Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E46
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 72
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Nanti mau ke mana?

Aku ingin nonton ke bioskop.

Atau minum di café. Atau berjalan terus seperti ini, juga bagus.

Ada orang?/ Tak ada orang.

Untung tak ada orang.

Jika tidak, Dao Ming-si dari F4 terpeleset di jalan dan dilihat orang,

...pasti mati ditertawakan orang./ Kamu baru tahu.

Gara-gara kamu./ Aku juga tak sengaja.

Pakai sepatu seperti ini bagaimana tak terpeleset?

Orang yang seceroboh kamu,

...aku tak tahu bagaimana kamu bisa hidup sampai hari ini.

Ayo jalan.

Ke mana?/ Bisa ke mana lagi!

Ingin sekali nonton bioskop dan ke café.

Bawa kamu pergi beli sepatu.

Mau apa ini?/ Naiklah, mau apa.

Mau terus terpeleset?

Kamu begitu berat, aku tak sanggup memapahmu.

Ambil.

Mau menjagamu seumur hidup, aku akan sangat repot.

Kamu jangan...

Shan-cai.

Sudah lama tak melihatmu.

Mari aku lihat, sini.

Benar-benar makin cantik.

Ternyata kamu beli sepatu di tempat seperti ini.

Tentu. Dari SD Shan-cai sudah mulai memakai sepatu kami.

Dia hampir menjadi juru bicara sepatu kami.

Pantas begitu...

Shan-cai, yang di rak itu sedang diskon semua.

Yang sebelah ini adalah model baru.

Lihatlah kamu mau yang mana.

Beri dia yang terbaik.

Pacar? Baik sekali padamu.

Kuambilkan sepasang untuk kamu coba.

Bagus sekali. Seakan memang tumbuh dari kakinya.

Bagus?

Bagus bukan kepalang.

Jangan tersenyum bodoh. Nanti ikut aku pulang ke rumah.

Buat apa ke rumahmu?

Janga kira kamu mau lamar aku, lantas bisa berbuat seenaknya.

Nanti bibi Yu akan membantumu mengukur baju pengantin.

Pikirmu apa!

Tak lihat tubuhmu itu, orang normal takkan tertarik padamu./ Sialan!

Shan-cai, akhirnya kamu datang.

Belakangan ini kamu makan banyak. Yang harus montok sudah mulai montok.

Bibi Yu, maksud bibi ingin bilang aku ini berubah gendut?

Tidak. Lihat semangatmu sangat bagus, wajah juga sangat segar.

Bibi pasti buatkan baju pengantin terbaik untukmu.

Baik nanti di acara tunangan maupun pernikahan,

...kamu akan menjadi titik fokus yang paling memukau./ Terima kasih, Bibi Yu.

Aku percaya dengan keahlian Bibi./ Bibi berharap kamu bisa lekas kemari.

Bibi suka suasana rumah ini karena ada kamu.

Nanti aku akan belajar baik-baik tentang peraturan di keluarga ini.

Aku harus minta banyak bimbingan dari Bibi.

Bibi malah harus berterima kasih padamu.

Karena hanya kamu yang bisa mendidiknya.

Oh ya, hari sudah malam. Setelah makan malam, tinggallah di sini.

Malam ini kamu tinggal bersama dengan A Si.

Bibi Yu, kamu sungguh orang tua yang suka bicara sesuatu yang berbau privasi.

Bukankah ini hal yang alami? Buat apa kamu malu?

Oh ya, kelak tak boleh sebut aku orang tua.

Dasar anak beruang ini.

Urusan kalian sudah selesai belum?/ Sudah.

A Si, kamu sudah boleh membawanya pergi.

Ikut aku./ Ada apa ini?

Jangan banyak omong! Ayo.

Kalian...

Kalian bersekongkol?

Xi-men.

Aku punya kado untukmu.

Kado yang istimewa?

Tak bisa dikatakan begitu.

Aku hanya ingin bersamamu makan ini.

Kue tart.

Ini enak sekali.

Kalian para gadis sungguh suka makan makanan seperti ini./ Kalian?

Xiao-geng juga suka.

Kenapa? Jadi tak gembira?

Tidak. Membanding-bandingkan diri dengan mantan adalah hal paling tak berarti.

Sekarang ini adalah pertemuan periodik kita.

Sekarang yang makan kue bersama adalah kita.

Dulu aku tak suka makanan manis. Tapi karena suka padamu, aku akan coba.

Kue tart ibarat seperti kita, manis namun tidak membosankan.

Kalau kamu? Apa ada kado untukku?

Tidak ada.

Bukan, aku bukan bermaksud minta. Bukan itu maksudku.

Aku sudah senang hari ini bisa bersamamu.

Baik.

Xiao-you, ini kencan pertama saat kita mulai jadi pacar.

Kuharap ini akan jadi kenangan istimewa./ Ini sudah sangat istimewa.

Aku takkan melupakan malam ini. Karena aku bersamamu.

Xi-men, kamu kenapa? Wajahmu terlihat aneh.

Ayahku mengirimiku pesan. Dia minta aku meneleponnya.

Tunggu aku sebentar di sini. Setelah selesai telepon aku akan kemari.

Halo./ Chen Qing-he.

Mengapa lampunya belum nyala?/ Belumkah?

Mungkin koneksi yang buruk atau kabel listrik putus.

Kabel listrik putus?/ Tidak...

Aku salah lihat... Harusnya tak masalah.

Sambungkan alat kontrol ke sakelar.

Kemudian dari tingkat 36 hingga 16 hanya dibuka 3 unit.

Dari tingkat 26 ke atas hanya dibuka 4 unit.

40 tingkat ke atas, kurangi kiri dan kanan, yang tengah hidupkan semua.

Terakhir set waktu. Selesai. Apakah begitu sulit?

Hal kecil saja tak bisa ingat dengan baik. Jadi F4 apa kamu!

Chen Qing-he, dengar.

Hari ini kencanku Yan Xi-men sebagai pacar sempurna dibuat kacau olehmu.

Dasar bodoh.

Xi-men, kamu terlihat aneh. Kamu baik-baik saja?/ Ya.

Sudah mereka selesaikan.

Bagus jika baik-baik saja.

Hal kecil seperti ini saja aku tak bisa melakukannya dengan baik.

Mana yang bermasalah ya?

Aku tahu.

Pasti diam-diam Tuhan tak berkehendak mewujudkan keinginan Xi-men.

Mereka itu sepasang kekasih.

Apanya yang terwujud atau tidak.

Di sana ada yang jual bunga. Aku beli.

Xi-men, tak usah.

Kencan hari ini sudah membuatku sangat senang.

Aku tak pernah menyangka aku akan sebahagia ini.

Apalagi bisa bergandengan tangan denganmu, aku sudah sangat puas.

Sungguh.

Xiao-you./ Ya Tuhan.

Xi-men, cepat lihat.

Cantik sekali.

Ini pasti dibuat oleh seorang lelaki romantis untuk pacarnya.

Sungguh kreatif.

Hatinya sungguh cermat.

Indah sekali.

Sungguh romantis.

Benar-benar Xi-men!

Xi-men, tak apa.

Meski hari ini tak ada kado darimu untukku,

...tapi kita bisa melihat pemandangan yang begitu romantis.

Anggap saja kita menumpang berkah dari orang lain. Alangkah beruntungnya.

Menumpang berkah?

Ayo kita foto bersama.

Menyandar di bahu dan memeluk senyuman, sambil duduk di samping bulan

Impian yang sejauh apapun, terukir namaku dan namamu sayang

Melihat bintang, menghitung meteor

Membuat doa tentang aku dan kamu

Dalam sekejap mata terlangkah dengan lebar

Menghitung meteor dengan bintang

Menggoresnya jadi sebuah hati

Bayangan sinar terindah di antara keabadian

Melihat bintang, menghitung meteor

Membuat doa tentang aku dan kamu

Melangkah lebar dalam sekejap mata

Menghitung meteor dengan bintang

Menggoresnya jadi sebuah hati

Bayangan sinar terindah di antara keabadian

Tak ada satu detik pun yang tidak romantis

Malam memukau dengan bintang berjatuhan dengan sinarnya yang menyilaukan

Saat bintang menghitung meteor, untuk aku dan kamu yang lebih baik

Melangkah bahagia di atas kumparan awan

Jangan buka mata.

Tiga.

Dua.

Satu.

Kejutan.

Indah sekali.

Bagaimana?

Masih ingat dulu saat kita melihat hujan meteor bersama?

Aku menemukannya. Cepat lihat kemari.

Lihat apa?/ Cepat.

Sudah lihat?

Sungguh indah sekali.

Alangkah bagusnya jika tiap hari bisa melihatnya.

Atau pejamkan matamu dan berdoa.

Mungkin doamu akan langsung terkabul.

Kalau tak coba, mana tahu.

Baik.

Kado ini memiliki arti spesial.

Karena aku bersedia menukarkan semua meteor di langit untuk mendapatkan kamu.

Sebelum menikah, aku ingin meninggalkan kenangan terindah untukmu.

Dasar super jahat.

Kenapa dibilang begitu?/ Kupastikan seumur hidup ini aku takkan lupa.

Berarti seumur hidup ini aku hanya bisa mengikutimu.

Kalau tidak, kamu mau ikut siapa? Kamu hanya bisa mengikutiku.

Aku bersusah payah untuk hidup kembali.

Kita tak boleh menyia-nyiakan niat baik Tuhan.

Ingat kebaikanku padamu. Aku akan menuruti semua ucapanmu.

Baik sekali.

Tentu. Di dunia ini tak ada makan siang yang gratis.

Semua keuntungan yang didapat pasti ada syaratnya.

Sudah kuduga. Apa syaratnya?

Syaratnya...

...sisa hidupmu harus diikat bersama aku.

Kamu tahu? Ini saat aku paling bahagia sepanjang hidupku ini.

Aku mengerti cinta yang aku inginkan bisa memanjakanku

Seperti anak kecil Hanya tahu berulah di pelukanmu

Cinta yang kamu inginkan tidak hanya sebagai sandaran

Harus seperti laki-laki dewasa Tahan menghadapi semua cobaan

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left