

Kamu ingin itu terulang lagi?

Kenapa membuatku melibatkanmu dalam hal ini?

Kurasa itu cukup, Pak.

"Kantor Polisi Wolsan"

Apa kata tersangka?

Kamu tidak bisa memberitahuku?

Dia bilang sudah bertemu pembunuh sebenarnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left