Release info

강남 스캔들 Gangnam Scandal E06 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-04
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kopernya tertukar dengan kopermu.

Mari tukar kopernya dan akhiri ini untuk selamanya.

Aku tidak bisa melakukan itu. Aku sudah menyumbangkannya.

Kamu harus memberiku ganti rugi karena merusak barang-barangku.

- Berapa yang kamu inginkan? - 50.000 dolar.

Pastikan aku tidak akan pernah berurusan dengannya lagi.

Apa itu berarti si pria koper adalah pangeran dari Grup LX,

Choi Seo Jun?

Bisakah kita bertemu? Aku akan memberikan semuanya secara tunai.

Ini. 50.000 dolar.

Apa yang kamu lakukan?

Ikuti mereka dengan tenang dan jalani penyelidikan.

Kuharap kamu orang baik.

So Yu tidak tahu sampai saat itu bahwa kamu yang membagikan

barang-barang sponsor.

Jadi, kenapa dia memiliki perasaan buruk terhadapmu?

Dia bahkan tidak mengenalmu.

Aku punya bukti untuk menunjukkan

bahwa kamu berada di balik insiden foto paparazi.

Kamu akan memberi tahu presdir

dan menyingkirkan aku?

Silakan.

Jangan bilang kamu datang padaku tanpa punya nyali.

Jika kakakku meneleponmu, jangan pergi.

Maafkan aku.

So Yu, aku ingin kamu berhenti sekarang juga!

- Baik. - Seo Hyung.

Apa So Yu dipecat?

Minta maaf kepadanya dan buat dia kembali bekerja

atau bawa papan nama itu dan keluar dari sini.

Aku akan menerima permintaan maafmu.

Aku menerima permintaan maafmu, tapi aku tidak bisa bekerja untukmu.

Aku tidak akan pergi bekerja.

"Si pria koper, 48 panggilan tidak terjawab"

Hei, satu sup rumput laut dan satu sikhye.

Baik.

Bisakah aku minta piring kecil untuk garam?

Ini telur dari piring batu, jadi, kamu tidak membutuhkan garam.

Aku mau ambil lagi.

Hei!

Aku tidak akan datang jauh-jauh ke sini

jika kamu menjawab panggilanku.

Menurutmu, kenapa aku mengabaikan 48 panggilanmu?

Tidak bisakah kamu berpikir dari sudut pandang itu?

Tentu aku bisa.

Aku pikir kamu begitu sedih dan kesal.

Jadi, aku datang sendiri ke sini.

Astaga, punggungku.

Astaga, aku harus bagaimana?

Bu, apa yang terjadi?

Astaga, aku tidak tahu.

Aku ingin mengambil nampan dan...

Astaga.

Apa kamu pikir kamu bisa bangun?

Astaga.

Astaga.

- Astaga. - Astaga, punggungku.

Kenapa wanita paruh baya terus begini padaku belakangan ini?

Pegang tanganku.

Apa itu Yoon Tae?

Apa itu Seo Jun?

Bu Hong.

Kenapa kamu datang pada jam ini?

Apa kamu baru minum-minum?

Bu Hong, ada apa?

Apa yang kamu lakukan? Bantu dia berdiri.

Tolong bantu aku membangunkan dia.

Bisakah kamu memberi dia air madu?

Kamu tidak boleh duduk di sana.

Astaga.

Bu Hong.

Astaga, dari mana kamu pergi sampai semabuk ini?

Apa tingkahmu seperti ini karena kamu mabuk?

Jika ada yang ingin kamu katakan, kembalilah setelah kamu sadar.

Terima kasih

atas semua yang telah kamu lakukan untukku sampai sekarang, Pak.

Apa maksudnya itu?

Maksudmu, kamu akan berhenti?

Aku bisa sampai sejauh ini

karena kamu bermurah hati kepadaku meski aku punya banyak kekurangan.

Jadi, aku sangat menyesal

aku tidak bisa tetap bersamamu sampai akhir.

Apa maksudmu?

Apa kamu sakit?

Tidak, Pak.

Apa kamu akan bekerja di tempat lain?

Aku bahkan tidak pernah bermimpi melakukan hal seperti itu.

Lalu apa yang terjadi?

Ada apa denganmu?

Pak.

Apa? Jelaskan kepadaku.

Aku telah bekerja untukmu selama lebih dari 30 tahun.

Tapi selama itu, aku berhenti sebagai direktur

dan memutuskan menjadi penasihat yang bahkan tidak berarti banyak.

Tapi aku yakin kamu tahu alasanku melakukan itu, bukan?

Kamu bilang tidak ingin menerima posisi itu

karena kamu tidak ingin orang salah paham.

Kamu bilang kamu akan melakukan yang terbaik untuk menjadi teladan

dari manajemen bisnis keluarga saat Seo Hyung dan Yoon Tae belajar.

Kamu juga bilang akan lebih alami melibatkan Seo Jun dengan cara itu.

Aku menangis semalaman setelah mendengar ucapanmu itu.

Tapi apa yang salah?

Seo Jun akan segera mengambil alih posisiku.

Mungkin aku selalu berkata tidak butuh posisi yang berpengaruh.

Tapi jika aku masih membuat orang merasa cemas,

aku pikir sudah seharusnya aku mundur.

Siapa yang merasa cemas?

Maukah kamu memberitahuku? Siapa dia?

Aku tidak ingin dia terlibat dalam kekacauan ini, Pak.

Seharusnya aku mundur tanpa pamrih.

Siapa orangnya?

Katakan kepadaku siapa dia.

Astaga, aku sangat lelah.

Coba kita lihat.

Bu Hong baru saja berlutut di depan Ayah.

Hei, kamu harus menyajikan dua porsi sup rumput laut lagi.

Kenapa wanita paruh baya

berkumpul di sauna kering di tengah malam?

Karena mereka merasa nyaman untuk pergi saat orang tidur.

Aku mungkin dikubur hidup-hidup oleh Bu Choi

karena membuat adiknya tersayang mencuci piring.

Aku melakukan ini bukan karena aku mau.

Aku hanya ingin menyelesaikan ini agar kita bisa bicara.

Aku tidak berniat menegosiasikan gaji orang penting.

Tidak perlu mengulur waktu.

Ini dia.

Akan lama sekali jika kamu melakukannya seperti itu.

Kamu harus melakukannya seperti ini.

Ini menyenangkan, bukan?

Ini mungkin menyenangkan karena ini baru bagimu.

Kamu pasti bisa.

Pacarmu begitu ceria.

- Dia juga tampan. - Dia bukan pacarku.

Apa? Dia bukan pacarmu?

Lalu apa dia adik laki-lakimu?

Adik? Bagaimana mungkin kamu berpikir...

Apa aku tidak terlihat lebih muda?

Ayah! Jangan percaya apa yang dia katakan!

Biar aku jelaskan apa yang terjadi.

Alasanku bertemu Bu Hong pada awalnya

bukan karena aku berusaha melawan Seo Jun

dengan mengajak Bu Hong kerja sama.

- Sayang. - Jangan ikut campur!

Foto paparazi Seo Jun dirilis

pada waktu yang tepat.

Berita itu menjadi heboh saat tidak ada yang bisa mencegahnya

karena semua anggota keluarga kita sedang di pesawat.

Lalu kita difoto saat di bandara.

Jadi, aku tiba-tiba mendapat firasat

dan menyadari sesuatu yang mencurigakan sedang terjadi.

Jadi, aku menggunakan semua koneksi untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Dan ternyata

dia dalang di balik insiden itu.

Apa?

Apa benar demikian?

Aku bertanya apa itu benar!

Aku memiliki bukti yang jelas.

Jadi, dia tidak bisa menyangkal.

Kenapa kamu diam saja?

Kenapa kamu tidak menyangkal?

Bu Hong!

Berhenti!

Lihat ini, Ayah.

Dia Bu Yoon yang bekerja untuk Bu Hong.

Dan orang ini yang mengambil foto Seo Jun.

Apa Ayah melihat dia memberi orang ini uang?

Lihat. Di sini.

Aku pergi untuk membuat paparazi mengaku, tapi malah melihat ini.

Kamu sebaiknya naik.

Aku tidak tahu akan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.

Ayah bilang naiklah!

Baik, aku akan pergi.

Semua orang di keluarga Choi bodoh.

Tidak ada obat untuk kebodohan dan keras kepala.

Kenapa Ayah tidak membelaku dalam situasi ini?

Ayah selalu memihak Bu Hong.

Itu bahkan tidak mengejutkan.

Coba lakukan itu lagi.

Apa?

Senyummu yang membuatku muak.

Kenapa kamu tidak melakukannya lagi?

Hei.

- Apa kamu gila? - Apa kamu tidak tahu itu?

Aku bingung kenapa kamu begitu pendiam akhir-akhir ini.

Hei.

Minum obatmu dan tidurlah.

Itulah yang paling cocok untukmu.

- Tepat sekali. - Ya, bukan?

Itu tidak masuk akal.

- Sudah kubilang. - Aku belum pernah menonton ini.

- Ini seru, bukan? - Ya, seru.

Lihat.

Ya.

- Dia pasti menyukainya. - Ya, bukan?

Sudah kubilang itu menyenangkan.

Alur ceritanya buruk.

Bagaimana dia tahu mereka ada di sana?

Kenapa dia pergi ke sana?

Astaga.

- Aku tahu. - Astaga.

Gangnam Scandal subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gangnam Scandal

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left