Perfect Days

Perfect Days

Download Indonesian Subtitle

Release info

Perfect Days 2023 AMZN WEB-DL DDP5 1-FLUX
A Commentary by MonoProbe

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2024-03-20
Downloads: 658
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo.

Maaf. Jalanan macet hari ini.

Aku tidak suka sif pagi pertama.

Banyak yang muntah sembarangan.

Seperti waktu itu di Taman Nanago Dori.

Di Hatagaya.

Waktu itu sungguh merepotkan.

Ada orang yang lama sekali keluarnya.

Level merepotkannya delapan dari sepuluh!

Apa kau mendengarkan?

Hirayama, tak perlu berlebihan. Nanti juga kotor lagi.

Ibu!

Ada apa?

Kau bersama ibumu?

Kau akan baik-baik saja.

Yosuke?

Yosuke?

Ibu mencarimu!

Kau ke mana saja?

Ibu dari tadi mencarimu!

Ibu sudah bilang jangan main jauh-jauh.

Ibu sudah mencari ke seluruh taman.

Maaf ya, Sayang.

Sekarang dia menangis juga.

Maafkan ibu.

Sekarang sudah tidak apa-apa.

Bagaimana cara memakainya?

Terima kasih banyak.

-Halo. -Halo.

Selamat datang kembali!

Kau sudah bekerja keras!

Bagus! Dia memukulnya!

Masuk 'kan?

Masuk! Lihat itu?

Hei, apa yang kau lakukan?

Membeli skor dengan uang?

Memangnya apa yang seru kalau begitu?

Kat! Mundur!

Dengar, ya.

Hormatilah tim olahraga atau agama orang lain. Sini tanganmu.

Kembalilah. Sudah cukup.

Mereka bermain kotor,

mengambil pemain bagus dari tim lain.

Astaga!

Aya! Kau datang!

Aku senang kau datang! Sepuluh dari sepuluh!

Tunggu sebentar. Ini yang terakhir.

Sebentar lagi selesai, tunggu.

Ternyata kau bisa cepat juga.

Pacarku menunggu. Aku selesai habis ini.

Yang benar saja? Maaf, ya. Tunggu sebentar.

Ayolah!

Hirayama, boleh aku pinjam mobilmu?

Aku tak bisa melewatkan malam ini. Tolong, Hirayama!

Aku mohon!

Ayolah, aku mohon.

Dia Hirayama, seniorku di tempat kerja.

Seorang pekerja giat, tapi pendiam.

Aku hampir tak tahu suaranya aslinya.

Hirayama, ini Aya.

Dia nilainya sepuluh, kan?

Berhentilah mengatakan itu.

Ini boleh diputar?

Jadi, Hirayama...

-Aku suka suaranya. -Sungguh?

Smith?

Namanya pasaran.

Hirayama,

apa kau menyukai pekerjaan ini?

Kau punya peralatanmu sendiri,

Bagaimana kau bisa begitu serius di pekerjaan seperti ini?

Tidak perlu dijawab tidak apa-apa.

Aku hanya penasaran.

Orang ini aneh.

Anehnya sembilan dari sepuluh.

Aku suka mendengarkan kaset pita.

Ya, kaset pita memang bagus!

Ini pertama kali aku mendengarnya.

Pengalaman pertama memang terbaik!

Turunkan aku di sana.

-Kita tidak jadi jalan? -Ada jam kerja tambahan di bar.

Kalau kau mampir, kita bisa bersama semalaman.

Aku belum gajian.

Hirayama, ini masalah penting bagiku.

Sial! Kalau punya uang, masalah ini bisa kuatasi.

Tak bisa jatuh cinta tanpa uang? Ada apa dengan dunia ini?

Ada yang salah dengan generasi ini.

Hei, ini bisa laku berapa?

Kau tak penasaran?

Aku hanya bertanya.

Analog sedang naik daun. Mungkin harganya tinggi.

Aku ingin tahu saja. Aku tahu tempat bagus di Shimokita.

Tempatnya jauh dari rumahku.

Tak akan sampai 30 menit. Aduh!

Sekitar sini...

Di sini. Ini tempatnya.

Permisi.

Selamat datang.

Permisi, ini harganya berapa?

Ini barang langka, Lou Reed.

-Seratus dua puluh dolar. -Sungguh?

-Yang ini 80 dolar. -Sungguh?

-Di mana kau menemukan ini? -Ini milik seniorku.

Yang ini 40 dolar.

Sungguh?

Yang ini bisa sampai 60 dolar. Ini semua dihargai cukup tinggi.

Kurang lebih segini.

Astaga!

Ini luar biasa, Hirayama! Ayo kita jual ini!

Semuanya kami terima. Kaset sedang populer.

Terutama dari tahun 70-an atau 80-an.

Kita harus menjualnya, seluruh koleksimu.

Satu kaset ini harganya 120 dolar!

Kapan lagi akan kau jual?

Baiklah. Satu saja. Ayo jual satu saja.

Lalu aku bisa menemui Aya di bar. Malam ini sangat penting bagiku.

Malam ini malam yang penting!

Jika aku kehilangan kesempatan ini...

Memangnya tak boleh jatuh cinta kalau tak punya uang?

Sungguh?

Terima kasih banyak!

Kau menyelamatkanku! Aku pergi dulu.

Hirayama, kau memang terbaik!

Terima kasih sudah mampir.

Selamat malam.

Terima kasih!

Hirayama.

Kurasa aku tak bisa mengejar Aya. Peluangku dua dari sepuluh.

Namun, bukan berarti aku menyerah.

Hirayama.

Kau belum menikah, 'kan?

Hidup sendiri di usiamu,

apa tidak kesepian?

Takashi!

-Hei, kau! -Takashi!

-Lama tak jumpa. -Takashi!

Apa kabarmu?

Sebenarnya, aku sedang mencarimu.

-Sungguh? -Ya.

Oh, Hirayama, ini Dera. Teman masa kecilku.

Dia menyukai telingaku.

-Selalu begini setiap dia melihatku. -Takashi!

Dia selalu mengejarku. Nilanya sepuluh.

Dera pikir, telingaku ini temannya,

dan aku hanyalah bonus. Ya 'kan?

-Ya. -Benar, ya?

Benar!

Betul sekali!

Halo!

Aku ingin mengembalikan ini.

Ini.

Aku boleh mendengarkannya lagi?

Terima kasih.

Takashi bilang sesuatu padamu?

Selamat datang kembali.

Kau sudah bekerja keras!

Halo.

Halo.

Terima kasih.

1 DOLAR PER BUKU

Aya Koda, dia seharusnya lebih terkenal.

Meski dia menggunakan bahasa yang sama, tulisannya memang istimewa.

Selamat malam, Hirayama.

Seperti biasa?

Kau sedang membaca buku apa?

Aya Koda, "Pohon".

Sebuah esai?

-Kau pernah baca? -Tidak.

Kau memang seorang intelektual.

Itu tidak benar.

Silakan.

Salad kentangmu.

Ini untuk kerja kerasmu hari ini.

Hei, Mama.

Kami tidak dapat hidangan pembuka itu.

Aku rasa kau sudah dapat.

Porsinya berbeda.

Tentu saja tidak, Kita semua sama di sini. Ya 'kan?

Sepertinya arti "sama"mu berbeda.

Ya ampun, wanita tak menyukai pria yang bertingkah.

Hirayama, kerutan di wajahmu itu baru?

Bukan, sebelahnya. Di situ.

Mama, kau ada tahu goreng?

Sudah habis. Aku akan memasaknya jika kau mau membeli tahunya.

Kau tahu, dia ditinggal istrinya.

Bagaimana dia bisa begitu ceria?

-Kau membicarakanku? -Bukan apa-apa.

Kau bertanya bagaimana aku bisa ceria padahal ditinggal istri?

Itu mudah, aku kembali ke masa lajangku yang bebas.

Itu bisa membuat siapa pun bahagia.

Dengan perginya wanita pengomel itu, hidupku jadi lega.

Berpura-pura tangguh.

Nantinya kau juga akan mengeluh dirimu kesepian kepada Mama.

Mendengar basa-basi yang membosankan

perlu ditemani minuman, bukan?

Ini.

Kenapa keadaan tak bisa tetap sama?

Mama.

Nyanyikan lagu itu.

Kesukaan kami.

More Indonesian subtitles for Perfect Days

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left