Arwah Noni Belanda

Arwah Noni Belanda

Download Indonesian Subtitle

Release info

Arwah Noni Belanda 2019 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-12-09
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

di mimpi dan kenyataan.

Semua membuatku jadi gila.

Rasanya ingin minggat saja dari rumah ini.

Namun aku tidak bisa pergi begitu saja.

Ini rumahku, dan aku bekerja keras untuk mendapatkannya.

Aku ingin mengakhirinya. Hantu itu ingin aku pergi dari sini.

Tapi tak ada yang boleh mempermainkanku. Tidak satu hal pun.

Siapapun, termasuk Hantu Hellen.

Meski dia mencoba menyakitiku.

Sudahi ini sekarang juga!

Demi Tuhan di surga!

Hei.

Hei!

Kau pikir kau bisa menyentuhku?

Semoga kau terbakar di neraka!

KISAH DARI HELLEN VAN STOLCH, 1834

Sampailah Hansel dan Gretel di sebuah rumah.

Yang terbuat dari cokelat

permen

dan manisan.

Lalu mereka diam-diam masuk ke dalam rumah itu.

Dan ternyata

rumah itu

adalah rumah seorang Nenek Sihir jahat.

Hansel dan Gretel ditangkap.

Mereka dimasukkan ke dalam sangkar besi yang mengerikan.

Dikasih makan, makanannya enak-enak.

Supaya badan mereka cepet gemuk.

Tapi, karena untuk jadi santapan Nenek itu.

Setiap nenek itu mau megang tubuh keduanya

mereka dengan pintarnya menyodorkan tulang.

Sehingga Nenek yang rabun itu

berpikir

Ih, tubuh dua anak ini masih terlalu kurus untuk saya makan.

Lalu

Di dalamnya ada surat yang sudah di translate.

Itu akan menjadi ide tulisan kamu.

Berikut surat kontrak dan DP untuk kamu, Sarah.

Kalo kamu setuju, silakan kamu tanda tangani.

Nah, ini fasilitas yang dikasih Pak Kasman.

Emily, Emily tunggu!

Emily.

Emily.

Ma, amel main dulu ya?

Ya udah, tapi jangan jauh-jauh.

- Ma. - Emily!

Kok ngagetin mama aja sih.

Kenapa, Sayang?

Ma, amel mau main piano ya?

Liat kamar kamu aja yuk.

Ini kamar kamu, Emily.

- Bagus ya? - Iya Ma, bagus.

Emily, ini buku-buku mau taruh di mana?

Emily?

Emily.

Emily?

Emily?

- Ma. - Kamu ngeliatin apa sih?

Nggak, Ma.

Ayo gowes lagi, ayo gowes lagi ya, Sayang.

Ayo lagi ya. Ayo gowes, Emily. Ayo.

Hei, dia pembunuhnya.

Sialan! Tangkap dan gantung dia sekarang!

Tolong saya! Tuan Jacob!

Tolong saya!

Tuan Jacob!

Tolong!

Hai.

- Ngapain sih kamu? - Nggak, ini lagi ngeliatin foto.

Kemarin kan beres-beres gudang, terus nemuin foto-foto ini.

Fotonya sih seusia nenek kita ini. Tua banget.

Iya.

Ini lagi?

Yang, aku ada rapat mendadak hari ini.

Kalo misalnya rapatnya lancar, aku berangkat ke Bali, sore.

- Berapa lama? - Belum tau sih.

Doain aja semoga lancar.

- Yaudah aku berangkat ya. - Iya.

Hati-hati ya Pa, ya.

- Bye. - Aku berangkat ya Sayang, ya.

- Dadah. Hati-hati. - Assalamualaikum.

- Bye. Dadah dong. - Wa alaikum salam.

Dadah.

Mama!

Mama!

Emily!

Nak!

- Emily! - Mama!

Kenapa, Nak? Ini mama, Nak.

Kenapa kamu nangis? Emily?

Mama!

Mama!

- Selamat pagi, Tuan Jacob. - Selamat pagi, Tuan Johan.

Cuacanya cerah sekali hari ini.

Ya, Tuan Johan. Ini hadiah Tuhan.

- Silakan duduk, Tuan Johan. - Terima kasih.

Badriyah.

- Satu gelas kopi untuk Tuan Johan. - Baik, Tuan.

Badriyah, biar Hellen yang mengantar kopinya.

Baik, Tuan.

Cara mereka masuk ruangan sangat berbeda dengan kita, ya?

Iya aku tau, Tuan Jacob.

Mereka punya jalan masuk sendiri.

Lalu, bagaimana dengan perkebunanmu, Tuan?

Berjalan dengan baik?

Kadang baik, kadang tidak.

Namun semuanya baik, Tuan Johan.

Menurutku perkebunanmu seharusnya berjalan dengan baik.

Gubernur Van Den Bosch baru saja menegakkan suatu sistem.

Yang disebut Kultuur Stelsel di Jawa.

Semua orang di Jawa harus membayar pajak

dalam bentuk rempah kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Lalu, mereka akan mengirim rempah-rempahnya ke Belanda

dan menjualnya ke Amerika dan Eropa.

Ini kopimu, Tuan Johan.

Terima kasih.

Ma.

Ma, amel nggak bisa tidur.

Ya udah malam ini Emily bobo sama mama ya.

- Semuanya baik, Tuan? - Semuanya baik-baik saja.

- Silakan duduk. - Terima kasih.

Kau ke sini untuk membicarakan Kultuur Stelsel lagi?

Tidak, Tuan Jacob.

Maafkan aku.

Aku ingin menikahi anak perempuanmu.

Hellen. Hellen Van Stolch.

Aku ingin dia menjadi istriku

dan tinggal denganku di sini, di Batavia.

Sebenarnya, aku ingin dia menikah secepatnya.

Lebih cepat, lebih baik.

Siapa kamu sebenarnya?

Tante.

Emily.

Emily?

Ma.

Emily main sama siapa?

Nggak Ma, amel nggak main, nggak main sama siapa-siapa kok.

Tadi ketawa-ketawa.

Nggak.

Yaudah mama tunggu Emily di bawah ya.

Tante?

Ma.

Ma, Mama kenapa?

Ma.

- Mama kenapa sih? - Mama nggak pa-pa, yuk.

Aku ingin dia menjadi istriku

dan tinggal denganku di sini, di Batavia.

- Ma. - Emily.

- Ma, amel tidur sama Mama ya? - Kamu ngagetin mama aja.

Ayuk.

- Tapi Mama nanti dongengin amel ya. - Udah malam Nak, bobo.

- Dongengin ya? - Emily, udah malem, bobo.

Ayo Emily pinter sini, ayo.

Good night.

- Ma. - Iya?

Mama kok nggak nulis lagi sih?

Kan Amel lagi sakit.

Jadi mama jagain Amel dulu.

Amel sehat kok, Ma.

- Ma. - Iya?

Apakah kita boleh masuk ke rumah orang

tapi tanpa seizin pemilik rumahnya?

Ya nggak boleh dong.

Kita harus minta izin dulu sama pemilik rumah.

Baru deh kita masuk.

Itupun kalo boleh masuk.

Kalo gitu pantes aja dong,

Hansel sama Gretel dikurung sama nenek sihir.

Karena mereka masuk ke rumah Nenek Sihir

tapi tanpa seizin Nenek Sihir.

Penyusup harus dihukum.

Kok Amel bisa ngomong kayak gitu?

Denger dari mana?

Kata Tante.

Mama masuk rumah ini

udah dapet izin belum dari pemilik rumah ini?

Kita bukan Hansel dan Gretel, 'kan Ma?

Selamat siang, Tuan Johan.

Hellen.

Tuan Johan?

Bagaimana jika kita duduk?

Terima kasih.

Tuan Johan.

Apa ada yang bisa aku bantu?

Ya, Hellen.

Aku dengar dari ayahmu

Emily.

Kamu bukannya lagi bobo?

Tadi Tante ngajak Amel main piano.

- Tante? - Iya, Ma.

Tante siapa?

Tante, Ma.

Hei ini aku, hei!

Ini aku.

Semenjak kamu pergi

banyak kejadian aneh.

Rasanya ada yang nggak beres dengan rumah ini.

Aku dan Emily sering diganggu

suara aneh.

Aku mimpi, mimpi aneh.

Arwah Noni Belanda subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Arwah Noni Belanda

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left