Kokdu: Season of Deity

Kokdu: Season of Deity (꼭두의 계절)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Kokdu Season of Deity S01E04 WEB-DL [VIU]
Kokdu Season of Deity S01E04 WEB-DL [iQIYI]
A Commentary by MaulanaZxZ
[Durasi 1:11:13] Bersih tanpa Credit

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-02-05
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seperti sebuah rahasia, seiring bergantinya musim.

Lukanya berangsur sembuh.

Hatimu yang tergerak.

Hatimu yang tergerak.

Menjadi sebuah puisi.

Apakah kamu mengenal ibuku?

Aku sangat akrab denganmu dan ibumu.

Gye-Jeol.

Ibu.

Ibu!

Ibu, Ibu.

Ibu, Ibu, kamu kenapa?

Jalan kematian dipimpin oleh suara yang paling ingin kamu dengar.

Jalan kematian dipimpin oleh orang yang paling ingin kamu temui.

Gye-Jeol.

Mimpi kejam dari orang mati yang tidak tahan untuk melepaskannya.

Kamu orang gila ini.

Gila, kenapa bisa menjadi seperti ini?

Seperti pisau yang tajam tidak berhenti memotongku.

Ketika itu hatiku menginginkan semuanya berakhir dengan cepat.

Seperti sebuah rahasia, seiring bergantinya musim.

Lagu itu seperti hujan setelah kemarau panjang.

Seperti sebuah rahasia, seiring bergantinya musim.

Lukanya berangsur sembuh.

Hatimu yang tergerak.

Hatimu yang tergerak.

Menjadi sebuah puisi.

Gye-Jeol.

Sudah tidak ingat berapa banyak orang mati yang diekstradisi selama bertahun-tahun itu.

Ini pertama kalinya aku menerima hadiah dari orang mati.

Orang mati apa?

Karena sudah menerima hadiahnya, aku juga seharusnya melakukan sesuatu.

Katakanlah apa keinginanmu.

Apakah membuat jalan akhirmu penuh dengan bunga,

atau membantumu mengakhiri siklus reinkarnasi manusia?

Sangat menyenangkan dibebaskan dari kendala tubuh

dan menjadi angin sepoi-sepoi.

Kalau begitu,

bisakah tidak mengabulkan keinginanku,

tapi mengabulkan permintaan anakku?

Anak perempuan?

Jika kamu bisa bertemu putriku,

bisakah kamu memanjakannya untukku?

Beri dia apa pun yang dia mau.

Memanjakannya?

Putrimu mungkin sudah tidak hidup saat dia melihatku.

Aku khawatir karena ibu yang meninggal terlalu dini.

Dia yang usianya masih kecil,

akan menjadi dewasa terlalu awal.

Mau itu di dunia bawah atau di dunia,

aku ingin putriku memiliki seseorang yang bersedia

melakukan apa pun untuknya seperti ibunya

meski hanya sekali dalam hidupnya.

Boleh, aku berjanji kepadamu.

Jika bertemu anak itu,

apa pun yang dia mau, aku akan mengabulkannya.

Apakah kamu benar-benar akan mengabulkannya?

Tidak perlu khawatir,

janji yang dibuat oleh Dewa, bahkan aku tidak bisa mengingkarinya.

Aku ingin bertanya, apakah kamu mengenal ibuku?

Tentu saja, aku sudah sangat lama

mengenalmu dan ibumu.

Bukankah kamu bilang kamu tidak mengenalnya?

Ketika aku bertanya kepadamu terakhir kali, kamu jelas-jelas mengatakan bahwa kamu tidak tahu.

Do Jin-Woo tentu saja tidak bisa mengetahui sejarah dari semua takdir ini,

hanya Kok-Du yang tahu.

Jeong In-ju, shio naga dari kalender lunar.

Usia 37 tahun.

Apakah kamu benar-benar mengenal ibuku?

Bagaimana mengenalnya? Di mana kalian bertemu?

Aku bertemu dengannya di jalan yang akan kalian lewati untuk pergi suatu hari nanti.

Apakah di jalan?

Kok-Du, apa kamu sakit saat masih muda?

Ibuku pernah menjadi teknisi ambulans.

Apakah bertemu karena sakit?

Ini juga termasuk bertemu karena sakit.

Karena selalu sulit dan menyakitkan di jalan itu,

manusia biasanya melampiaskan amarahnya tanpa malu di saat-saat terakhir.

Jadi, menurutku ibumu sangat aneh,

seharusnya ada banyak yang harus dibicarakan, tapi dia malah hanya bernyanyi.

Kok-Du, kamu sangat pandai mengeluh.

Mengeluh? Apakah kamu tahu betapa sakitnya rasa sakit itu?

Baiklah, seharusnya begitu, anak-anak memang seperti itu.

Hanya tertusuk satu duri di tangan,

akan menangis seperti dunia akan berakhir.

Apakah anak-anak? Benar-benar.

Aku dulu juga melakukan hal yang sama.

Tidak tahu karena sakit atau sedih,

air mataku terus mengalir.

Jika aku terus bersenandung, ibu akan bernyanyi.

Yang anehnya adalah, selama mendengar ibu bernyanyi,

suasana hatiku akan relaks dan menjadi ingin tidur.

Kamu ini begitu banyak mengeluh.

Jadi ibuku membujukmu dengan bernyanyi untukmu.

Jadi, apakah ibumu menghiburku?

Ibuku sangat cantik, 'kan?

Dia sangat mirip denganmu.

Aku mengerti setelah bertemu denganmu.

Aku lebih mirip dengan ayah.

Jika mirip ibu pasti akan lebih cantik.

Kamu harus merasa bersyukur,

karena hal yang indah selalu cepat berlalu,

hal yang jelek baru bisa bertahan lama.

Kamu akan panjang umur,

mungkin akan membuat rekor baru.

Terima kasih untuk doamu.

Aku ingin hidup lebih lama.

Aku tidak ingin mekar dalam satu musim dan layu seperti ibuku,

karena yang ditinggal akan menderita sangat lama.

Apa yang harus dideritakan?

Lupa adalah keahlian manusia dan satu-satunya keistimewaan manusia.

Lupakanlah secepatnya.

Terima kasih.

Terima kasih untuk apa? Apakah ingin berterima kasih karena membuatmu lupa?

Terima kasih kamu bisa mengingatnya.

Terima kasih kamu bisa bertemu dengan ibu dan mengingatnya,

juga bisa berbicara tentang ibu denganku.

Aku sungguh sangat berterima kasih.

Benar-benar luar biasa.

Meskipun dikatakan seperti ini, tapi tetap sulit dipercaya.

Sepertinya takdir adalah takdir.

Bukan takdir.

Lagu itu seperti hujan setelah kemarau panjang.

Aku hanya sedikit tenggelam di tengah hujan.

Jika benar-benar harus dikatakan,

kamu adalah penyebab kecelakaan setelah mabuk saat tenggelam di tengah hujan.

Kamu ini benar-benar, bagaimana kamu bisa mengatakan orang lain penyebab kecelakaan mabuk?

Jika ini bukan takdir, menurutmu apa itu takdir?

Seol-Hee.

Apakah Seol-Hee?

Apakah itu satu-satunya penyelamat?

Oh iya, apakah kamu sudah menemukan orang itu?

Aku kira sudah menemukannya.

Karena aku percaya hanya ada satu wanita di dunia ini yang bisa menangkapku.

Tapi malah tidak tahu jika tidak bisa bergerak karena terjebak oleh jebakan yang aku buat.

Kamu bahkan tidak tahu wajah orang itu.

Atas dasar apa kamu bisa menilai bahwa bukan aku?

Kalau begitu, kamu konfirmasi saja sekarang.

Bagaimana mengonfirmasinya?

Ciuman.

Apa?

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat mengatakan bahwa jumlah pasien keracunan makanan

semakin meningkat dan meminta semua orang untuk memperhatikan asupan makanan.

Berita berikutnya,

organisasi perdagangan narkoba terbesar di Tiongkok, Beruang Hitam, menerobos pengepungan polisi dan melarikan diri.

Dalam proses penangkapan, dua polisi tewas dan lebih dari 10 orang luka parah.

Kemarin malam sekitar jam 11...

Matilah.

- Berhenti. - Matilah.

- Apa? - Matilah.

Aku menyuruhmu untuk berhenti, apakah kamu tidak mendengarnya?

Kok-Du, kamu kenapa?

Kok-Du, apakah kamu tidak enak badan?

Jelas-jelas menabrak orang.

Di sini ada kecelakaan mobil.

Aku sepertinya menabrak orang, tapi aku tidak bisa menemukan korbannya.

Di sini adalah di sekitar Gunung Gwaebang.

Tolong kalian cepat datang ke sini.

Kok-Du, kamu juga melihat menabarak orang, 'kan?

Kok-Du.

Cepat, cepat, kita harus pergi sekarang.

Aku akan segera datang.

Kamu orang gila, beraninya kamu melaporkanku ke polisi.

Polisi akan segera datang.

Aku akan segera meninggalkan negara ini.

Pergilah dengan tenang.

Hei, siapa orang itu?

Bocah kecil, apakah kamu sudah gila?

Maju.

Aku sungguh tidak tahan.

Jika ingin membunuh, bunuh saja sendiri!

Atau bunuh saja aku!

Daging hanya enak jika ada darah yang menetes.

Dasar.

Apa gunanya bahkan jika daging 2+?

Karena Kok-Du si pemilih itu

hanya bisa makan yang matang sepenuhnya.

Sudah melihat darah setiap malam, apakah masih ingin melihat darah?

Betapa menjijikkannya.

Bertahanlah meskipun tidak nyaman.

Kutukan Tuan Kok-Du akan segera dicabut.

Nanti kamu bisa memanggang sesukamu.

Bagaimana kutukan itu bisa hilang dengan mudah?

Kutukan itu akan hilang jika Han Gye-Jeol menyatakan cintanya pada Tuan Kok-Du.

Bagaimana hal ini bisa begitu mudah?

Aku mencintaimu.

Kepada siapa kamu menyatakan cinta?

Apakah begitu sulit mendengar Han Gye-Jeol mengucapkan kalimat ini?

Jika begitu sulit,

bagaimana punya anak?

Suamiku, kata bayinya mau makan tenderloin.

Hei, sejujurnya apakah Kok-Du manusia biasa?

Temperamennya yang buruk dan membunuh orang sebagai hal yang biasa.

Jika itu kamu, apakah bisa dengan mudah mengatakan aku mencintaimu?

Kepribadian Tuan Kok-Du kita tidak seburuk itu, 'kan?

Dasar kamu ini, sadarlah.

Karena dipaksa untuk membunuh membuatnya sangat kelelahan.

Sejujurnya, apakah dia akan sesulit itu jika benar-benar orang jahat?

Pasti akan senang untuk membunuh

dan tidak pernah berpikir untuk menghilangkan kutukan itu.

More Indonesian subtitles for Kokdu: Season of Deity

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left