The first 200 lines.
Bhudho. Bhudhang. Kehidupan yang menyedihkan ini...
Kita lahir dengan ketidakpastian.
Kita lahir. Kita menjadi tua dan mati.
Kita semua berada dalam lingkaran kehidupan.
Baik engkau muda atau tua...
Ini kebenarannya.
Kaum elit, para guru, kapten, atau orang biasa.
Yang kaya atau miskin, kita semua akan mati.
Mari kita melakukan perbuatan baik.
Maka kehidupanmu selanjutnya akan baik-baik saja.
Karma baik akan mengikutimu...
Dalam kehidupan ini dan kehidupan manapun.
Meski ini tidak benar...
...ini satu-satunya jalan...
Untuk melepaskan semua bebanku dalam kehidupan ini.
Jika kau tidak keberatan...
...tolong tunjukkan sesuatu padaku...
...yang bisa memberiku pencerahan.
LOOKTUNG MILLIONAIRE
Hei, Virada...
Apa?
Aku tadi memintamu untuk panggil dokter. Sudah datang kah?
Sudah.
Bilang padanya untuk masuk. Aku hampir mati karena tenggorokan.
Sebentar. Apa kau bilang?
Tidak. Maksudku tenggorokanku sakit.
Aku tak bisa bilang "c".
Oh, aku salah memanggil dokter.
Itu cenayang.
Aku salah paham. / Dia memintamu memanggil dokter.
Bukan cenayang.
Aku tak tahu. Kukira maksud dia, dokter ini.
Pemuda ini sial.
Kalian semua nasibnya buruk. Kalian ditakdirkan untuk mati.
Jangan melakukan perjalan jauh ya. Mengerti? / Benarkah?
Kau hebat sekali. / Mulai deh.
Aku tak bisa tinggal di sini.
Aku pergi.
Ini mengerikan.
Dokter! Apa yang sekarang harus kulakukan?
Kenapa jadi banyak angin?
Bapa biksu!
Pah Pa Samakki!
Jika kalian bisa mengundang semua artis "country"...
...melakukan perjalanan untuk kebaikan ke kuilku.
Maka kuil dan warga sekitar...
...tentunya akan meningkat.
Kita semua harus ke sana?
Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kita bertemu.
Aku percaya dengan kesatuanmu.
Waktu berubah, orang-orangpun juga.
Kita hidup di dunia yang berbeda.
Ayolah, anggap saja perjalanan melakukan kebaikan.
Dorong semangat dan moral masyarakat...
...untuk biara hutan yang miskin.
Tempat itu...
...sudah tak ada kehidupan.
Tidak ada suara...
...yang lebih kuat dibanding musik country.
Kung. Kung. Giliranmu.
Baiklah. / Cepat.
Beri dia beberapa ribu.
Berikan dia dukungan.
Permisi, Bapa.
Saya pamit dulu. Fans saya sudah menunggu.
Ada yang harus kami kerjakan.
Ayo. Mari bekerja. Bersiaplah.
Bolehkah aku jadi yang satu-satunya?
Kata-kata kekecewaan.
Itu yang membuat seorang biksu heran.
Oh, temanku tersayang.
Kau melupakanku. Sekarang aku minta bantuanmu.
Aku ingin agar semua penyanyi country bersatu.
Maka aku datang untuk menemui Tuan Kung.
Kuharap bisa bertemu teman-teman lama.
Tapi dia yang memutuskan hubungan kami.
Aku berharap bisa membangun gereja.
Semoga kebaikan meringankan kesedihanku.
Semoga hal-hal baik membuatku bahagia.
Dan membuang kesedihan.
Aku telah diberi pencerahan oleh perbuatan baik.
Dan besok kami akan melakukan perjalanan.
Nona Hai, benarkah kalau penyanyi country tak bisa rukun?
Oh, Sayang.
Itu tidak benar.
Kami saling mencintai.
Kau mungkin berpikir kalau kami hanya pura-pura.
Bagaimana kami melakukannya? Aku bisa menunjukkannya padamu.
Dia teman baikku. Si gendut...
Nona Sunaree. Kami saling mencintai. Cium.
Nah kan?
Dia jelek sekali, sehingga harus menyimpan jenggot kambingnya.
Dan dia juga punya tahi lalat jelek. Muka gendut...
Muka gendut.
Bawa sana.
Halo?
Aku sedang sibuk.
Aku sedang meditasi. Aku tak akan kerja hari ini.
Cukup begitu. Oke?
Hah?
Ya ampun...
Halo? Apa itu Kung?
Melakukan kebaikan?
Aku tak perlu melakukannya.
Aku kan sudah melakukan banyak kebaikan.
Aku sudah cukup hidup dengan perbuatan yang telah kulakukan.
Ada biksu yang meminta persembahan?
Baiklah. Baiklah.
Oke. Baiklah.
Pao.
Pao.
Paowalee?
Hey, Pao!
Ada apa, Bibi? Kenapa Bibi teriak-teriak?
Kenapa aku teriak? Kau dengar saat aku memanggilmu?
Bantu aku buat jadwal dengan semua penyanyi country.
Minta mereka untuk kumpul di sini.
Astaga, Bibi. Itu kan susah.
Bibi kan yang bilang kalau mereka semua saling tidak cocok.
Semua orang tidak cocok dengan Bibi. Apa mereka mau datang?
Lupakanlah. Batalkan saja.
Tak perlu begitu. Aku punya ide.
Kirim melalui "LINE" (chat).
Baris (=line) apa?
Aku kan sedang bicarakan perjalanan. / Aku tahu.
Aku akan sebarkan lewat Line (chat).
Kita mau buat kebaikan. Kita tak butuh baris (=line).
Ini aplikasi ponsel.
Kau bilang aku tidak normal ya?
Kau gila? Bibi orang jujur. Bibi bilang yang sejujurnya.
Gadis ini benar-benar membuatku marah.
Aku sangat marah.
Bibi yang tak mengerti atau aku yang tak mengerti maksud Bibi.
Dasar "bimbo!"
Pao! / Ya?
Aku lupa memberitahumu.
Undang semua yang ada di foto ini. Kau bisa mengundang siapapun di negeri ini.
Tapi jangan beritahu si Muka Gendut itu.
Paham?
Tidak? Ini. Sunaree Rachasima. Jangan undang dia.
Karena aku tak mau membuat kebaikan bersamanya.
Dalam kehidupan ini atau kapanpun, Bibi tak mau melihatnya.
Bibi tak mau lihat wajahnya. Bibi benci dia. Paham?
Bibi harus hidup lebih tinggi darinya di kehidupan manapun.
Aku sangat marah!
Dasar perempuan! Aku percaya dia seorang penyanyi.
Dia selalu menunjukkan kemampuan sopranonya saat dia marah.
Semuanya.
Bibi Hai memintaku untuk menanyakan sesuatu.
Ini membakarku hingga jadi debu.
Aku berharap ada kuburan untuk kesedihanku.
Bibi Hai mau mengundang semua orang...
Kau ingin pesan untuk dibawa pergi?
Pangsit. Bapkao daging babi. Slurpy (minuman).
Sate ham?
Sebentar.
Terakhir pesananku di Slurpy.
Banyak sekali pesan chat-nya.
Ini grup di Line.
Hei, Monsit.
Kau terkesima, kan?
Apa yang kau lakukan? AKP - Aku kangen padamu!
Aku bosan dengan bahasa gaulnya remaja.
Aku mau undang kalian semua untuk gabung dalam perjalanan kebaikan.
Tapi tolong jangan bilang Su.
Bibi Hai juga bilang begitu.
Jadi kita bisa memberitahunya.
Aku akan telepon Su. / Sekarang.
Halo?
Kaukah itu Su? Ini Kra-tai.
Aku dengar artis "country" mau melakukan perjalanan kebaikan.
Tapi...
Dia tidak mau kami memberitahumu.
Siapa dia?
Pasti si Hai Apaporn.
Si kuda nil itu.
Dia tidak mengikutkanku dalam perjalanan kebaikan ini.
Yang kudapat darinya cuma hal-hal berdosa.
Kita lihat saja.
Pai!
Pai!
Ying Lee!
Dia tidak cinta padaku lagi.
Pai...
...kau itu sedang apa?
Kau kira kau lagi syuting video musik?
Kau sedang di rumah, bukan di acara Grammy.
Aku tak bisa hidup tanpanya, Kak. Aku tidak bisa.
Ying Lee!
Ying Lee!
Bisakah kau berhenti menangis sebentar?
Aku butuh bantuanmu.
Halo?
Kau menyebalkan. Tak tahu malu. Kau tak punya simpati ke orang lain.
Sana mati. Dasar muka asam. Perut besar. Mata sipit.
Sampah radioaktif! Dasar sapi!
Apa kakakmu menyuruhmu untuk mengutukku?
Ya. Kata-kata lama yang sama.
Mau berpergian untuk membuat kebaikan ini bersama-sama?
Kebaikan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.