Bring Me Home

Bring Me Home (나를 찾아줘)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Bring Me Home 2019 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton
WEB-DL Release, Duration 01:48:00

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-03-21
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pasien berusia 45 tahun. Tiba-tiba terjatuh di tangga.

Tidak ada nafas dan detak jantung sejak aku tangani.

Ayo angkat dia. Satu, dua, tiga.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Bagus, aku periksa detak jantungnya.

Ini gagal jantung.

- Tidak berdetak. - Siapkan pengejut dan satu mili epinperin.

Hubungi bagian jantung. Kau sudah hubungi keluarganya?

- Aku hubungi sekarang. - Tekanan 150.

- Epinperin sudah digunakan. Mundur semua. Mengisi.

Semua mundur, kejutan dilakukan.

Satu, dua, tiga, kejutkan!

Kau tidur di mobil lagi?

Aku lebih pilih di mobilku. Rasanya tidak nyaman berada di motel.

Kau merusak tubuhmu. Kau tidak muda lagi, setidaknya tidurlah dengan benar.

Aku tidur dan makan dengan benar.

Tidak perlu khawatirkan aku.

- Kali ini kau pergi ke mana? - Goseong.

Kau sudah pernah datang ke sana.

Bagaimana jika kembali bekerja?

Kita bisa mencarinya bersama-sama di akhir pekan

Udara di sana menyegarkan.

Tanah di sana juga murah.

Kita harus pindah ke sana dan bertani bersama anak kita.

Dan kau pernah bertani?

Tidak ada yang tak bisa kulakukan selama kita temukan anak kita.

Bukankah itu Seung-hyun? Benar dia.

- Seung-hyun! - Selamat pagi. Senang bertemu denganmu.

Selamat pagi, nyonya. Mereka orang tua Yoon-su.

- Halo, aku ibunya Yoon-su. - Dan aku ayahnya Yoon-su.

Jin-wook!

Hai, senang berkenalan denganmu. Ayo kita bersalaman.

Aku punya anak laki-laki mirip denganmu.

Tapi aku kehilangan dia.

Kau bisa berteman dengan Yoon-su. Sekarang usianya sekitar 12 tahun.

Sekarang usia Jin-wook 10 tahun. Putramu lebih tua darinya.

Aku tidak pernah mengira dia berada di rumah sakit jiwa.

Seung-hyun hampir membawaku masuk ke sana.

Polisi membawanya ke rumah sakit.

Dia bilang, dia memberitahukan namanya pada mereka.

Andai saja mereka mau mencari namanya sekali saja.

Dan saat di rumah sakit?

Mereka tidak berniat membantunya, terlalu sibuk menyembunyikannya.

Satu tambahan orang, artinya dana bertambah.

Dia kembali setelah empat tahun.

Dia harusnya bisa pulang lebih cepat jika seseorang...

...mau membantunya.

Dia berlari padaku dan berteriak ibu dan aku kehilangan kendali.

Dia masih hidup.

Jin-wook.

Apa aku juga boleh mendapat ciuman?

Ibu?

Aku lapar.

Sayang.

Sayang?

Kau kenapa?

Kau lupa dirimu.

Kau pulang cepat kau sudah makan malam?

Belum.

Kita harus pesan makanan?

Bukan begitu, kau selalu makan di luar. Aku akan buatkan sesuatu untukmu.

- Kau ingin makan sesuatu? - Apa ada telur?

- Mungkin. - Bagaimana jika sup kimici dan telur goreng?

Ada apa?

Kita kehabisan nasi.

Itu bagus. Kita pesan mi saja.

- Tidak, aku segera kembali. - Tunggu, Jung-yeon.

Tidak masalah.

Setelah susah payah...

...membesarkan Yoon-su...

...aku inginkan dia pergi selama seminggu...

...agar aku bisa sendiri.

Hal itu pernah terlintas dalam pikiranku.

Rasanya seperti aku menelantarkan dia.

Karena salahku.

Karena itu aku membenci diriku.

Waktu itu kau sedang lelah.

Apa kita bisa kembali seperti dulu?

Setelah dia kembali...

...bisakah kita kembali seperti dulu?

Ya.

Kita semua bisa kembali seperti dulu.

Dan kita akan kembali lagi.

Bantu temukan Song Hye-hee

Hai.

- Kenapa kau datang pagi-pagi? - Untuk urusan ini dan itu.

Aku senang kau datang.

Orang tuamu?

Orang tua kandung dan orang tua angkatku.

Aku berpikir siapa yang mengurusmu mereka terlihat sangat tegas.

- Kau mau teh? - Nanti saja.

Semoga mereka semua baik-baik saja.

Sama sepertimu.

Ya, mungkin saja.

Aku mencatat semua pergerakanku saat mencari Yoon-su.

Kau sangat ahli. Aku ingin mendapat bantuan darimu.

Tolong.

Jaga anakku baik-baik.

Tentu saja.

Dan masalahnya..

- Posisi sebagai guru.. - Ya?

- Apa masih ada? - Tentu. Aku baru mendapat telepon untuk itu.

Aku berhutang besar padanya.

Ketamin, hati-hati dengan yang satu ini.

Bisa melumpuhkan bahkan otot yang sehat.

Jangan memberikan obat ini tanpa resep.

Baiklah.

Tetapi, kau memang hebat.

- Maaf? - Kau memang hebat.

Kenapa begitu?

Aku hanya berpikir kau terlihat sangat ahli.

Selalu terlihat pandai dan lebih sehat dari orang biasa.

Orang biasa?

Maksudku..

Lebih sehat dari mereka yang tidak kehilangan anaknya?

- Maafkan aku. - Tidak perlu. Itulah yang sebenarnya.

- Pergilah lebih dulu. Aku akan istirahat. - Baiklah.

(Yoon-su berjualan roti di tempat peristirahatan Sanjung)

Selamat siang, Pak.

Senang bertemu denganmu.

- Aku Kim Myung-guk. - Kim Byung-su.

- Tidak sulit menemukan tempat ini? - Tentu tidak, sangat mudah.

- Baguslah, silakan duduk. - Terima kasih.

- Seung-hyun banyak cerita tentangmu. - Ya.

Jadi kau sudah lama mengajar?

- Ya, lebih dari 10 tahun. - 10 tahun?

- Kau pantas menjadi guru olahraga. - Aku? Benarkah?

- Sangat tampan juga. - Terima kasih.

- Aku yakin penuh karisma. - Tidak sama sekali.

Guru matematika penuh karisma.

- Para siswa akan tergila-gila. - Sudahlah. Tidak begitu.

Bisnis ini cepat mengalami perubahan.

Pada awalnya akan sulit untuk mengikutinya.

Ya, aku punya banyak pekerjaan rumah.

Matematika adalah dasar dari semua formula.

Terdapat juga suatu pengembangan yang menjadi tren.

Tentu saja.

Mereka semua anak-anak yang baik mendapatkan nilai yang tinggi juga.

- Kau takkan kesulitan mengajar mereka. - Aku mengerti.

- Senang kau bisa bergabung dengan kami. - Tidak, aku yang merasa senang.

Coba lihat kapan kau bisa mulai?

Dalam 100 meter belok kiri.

Bagaimana dengan istrimu yang malang?

Kau belum menemukan Yoon-su.

Jung-yeon, semua ini salah. Kau sudah mabuk sebelum itu terjadi?

Semua ini salah.

- Bangun, kita sudah kedatangan tamu. - In-sook, ada yang salah dengan semua ini.

Jung-yeon, aku akan menemukan Yoon-su!

Min-su! Kau berdiam diri, hah?

Aku lelah melakukan semua pekerjaan ini sendiri.

Ya?

Aku bercanda.

Jangan terlalu kasar padanya, mengerti?

Dasar bodoh!

Lihatlah dia berjuang keras.

Pegang ini.

Ayo naik.

Kami kenal orang kaya di kota.

Dia mengingatkanmu pada anak harammu itu?

Angkat kepalamu.

Anak seorang guru SMA menghilang enam tahun lalu.

Dia yang sedang mencari anaknya ke seluruh negeri mengalami kecelakaan mobil yang tragis.

Sayangnya, tanggapan dari kecelakaan itu lebih banyak sebagai ejekan.

Aku merasa bosan. Kurasa dia tidak akan datang.

Berandal itu harusnya kita tangkap saja.

Aku sudah memukuli mereka.

Ini bukan kesalahan mereka juga. Ini kesalahan orang tua mereka.

- Anak Hilang Kim Yoon-su - Lihatlah foto ini.

Dia mirip dengan anak pelayan di Mansun Fishing Spot.

- Mansun Fishing Spot? - Ya, kau tahu itu..

Anak itu, yang terlihat sedikit terbelakang. Siapa namanya?

- Min-su? - Ya, Min-su. Itu dia.

Ya, dia terlihat mirip dengannya.

Tidak juga, anak seusia dia terlihat mirip semua.

Terlihat sangat mirip, perhatikan.

Kau ini!

Dia terlihat mirip dalam foto ini.

Lupakan anak itu dan patroli saja. Kau ini.

Mirip sekali.

Bang!

Apa kau pernah berburu?

- Berburu? - Ya.

Dulu sering menangkap menggunakan jebakan.

Bukan seperti itu. Maksudku menembak hewan di alam liar.

Tidak pernah.

Kau belum tahu rasanya.

Rasanya menyenangkan, sangat seru.

- Benarkah? - Kau ini payah.

Aku akan pergi berburu suatu waktu kau mau ikut?

Tidak, aku tidak suka itu.

Terserah saja.

Dalam perjalanan ini..

Coba lihat itu.

Perhatikan alis matanya terdapat kesamaan.

- Apa mungkin dia? - Tidak. Kulitnya coklat terang.

Sudahlah, foto ini sudah enam tahun lalu. Orang dan kulitnya juga mengalami perubahan.

Boleh angkat kepalamu?

- Kau tuli? Angkat kepalamu. - Hentikan. Jangan pukul dia.

Pendengarannya kurang baik.

Benarkah? Kenapa bisa begitu?

More Indonesian subtitles for Bring Me Home

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left