Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 69 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-03-16
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 69"

Go Ya, kamu baik-baik saja?

Nyaris saja. Kamu bisa saja mengalami kecelakaan.

Kenapa kita harus berpisah?

- Apa? - Aku tidak bisa melepaskanmu.

Aku tidak akan perah melepaskanmu.

Go Ya.

Syukurlah aku berpapasan denganmu saat mau kembali kemari.

Kamu bisa terluka jika berlarian seperti itu.

Kamu bisa membuatku terkena serangan jantung.

Maafkan aku.

Ada apa?

Kenapa kamu berlarian begitu?

Aku sangat merindukanmu.

Perkataanmu barusan memberiku serangan jantung.

Jangan melihatku begitu. Kamu membuat hatiku berdebar.

Aku hanya ingin terus menatapmu.

Baiklah. Silakan.

Tapi jangan bilang kamu sudah lelah nanti.

Aku tidak akan bisa melepaskanmu.

Kamu mengatakannya lagi.

Tentu saja tidak bisa.

Aku juga tidak bisa melepaskanmu.

Wajahmu akan menjadi hal terakhir yang kulihat dalam hidupku.

Sikapmu aneh.

Kamu khawatir kita akan putus?

- Ya. - Tidak perlu khawatir.

Itu tidak akan pernah terjadi.

Kecuali jika kamu meninggalkanku.

Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.

Benar.

Terima kasih. Tadinya aku sudah merelakan foto ini.

Bibiku cantik, bukan?

Ini diambil 10 tahun lalu,

tapi wajahnya hampir tidak berubah.

Beberapa orang mengira dia kakak perempuanku.

Apa artinya dia bagimu?

- Bibimu. - Bibiku?

Dia seseorang yang aku tidak bisa kehilangannya.

Ibuku sangat stres setelah melahirkanku,

jadi, bibiku membesarkanku.

Dia baru saja mengalami kelahiran mati,

dan menganggapku sebagai putranya.

Dia sudah seperti ibu bagiku.

Tapi dia menyakitimu.

Benar.

Aku tetap ingin memihaknya.

Jika ada yang menyakitinya,

aku akan melindunginya.

Dia sepenting itu bagiku.

Kenapa tiba-tiba kamu penasaran soal dia?

Ji Seok, begini...

Baru saja dibicarakan, bibiku menelepon.

Permisi.

Hai, Bibi.

Sungguh? Baiklah.

Dia di dekat kantorku.

- Apa? - Selagi dia di sini,

kamu mau kuperkenalkan kepadanya?

Tidak.

Aku harus pergi.

Tunggu aku.

Kamu yakin akan baik-baik saja?

Hai, Bibi.

Aku? Aku di depan gedung kantorku.

Jalan sekarang.

Ada apa dengannya?

Bisa berhenti sebentar?

Ji Seok.

Bibi.

Kamu habis makan malam?

Hei.

- Bibi sudah makan malam? - Belum.

- Astaga. - Kamu mau makan apa?

Mari makan sesuatu yang enak.

Ayo.

- Kamu sudah menunggu lama? - Tidak.

- Kamu suka jipang? - Ya.

Bagus.

Ini untukmu.

- Terima kasih. - Tidak perlu berterima kasih.

Kamu memberi paman roti tempo hari.

Paman hanya membalasnya.

Omong-omong, keadaanmu sudah lebih baik?

Begitulah. Bagaimana dengan Paman?

Paman baik-baik saja.

Apa yang terjadi?

Kenapa Paman di sini?

Paman bekerja di sini.

- Sungguh? - Tidak boleh ada yang tahu

paman bekerja di sini.

- Kenapa? - Karena

paman hanya sebentar di sini.

Jika ada yang tahu paman di sini,

paman harus segera pergi.

Spider-Man dan Batman

juga merahasiakan identitas mereka. Apa ini seperti itu?

- Ya. Tepat sekali. - Baiklah.

Aku tidak akan memberi tahu siapa pun.

Terima kasih.

Kamu pernah memberikan gambar burung layang-layang, ingat?

Paman menggantungnya di dinding.

Sungguh?

Kamu sangat pandai menggambar.

Saat kecil, paman sering menggambar.

Bisakah Paman menggambar sesuatu untukku?

Untukmu?

Aku ingin melihat gambar Paman.

Paman sudah lama tidak menggambar.

Tapi jika kamu mau, paman akan mencobanya.

Kita berteman meskipun usia kita berbeda jauh.

Lain kali aku akan membawa krayon dan buku gambar.

Baiklah.

Biasanya paman sibuk.

Datanglah saat jam makan malam, ya?

Baik.

- Terimalah. - Apa ini?

Bibi mengajar kelas karangan bunga kepada salah satu klien, bukan?

Dia memenangkan gugatan.

Sungguh?

Dia berterima kasih karena Anda membantu dia hidup bersama anaknya.

Itu tanda terima kasih.

Apa bibi berhak menerima ini?

Tentu saja.

- Bersenang-senanglah. - Terima kasih.

- Bibi mengenakan antingnya. - Apa?

Tentu saja. Ini pemberianmu.

Semua orang bilang antingnya bagus.

Pacarku punya selera yang bagus.

Astaga. Kamu bersumbar lagi?

Akan butuh empat hari untuk bersumbar soal dia.

Astaga.

Omong-omong, apa keluarganya menyukaimu?

- Aku sedang berusaha. - Apa?

Kamu harus berusaha?

Ada apa?

Tadi pacarku ada di sini,

dan sikapnya agak berbeda dari biasanya.

Apa dia sakit?

Banyak orang yang flu belakangan ini.

Kurasa aku akan mampir ke rumahnya nanti.

- Itu akan membuatnya lebih baik. - Lakukan itu.

Pak Min, kamu di mana?

- Kamu lebih awal. - Hai, Mi Mi.

Beraninya kamu muncul di sini?

Ini tempat kerjamu yang baru?

Tampak bagus.

Siapa dia?

Pergilah sekarang.

Berhenti bicara begitu kepada pacarmu.

Pacar?

Apa yang membuatmu berpikir kamu pacarku?

Kamu tertangkap basah mencium wanita lain.

Kamu juga mengencani banyak pria.

Tapi aku mengencani satu pria sekali waktu.

Aku tidak pernah genit saat punya pacar.

Aku tidak akan begitu lagi. Kumohon, maafkan aku.

Lupakanlah. Itu sudah usai. Aku punya pacar baru.

Jangan konyol.

Kamu mengatakannya untuk membuatku merasa buruk.

Aku di sini.

Kamu datang.

Maaf aku terlambat.

Siapa dia?

Aku pacarnya.

Benarkah? Dia sungguh pacarmu?

- Apa? - Ternyata bukan.

Dia jelas bukan tipemu.

Dia tipeku.

- Buktikan. - Buktikan apa?

Buktikan bahwa dia pacarmu.

Bagaimana aku bisa membuktikannya?

Tidak bisa, bukan?

Kamu hanya berpura-pura.

- Puas? - Apa?

Jangan ganggu pacarku.

Dia tidak mau berbicara denganmu.

Kamu menguntit dia.

Pergi.

Baik.

Jadi, itu benar?

Astaga.

Pak Min. Kamu baik-baik saja?

Pak Min.

Jantungku...

Itu terasa melegakan.

Akhirnya kita impas.

Kenapa kamu mengencani banyak pria berengsek?

Aku hanya memedulikan penampilan.

Itu masalahnya.

Kamu harus lebih peduli dengan kepribadian pria itu.

Sekarang begitu.

Ada apa?

Aku sangat menyukaimu.

Kamu baik, ramah,

rajin, dan hangat.

Dan kamu sangat polos.

Aku tidak sepolos itu.

Kamu benar. Aku memang punya sisi berbeda.

Bagaimana kamu bisa terpikirkan ide manis seperti itu?

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left