The first 183 lines.
800 TAHUN YANG LALU
Tidak!
Kakek, tolong!
Jangan nangis lagi,
monsternya sudah musnah.
Bukan begitu, kakek,
aku sedih karena merasa diriku begitu bodoh tidak dapat berbuat apa-apa,
hanya gadis kecil yang selalu dilindungi oleh kakek.
Aku pikir kamu ingin bilang apa.
Tidak ada yang salah dengan terus belajar
saat kakek masih dapat melindungimu.
Namun jangan lupa,
jika kami telah pergi,
akan menjadi tugasmu untuk melindungi
Idaten-idaten yang baru.
THE IDATEN DEITIES KNOW ONLY PEACE
THE IDATEN DEITIES KNOW ONLY PEACE
Selesai.
Kira-kira inilah kemampuan mereka.
Bagaimana?
Awalnya aku ingin menyangkal,
namun kemampuan mereka di luar dugaanku.
Oh? Masa iya, Jenderal Pisara?
Sepertinya aku sendiri dapat mengalahkan mereka.
Corey, jangan bawa ikan ke ruang meeting!
Namun aku sependapat denganmu,
masa kita perlu takut dengan anak ingusan
dan sembunyi-sembunyi seperti manusia biasa?
Bodoh sekali!
Mari kita segera hancurkan dunia ini!
Kamu bisa tenang tidak, Nept?
Jangan sampai aku membunuhmu!
Maaf.
Aku mengerti perasaan kalian.
Tetapi, biar aku jelaskan secara singkat.
Pertama-tama, yang merasa dapat mengalahkan dua orang ini, angkat tangan.
Hampir semuanya mengangkat tangan.
Selanjutnya, kalau anak ini bagaimana?
Kita umpamakan sekali lagi,
bagaimana kalau Idaten sehebat ini ada banyak?
Bagaimana lagi jika ada guru mereka yang berkali-kali lipat lebih hebat?
Nickel dan Brandy,
kelihatannya hanya sisa kalian berdua.
Ume, Wela, Baxter,
berapa banyak jumlah populasi manusia dan Iblis saat ini?
Iblis ada 364,
prajurit manusia ada 80 juta orang,
total populasi warga negara 220 juta orang.
Jumlah manusia bertambah dengan cepat,
kita dapat menggunakan tenaga kerja sesuka hati.
Masalahnya di jumlah Iblis,
hanya bertambah 365 selama 100 tahun, terlalu sedikit.
Kamu masih muda, kenapa tidak melahirkan lebih banyak lagi untuk menambah jumlah Iblis!
Bukan hanya itu,
kita tidak dapat lagi terus bersembunyi.
Karena mereka telah mengetahui tentang keberadaan kita.
Berarti kita harus segera menyerang.
Benar.
Sebenarnya beberapa hari lalu saat meledakkan diri,
aku telah menaruh transmiter di badan bocah itu.
Transmiter?
Benar.
Di badan Hayato terdapat sebuah transmiter saat kembali mengejar Doktor itu.
Entah rusak karena terbentur atau apa,
alat tersebut tidak dapat mencuri dengar apa pun.
Namun selama seminggu ini selalu berada di posisi ini,
dan beberapa hari yang lalu, sinyalnya menghilang.
Aku telah merusak fungsi pendengaran transmiter itu,
dan menempelkannya di badan Rin.
Namun alat itu hilang beberapa hari lalu.
Sepertinya dia telah menyadari sesuatu.
Mereka pasti akan segera mengirim pembunuh kemari.
Karena kita tidak mengetahui jumlah mereka,
maka kita hanya dapat mengeluarkan kartu terbaik.
Aku yakin pembunuh yang mereka utus
akan lebih hebat dari Hayato.
Rin tidak pernah meninggalkan lokasi segel,
hingga mereka pasti akan berhadapan dengan Rin.
Easley, Paula,
sudah waktunya latihan.
Baik.
Ayo.
Easley, tunggu sebentar.
Kamu berniat membuat semua musuh berhadapan dengan Rin?
Bagaimana kalau Rin sampai kalah?
Kamu telah seminggu di sini,
menurutmu Rin dapat dikalahkan semudah itu?
Memang tidak…
Namun…
Lagi pula, Paula,
jika Rin saja sampai kalah,
maka kita sudah pasti kalah dalam peperangan ini.
Kalau begitu, utus kamu saja.
-Nickel. -Siap!
Nenek busuk…
Dari bawah…
Kamu terlalu naif, Haya...
Paula?
Aku di sini, Nenek busuk!
Bagaimana, Nenek busuk?
Aku belum pernah terpukul selama 200 tahun.
Baiklah, Easley.
Ada taktik lain lagi?
Sialan!
Tendanganku seperti tidak ada rasanya.
Sejak awal kita tidak mungkin menang.
Baiklah, aku berangkat.
Apa yang terjadi?
Hanya empat orang? Sedikit sekali.
Si… Siapa dia?
-Dia manusia? -Kabur ya?
Tapi perasaan ini, seperti...
Iblis yang memakai kulit manusia!
Hei, kamu ini siapa?
Dilihat dari pakaianmu, sepertinya rekan kakek itu?
Apa yang manusia lakukan di sini…
-Bunuh satu dulu. -Kamu…
Kenapa tiba-tiba menyerang perutku!
Aneh...
Benar juga…
Serangan seperti ini tidak cukup membunuh kalian.
Kalau begitu kita lihat
serangan seperti apa yang dapat mematikan kalian.
Jangan remehkan aku!
Baiklah,
sejauh apa sampai dapat membunuhmu?
Atau kamu sudah tidak sanggup lagi?
Muncul seorang manusia yang aneh.
Mulai sekarang, aku akan jadi lawanmu.
Ternyata begitu, kamu ketua mereka.
Sebentar, Nenek busuk,
kamu diam saja,
dia adalah lawanku...
Easley,
bawa Hayato dan Paula pergi dari sini.
Baik.
Menggenaskan sekali.
Rin, kamu harus berhati-hati.
Dia bukan manusia,
namun Iblis.
Apa kamu bilang?
Jangan lihat ke sana kemari!
Kedua tanganmu dijulur begitu panjang,
enggak berniat terima seranganku?
Cepat sekali!
Tidak bisa gunakan serangan jarak jauh.
Kalau begitu…
Baiklah.
Aku ratakan kamu!
Kamu… Sudah cukup!
Kedua tanganmu tidak dapat lagi digunakan,
apa yang dapat kamu lakukan dengan kaki…
Apa...
Kenapa kembali seperti semula?
Sulit untuk dipercaya,
dia dapat bertarung imbang dengan Rin.
Easley, kenapa kita berhenti di sini?
Kenapa tidak pergi lebih jauh lagi?
Jangan.
Di sini masih berada dalam jangkauan Rin,
lebih jauh lagi akan berbahaya.
Dasar kacamata busuk! Penilaiannya tepat sekali.
Jika ditembak dari sini dan menimbulkan longsor,
mereka akan dapat kabur dengan selamat.
Lagi pula, tidak disangka ada yang dapat berhadapan langsung dengan Nickel...
Walaupun telah menembus tenggorokan, tetap saja kembali seperti semula.
Merepotkan sekali!
Sekarang aku mengerti kenapa Pisara bilang sulit.
Sebentar, aku ada pertanyaan.
Kamu ini makhluk apa?
Aku enggak ngerti kenapa kamu menanyakan ini?
Aku ini Iblis.
Memangnya kamu pikir aku manusia?
Iya.
800 tahun lalu, aku telah banyak melihat Iblis.
Dan dari semua yang pernah kulihat,
tidak ada yang dapat berbicara dan memiliki kecerdasan,
apalagi memiliki paras seperti kamu.
Jadi maksudnya, Iblis itu seharusnya seperti monster yang tidak memiliki kecerdasan itu?
Dengan kata lain, Doktor itu...
Ada yang memberikan kecerdasan dan paras manusia pada kami.
Kakak pasti juga mengetahui hal ini.
Nama dari Raja Iblis kami yang hebat adalah
No comments yet. Be the first to leave one.