The first 200 lines.
Serius sayang, aku baru memberimu Rs. 5000 kemarin.
Kau menghabiskan semuanya?
Inspektur datang, aku bicara denganmu nanti.
Pak!
Apa yang terjadi?
Kami menemukan mayat seorang perempuan, Pak.
Dipotong jadi beberapa bagian, dimasukkan ke dalam goni dan membuangnya.
Ada gambaran tentang usianya?
Mungkin antara 20 dan 25, Pak.
Jari kelingkingnya putus, Pak.
Selamat pagi Pak.
Ya Pak.
Itu mayat tak dikenal, Pak.
Kami sedang melakukan penyelidikan, Pak.
Dekat Jembatan Adyar Pak.
Oke, Pak.
Pak, modus operandinya sama.
Dalam kasus ini, jari kelingkingnya putus!
Hidup ini indah, kata orang.
Tapi kemudian takdir datang.
Kau tahu saat dunia terbalik.
Semua kebahagiaan bisa hilang dalam sekejap mata.
Merenggut orang-orang yang kita cintai.
Meninggalkan kita yang terabaikan dan sendirian.
Itu semua hanyalah takdir!
Dia tidak akan membiarkan kita hidup sesuai keinginan kita.
Dia menentukan jalan yang kita pilih.
Hai!
Ayah!
Hei Diya!
Ayahku! Ayahku!
- Lepaskan dia! - Ayahku!
- Dia suamiku! - Tenang!
Dia ayahku! Lepaskan dia!
Jangan bertengkar, kalian sama berharga bagiku!
Tidak mungkin, Ayah! Kau harus memilih!
Sama-sama!
Ayah, pilih satu saja.
Kau selalu jadi yang tersayang!
Terimakasih ayah!
Mau teh?
Tidak, terima kasih!
Sudah berhari-hari sejak aku mencicipi sesuatu yang enak.
Bersiaplah, kita akan keluar makan!
Aku bisa memasak.
Hari ini, aku merasa ingin merasakan sesuatu yang enak.
Ayah, hari ini hari ulang tahun ibu.
Kau lupa mendoakannya.
Ssst!
Ayah punya kejutan untuknya. Jangan beritahu dia.
- Setuju? - Setuju!
Sayangku!
Kau selalu jadi prioritas nomor satuku!
Ini jadi rekor yang rusak dengannya! Kebohongan demi kebohongan!
- Apa? - Kubilang kau bohong.
Setelah semua kebohongan yang kau ceritakan selama kehidupan cinta kita,
kau berbohong lagi padaku.
Hei, aku bersumpah demi Tuhan, kau favoritku!
Tuhan yang mana? Tuhanmu atau Tuhanku?
Aku bersumpah demi kedua Tuhan kita, kau favoritku..
Tunggu!
Masakanku tidak enak?
Kenapa kau mau pergi makan di luar?
Masalahnya ..
Sebenarnya..
Istriku, jika kau memasak
kau akan lelah dan mau tidur semalaman, jadi drama!
Dan aku akan melewatkan makanan penutup di tempat tidur!
Ew, tidak mungkin!
Apa yang maksudmu 'ew'?
Diya, pelan-pelan!
Divya, kunci pintunya dan bergabunglah denganku di bawah.
Diya, hentikan!
Jangan lari.
Bibi, berhenti!
Hai!
Apa kabar, Diya?
Bibi..
Ayahku membawakanku coklat dari luar negeri.
Bagus sekali! Terima kasih!
Manis sekali!
Halo Hai! Apa kabarmu?
Baik, bagaimana denganmu?
Aku baik juga.
Kepulangan ayah artinya jalan-jalan ya, Diya?
Ya.
- Hai, kau mau kerja? - Ya, aku terlambat, aku harus pergi.
Anakmu sangat merindukanmu!
Bibi, kami akan makan di luar bersama ayahku hari ini!
Bagus, sayang!
Selamat menikmati!
- Sampai jumpal! - Sampai jumpal!
- Ucapkan sampai jumpa padanya! - Sampai jumpa.
Ayo.
Ayo.
Selamat datang, Bu.
Selamat datang Pak.
Halo, Bu, Halo, Pak.
Silakan, Pak.
Duduklah.
Ini daftar menunya Pak.
Bu, aku mau makan dengan tanganmu!
Tidak!
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun! Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
Cepat pergi!
Tidak!
Diya..
Ibu!
Saat ini, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku berdiri di sini.
Bung, hentikan!
Dalam baku tembak polisi kemarin di Chennai,
seorang pemimpin geng teroris dan empat rekannya ditembak mati.
Mereka diduga terkait dengan kelompok teroris Laskar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan
dan diduga terlibat dalam serangan teroris di seluruh India, menurut polisi.
Diya!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi sayang?
Ibu, aku lapar.
Tidak ada yang bisa dimakan, Bu.
Nona, bagaimana ini?
Ini sudah tanggal 20
Kau bahkan tidak peduli membayar sewa selama tiga bulan berturut-turut!
Pak, kupastikan membayarnya bulan depan.
Apa maksudmu bulan depan?
Apa aku terlihat bodoh?
Duduk di rumah tidak akan mendatangkan uang mengalir dari langit!
Kenapa tidak keluar dan cari pekerjaan?
Aku memberimu waktu dua hari.
Jika sewanya belum dibayar, aku mengusirmu dan mengunci pintunya.
Kenapa kau berteriak, Pak?
Dia belum membayar sewa sama sekali!
Kasihan! Dia sudah kehilangan suaminya!
Dan kau menyulitkannya sekarang?
Kau mau uang sewa, kan?
Ambil ini.
Bagaimana dengan saldo sewa?
Aku akan memberikan sisanya akhir bulan ini, aku akan memastikannya!
Lupakan dia! Rendahan sekali!
Diya, ambilkan piring.
Ibu tidak akan keberatan, ambil saja satu.
Diya!
Bawalah dua piring!
Dengar, tidak peduli berapa hari berlalu, tidak ada yang akan berubah.
Pegang semua yang di sudut hatimu
dan putuskan apa yang selanjutnya.
Waktu akan mengubah semuanya.
Tetaplah kuat.
Kau mau idli?
Kau juga harus makan.
Tidak, aku tidak lapar.
Kekhawatiran atau kesedihanmu tidak akan mengisi perutmu.
Sama seperti jarum jam, akan dimulai.
Satu-satunya obat untuk kelaparan dan kesakitan adalah uang.
Lupakan kami! Dia hanya anak kecil!
Dia tidak bisa kelaparan seperti ini!
Kau harus mengesampingkan semuanya
dan hidup demi Diya.
Ingatlah itu.
Siapa kau, nona?
Ayah..
Ayah?
Siapa ayahmu?
Anakku meninggal 5 tahun yang lalu.
Ayah, tolong..
Pergilah.
Ayah..
Kau mau pergi sendiri atau harus kuusir dengan paksa?
Siapa yang di depan pintu?
Hanya seseorang dari jalan, cari alamat yang salah!
- Lihat siapa yang pergi? - Anak orang penting, kan?
Itu dulu.
Tapi sekarang, dia istrinya pengkhianat nasional!
Mereka memakan makanan kita dan menusuk kita dari belakang!
Divya..
Dari mana kau?
Dari toko.
Kavya, aku tidak tahan lagi!
Tolong berikan aku pekerjaan.
Pak, ingat aku pernah bilang temanku yang berjuang keras.
Dialah yang membutuhkan pekerjaan itu, jadi..
Apa kualifikasimu, nona?
Aku seorang lulusan B.E. Pak.
Hmm, Kau tahu penagihan komputer?
Aku akan menerimanya jika kau mengajariku.
Okay.
Aku membutuhkan orang untuk menjaga konter.
Gajinya Rs. 12.000.
Jika mau, kau bisa masuk kerja mulai besok.
Oke, Pak.
Oke, terima kasih, Pak.
Ini tagihanmu, Pak.
Ibu!
Tunggu dua menit aku akan datang.
Oke!
- Ada yang lain Pak? - Hanya itu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.