Release info

Well intended love Season 2 ep3-5
A Commentary by Saixixifans1

Tags

other
Published on: 2020-02-14
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini untuk meningkatkan keaslian pasangan.

= Tayangan Ulang Episode Sebelumnya = Ini untuk meningkatkan keaslian pasangan.

= Tayangan Ulang Episode Sebelumnya =

Bermain peran juga harus masuk dalam karakter dulu, bukankah begitu?

Keluarga Xia harta Zhou.

Sangat menarik.

Nama kontak yang kamu berikan untuk saya adalah...

Mumu keluarga Ling.

Yang berlari pun lebih cepat dari kita.

Mobil di belakang terus mengedipkan lampu.

Tidak bisakah kamu menambah kecepatan sedikit?

Mumu, apakah kamu suka pria yang mengemudi mobil dengan cepat?

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin

Dalam matamu, tersimpan bintang-bintang,

tersimpan seluruh galaksi Bimasakti.

Bersinar dalam hatiku, dalam seluruh kehidupanku.

Menjagamu adalah sebuah rahasia,

adalah satu-satunya kekuatan bagiku.

Waktulah sebagai bukti bagi diriku

alasan untuk mencintaimu.

Saya masih tetap menyukaimu,

seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin.

Tujuan Cinta S2

Episode 3

Sutradara.

Nona Xia Lin.

Nanti

Anda dan Tuan Ling

memandikan anjing di sana.

Baiklah.

Di mana Tuan Ling?

Tuan Ling, dia...

tadi agak sedikit tidak enak badan.

Dia sedang diare.

Diare.

Maaf ya, membuat kalian semua menunggu lama.

Tuan Ling Yizhou tidak cocok dengan lingkungan di sini.

Dia sedang diare.

Kita tunggu dia sebentar.

Tuan Ling Yizhou tidak cocok dengan lingkungan di sini.

Dia sedang diare.

Kita tunggu dia sebentar.

Tuan Ling Yizhou tidak cocok dengan lingkungan di sini.

Dia sedang diare.

Kita tunggu dia sebentar.

Tidak cocok dengan lingkungan di sini?

Saya akan memandikanmu nanti, memandikanmu sampai jadi putih.

Penurut sekali.

Jangan bergerak.

Iya.

Tadi siapa yang bilang saya tidak enak badan?

Maaf,

mempersiapkan semua peralatan ini, membuat kalian semua menunggu lama.

Baiklah, ayo, kita bersiap syuting.

Bukankah kita mau memandikan Pidan ?

Kamu berpakaian seperti ini, apa itu harus?

Pidan?

Nama yang saya berikan untuk anjing ini.

Begini, nanti saya pegangkan anjingnya.

Kamu siram dia dari sini.

Dengan begini kamu bisa jauh sedikit darinya.

Siapa yang bilang saya takut anjing?

Kalau begitu kamu yang memandikannya.

Cepat.

Cepat.

Jangan bergerak, Pidan.

Siram.

Kenapa kamu menyiramku? kamu sengaja ya?

Bukan, saya hanya ingin mencoba saja.

Saya bahkan belum menekannya, kamu lihat, saya...

Ling Yizhou, kamu ini sengaja.

Tidak perlu kamu memandikannya, biar saya saja, berikan padaku.

Bukan, saya benar-benar tidak sengaja.

Saya tidak sengaja.

Kamu memang sengaja.

Saya bukan mau menyirammu.

Saya benar-benar tidak sengaja.

Berikan padaku.

Kamu memang sengaja.

Saya bersalah, saya benar-benar tidak sengaja.

Jangan siram saya.

Kamu memang sengaja.

Kamu pegang anjingnya.

Biar saya siram kamu. Biar saya siram kamu!

Kalian berdua sudah siap?

Sudah.

Sudah.

Kalau begitu ayo kita mulai siaran langsung wawancaranya.

Maaf, Anda dan Tuan Ling sudah berapa lama bersama?

Ini adalah rahasia kecil di antara saya dan Tuan Ling.

Kelihatannya kamu bahkan tidak tahu dia takut anjing.

Saya hanya bilang, biasanya dia tidak memperbolehkanku memelihara anjing

di rumah dan di kantor.

Jadi

ini adalah bagian di mana saya mau berterima kasih pada acara ini,

membuat kami mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

Kalau begitu Tuan Ling,

bagaimana kamu menilai sikap Xia Lin hari ini?

Sikap hari ini,

saya rasa ini adalah Xia Lin yang sesungguhnya.

Yang kalian lihat di depan kamera

dan yang ada di layar itu berbeda.

Hari ini dia seperti itu adalah dia yang sebenarnya.

Meskipun dia sangat ceroboh,

tapi saya merasa,

dia sangat imut.

Kamu kotor sekali.

Mananya yang kotor? Bukankah ini tidak kotor?

Maaf, saya lupa memberitahu kalian.

Persediaan air panas di penginapan ini setiap harinya

hanya ada sampai jam 8.20

Sekarang sudah jam 8.

Masih ada 20 menit lagi air panasnya akan berhenti.

Tentu saja, di kamar mandi tidak ada kamera.

Saya tidak mengganggu kalian lagi. Cepatlah istirahat.

Baiklah, terima kasih.

Ling Yizhou.

Ada apa?

Baiklah, Mumu,

kamu mandi dulu.

Kamu masih baik hati ya.

Mana pintunya?

Pintu apanya?

Kamar mandinya tidak berpintu.

Waktunya pasti tidak cukup.

Bagaimana?

Kenapa begitu tergesa-gesa?

Menurutku desain ini sangat bagus.

Setelah saya pulang nanti,

saya juga mau menghilangkan semua pintu kamar mandiku.

Solusi yang sangat cantik untuk buatku masuk ke kamar mandi...

Bukan.

Kita.

Untuk mempermudah kita mau masuk kamar mandi.

Mananya yang mudah?

Hati-hati kamera.

Nona tunanganku.

Tidak ada pintu ya tidak ada pintu.

Kenapa kamu harus berteriak sekeras itu?

Sudahlah, kamu hari ini capek kan?

Kalau kamu pakai penutup mata, kamu bisa istirahat lebih baik.

Apa begini masih bisa kelihatan?

Bagus sekali.

Tapi saya masih bisa dengar.

Saya sudah selesai, sekarang giliranmu.

Mumu.

Bau apa ini? Harum sekali.

Mumu.

Ada apa?

Shampoo sudah habis.

Ada di bawah lemari.

Saya tidak bisa menemukannya. Kamu bantu saya.

Baiklah, saya bantu kamu cari.

Kenapa bahkan baju pun tidak pakai?

Bukankah ada di sini? Shampo Adolf.

Handuk mandi.

Punyaku.

Punya siapa?

Punyaku.

Kalau begitu kamu...

Telanjang.

Ada apa ini?

Kamu tidak mengerti, ini terlalu memalukan.

Begitu saya memikirkan

kalau saya akan menghabiskan 3 hari 2 malam dengan orang ini,

hatiku rasanya mau tenggelam.

Tidak disangka Boss Ling semesum itu.

Kalau begitu

apa rencanamu?

Tidak tahu.

Bagaimana pun ini adalah waktu yang buruk.

Saya merasa kali ini akan kacau karena saya.

Saya akan dihina-hina oleh netizen.

Kak Fei,

apa menurutmu saya tidak seharusnya menandatangani perjanjian itu?

Nona Xia Lin,

sekarang bukan waktunya untuk menyesal.

Sekarang kamu harus memikirkan baik-baik

apa yang harus kamu lalukan.

Saya hanya tahu,

waktu datang ke lokasi hari ini, saya hampir menumpahkan semua isi hatiku.

Saya bahkan tidak tahu dia takut anjing.

Tapi kamu juga ikut dalam acara itu,

tidak bisa keluar di tengah jalan.

Tunggu dulu, kKkak Jiang mengirim pesan.

Waktu wawancara siaran langsung,

sudah ada seseorang yang membicarakan tentang keaslian hubungan kalian.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left