The first 200 lines.
Di sini.
Bantu aku membawa siputnya, oke?
Punggungku sakit.
Kembalilah nanti. Kami akan membawanya ke pasar.
Sekitar jam 8 pagi.
Aku akan membayarmu nanti, setelah aku menjual semuanya.
Gabo bilang kau belum membayar tagihanmu selama seminggu.
Jangan khawatir, aku akan membayarmu. Beritahu Gabo, aku akan membayarnya juga.
Untung anakmu cantik.
Tentu saja dia cantik, dia mirip denganku.
Rosa, ada apa itu?
Kembali lagi nanti, oke?
Tolong beritahu Iris aku akan merayunya.
- Ada apa itu? - Bukan apa-apa.
Kubilang aku akan membayarnya nanti, setelah aku menjual semua ini.
- Di mana Iris? - Di dalam.
- Masuklah! - Bisa kau membawa semuanya?
- Ya. Aku bisa. - Oke.
- Bene? - Ya?
Tidak ada orang lainkah yang bisa kau pinjam?
Aku kehabisan uang untuk beli bekicot yang kita jual.
Tidak seorang pun.
Kita bahkan belum membayar 21 ribu yang kita pinjam dari Paul.
Aku belum membayar barang yang kupinjam juga.
Bene, aku mengalami kesulitan.
Apa yang kau mau kulakukan?
Kau mau aku kembali jadi pengemudi sepeda roda tiga?
Tidak bisakah kau lihat situasiku?
Bagaimana jika kita menjual tanah?
Aku sudah melakukan segala macam doa.
Melihat ke atas.
Melihat ke bawah.
Berlutut. Berbaring.
Menghadap ke bawah!
Cobalah berdoa dengan kaki terbuka, mungkin kau akan didengar.
Bene!
Apa itu?
Tetap di sini.
Berengsek!
Berengsek!
- Tetap di sini. - Bene!
- Apa itu? - Tetaplah di sini, jangan keluar.
Terima kasih Tuhan.
Surga mengirim sesuatu.
Hey!
Ada masalah apa?
Kupikir suara tembakan senjata.
Bannya kempes.
Sayang sekali!
Itu apes.
Dari semua tempat, kau mengalami ban kempes di tempat kami.
Bagaimana kalau kau melepas banmu?
Aku akan membantumu memperbaikinya. Aku punya toko vulkanisir.
- Oke. - Aku akan menunggumu.
- Bawa banmu dan ikuti aku. - Oke.
- Oke. - Aku akan menunggu di sini.
Di sini.
Bannya kempes.
Aku akan memperbaikinya.
Ayo, ke sini.
- Dia sangat tampan. - Bu!
- Aku akan memberitahu ayah. - Hey!
Mandi, sudah jam 7 pagi.
Berikan itu.
Tapi, dia sungguh tampan.
Mandi. Cepat!
Paku besar menyebabkan ini!
- Aku baru membelinya minggu lalu. - Ya, ini terlihat baru.
Ban-mu jadi tidak perawan!
Lihat, besar sekali!
Bisa kau melakukannya dengan cepat?
Ya, ini akan cepat.
Tahukah kau, dulu aku punya sepeda roda tiga.
Aku sedang membawa penumpang
saat truk besar menabrakku.
Dan mematahkan kakiku.
Saat aku bicara dengan perusahaan truk,
mereka membayarku 300 ribu tapi...
Sudah habis sekarang. Itu sudah lama sekali.
Jadi, aku membuka toko vulkanisir. saat pemerintah memperbaiki jalan di sini.
Aku punya lebih sedikit pelanggan.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
- Kau sudah selesai? - Ya.
Ini.
Simpan ini sebagai kenang-kenangan.
Ayo, bawa ini.
- Ayo. - Ayo.
Kakiku sakit.
Fiuh!
Jadi bagus kelihatnya. Jadi seperti baru.
Jangan sampai tertusuk lagi.
- Oke. - Kenapa?
Ini.
Terima kasih, bos.
Ambil ini juga.
- Bos, ini banyak sekali. - Tidak.
- Tidak apa-apa. - Terima kasih. Terima kasih.
- Siapa namamu? - Bene.
Oke.
- Baiklah, Benny. Terima kasih. - Terima kasih.
Berhati-hatilah, oke?
Oke.
Hati-hati di jalan.
Lihat!
Dia memberiku tiga ribu. Dia tidak tahu kalau aku menaruh paku di sana.
Lihat! Sekarang aku punya uang untuk membeli siputku.
- Kau luar biasa! - Ini, dua untukku, satu untukmu.
Oke baiklah.
Perawan...
Hey!
Apa?
Aku punya kabar baik, Iris.
Apa kabar baiknya?
Aku sudah kehilangan keperawananku.
Benarkah?
Kau tidak perawan lagi?
Aku baru saja ngeseks!
Baru saja.
Dengan siapa?
Robert.
Saat nenekku tidur, aku keluar.
Dia masih terjaga sampai dini hari.
Dia biasa tidur di pagi hari.
Itu jadwal jam kerjanya online.
Aku tahu dia menginginkanku.
Aku juga menginginkannya.
Aku sangat mau ngeseks dengannya.
Apa ini?
Apa? Ini Playtime.
Ajari aku cara memainkan ini.
Lihat! Kita dapat putaran gratis.
Kali delapan!
Ya Tuhan!
Ini dia!
Luar biasa!
Itu mudah.
Itu permainan scatter yang sedang tren?
Selain Gcash dan Maya.
Kau mau aku mengentotimu?
Siap?
Kupikir aku akan jadi gila! Dia sangat nikmat!
Kau melebih-lebihkan!
Tidak, itu benar!
Aku benar-benar berpikir aku akan jadi gila!
Sakit?
Ya, memang begitu pertama kalinya.
Karena penisnya besar sekali, seperti terong.
Tapi...
Nikmat sekali!
Sangat memuaskan!
Dia biasanya hanya menyentuhku.
Tapi setelah itu, kami ngeseks.
Kau harus mencobanya juga!
Dengan siapa?
Dengan Jimbo!
Tidak!
Aku masih punya mimpi.
Jangan konyol. Kau tidak akan hamil!
Kau hanya akan kehilangan keperawananmu.
Aku tidak mau! Aku baik-baik saja!
Pilih saja!
Aku tidak mau melakukannya! Aku baik-baik saja.
Terima kasih.
- Telur puyuhmu di sini. - Makan dulu.
- Wow, siputnya terlihat segar sekali. - Istirahatlah, Iris.
Iris, kapan kau mengizinkanku mencicipi siputmu?
Ini! Aku mengemas ini untukmu!
Makanlah semua siputku sampai kau muak.
Kenapa ini?
Kehilangan keperawananmu!
Mustahil. Bukan dengannya.
Lalu pada siapa?
Tadi pagi ada seorang lelaki yang mampir ke rumah kami.
Lalu?
Dia sangat tampan.
Ban mobilnya kempes karena paku di jalan.
Lalu?
Tapi Ayahku yang menebarkan paku di jalan.
Tapi dia meminta Ayah memperbaiki bannya.
Tahukah berapa banyak yang dia berikan?
Berapa?
Tiga ribu!
Tiga ribu?
Jadi, menurutku dia kaya.
Dan dia terlihat baik.
Jadi, Rosa?
Aku sudah bilang. Langit akan menjawab doamu.
Tiga ribu?
Itu tak seberapa!
Kenapa? Berapa banyak yang kau minta?
Untuk mengeluarkan kami dari kemiskinan.
Aku tidak mau menjual bekicot lagi! Bahkan ikan!
Aku tidak mau menjadi pedagang di pasar lagi!
Ada orang di rumah?
Dia di sini. Dia kembali!
- Siapa? - Tiga ribu!
Siapa?
Tiga ribu sudah kembali.
Selamat malam!
Selamat malam. Masuk!
No comments yet. Be the first to leave one.