The first 200 lines.
Episode 8
Aku...
sudah dengar alasanmu mengirimku ke Pulau Tamra.
Bagaimana aku ...
merasa ... - Pulanglah.
Aku tidak punya keinginan mendengarkan perasaanmu.
Apakah itu...
alasan satu-satunya?
Jika aku sampai tertangkap oleh petugas,
apa kau takut aku mungkin akan menyeretmu dalam masalah?
Maka kau ingin mengirimku ke Tamra?
Aku ingin tahu...
bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.
Kau ingin tahu tentang perasaanku yang sebenarnya.
Aku tidak punya keinginan menjalani cinta semalam.
Tapi bisakah kau mengendalikan perasaanmu dan segalanya?
Kenapa?
Kau mengharapkan lebih dariku?
Apakah kau pikir aku...
mencintaimu?
Bahkan tanpa kata-kata kasarmu,
aku bisa memahami perasaanmu.
Ini pertama kalinya bagiku.
Aku frustasi karena tak bisa membantumu.
Lalu aku merasa kecewa pada diriku sendiri,
karena merasa seperti ini.
Ini obat-obatan herbal dari akar-akaran.
Satu-satunya hal yang bisa kulakukan untukmu,
adalah ini.
Tolong terima.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Aigoo...
Aigoo...
Ayah.
Ayah.
Ayah!
Ayah!
Ayah.
Ayah rasanya sakit!
Hei! Sadarlah!
Di mana catatan Putra Mahkota Junghyun?
Aigoo.
Ayah.
Cepatlah!
Ayah.
Ayah.
Aku akan menjelaskan semuanya. Pelajar Kim Sung Yeol terluka karenaku kemarin.
Beberapa saat lalu!
Orang yang bersamamu di Hwayang-Gak. Apakah dia Pelajar Kim Sung Yeol?
Ayah... bagaimana kau bisa tahu-
Orang yang mencari catatan Putra Mahkota Junghyun dan yang mempekerjakanmu,
orang itu, kan?
Aku tidak akan menemuinya lagi.
Sayang!
Kemas barang-barang kita...
Kita akan pergi sekarang juga, jadi Dam kau juga mulai berkemas.
Ayah.
Ayah.
Apa yang kau lakukan masih berdiri di sana?
Apa kau benar-benar sudah gila?
Pergi kemana malam-malam begini?
Ayah, aku minta maaf.
Ayah yang tidak bisa memberi kehidupan, apakah kata-katanya juga akan diabaikan?
Karena aku bukan suami yang segar bugar, kau pikir kata-kataku tidak berarti, begitu?
Ayah, kumohon...
Aigoo.
Ada apa?
Ah, itu...
Dia ingin pulang.
Kita mengirim orang-orang faksi dan mencari ke seluruh penjuru,
tapi bahkan tidak ada jejak.
Kim Sung Yeol melihatmu?
Dia kira mendiang kekasihnya hidup kembali, jadi hatinya pasti tidak karuan.
Karena aku mengarahkannya ke rumahku, jadi sekarang, dia mungkin sudah tahu aku adalah putri dari Perdana Menteri.
Dia mungkin memahami dengan otaknya,
tapi akan sulit diterima di hatinya.
Bahkan meskipun aku yang melihatnya...
kalian memang mirip.
Mendiang kekasih yang mengorbankan hidup demi dirinya...
tak akan bisa dilupakan dengan mudah.
Aku percaya kau akan memenuhi janji yang kau buat padaku.
Tentu. Aku pasti memenuhinya.
Secepatnya, posisi sebagai istri dari Putra Mahkota akan jadi milikmu.
Lain waktu aku melihatnya, aku akan menuntunnya padamu.
Saya tidak tahu apa pun tentang catatan putra mahkota Junghyun yang Anda cari.
Meski begitu, saya memegang bukti yang lain.
Berupa surat pengakuan.
Orang yang membuat pengakuan palsu bahwa Putra Mahkota merencanakan pemberontakan 10 tahun lalu adalah Menteri di Hongmoonkwan.
Apakah maksudmu Tuan No Chang Sun?
Ditulis dengan tulisan tangannya sendiri, menjanjikan saya menjadi penerjemah di Qing.
Ini memang tulisan tangan Kakek saya.
Kita akan memulainya dua hari lagi, jadi bersiaplah.
Baik, Yang Mulia.
Biarkan aku hidup meski hanya beberapa hari, Tuan.
Karena diriku, dia dieskekusi sebagai pendosa.
Aku ingin mengungkapkan ketidakadilan eksekusi Putra Mahkota Sadong.
Lalu biarkan aku mati.
Kumohon. Biarkan aku membayar hutangku pada Putra Mahkota Sadong meski hanya sedikit.
Berjanjilah padaku satu hal.
Sampai aku secara pribadi muncul di depan Putra Mahkota, jangan memberitahunya tentang identitasku.
Bisakah kau melakukannya?
Cepat bakar mereka! -Baik, Tuan.
Tidak mungkin... apakah itu perbuatan Vampir?!
Tubuhnya! Tubuhnya!
Kita ahrus sampai di Hwasung besok malam.
Saya akan memastikan semuanya lancar.
Aku adalah putra mendiang Putra Mahkota Sadong.
Putra Mahkota negeri ini... Pelajar Bernafsu.
Mulai sekarang, aku akan mengonfrontasi vampir itu, Gwi, yang tinggal di kerajaan.
Bagaimana bisa mayat ini tetap tinggal?
Setelah kebenaran bahwa Putra Mahkota adalah Pelajar Bernafsu terungkap, aku akan membangkitkan mayat ini
Jika itu terjadi, maka tidak seorangpun akan berpikir bahwa kata-kata Putra Mahkota adalah dusta.
Jika dia meminum darahku, dia akan kembali hidup secepatnya.
Orang-orang akan melihat transformasinya, termasuk saat dia terbakar akan sinar matahari.
Setelah itu, aku akan memberitahu Putra Mahkota.
Bahwa aku memiliki tujuan yang sama dengannya.
Anda harus menghentikannya.
Mereka sudah mulai mencari tahu identitas Anda. Bahkan meski hanya satu mayat lagi muncul...
Jika Anda membiarkannya, situasinya kemudian akan tidak terkontrol.
Orang mati tidak bisa bicara.
Siapa pun yang berani bicara omong kosong tentangku, akan kuhabisi.
Termasuk Raja dan Putra Mahkota yang sangat kau benci.
Tangkap pria ini.
Lalu, aku akan...
membiarkanmu duduk di tahta.
Apakah Anda menyebut tahta?
Kim Sung Yeol.
Kau sungguh ingin melihat akhirnya, kan?
Seperti kata Gwi, bisa dipastikan pria yang bertanggung jawab atas hal ini adalah sosok yang impressif.
Karenanya, kata-kata Pelajar Bernafsu akan menjadi kenyataan.
Kedamaian akan lebih baik.
Anda harus menemukan jalan keluar.
Ini hanya akan berakhir jika aku membawa Pelajar Bernafsu ke hadapan Gwi.
Jika kau merindukan Ibumu, kau harusnya lekas datang.
Aku kira Ibu akan kembali ke istana jika aku tidak datang.
Aku hanya ingin berdoa untuk ketenangan Putra Mahkota Sadong di alam baka dan kedamaian pada masa kepemimpinanmu.
Aku akan menghabiskan sisa umurku di sini.
Putra Mahkota. Berjanjilah sesuatu padaku.
Katakan, Bu.
Tolong jangan biarkan aku menyaksikan kematian Putraku satu-satunya.
Biksuni Gong Hyun Joo! Makan siangnya sudah siap.
Ya, masuklah dulu.
Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu.
Saya tidak tahu Anda kedatangan tamu.
Dia bukan tamu, dia putraku.
Berkenalanlah, dia teman bicaraku beberapa tahun terakhir
Dia adalah orang yang begitu tulus
Kau melakukan sesuatu yang seharusnya kulakukan, aku berterima kasih.
Aku harus menjamu Anda.
Berkat perhatian Anda, orang-orang di rumah sangat bersyukur saya bisa kembali pulang dalam kondisi sehat
Alangkah senangnya memiliki seorang putri yang cantik.
Pelajar Malam.
Apa kau memikirkan pelajar itu?
Maafkan aku.
Karena diriku, kalian semua harus pergi ke Pulau Tamra. Kau tidak akan bisa lagi melihat wajah Pelajar itu.
Tidak.
Aku berpikir untuk menulis tentang Pelajar Malam lagi.
Apa?
Kehidupan rahasia Pelajar Malam
Judulnya Kisah Rumit Pelajar Malam.
Pertemuan pertama Pelajar Malam dengan seorang wanita karena dia membutuhkan sebuah buku.
Tapi dari saat pertama bertemu, Pelajar Malam terlanjut menyukai aroma si wanita. Dimulai dari sana.
Tanpa istirahat, dia mengikuti wanita itu
Secara diam-diam, perjalanan berat
Aku tahu segalanya tentang wanita itu.
Sebagaimana perasaan si pelajar malam yang kian mendalam pada si wanita, gairahnya juga ikut meningkat.
Maka Pelajar Malam akhirnya pun menyadari.
Karena kau cantik.
Kapan dia mengatakan kau cantik?
Sisi mana yang cantik?
Mata? Hidung? Bibir?
Maksudku hatimu cantik.
Ah, ini tidak seru.
Aku harus menulisnya lebih baik lagi.
Itu seru, kenapa? Ceritakan padaku lebih banyak!
Itu membosankan.
itu mimpi.
Jika kau bangun, kau melupakan segalanya.
Itu membosankan. Sangat-sangan membosankan.
Haruskah kau mengurus makam dari seseorang yang sudah mati di waktu seperti ini?
Apakah... orang yang kau cintai Ibu kandung Yang Sun?
Berhenti mengatakan hal-hal tidak berguna.
Kau membicarakannya seolah itu baru terjadi kemarin. Kejadiannya sudah lama.
English Subtitle by The Hot BloodSuckers Team @ Viki Diterjemahkan oleh Writer Ayra @ayyucperawatd
Yang Mulia. Apa yang sebaiknya saya lakukan dengan buku ini sekarang?
Saya sungguh... tidak bisa menyimpannya.
Catatan Putra Mahkota Junghyun.
Kelompok Pelajar Bernafsu berkumpul di pasar.
Selebaran akan secepatnya tersebar.
Sepatu murah!
Sepatu murah
Mereka di sini
Bagaimana dengan tubuh Selir Istana?
Di bawah sini. Tersimpan dengan rapi.
Tidak mungkin bangkit, kan?
Jangan takut. Tanpa darahku, ia hanya mayat.
AKu akan pergi menemui Putra Mahkota.
Kami akan mengawasi situasi dari sini.
No comments yet. Be the first to leave one.