The first 200 lines.
Subtitle Indonesia oleh XTNN Subtitles
- Kemari. - Oke.
Kita berhasil. Kita berhasil!
- Yeah! Whoo! - Whoo!
- Kau rindu padaku? - Lama sekali kau menjemputku.
Apa bagian terburuk dan terbaiknya?
Tidak ada bagian terbaik. Keluarga itu payah.
Kau seharusnya tinggal denganku, aku keluargamu.
Aku sudah 18 tahun sekarang.
Glory.
Glory, sayang, ayo. Waktunya tidur.
Glory. Ayo, sayang, waktunya tidur.
- Waktunya tidur. Ayo. - Tidak!
- Tidak! - Dengarkan kata-kata Ibu.
Ayo, sayang. Tidak apa-apa.
Dia sudah tertidur.
Aku tidak bisa terus memindahkan saldo ini.
Pikirkan saja tentang semua uang yang akan kita hemat.
Tidak pernah menyewa pengasuh. Aku melakukan semuanya sendirian.
Maaf. Itu kedengarannya seperti aku tidak melakukan apa-apa.
Dan aku kebetulan... Aku bekerja, oke?
Kau pikir apa yang kulakukan seharian?
Merawat kukuku? Bicara tentang pria?
Aku tidak bermimpi untuk menjadi seorang petugas IT.
- Setidaknya kau berada di luar sana. - Di luar sana?
Aku bekerja di sebuah bilik, Kay. Sebuah bilik.
- Sebuah bilik? - Ya.
- Sebuah bilik kedengarannya menyenangkan. - Benarkah?
Kau tidak tahu apa yang kulakukan sepanjang hari.
Tidak, aku tidak tahu apa yang kau lakukan seharian,
Karena kau tidak memberitahuku apa yang kau lakukan seharian.
Kita bebas gluten minggu ini? "Ya, kita bebas gluten minggu ini.
Lalu kenapa dia makan Sun Chips?
Karena terkadang kita harus menghindari krisis total.
Glory, berhenti. Kau lihat wajah ini?
Ini wajah marah ayah.
Waktunya tidur, Glory.
Ya, ayah akan tidur di sini, oke?
U.2.T...
Hei, kapan aku bisa pakai tato?
Kau tidak akan bisa tahan. Kau takut dengan luka gores kertas.
Hei, dia seperti saudari kembarku.
Ya. Tentu saja. Tepat sepertimu.
Hei, dukung Palang Merah.
Terima kasih.
- Dua... - Dua...
Empat puluh sen...
Dua dolar dan empat puluh dua sen...
Aku lapar.
Diam, Coke. Uang kita belum cukup.
Menurutmu aku akan terlihat seperti ibu saat aku sudah besar?
Tentu saja.
Kurasa sekarang aku mulai lupa tentang Ibu.
Coke, ibu baru meninggal selama beberapa tahun.
- Dia? - Ya, sana.
Hei. Sumbangan untuk Palang Merah, pak.
Menyebalkan.
Apa itu?
"Anda baik dengan anak-anak?"
Bagaimana menurutmu?
Aku bukan anak kecil.
- Aku akan segera kembali. - Kau mau ke mana?
Tunggu di sini, Coke.
- Baik. - Bagus.
Aku akan kembali.
Terima kasih, sayang.
Ini keluarga ketiga atau keempat yang dia jauhkan darimu bukan?
Dan meniru petugas Palang Merah adalah tindak kejahatan.
Dia memberitahumu tentang itu? Kau ingin berakhir seperti saudarimu?
Di mana dia?
Jack!
Tidak.
Coke.
Hei!
Hei, Max! Duduk!
Duduk, duduk.
Duduk!
Berbaring.
Berbaring. Anjing pintar.
Anjing pintar.
Astaga. Apa kabar?
- Hei, Dais. - Dari mana saja kau?
Kau bersembunyi di suatu tempat? Kau tinggal di mana?
Bukan tempat yang bagus. Tinggal dengan Jeremy dan anak-anak itu.
Baiklah.
Yo, tunggu. Dia tidak boleh masuk ke dalam.
Tenang, Dais, begitu juga denganku.
Ayo.
Di mana Coke di? Kukira kau sudah menjemputnya lagi.
Astaga.
Benar. Tapi kemudian petugas percobaanku itu...
Dia tidak mau berhenti.
Anak yang malang itu pasti ketakutan.
Mereka akan menempatkannya di suatu tempat yang tidak bisa kau temukan.
Siapa gadis dengan gigi yang aneh itu yang menjadi wali dari adik laki-lakinya?
Aku tidak ingat. Tania, Tany...
Tidak cukup hanya dengan berusia 18 tahun.
Kau harus punya pekerjaan dan tempat tinggal.
Ini dia. Lihat? "Tersedia kamar untuk tinggal."
Astaga.
Kau masih kenal pria anggota staf di Hollygrove itu?
Kau tidak akan bisa melarikan adikmu lagi!
Tidak, aku hanya ingin menelepon dan bicara dengannya.
Coba telepon mereka, lihat apa adikku ada di sana.
Dan kau pasti juga ingin aku memeriksa ini?
Ya, atur segalanya dengan baik, seperti waktu dulu.
Baiklah.
Aku akan meneleponnya...
...jika kau melakukan sesuatu untukku.
Halo?
Hai, saya menelepon dari agen tenaga kerja. Saya melihat pamflet anda.
Oh, oh. Terima kasih telah menelepon,
tapi kurasa aku sudah menemukan seseorang, jadi...
Oh, ya? Oke. Mungkin untuk berjaga-jaga saya minta informasi anda.
Kita tidak akan pernah tahu.
Dia datang jam empat hari ini, jadi itu tidak ada gunanya.
Tapi baiklah.
Ya, baik. Bagaimana rencana kita?
Oke, jadi namanya adalah Kay Adams.
Dia akan mewawancarai gadis lain pada jam empat, oke?
Kau tiba di sana lebih dulu, ambil alih wawancaranya.
Tapi kau harus tampil dengan baik. Sangat serius.
Ya, ya, ya.
Maksudmu seperti saat aku memerankan gadis penjual Alkitab keliling itu?
Tidak, tidak. Seperti gadis terapi seni itu.
- Yang berasal dari Hollygrove. - Ya, ya.
"Gambarkan perasaan dibalik perasaan."
Oh, Donna, pernah ada masalah dengan mesin penerima pesanmu sebelumnya?
Aku tidak mendapatkan pesan. Maaf.
Tidak, tidak. Aku yang minta maaf.
Kami tadinya tidak ingin membuatmu jauh-jauh datang kemari.
Sayang?
Sayang, aku tidak bisa...
Mark, dia lapar?
Apa dia perlu Tinkle?
Kurasa ada sedikit kesalahan. Suaminya sudah mempekerjakan seseorang.
Tapi kami pasti akan menyimpan resume milikmu
untuk berjaga-jaga kalau orang baru ini tidak cocok.
Kenapa aku bahkan membersihkan ini?
Gadis ini harus tahu apa yang akan dia hadapi.
- Oke, tadi kau bilang kau siapa? - Aku sepupu dari Kay.
- Donna? Hai. - Ya. Itu aku.
- Semua baik-baik saja? - Ya. Itu tadi hanya tumpanganku.
Resume milikku tertinggal di dalam mobil, tapi sudah kuambil.
Bagus. Silakan masuk.
Silakan duduk.
Mau minum air? Teh? Whisky?
Aku hanya bercanda.
Kau bilang kau pernah bekerja dengan anak-anak autis sebelumnya?
- Oh. Ya, ini. - Oh.
Ini sama dengan yang kau kirimkan lewat email bukan?
Ya.
Kau tahu apa kata orang, kau harus selalu menyiapkan diri atas segala hal.
Kau tipe orang kesukaanku.
Oke.
Ayo.
Tiga tahun di tempat penitipan anak yang sama,
dan atasanmu bicara hal-hal yang baik tentangmu.
Aku sudah periksa referensimu. Sangat cocok.
Jadi, duduklah.
- Ceritakan tentang dirimu. - Ceritakan tentang dirimu.
Kapan pertama kali kau tahu kalau Glory adalah anak yang berbeda?
Tidak perlu menahan kata-katamu di sini.
Jika dia hanya sekedar "berbeda" saja, aku akan senang.
Usianya waktu itu empat tahun.
Pasti sangat sulit bagimu.
Aku merasa seperti jantungku dicabut dan disajikan di atas cracker.
Selain itu, semua baik-baik saja.
Dan kau, kau bekerja dengan anak-anak autis di tempat penitipan anak?
Ya. Benar.
Kau lebih memilih ABA atau Greenspan?
Pada dasarnya, aku tidak peduli apa sebutannya.
Yang mana yang cocok untuk masing-masing anak.
Itu bagus. Aku suka itu.
Ceritakan padaku tentang Rebecca.
Rebecca?
Atasanmu bilang kau punya ikatan yang istimewa
dengan seorang gadis kecil bernama Rebecca.
Oh, benar, Rebecca. Becky yang manis dan istimewa.
Ny. Appleby bilang dia sebuah teror.
Denganku tidak.
Oke.
Itu Glory. Ayo.
Tidak!
- Pelan-pelan! Pelan... - Glory.
Dia mengamuk sepanjang perjalanan pulang.
Mark, ini Donna.
- Hai, Tn. Adams. - Hei. Maaf.
Mau bertemu dengan putri kami? Ayo.
Seperti yang kuduga.
Sayang.
Bisa bilang, "Hai, Donna?"
Dia seorang gadis yang cantik.
Bilang, "Hai, Donna."
Sampai jumpa., Donna.
Maksudnya adalah "Hai." Percayalah padaku.
Dia tidak banyak bicara?
Dia bisa bicara secara spontan saat dia ingin makan sesuatu, tapi...
Dia pandai dalam bidang matematika?
Glory bukan Rain Man. Bukan seorang jenius, tapi...
No comments yet. Be the first to leave one.