The first 153 lines.
A-Apaan itu?!
Aku tak sengaja ketemu Mie-san yang pura-pura jadi kucing pas pulang sekolah.
Saking imutnya aku jadi kebelet ambil foto.
Aku tak boleh melakukannya!
Apa yang dia lakukan?
Ah, lagi bareng kucing, toh?
Tidak, itu cuma kantong plastik.
Dia pasti lupa pakai kacamata.
Benar!
Dia juga lupa kacamatanya hari ini.
Ini gawat.
Jika dibiarkan, Mie-san pasti malu kalau sampai menyadarinya.
Kamu enggak ngeong-ngeong, ya?
Ah, bunyi juga.
Bulumu kasar, ya?
Jangan dielus-elus!
Nanti malah ketahuan!
Ah, di sini juga ada anak kucing.
Elus, elus.
Eh?
Komura-kun?
Barusan kamu lihat anak kucing di sini?
Meong.
Gadis Taksiranku
Mengambil Surat Cinta
Episode 3
Yang mana, ya?
Cari sesuatu?
Iya.
Carinya di dalam tasmu, 'kan?
Iya.
Biar kucarikan sini.
Di-Dia Azuma-kun.
Azuma-kun si pria tampan rebutan cewek.
Dia sedang membantu Mie-san yang kelupaan kacamata?!
Ah, apa ini?
Eh? Mana?
Yang ini.
Ah, ini dia.
Tidak, kenapa aku tidak terima?
Masa aku marah melihat Mie-san dekat orang lain?
Kenapa aku cemburu, sih?
Hentikan! Hentikan!
Jangan gampang baperan!
Terima kasih selalu membantuku, ya,
Komura-kun.
Tidak, aku Azuma.
Kenapa kamu mengira aku ini Komura-kun?
Maaf, maaf.
Benar juga, warna rambutmu hitam.
Biasanya Komura-kun yang sering membantuku ....
Sejak awal kau memang tidak memerhatikannya, ya?
Soalnya kukira kamu adalah Komura-kun.
Aku terlanjur sok akrab denganmu.
Malu banget.
Pa-Pagi, Mie-san.
Itu kamu, 'kan, Komura-kun?
Pagi.
Pagi!
Pagi.
Pagi.
Kamu lupa lagi bawa kacamata, Mie-chan?
Kenapa sering banget lupa, sih?
Pake nanya? Sadar-sadar aku sudah lupa.
Aku khawatir wajahmu cepat kerutan, loh.
Kamu malah terlihat sinis kalau enggak pakai kacamata, Mie-chan.
Kerutan ....
Kerutan ....
Kerutan ....
Pagi.
Pagi.
Kira-kira Mie-san pakai kacamata tidak hari ini, ya?
Pagi, Komura!
Pagi.
Pagi, Mie-san.
Batal, deh.
Enggak jelas lihatnya.
Aku mencoba untuk enggak mengerutkan alisku ....
Ah, pagi, Komura-kun.
Pa-Pagi.
Kejadian itupun menjadi kenangan manis seumur hidup Komura-kun.
Komura-kun, ayo main sambung kata dari "ri".
Eh?
Sebelumnya aku main sambung kata sama Asuka-chan, tapi aku enggak pernah menang.
Aku ingin melatih kelihaian sambung kataku, jadi tolong temani aku.
Ma-Masa?
Maksudnya aku harus berbalas kata dengan Mie-san?
Waduh.
Obsesinya terhadap sambung kata bikin jijik.
Ri-Ringo.
Go-Gorilla.
Rappa.
Pa-Paprika.
Ka-Kansuu.
Umiushi.
Kok gampang banget?
Kenapa enggak pernah ngucapin kata berakhiran "ru"?
Aku jadi enggak bisa berkembang!
Kamu boleh lebih sadis kepadaku, Komura-kun.
Astaga!
Kalau begitu ....
Mau coba lebih cepat lagi?
Iya.
Shishimai.
I-Inko.
Kougo.
U-Ushigaeru.
Ruletto.
To-Tonbi.
Bikkuribako.
Ko-Komura-kun.
I-Iya?!
Ujungnya "n."
Aku kalah.
Tidak.
Kaulah yang menang.
Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa lagi.
Sebentar lagi bagianku selesai disapu.
Tapi enggak terlihat jelas, sih.
Iya, terima kasih.
Asal bareng Mie-san, piket pun terasa bahagia.
Meski masih ada anak-anak lain, sih.
Ke-Kecoak!
Ba-Bagaimana ini?
Bisa gawat kalau aku langsung bilang ada kecoak di sana.
Karena Mie-san lupa memakai kacamata.
Kalau mataku tidak bisa melihat dan ada yang teriak kecoak di dekatku ....
Dijamin bakal panik.
Mi-Mie-san ....
Sini sebentar.
Be-Benar.
Pelan-pelan.
Ada apa?
Ti-Tidak ....
Kecoak!
Di mana?!
Di mana, Komura-kun?!
Di mana?!
Ujungnya panik semua.
Pagi, Komura-kun.
Aku lupa bawa kacamata lagi.
Dia jadi gadis kikuk sekarang?
Anu, Mie-san ....
Dahimu.
Dahiku?
Syu-Syukurlah tidak pecah.
Maaf, ya, aku enggak tahu kalau ada di dahiku.
Ta-Tapi untung kau tidak lupa membawa kacamata, ya?
Etto ....
Mohon bantuannya.
Pe-Pengen dicium?!
Tidak mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.