The first 200 lines.
Machimiya.
Hah?
Aku menggunakan semua kekuatanku untuk maju.
Jika kau menghadapi yang ada di depanmu dan maju sekuat tenaga, sekarang pasti ...
... mungkin saat ini kau sudah membuat SMA Hakone ...
... gemetar ketakutan!
Aku pasti menang melawan SMA Hakone!
Aku pasti! Aku pasti!
Sialan. Sepertinya dia mengatakan sesuatu!
Aku tidak bisa dengar!
Saat balapan berakhir, mari kita minum sama-sama.
Biar aku traktir kau Bepsi.
Kau itu ... kuat.
Sial. Ayo kejar mereka, Miya!
Peduli setan dengan aturan!
Kalau kita kejar sampai barisan depan, kita masih—
Hentikan, Ibitani.
Mereka sudah meninggalkan kita.
Meski kita bisa mengikutinya, kita tak bisa bertarung di wilayah di depan nanti.
Tekad, stamina, dan semangat juang.
Kita sudah mengeluarkan semuanya dan kalah.
Ini hanya karena dia dapat dukungan semangat juang lebih besar dari kita.
Miya!
Arakita, maaf, yo.
Traktirlah aku, Bebsi.
oikoshite ikenai sono wake ga
Pastinya kita itu mengerti,
kenapa kita
itsudatte "boku" na no wakatteru
jangan boleh
sampai terkejar orang.
sono hi wo kesanaide
Jangan padamkan harapanmu.
kawaritai to tsuyoku negau hodo
Keinginan kuatku 'tuk mengubah diriku,
joubu na ketsui wo nanika ga kakimidasu no wa
itulah hal yang mendorong
tekad hatiku
ini menjadi bulat.
omote ni dasenai kimochi ga
Rasa derita ini yang tak tersalurkan
bokura no kokoro ni wa takusan tsumatte iru kara
karena ada begitu banyak
yang mengganjal
di dalam hati kita.
namonai hibi ga mi wo musubu youni
Tiap hari bagaikan
tanpa sebuah arti,
mou nokottenai saigo no itteki wo
Tiap itupun kuperas
keringatku ini sampai--
shiboridashite !!
-sampai habis dan tak tersisa !!
oikoshite ikenai sono wake ga
Pastinya kita itu mengerti,
kenapa kita
itsudatte "boku" na no wakatteru
jangan boleh
sampai terkejar orang.
fumidasu "mou ippo" ga
Karena "setiap langkah" adalah
bokura wo sukuu kara
yang dapat menyelamatkan kita.
kachi mo make mo
Mau menang,
mau kalah.
nani hitotsu kimatteru shinai no ni
Itu bukanlah hal
yang tentukan segalanya.
sono hi wo kesanaide
Jangan padamkan harapanmu.
namida no mukou e
Lampauilah tangisanmu.
SURVIVAL
SURVIVAL
Sebentar lagi sampai barisan depan!
Sialan. Aku terlalu banyak memakai tenaga.
Gawat.
Aspalnya ....
Kamu tidak apa-apa?
Diam! Jangan bantu aku!
Wah, itu hebat sekali, Kak Arakita.
Anu, itu hebat sekali!
Bukannya itu sama saja kayak Manami?!
Lagian ... kalian juga ...
... hebat bisa mengikutiku.
Soalnya aku lupa belakangku saat melakukan itu.
Manami, Dik Onoda.
Tidak, bukan apa-apa.
Ayo! Ikuti aku!
Akan kubawa kalian sampai barisan depan!
Sudah mau sampai!
Mereka malah berwajah bodoh saat berhasil mengikutiku.
Mereka berdua memang bocah misterius.
Mungkin saja aku ...
... membawa orang yang tidak terduga.
Iya, 'kan?! Fuku!
Terlihat, itu barisan depan!
Kita sedikit telat ...
... aku sudah membawa dua bocah misterius!
Mungkin aku telat, tapi aku sampai.
Maaf, aku telat.
Butuh banyak waktu juga, ya, Yasutomo.
Ada sedikit halangan,
aku sudah mengalahkan si Hiroshima itu.
Kak Arakita terlihat sangat keren, lo.
Cerita yang kudengar sedikit tadi, boleh kuberi tahu pada Kak Shinkai?
Jangan beri tahu, bodoh!
Dasar.
Anu, Kak Arakita.
Hah?
Terima kasih banyak.
Anu, kalau saja tidak ada Kak Arakita, itu ...
... aku pasti tidak akan bisa maju dari rombongan.
D-Dan juga, Hiroshima—
Diam!
Kita bekerja sama, wajar saja begitu.
Tapi berhenti sampai sini.
Mulai sekarang, kita musuh.
Jangan terlalu naif, Onoda.
Baik!
Terima, terima kasih banyak.
Sudah kubilang tidak usah berterima kasih padaku.
Omong-omong, Fuku ...
... aku punya banyak pertanyaan!
Ya.
Aku tahu kau pasti bisa, Arakita.
Lihat! Masih ada orang yang muncul dari belakang!
Kupikir sudah kutinggalkan.
Bodoh.
Memangnya mereka akan mundur?!
Maaf menunggu, Kinjou!
Ya!
Tadokoro, Makishima.
Naruko!
Semua keenam anggota sudah berkumpul!
Kau meninggalkan kami, Arakita!
Hah? Oh ....
Aku mengejar si Hiroshima, dan begitulah ....
Kak Fukutomi, kami sudah tiba.
Ya.
Apa maksudnya "begitulah"?
Ya, begitulah ....
Baiklah, biar aku katakan. Kau menghambatku—
Tidak apa-apa, kan?
Semuanya sudah tiba.
Mau?
Gantian, Imaizumi.
Baik. Terima kasih.
Mereka tiba!
Mereka tiba!
Lihat! Mereka berkumpul!
Teman-teman!
Aku sudah percayai kalian!
Justru kaulah orang yang paling meragukan mereka.
Eh?
Berjuanglah!
Ya!
Naruko, Onoda!
Terima kasih!
Terima kasih!
Ayo maju!
Baik!
Sudah waktunya.
Babak kedua dimulai sekarang.
Baik!
Ini akan jadi pertarungan mempertaruhkan nyawa.
Ikuti kami, anak kelas satu!
Baik!
Baik!
Okeh!
Berjuanglah, Sohoku!
Maju!
Sohoku!
Semua sudah berkumpul.
Kita rebut kemenangan.
SMA Hakone, bergerak.
Ya!
Bagaimana rasanya?
Kyoto Fushimi hanya berdua, Midousuji dan Ishigaki.
Apa Hiroshima gagal mengejar sudah sesuai perkiraanmu?
Mungkin saja, Midousuji ....
Hiroshima, Hiroshima yang kau percaya gagal mengejarnya.
Sohoku dan SMA Hakone berenam.
Kita hanya berdua.
Memangnya kenapa?
Jika mereka gagal mengejarnya, berarti hanya sebatas itu kemampuan mereka.
Itu berarti keinginan menang mereka tidaklah murni.
Meski berhasil mengejar, mereka tidak akan membantu.
Jika begitu, mereka tidak diperlukan.
Jangan khawatir.
PFFFT!
Ishigaki, ini hari ketiga,
sudah begitu balapan tinggal setengah babak.
Itulah arti sesungguhnya bertahan.
Tidak perlu membawa semuanya.
Tim akan roboh saat melaju.
Satu orang ....
Dua orang ....
Dan seorang lagi ....
No comments yet. Be the first to leave one.