The first 167 lines.
Kurome...
Beda dengan-mu, aku masuk Militer kerena mengagumi mereka.
Aku berhutang nyawa pada Perwira AL.
Dia Idola-ku.
Dengan senjata ditangan,
tugas para Prajurit adalah Melindungi Kerajaan & Warganya.
Aku berhasil jadi Prajurit.
Namun apakah yang sebenarnya ku-lindungi?
Makanan Ringan Kurome.
Hanya tinggal kita ber-4...
Ya.
Tempat ini jadi semakin luas.
Kau benar.
Lalu bagaimana, Tatsumi?
Setelah ini semua berakhir, kita kembali ke jalanan.
Kaulah yang memaksa-ku bergabung pertama kali!
Dan tanpa aku sadari, malah jadi Sejauh Ini.
Lalu kenapa?
Apa aku harus Ganti Rugi?
Lepaskan!
Ternyata jadi Pembunuh Bayaran itu Sia-sia!
Itu benar...
Bagaimana kalau kita jadi Sirkus Keliling?
Ide bagus.
Tak akan!
Terima kasih atas upaya kalian semua.
Hey, ini bukanlah Perpisahan, Bos.
Kalaupun kita akan Reuni...
...itu terserah kalian saja.
Baiklah.
Butuh banyak orang untuk Membunuh Kita.
Ya.
Tatsumi, juga.
Ya, tentu saja.
Bagus.
Inilah Misi Terakhir Kelompok Night Raid.
Hancurkan Akar Masalah.
Gulingkan Mentri Onest.
Jangan sampai mati.
Ya, aku Janji.
Bunuh Kaisar.
Bunuh Kaisar.
Tatsumi,
waktu yang kau miliki tergantung lama kami bertahan.
Kau harus Membunuh Mentri secepatnya.
Kawan-kawan!
Inilah hari Revolusi Kerajaan Yang Baru.
Akan kita gulingkan Pemerintah Korup dengan Tangan Kita,
dan menciptakan Kehidupan Damai!
Ya!
Kumohon.
Berhasil!
Area ini benar Sangat Rapuh.
Sama seperti yang Digambarkan Lubba.
Kerja bagus.
Night Raid!
Tak perlu dipaksakan.
Siapa yang tak siap Mati, silahkan pergi.
Jangan Se-enaknya!
Seperti dugaan-ku, Penjaga di dalam sini lebih banyak.
Terpaksa harus kita Bunuh.
Kalian tak mampu.
Silahkan minggir.
Jaegers...
Bahaya!
Sudah lama ya.
Ingat aku, Tatsumi?
Kalian tak akan lepaskan kami,
iya kan?
Tidak.
Menyelesaikan Tugas adalah Sifat Asli-ku.
Walaupun itu Salah?
Ahli Sejarah di Masa Depan akan menulis Mana Yang Benar.
Jangan buang Nyawa Kalian.
Pergilah.
Eh?
Tak apa.
Karena...
kalian tak berguna.
Dia datang!
Jadi itukah: Imperial Arms.
Kata-katamu benar.
Ibu Kota benar- benar Bobrok.
Rezim ini pasti segera Runtuh.
Jika tau itu, kenapa halangi?
Metode kalian terlalu banyak Makan Korban.
Apa maksud-mu, Keras Kepala?!
Aku dulu seorang Guru.
Hah?
Kenapa orang sepertimu bergabung dengan Jaegers?
Di Kampung Halaman-ku dulu, Bandit Membunuhi Murid-ku.
Namun Ibu Kota tidak mau peduli.
Karena Desa-ku Sangat Miskin.
Mereka di-acuhkan...
...oleh Pemerintah.
Aku baru dengar Masa Lalu-mu.
Ya, itulah alasan mengapa Aku Dendam Pada Mereka.
Kalau begitu...
seharusnya kau...
...Mendukung Kami!
Aku akan gunakan Cara-ku,
untuk Merubah-nya dari Dalam Istana.
Namun kalian mulai melakukan Perlawanan!
Dasar Cerewet.
Bicara saja dengan Kepalan Tangan-ku!
Akame! Tatsumi!
Dia bagian-ku!
Kak!
Kita tak boleh tetap Diam disini bukan?
Cepat pergi!
Kak, jangan mati.
Hey, sebelum kau Bunuh Mentri itu izinkan aku Memukul-nya.
Cukup sudah, ku-bunuh kau!
Ini bukan Masalah Pribadi tapi, Takdir-mu ini kau yang Memilih-nya!
Berdoa-lah, Guru!
Serius nih?
Andalan-ku: Sayap Dewa.
Sepertinya kau meremehkan Bertarung Jarak Dekat-ku.
Sial...
Mentri, bagaimana Situasi Perang?
Tidak berjalan mulus.
Menghadapi Para Pemberontak, Tentara kita Tidak Berdaya.
Pemberontakan...
Apa aku telah berbuat Lalim?
Sama sekali tidak.
Walaupun setelah orang tua-mu meninggal...
...kau telah berhasil jadi Kaisar yang hebat.
Akulah yang selama ini menyertai-mu.
Bagiku: Kau Tak Salah.
I-Itu benar.
Kau selalu ada untuk-ku.
Yang Mulia, para Warga telah terkena Hasutan,
...Omong Kosong yang bernama Pemberontakan.
Jadikan para Pemberontak itu sebagai Contoh Buruk.
Tumpahkan Darah-nya.
Jadilah Kaisar yang Ditakuti!
Maka Pemberontakan ini pasti akan terselesaikan...
...saat kau tunjukan Kekuasaan Sejati.
Nah, ayo kita lakukan.
Akhirnya, sampai juga.
Pemberontak!
Night Raid...
Apa yang dilakukan para Penjaga itu?
Sepertinya disini Penjaga-an Longgar.
Target-nya: Mentri Onest.
Habisi!
Inilah Kekuatan dari Pasukan Kekaisaran!
Rasakan—
Uh...
Yang kalian lakukan hanyalah Membuat Kekacau-an di Kerajaan!
Tidak, dengar kami!
Sudah sekian lama Kerajaan ini dikuasai oleh Tirani.
Dan selama itulah Rakyat Menderita.
Betapun banyak Harapan dan Doa...
..tak ada yang peduli.
Tak terkecuali Sayo & Ieyasu...
Mereka...telah Mati!
Bukankah ini perlu Dirubah?
Yang Mulia,
jangan dengar kata-katanya.
Mentri Onest...
...kaulah orang yang Memperalat Dia.
Oh?
Kau berani Menuduh-ku di depan Sang Kaisar.
Yang kulakukan ini... adalah Cinta Kasih.
Omong Kosong.
Tidak dengarkah Teriakan Rakyat?
No comments yet. Be the first to leave one.