The first 200 lines.
Maaf mengenai hal itu.
Teruskan, silakan.
Saat menonton televisi di kamarmu
atau saat mandi di bawah pancuran,
pernahkah kamu merasa sedang diamati?
Itu karena ada roh di belakangmu.
Roh di belakangmu?
Lalu?
Faktanya adalah, roh di belakangmu itu
bisa jadi adalah roh pengawal yang menjaga kita
atau roh jahat yang menyiksa kita.
Bila kamu dirasuki olehnya...
Permisi, Semuanya.
Aku mendapat perasaan kita sedang diamati.
Di belakang kita.
"Peringkat Perusahaan Ideal Murid Universitas"
Apa gerangan artinya ini?
"Peringkat Perusahaan Ideal Murid Universitas"
Manpan bahkan tidak muncul dalam peringkat untuk perusahaan dagang.
Aku sangat menyesalkan hal ini.
Kini, perusahaan yang tidak populer di antara anak muda
menghadapi masa depan yang suram. Malah harga saham mereka tidak naik.
Maka kita harus benar-benar lebih memerhatikan magang baru kita
dan menciptakan kesan baik. Kesan yang sangat baik!
Menerima magang yang belum memasuki karier yang sesungguhnya
juga sebuah peluang bagus untuk kita menemukan karyawan yang bertalenta.
Murid-murid itu akan berusaha sebisa mereka untuk amankan tawaran kerja.
Ini akan membantu promosikan citra yang bagus bagi perusahaan kita.
Bagaimana pun,
kita harus meningkatkan citra perusahaan kita!
Ya, Pak! - Ya, Pak!
Ini Ochi Izumi, yang gagal dalam lebih dari 100 wawancara kerja.
Dia adalah donor keluargaku,
satu-satunya putri dari tempat pembuatan bir sake
tiga pintu dari tempatku. Jadi, dia seorang teman masa kecil.
Apakah katamu barusan "donor"?
Kalau kalian tidak keberatan, ini untuk kalian semua.
Senangnya berasal dari keluarga kilang anggur.
Seandainya aku itu kamu, aku pasti akan mewarisinya.
Bahkan jika aku memang mewarisinya, tidak ada masa depan di sana.
Tapi untuk telah gagal 100 kali secara terus-menerus...
Kamu pasti bernasib sial.
Aku turut prihatin.
Termasuk wawancara magangku yang gagal di Manpan,
ini wawancaraku yang ke-108. - Aku tidak suka itu.
Seorang wanita yang menghitung wawancara kerjanya yang gagal
dan bangga dengan kesialannya.
Ayolah... Tidakkah kamu merasa kasihan padanya?
Sukar untuk murid-murid universitas dewasa ini.
Orang yang masuk perusahaan karena lompat galah tidak berhak bicara.
Tapi dia bergabung dengan Manpan lewat proses wawancara yang pantas.
Itulah alasannya dia di sini mencari Reiko.
Tidak apa-apa membantunya sedikit, bukan?
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantunya?
Itu...
Ada apa?
Terima kasih banyak.
Presiden Robert.
Mobilnya sudah tiba. Silakan lewat sebelah sini.
Terima kasih banyak.
Kamu benar-benar menyelamatkan kami.
Sejauh ini, Manpan hanya punya karyawan-karyawan yang tidak cakap.
Permisi, di mana lokasi untuk pelatihan magang?
Apa alasanmu melamar di Manpan?
Bergabung dengan Manpan adalah takdirku!
Itu saja?
Tahun saat kamu bergabung merupakan
periode yang sulit untuk para pencari kerja, bukan?
Kuulang setahun di perguruan tinggi 2 tahun karena mendapat petuah.
Tahun berikutnya, bisnis ekspor membaik
dan itu membantu pasar lowongan kerja untuk pulih.
Kamu cukup beruntung.
Aku dibimbing oleh sang Buddha.
Aku tidak punya keberuntungan semacam itu.
Tidak, kamu dapat belajar dari wawancara para senior.
Ada banyak yang bisa dipelajari.
"Pengarahan Pelatihan Magang"
Untuk kalian semua yang telah sukses dalam wawancara,
kalian boleh ikut serta dalam sebuah proyek bersama
oleh Divisi Bisnis Luar Negeri dan Kantor Perencanaan Manajemen.
Proyek itu adalah kemitraan dengan sebuah firma makanan Perancis.
Hebat! - Benar!
Mari dengarkan sepatah dua kata dari orang yang memimpin, Danjo.
Namaku Danjo.
Kami di sini untuk memberi kalian pengalaman global yang berharga...
Danjo. - Ya.
"Si jahanam itu melambai-lambai"
"Dia marah"
"Wajah bingung dari seorang wanita matang"
Apa? - Ekspresi wajahmu terlalu kaku.
Pakai intonasi. Perbaiki citramu! - Baiklah.
"Dia terlalu dekat. Dia mesum"
Ini sebuah kesempatan berharga yang disediakan oleh presiden.
Terima kasih untuk itu, Presiden.
Kuharap semuanya akan hadir dengan kesediaan untuk belajar.
Memiliki peluang untuk menghadiri diskusi bisnis global merupakan
kehormatan bagi para magang. Bersama Manpan, masa depanmu akan cerah.
Kami tidak akan keberatan jika kalian memberi kami jempol
di Twitter, SNS, Facebook kalian
atau di situs khusus perusahaan kami.
Baiklah, mari kita melihat-lihat perusahaan.
Apakah kalian semua siap? - Ya.
Apakah kalian siap?
Ya!
Apakah kalian bergairah untuk bergabung dengan Manpan?
Ya!
Terima kasih banyak.
Seandainya kamu tidak pekerjakan aku, yang adalah lulusan MTI,
kerugianmu saat orang berbakat ini pergi ke perusahaan lain
akan berjumlah 100 juta yen per tahunnya.
Jadi, apakah kamu masih mau mengeluarkan aku?
Membawa proyektormu sendiri? Itu lucu pastinya.
Hal ini membuktikan bahkan jika pasar lowongan kerja sedang jelek,
kamu akan menemukan pekerjaan jika kamu punya talenta superior.
Pendidikanku tidak menonjol.
Madoka memang punya pengalaman belajar di luar negeri...
Tapi Misuzu berhasil bergabung dengan perusahaan di 2010,
tahun yang sungguh buruk bagi pasar kerja. Tentunya, dia punya...
Itu sudah lama. - Apa?
Semua eksekutif di wawancaraku adalah langganan di tokoku.
Aku tidak punya jaringan koneksi.
Kamu tidak akan paham penderitaan dari mereka yang pernah gagal.
Bagaimana denganmu?
Aku?
Zamanku, itu adalah era individualitas.
"Cuacanya akan bagus lagi hari ini."
Kamu dipekerjakan karena kamu punya talenta selama era gelembung.
Jadi itu ternyata bukan legenda urban.
Apakah kamu melamar audisi untuk sebuah program di televisi?
Kamu sebaiknya ganti ke bidang yang berbeda.
Aku tidak punya bakat khusus apa pun.
Tsuboi, bagaimana kamu berakhir masuk perusahaan ini?
Aku?
Wanita cantik.
Manpan?
Kamu masuk perusahaan lewat menggoda?
Mereka dapat melihat aku wanita yang cakap.
Era gelembung itu zaman yang hebat, bukan?
Maafkan aku. Tidak ada apa pun yang ada gunanya.
Tidak apa-apa. Aku tahu itulah cacatnya era ini.
Jadi maksudmu seandainya ini era yang berbeda,
kamu akan dengan mudah mendapat pekerjaan?
Ya, tentu saja.
Jangan menilai dari penampilanku. Agar memperoleh pekerjaan,
aku mendapat sertifikasi di bidang kanji, komputer, hitung mental,
praktik telepon bisnis, koordinasi warna,
dan sommelier handuk. - Luar biasa.
Juga... - Baik. Sudah paham!
Bila katamu bisa sebanyak itu, maukah kamu coba bekerja di sini?
Apa kamu yakin?
Tolong! Jika kamu menerimaku magang, aku bisa kerjakan apa saja!
Manajer, situs khususnya sudah menerima banyak komentar.
Sudah hampir 150?
Strategi kita untuk meningkatkan citra kita sukses besar, bukan?
Ada apa?
Aku ingin tahu apakah mereka menyukai dasiku?
"Divisi Luar Negeri, lebih seperti divisi 'kedaluwarsa'."
"Mereka kurang rasa global."
"Memuji diri sendiri."
Apakah tidak apa-apa untuk kita melakukan ini?
Dia sukarelawan murid. Kamu ada masalah dengan itu?
Kamu terlalu memaksa.
Bisakah kamu bawakan kami lebih banyak sake itu?
Tentu. Akan kuminta keluargaku mengirimnya kemari.
Jangan katakan padaku, Tsuboi.
Kalau kita berhasil memasukkan gadis ini ke Manpan,
kita akan tidak usah khawatir tentang minuman keras lagi.
Aku sudah tahu.
Tunggu!
Kalian semua!
Waktu dulu, tidak ada yang berani membantah bos mereka.
Namun, inilah yang kukatakan,
"Manajer,
tidak ada yang tertarik dengan pencapaian masa lalumu."
Itu orangnya!
Kamu!
Permisi, Manajer...
Dia adalah putra Presiden Bank Yotsuba.
Permisi.
Apakah ada sesuatu? - Tidak ada apa-apa.
Ini hanya tebakan kami,
tapi mungkinkah kamu orang
yang mengunggah fitnah tentang perusahaan kami?
Menurutku adalah tanggung jawab orang yang magang
untuk jujur kepada publik mengenai keadaan sebuah perusahaan.
Akan tetapi, jika kamu mengkritik perusahaan yang ingin kamu masuki,
mereka kemungkinan besar tidak akan mempekerjakanmu.
Jika demikian, itu tidak apa-apa.
Aku sudah terima tawaran dari banyak perusahaan lain yang lebih besar.
Aku mengerti.
"Staf Sumber Daya Manusia Manpan adalah pengecut"
Selama pengarahan tadi, sangat tidak sopan jika kamu
menggunakan ponsel pintarmu.
Samon, ini dari Presiden Robert.
Ya.
Halo?
Sebentar.
Ada masalah apa?
Sulit untuk memahami bahasa Perancisnya di telepon.
Halo? Aku terima panggilannya.
No comments yet. Be the first to leave one.