The first 200 lines.
"Episode 1"
Ji Young, kumohon.
Lepaskan aku.
Lepaskan!
Ji Young, tolong jangan pergi.
"1995, 26 tahun lalu"
Ji Young!
Ji Young, kenapa kamu melakukan ini?
Lepaskan aku, Berengsek!
Aku tahu keadaan sedang sulit,
tapi aku akan berusaha lebih baik. Aku akan berusaha lebih keras.
Jadi, tolong jangan lakukan ini.
Apa kamu tahu
bagaimana sikapmu membuatku amat kesal?
Aku bukan pergi karena kamu melakukan kesalahan.
Aku hanya
merasa sesak.
Hidup seharusnya tidak seperti ini.
Aku seperti terjebak di penjara.
Ini gua tanpa cahaya sedikit pun!
Bagaimana denganku?
Bagaimana dengan Dan Dan kita?
Anggap saja aku sudah mati.
Pak, tolong pergi. Kumohon!
Cepat. Bawa aku ke tempat yang jauh dari sini.
Aku merasa kasihan kepada ayah Dan Dan.
Dia bicara soal meninggalkan keluarganya,
tapi dia benar-benar melakukannya.
Wanita jahat. Bagaimana bisa dia menelantarkan putrinya sendiri?
Anak itu masih harus disusui.
Bagaimana bisa pria muda membesarkan anak sendirian?
Dan Dan, tidak apa-apa.
Semua akan baik-baik saja.
Bukankah sudah setahun sejak seorang pengemudi tabrak lari
merenggut nyawa suamimu?
Astaga. Aku merasa kasihan karena Dae Bum tidak punya ayah.
Kasihan sekali.
Permisi. Kenapa kamu bilang begitu?
Jangan mengatakan hal seperti itu lagi kepada Dae Bum.
Jika dia butuh ayah, aku akan mencarikannya ayah tiri.
Kenapa kamu mengasihaninya?
Maksudku, aku kasihan karena dia tidak punya ayah.
Apa yang membuatnya kesal?
Kenapa kamu terus tersenyum seperti itu?
Apa kamu mengidap penyakit tersenyum?
Entahlah.
Aku hanya senang dan bahagia.
Kita tidak punya uang, jadi, kita hanya bisa makan tteokbokki.
Kamu masih bahagia?
Ya. Aku hanya membutuhkanmu.
Serta masa depan kita cerah.
Soo Chul, kamu akan menjadi artis terkenal di dunia.
Lalu aku akan menjadi perancang busana besar.
Aku akan menjadi sukses
dan membiarkanmu memakai pakaian yang kurancang.
Aku berjanji.
Ya?
Begini... Kenapa kamu kemari?
Kamu mau pergi?
Aku membawakanmu dadar zukini. Rasanya enak.
Terima kasih. Aku akan menikmatinya.
Baiklah.
Jika terjadi sesuatu,
aku bisa menjaga Dan Dan.
Dae Bum tidak rewel,
jadi, tolong jangan ragu untuk meminta bantuan kapan saja.
Terima kasih.
Sebenarnya, ada yang harus kuurus sekarang.
Baiklah. Sampai nanti.
Dan Dan, jangan khawatir. Kamu akan melihat ibumu lagi.
Kita akan memberitahunya bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan kita,
jadi, dia harus giat belajar sampai kembali.
"Ji Young, jaga dirimu"
Ji Young, jaga dirimu.
Maaf aku tidak bisa memberimu lebih banyak uang untuk perjalananmu.
Aku akan bekerja keras menghasilkan uang lebih dan mengirimkannya.
Jadilah desainer yang sukses dan raih impianmu.
Dan Dan dan aku akan menunggumu.
Aku mencintaimu, Ji Young.
Hei!
Apa kamu gila?
Kamu mau membuatku terkena masalah?
Kenapa kamu membawa bayi yang baru lahir kemari?
Maafkan aku.
Berikan bayi itu kepadanya.
Tetaplah di rumah dan jaga bayimu.
Jangan kembali ke sini lagi.
Astaga, ayo.
Ayo.
Kenapa aku tidak bisa mendaftarkan kelahirannya padahal dia di sini?
Aku ayahnya.
Sudah kubilang. Hanya ibu yang bisa mendaftarkan kelahiran seorang anak
yang lahir di luar nikah menurut hukum saat ini.
Bayinya pasti punya ibu.
Ibunya sudah meninggal.
Dia tidak punya ibu.
Lalu,
tidak bisakah bayi tanpa ibu mendaftarkan kelahirannya?
Hukum macam apa itu? Itu konyol.
Aku ayah Dan Dan.
Bukankah setidaknya Anda punya nama dan nomor KTP ibunya?
Aku tidak bisa apa-apa. Begitulah cara kerja hukum.
Sejujurnya, di mana bukti bahwa Anda ayah dari bayi itu?
Apa?
Bukti?
Kenapa aku butuh bukti padahal dia putriku, Berengsek?
Astaga, lepaskan aku!
Katakan lagi. Kamu mau bukti?
Dasar bodoh.
- Tolong tenang, Pak. - Silakan pergi.
Lepaskan aku!
Apa katamu? Kamu ingin bukti?
Dan Dan adalah putriku! Dia anakku, Bodoh!
Sial. Kamu percaya orang itu?
- Tolong tenanglah. - Dan Dan adalah putriku!
Putriku!
Dia anakku, Bodoh!
Lepaskan aku. Lepaskan aku!
Lepaskan!
Tunggu, Soo Chul.
Soo Chul.
Soo Chul.
Kumohon.
Tolong jangan mati. Kita bisa membesarkan anak-anak kita bersama.
Aku akan...
Aku akan menjadi ibu Dan Dan.
Jadi, kumohon... Kumohon, Soo Chul...
"12 tahun kemudian"
Dan Dan, ayo bertukar es krim.
Aku tidak mau makan punyamu.
Lihat. Ada Big Bang.
Big Bang? Di mana? Di mana mereka?
Di mana?
Apa yang baru saja kamu lakukan?
Aku tadinya hanya ingin makan sesuap.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Jadi, kamu seharusnya bertukar denganku saat aku memintanya.
Maka aku hanya akan makan segigit.
Hei, aku akan membunuhmu. Kemarilah.
Astaga, sakit. Lepaskan aku!
Kenapa Ibu tega melakukan ini kepadaku?
Ibu meminjam 10.000 dolar dariku tempo hari.
Soo Chul meminjam uang untuk meminjami Ibu uang itu.
Ibu bahkan tidak membayarku.
Kenapa Ibu memintaku menjamin pinjaman Ibu?
Kurang dari setahun lalu, aku mendaftarkan rumah ini.
Ibu tidak akan meminta ini jika ada cara lain.
Ibu, kenapa memulai bisnis di usia Ibu sekarang?
Suruh Gun menyerah bermain sepak bola
dan bekerja paruh waktu saja untuk menghasilkan uang.
Hei! Kamu tidak bisa bilang begitu hanya karena dia bukan putramu.
Dia adikmu satu-satunya.
Kamu seharusnya mendukungnya sampai dia masuk tim nasional.
Kenapa kamu menyuruhnya berhenti padahal dia hanya tahu sepak bola?
Kenapa kamu berkata begitu sebagai kakaknya?
Aku tidak peduli. Gun putra Ibu, bukan putraku.
Urus dia.
Astaga. Andai suami ibu masih hidup.
Maka ibu tidak akan melalui semua penghinaan ini.
Ibu tidak percaya putri ibu memperlakukan ibu seperti ini.
Astaga.
Astaga, Ibu!
Yeon Sil.
Astaga, Yeon Sil.
Apa yang kamu lakukan?
Dae Bum dan Dan Dan sedang bertengkar di luar.
Apa?
- Dae Bum dan Dan Dan? - Ya.
Hei, kemarilah!
Hei! Kemarilah.
Astaga. Apa yang terjadi? Dan Dan.
Astaga.
- Dan Dan! - Lepaskan dia.
Kamu akan mencabut semua rambut Dae Bum.
Astaga. Dae Bum.
- Hidungmu berdarah. - Astaga.
- Coba ibu lihat. - Astaga.
Aku tidak percaya kita melihat darah.
Park Dan Dan. Apa yang kamu lakukan? Dia lebih tua darimu.
Gelandangan itu memakan semua es krimku.
Apa? Kamu memukuli kakakmu
karena es krim?
Beraninya kamu memanggil kakakmu seperti itu?
Beginikah caramu mengajari anak-anak?
Dan Dan.
Jangan pernah memanggilnya begitu lagi.
Ada apa?
Kenapa?
Entahlah.
Dan Dan memukuli Dae Bum dan menyebabkannya mimisan
hanya karena dia memakan es krimnya.
Apa?
Dan Dan.
Kenapa kalian semua memarahiku?
Dan Dan.
Park Dan Dan!
Kenapa kamu memakan es krimnya dan menyebabkan kekacauan ini?
Kamu kakaknya.
Bisakah kamu berhenti?
Kenapa kamu memukul kepalanya padahal dia sudah mimisan?
No comments yet. Be the first to leave one.