The first 200 lines.
Episode 15
Ran,
Aku akan pulang telat.
Tak usah menungguku, duluan saja tidur.
Selama ini pasti berat bagimu.
Sebagai suaminya Baek In Kyung,
Ambillah.
Mulai sekarang, kau...
Bebas.
Kenapa?
Akhirnya sekarang mendapatkan apa yang kau inginkan,
kenapa tiba-tiba kau bingung?
Jika kau langsung menunjukkan betapa senangnya dirimu,
yah tentu saja aku sedih.
Tapi responmu tidak jelek juga.
Bolehkah aku bertanya kenapa kau tiba-tiba mengubah pendapatmu?
Keputusanku bukan dibuat tiba-tiba.
Pria yang lebih memilih masuk penjara daripada bersamaku.
Pria yang lebih memilih dihukum daripada bersamaku.
Pria yang melarikan diri dari bandara, untuk tidak bersamaku.
Pria yang memiliki wanita lain dihatinya.
Pria yang membahayakan hidupnya sendiri demi wanita lain.
Pria yang jadi membosankan bagiku.
Baru-baru ini.
Lupakan seseorang seperti diriku.
Hanya itu yang bisa kukatakan.
Kau jangan terlalu serius hanya karena ini berakhir.
Di hari seperti ini,
bagaimana kalau kita makan terakhir bersama?
Kenapa kau bisa ada disini?
Chan Joo,
Aku menduga kau akan kesini.
Ayo balik ke Seoul.
Aku tau kenapa kau datang kesini, tapi...
Aku tak suka kau berlaku seperti ini.
Aku akan kembali setelah aku cuti beberapa hari.
Ayo pergi.
Apa yang kau lakukan disini sendirian, ketika ayahmu juga sudah tidak ada lagi disini?
Untuk apa kau peduli?
Sudah kubilang.
Aku tidak suka kau seperti ini.
Tak usah pedulikan aku.
Pergilah.
Apa kau benar-benar akan seperti ini?
Handphonemu mati.
Bahkan satu kata pun tak kau beritahu kau pergi kemana.
Dalam perjalananku kemari,
apakah kau tau betapa khawatirnya aku?
Kenapa?
Hanya karena orang menghujatku,
kau kira aku akan menyerah terhadap hidupku?
Kau benar.
Kukira sesuatu akan terjadi padamu.
Selama lebih dari 2 jam perjalanan,
ada satu pikiran bahwa aku tidak bisa mengeluarkanmu dari otakku.
Kau tau itu apa?
Aku tak bisa hidup tanpa memikirkan tentang Seo Chan Joo.
Setiap kali sesuatu terjadi pada dirimu,
aku akan berputar-putar gila sendiri.
Meskipun kita tinggal terpisah, kita tidak benar-benar terpisah.
Jika begini yang akan terjadi,
mari saling jujur.
Apa yang ingin kau katakan?
Ayo kita mulai lagi dari awal.
Jika kau mau mengubah pikiranmu,
kita bisa kembali bersama lagi.
Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya.
Tidak,
pikirkanlah.
Kenapa kau begitu keras kepala?
Ini adalah sesuatu yang harus kupertanggungjawabkan.
Kita sudah memutuskan untuk jalan masing-masing.
Memulai kembali sudah...
terlambat.
Memang terlambat, tapi...
Aku bermaksud mengatakan bahwa kita harus memperbaikinya sebelum semuanya terlambat.
Karena itulah aku datang kemari.
Sejak bercerai,
tak ada satu saatpun aku tidak memikirkanmu.
Aku juga tidak bisa melupakanmu.
Aku tau kau juga begitu.
Ayo kita pulang besok pagi-pagi.
Ini tempat yang ironis untuk perayaan.
Aku selalu ingin makan di tempat seperti ini kalau kita kencan.
Bukan sebagai pewaris dari konglomerat,
tapi sebagai pasangan normal.
Kita bisa makan daging babi bakar dengan soju.
Kita bisa berbicara tentang hari-hari kita.
Kita bisa berbaur dan bercanda dengan orang lain.
Ini akan terdengar sedikit aneh, apalagi kita sudah mengakhiri pernikahan,
tapi hari ini adalah pertama kalinya aku bisa berbicara seperti ini.
Bisakah kita memesan Soju?
Apa kau tidak akan apa-apa?
- Tolong sebotol Soju. - Tentu.
Ini dia.
Akan kutuangkan segelas.
Eun Hyuk,
untuk terakhir kalinya,
maukah kau memelukku?
Selamat tinggal.
Baiklah.
Semoga beruntung.
Terima kasih.
Kau juga jaga kesehatan.
Hello?
Apakah ini Baek In Kyung?
Ini Dr. Han.
Kami baru saja mendapatkan hasil dari pemeriksaanmu yang terakhir.
Hasilnya tidak begitu bagus.
Aku ingin kau datang besok untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Aku akan datang.
Dah, Jin Se.
Malam ini, jangan memikirkan apapun. Langsung tidur.
Jin Se.
Kau...
apakah kau yakin kau akan bahagia bila bersamaku lagi?
Aku bisa mencoba.
Aku akan mencoba.
Jin Se.
Kita...
Bagaimana jika kita telah terlalu jauh terpisah?
Kita...
Apakah masih mungkin bagi kita untuk bersama?
Kau juga...
pasti punya pemikiran yang sama.
Selamat tinggal.
Bagaimana bila memang kita untuk satu sama lain?
Apa yang kita memang untuk satu sama lain ?
Bisakah kita kembali bersama?
Apakah kita memang benar-benar ingin kembali bersama?
Apakah itu karena kita ingin kembali bersama,
atau harus kembali bersama?
Apa yang pasti adalah...
bahwa kita...terluka.
Ahjusshi,
kau dari mana?
Aku bertemu dengan beberapa teman.
Kau menemui Ahjumma bukan?
Kenapa kau berbohong padaku?
Kau masih bisa melupakannya.
Ketika sesuatu terjadi padanya, kau pasti selalu berlari padanya.
Mengapa kau memintaku untuk tinggal bersamamu jika kau berlaku seperti ini ?
Mengapa kau memintaku untuk tinggal bersamamu jika kau membuatku kesepian seperti ini?
Kita bicarakan nanti.
Mengapa kau menghindar dariku?
Kita bicara sekarang.
Ran,
kita bicara nanti.
Tidak!
Aku mau bicarakan sekarang.
Sejak aku pindah,
kukira jika aku berbuat baik,
kau akan mengerti bagaimana perasaanku dan kau hanya akan memikirkanku.
Itulah yang kupikirkan.
Tapi,
Aku tak bisa lagi melakukannya.
Apa gunanya aku mencoba?
Bila kau masih saja tidak bisa melupakan Ahjumma.
Kenanganmu bersamanya...
tak peduli betapa kerasnya aku mencoba menghapusnya,
kau masih mengenang masa-masa kau bersamanya yang mana aku sama sekali tidak tau.
Ran,
Aku capek.
Kita bicarakan nanti saja, tolong.
Berapa lama kau akan seperti ini?
Berapa lama kita akan hidup seperti ini?
Demi Tuhan,
kapan kau akan peduli kepadaku?
Bilamana kau melakukan itu,
Aku sampai berharap Ahjumma lenyap saja untuk selamanya.
Hong Ran.
Bila aku memiliki pemikiran itu,
Aku juga benci pada diriku sendiri.
Aku merasa seperti orang bodoh dan pecundang.
Dan lama-lama aku menjadi gila.
Demi Tuhan, kapan kau baru bisa memikirkan aku saja?
Kapan?
Kapan kau akan peduli padaku saja?
Chan Joo, ada yang terjadi?
Aku khawatir karena tidak bisa menghubungimu.
Baek In Kyung dan aku sudah menandatangani surat cerai.
Kau tak harus menelponku.
Cukup kirimkan aku sms...kumohon.
Sayang, apa kau akan pergi bekerja tanpa membawa dompetmu?
- Shh! - Kenapa?
Bukankah itu Jin Se?
Kenapa Jin Se tidur disini?
Yah...Aku juga tak tau.
- Ini aneh. - Shh!
Biarkan saja dia.
Sepertinya ada yang tidak baik.
Aku tak tau apakah akhir-akhir kau ada menjaga kesehatanmu dengan baik.
Berdasarkan hasil dari pemeriksaanmu yang lalu,
kau tidak menjaga kesehatanmu dengan baik.
Sebagai akibat komplikasi diabetes,
disini menjadi kegagalan ginjal.
Gagal ginjal?
Ya, dan ini agak serius.
Kau harus segera menjalani perawatan.
Kalau begitu,
No comments yet. Be the first to leave one.