The first 200 lines.
Itu tadi data mendetail dari Ayanokoji Kiyotaka
serta 156 siswa kelas dua.
Semuanya sudah masuk ke kepalamu, kan?
Tugasmu adalah membuat Ayanokoji dikeluarkan di bulan April
dan membawanya kembali ke White Room.
Tapi, jalankanlah dengan rapi.
Jika sampai diketahui publik, maka namanya,
nama beliau ditakutkan bisa tercoreng.
Mukamu terlihat belum bisa terima.
Kamu tidak suka kalau dia disebut-sebut sebagai ciptaan terbaik, ya?
Panggungnya sudah disiapkan.
Selanjutnya aku ingin dirimu menunjukkan seluruh kemampuanmu.
Jika punya kemampuan sebesar ini, tentu mengeluarkan dia bukan hal sulit.
Aku lupa memastikan satu hal.
Dirimu tidak berbuat sesuatu di belakangku, kan?
Pertarungan antarsiswa White Room.
Memburu atau diburu.
Ini hanya permainan antar anak kecil,
tapi kelihatannya akan menarik.
"#1 ASASIN DARI WHITE ROOM" Eh, eh, papan tulisnya sekarang jadi monitor.
Kok, keren?
Hei, Ayanokoji.
Miyake.
Selama libur musim semi, kamu jarang setor muka sama grup.
Jadi aku sedikit khawatir.
Maaf, aku agak sibuk.
Memang, tidak usah dipaksa buat ikut kumpul.
Tapi si Haruka juga sama.
Apalagi Airi kelihatannya sangat kepikiran sama kamu.
Maaf, ya.
Rencananya aku bakal sekali-kali setor muka.
Baguslah kalau begitu.
Aku juga bakal kesepian kalau enggak ada dirimu.
Kalian obrolin apa?
Bukan apa-apa.
- Miyachi pelit. - Su-Suzune?!
Kamu ini! Rambutmu kenapa?!
Horikita, perubahan gayamu drastis sekali.
Cuma potong rambut memangnya seaneh itu?
Bu-Bukannya aneh, sih, cuma bikin kaget saja.
Rambut pendekmu ternyata cocok juga.
I-Iya, kan, Kushida?
Iya, ya.
Tapi, apa terjadi sesuatu?
Kalau harus bilang, ini menunjukkan tekadku.
Di tahun ini setelah kita naik kelas,
aku akan bertarung untuk menaikkan peringkat kelas D.
Demi itu, aku ingin melakukan apa yang kubisa.
Begitu rupanya.
Kalau begitu, mungkin sebaliknya aku mau coba memanjangkan rambut.
Ribut sekali kalian ini.
Cepat duduk.
Langsung saja, kalian sekarang
harus melakukan prosedur penting menjalani kehidupan sekolah ke depannya.
Bukalah situs sekolah.
Lalu, instal sebuah aplikasi baru.
Nama resmi aplikasinya adalah Over All Ability.
Disingkat OAA.
OAA?
Aplikasi yang didistribusikan ke seluruh angkatan ini
ke depannya akan memberi banyak kegunaan di kehidupan sekolah.
Misalnya, berisi data pribadi dari seluruh siswa.
Coba lihat data kalian sendiri.
Bu-Bu Guru, kok, prestasi akademikku jadi kayak angka-angka di gim?
Benar.
Ini adalah nilai individu yang dibuat pihak sekolah
berdasar prestasi di akhir tahun pertama.
Prestasi seluruh angkatan dapat dilihat tanpa memandang kelas.
Nilai akademikku dianggap E, nih?
Nilai akan diperbarui di awal bulan.
Sudo, meski sekarang nilaimu E,
kalau dapat nilai sempurna di ujian tulis selanjutnya,
pasti akan diberi nilai A+.
Tapi, nilai jelek akan tetap jadi catatan buruk, ya.
Sudah begitu, bisa dilihat seluruh sekolah, kan?
Nilai kalian di tahun pertama hanyalah masa lalu.
Tidak akan berpengaruh pada penilaian kalian ke depannya.
Dengan kata lain,
mengingatkan kembali mereka yang memiliki prestasi buruk,
dengan harapan mendorong perkembangan kalian.
Alat praktis untuk mengecek prestasi.
Bukan.
Tidak mungkin cuma itu.
Ini adalah aplikasi yang adil.
Kalian akan dinilai dengan setara
dan akan berperan sebagai sarana menjalin interaksi tanpa memandang angkatan.
Tetapi, kurasa tidak akan hanya berhenti di situ.
Ini spekulasi belaka.
Tapi selama setahun ke depan,
siswa yang nilai kumulatifnya tidak mencapai standar tertentu,
mungkin akan diberi suatu penalti.
Penalti?
Jangan-jangan, dikeluarkan?
Ya-Yang benar, nih?!
Pasti ada yang tidak terima dengan nilai kalian sendiri.
Tapi inilah penilaian yang diberikan pada kalian saat ini.
Kalau ada keberatan,
tunjukkan kemampuan kalian selama setahun ini agar pihak sekolah mengerti.
Sudah seperti pertandingan individu.
Penerapan aplikasi yang seolah mematahkan
alur pertarungan sebagai kelas yang ada selama ini.
Tidak heran kalau ada yang bingung dan tidak puas.
Perlu diingat, sistem ini diterapkan
atas usulan Nagumo Miyabi selaku ketua OSIS aktif.
Membuat sistem yang menilai kemampuan asli individu.
Mimpi yang dikatakan Nagumo itu kini sudah terealisasi, ya?
Lalu, ujian khusus pertama kalian setelah naik ke kelas dua kali ini
lagi-lagi memiliki aspek baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Itu adalah ujian tulis di mana
kalian sebagai kelas dua akan berpartner dengan anak baru kelas satu.
Berpartner sama kelas satu?
Selama ini sekolah belum pernah
mengadakan interaksi antar angkatan secara mendalam.
Karena itulah kemampuan komunikasi kalian dinilai kurang berkembang.
Ta-Tapi, kami bersaing dengan sesama angkatan, kan?
Rasanya ada yang aneh.
Coba kalian pikirkan.
Orang-orang yang akan kalian temui saat masuk ke masyarakat nanti,
bukan hanya sesama lulusan baru saja.
Selain itu ke depannya,
bisa jadi ada situasi saat kalian harus bersaing dengan kelas satu atau tiga.
Kalian bebas mau berpasangan dengan anak kelas satu mana pun.
Ujiannya diadakan akhir bulan dua pekan lagi.
Sudah disiapkan banyak waktu untuk memilih partner.
Menjalin kepercayaan dengan adik kelas yang belum begitu dekat itu sulit.
Untuk itulah disiapkan aplikasi OAA, ya.
Ada lima mapel yang diujikan, total nilai penuhnya adalah 500.
Lalu yang penting dari aturannya adalah...
Kali ini disiapkan menang-kalah untuk kelas dan individu.
Jadi betulan ada penalti dikeluarkan dari sekolah, nih?!
Pasangan dibentuk atas kesepakatan bersama.
Setelah dibentuk, tidak akan bisa dibatalkan dengan alasan apa pun.
Kalian sudah paham, kan?
Dalam ujian ini,
siswa dengan akademik tinggi akan terpilih lebih dulu.
Maaf, Bu.
Apa jadinya kalau ada siswa yang tidak dapat partner sebelum ujian?
Kalau tidak terpilih, pasangannya akan dipilih secara acak di hari ujian.
Tapi kalau begitu,
akan ada penalti pengurangan nilai sebesar lima persen.
Ujung-ujungnya bakal susah kalau enggak dapat pasangan, dong.
Ba-Bagaimana ini, Hirata?!
Mana adik kelas yang mau berpasangan sama aku yang akademiknya E!
Aku juga tidak yakin.
Sekarang tenang dulu.
Baru tentukan arah kita.
Benar.
Sama sekali tidak perlu panik.
Coba lihat prediksi nilai berdasar peringkat akademik
yang dikirim bersama ringkasan ujian di aplikasi.
Batas nilai total kelulusannya adalah 500.
Artinya, jika siswa dengan akademik E berpasangan dengan peringkat B ke atas,
bisa dibilang akan aman di ujian ini.
Benar kata Horikita.
Asal tekun mendalami materi seperti biasa, kita semua pasti bisa melewatinya.
Yang penting adalah, jangan enteng memilih pasangan.
Kalau ada apa-apa, pastikan untuk mendiskusikannya denganku atau Hirata.
Siswa yang dianggap sengaja mendapat nilai rendah,
akan dikeluarkan tanpa memandang angkatannya.
Normalnya, ini sudah cukup untuk mencegah itu terjadi.
Tapi, ceritanya akan berbeda kalau itu anak dari White Room.
RINGKASAN_UJIAN_KHUSUS_KEMAMPUAN_AKADEMIK.PDF
Jika berhasil berpasangan denganku.
Pasti tidak akan takut dapat nilai nol untuk menyeretku keluar.
Artinya, kalau aku sampai memilih pasangan dari White Room,
itu sudah akan tamat.
Kepala Yayasan Sementara Tsukishiro.
Tidak salah lagi ini aturan buatan pria itu.
Ada urusan apa?
Kamu masih ingat janji saat libur musim dingin
untuk bertanding denganku, kan?
Ujian khusus kali ini sangat pas buat itu, ya?
Iya.
Kalau kamu menang, aku akan masuk OSIS.
Kalau aku yang menang, ke depannya
kamu harus mengerahkan kemampuan asli yang kau sembunyikan demi kelas.
Aku tidak keberatan.
Baguslah.
Kalau begitu, langsung saja ke topik selanjutnya.
Aku sudah memeriksa anak kelas satu dengan peringkat akademik B ke atas.
Di kelas A ada 17 orang, kelas B dan C masing-masing 13 orang.
Dan kelas D ada 11 orang.
Total 54 orang.
Di kelas kita yang peringkat akademiknya E hanya ada empat.
Ditambah peringkat D sekalipun total 12 orang.
Anak kelas satu sudah punya daya tempur yang cukup.
Yang jadi masalah adalah seberapa banyak
kita bisa memasangkan anak teladan itu dengan mereka yang berakademik D dan E.
Iya.
Yang menurutku harus diurus lebih dulu adalah Sudo.
Bukannya nilai akademik Sudo sekarang sudah cukup membaik?
Akademiknya iya.
Tapi, kalau kamu adalah anak kelas satu yang tidak tahu apa-apa.
Mana yang lebih mudah diajak berpasangan antara Sudo dan Ike?
Benar juga.
Perawakan yang mengintimidasi, mulut super kasar.
Mau bagaimanapun Sudo kesannya seram.
Benar.
Kalau tidak hati-hati, mencarikannya pasangan itu sendiri akan sulit.
Makanya aku ingin segera bergerak, kamu bisa bantu?
No comments yet. Be the first to leave one.