The first 190 lines.
Yang Mulia ...
... maaf mengganggu malam-malam.
Karena kamu, penahanku ke sini ...
Kerajaan ini sudah kalah, ya.
Ya, kemungkinan begitu.
Kontak dengan pasukan kerajaan terputus ...
... dan utusan tidak kembali.
Dan Pangeran Zanac menghilang.
Dasar bodoh.
Tak hanya Barbro.
Kau juga pergi mendahului ayahmu ...
Aku bebas tugaskan semua yang ada istana.
Mungkin bisa kabur dalam kegelapan malam.
Dimengerti.
Kau juga.
Ta-Tapi ...
Sebagai raja terakhir ...
... aku akan menyambut sang penakluk itu.
Mimpi yang tak pernah terbangun
Mengapa setiap malam di bawah sinar rembulan
aku melirik ke arah menara dikala engkau makan
Tangan ini menggengam kendali atas dunia
Sudah, sudah kudapatkan semua dalam ragaku
Ah, saat ku mulai bekerja
cahaya tak bersinar di malam yang suci ini
Meskipun kau sudah tak menginginkannya
Kau tak dapat menghentikannya
Kemuliaan dan kekerasan
Masa depan yang sirna di atas benteng itu
Terus berharap, walau sudah runtuh
Layaknya sesosok mayat
Terus, dan terus saja membunuh
Lemparlah dadu dan menari
Biarkan mimpi buruk itu membuat kita gila
Mari kita terus menari
Sampai ditelan oleh kekosongan
Mimpi yang tak pernah terbangun
Cepat, bunuhlah aku
Kegelapan yang tiada akhir
Jangan sampai berbekas
Aku sudah terjatuh
Apa tak terlalu berisik, nih?
Mungkin saja, sih.
Utusan bisa tersinggung.
Hei, aku masih harus menunggu di sini?
Bawahan Delapan Jari dikumpulkan di ruang lain ...
Kapan Raja Penyihir—
Cocco Doll!
Y-Yang Mulia!
Aku tahu, kok!
Kau akan menemui utusan Raja Penyihir.
Hei, aku cukup berterima kasih, lo.
Tapi kenapa menolongku yang sudah jatuh keluar penjara?
Apa maksudmu?
Aku sudah tak punya kekuatan atau koneksi.
Kok kalian murah hati banget?
Apa tujuan kalian?
Kamu bilang apa, sih, Cocco Doll?
Tidak, Amipetif.
Kita teman, 'kan.
A-Aku serius nanya ini.
Kamu benar-benar Hilma?
Hilma Cygnaeus, 'kan?
Bukan monster yang memakai kulit Hilma, 'kan?!
Aku banyak berubah, ya?
Ya, sudah kayak orang lain.
Kalian sangat aneh sampai memulai diet!
Kalian bukan monster yang memakai kulit kalian, 'kan?!
Kami telah melalui banyak hal.
Kayak apa, tuh?
Eh?
Sebelum memusnahkan ibukota ...
... aku datang untuk menjemput kalian.
Sepertinya ada seribu orang.
Bisa bawa ke sini sekarang?
Baik!
Shadow Demon.
U-Um, sebelum Olin membawa yang lain ke sini ...
... ada yang ingin saya perkenalkan.
Bisa minta waktunya?
Mending angkut barang bawaan dulu.
Kalian tinggal saja di sini untuk sementara.
Kami sudah siapkan banyak makanan ...
... jadi takkan ada masalah.
Kau juga salah satu pemimpin, ya.
Y-Ya. Ah, iya. Ada perlu apa?
Kamu harus dibawa ke kamar Kyouhukou.
Hah? Aduh!
Gate!
Tolong!
T-Tidak mungkin ...
Ya. Ya. Ayo pergi.
Tunggu dulu!
Aku nggak mau! Tolong!
Kita tak bisa menolong Cocco Doll.
Apa boleh buat.
Tapi dia takkan mati.
Anggap saja ini pembaptisan.
Dia pasti akan mengerti.
Ya.
Terima kasih banyak, Yang Mulia Raja Penyihir.
Delay Teleportation.
Body of Effulgent Beryl.
Life Essence.
Mana Essence.
Sudah waktunya, ya?
Jika ingin bertindak ...
... ini kesempatan terakhir mereka.
Oke, sesuai rencana.
Ya. Tujuan kita cuma mengumpulkan informasi.
Jangan sampai membunuhnya.
Aku tahu, kok.
Kamu gimana?
Aku akan penuhi peranku.
Kau juga lakukan tugasmu.
Ya.
Ah, salah.
Serahkan padaku, Ainz-sama.
Chain Dragon Lightning, ya?
Lancang! Sebutkan namamu!
Pergilah, Albedo!
Jangan biarkan lolos!
Baik!
Jika naik War Bicorn, aku bisa mudah mengejarnya ...
Ya, ampun.
Dia pikir aku buta dan tak tahu rencananya, ya?
Tapi dia ingin pergi sejauh mana, ya?
Ini sudah cukup jauh.
Biar kuuji kemampuan senjata itu.
Oh. Cuma serangan proyektil tanpa sihir ...
Aku salah, nih.
Itu sudah pasti.
Setelah tahu proyektil tak efektif ...
... pasti akan menyerang dengan sihir.
Tak ada kerusakan ...
Mungkin bukan sihir serangan ...
... tapi sihir kematian instan?
Kau pikir sihir lemahmu tak bisa kutahan?!
Eh?
Lemah amat!
Lembek kayak tahu!
Dasar lancang.
Tidak, kau pengecut yang tak menyebutkan namamu.
Orang sepertimu memang wajar berbuat lancang begitu.
Kau bacot apaan, Pembantai?
Oh, kukira kau barbar yang tak mengenal bahasa ...
Yah, rakyat kerajaan tuh memang setara barbar.
Iya, 'kan?
Enak banget bicaramu ...
... Perdana Menteri Negeri Penyihir, Albedo.
Memakai alasan sepele ...
... untuk menyerang negara lain.
Kalianlah yang barbar!
Tidak ...
Kalian tuh memang monster mengerikan.
Kalian membantai orang tak berdosa ...
... dan menghancurkan kota dan desa.
Aku biarkan dia ngoceh saja, deh ...
Kau pikir itu bisa dimaafkan?!
Lama banget, dah.
Tapi kurasa dia tak bertindak sendiri ...
Explode Mine!
Kau pikir aku cuma berdiri tanpa berjaga-jaga?
Life Essence.
HP-nya masih ada banyak, ya ...
Kalau MP-nya ...
... tak ada sama sekali.
Dia pejuang sejati, ya.
Kau sudah mengerti?
Skeleton memang lemah terhadap serangan fisik.
Tapi kau pikir aku bodoh dan mengabaikan kelemahan itu?
Dengan kata lain ...
... serangan fisik tak mempan padaku!
Barier Isolasi Dunia.
Barusan itu ...
HP-nya turun cukup banyak.
Aku maafkan serangan dadakanmu.
Aku yakin kau tahu namaku ...
... tapi biarkan aku memperkenalkan diri.
Aku Raja Penyihir Ainz Ooal Gown.
Bisa katakan namamu padaku?
Riku Aganeia.
Aku baru dengar nama itu ...
... tapi aku ingat zirah platinum itu.
Ada pejuang tanpa nama di antara Tiga Belas Pahlawan ...
... yang memakai zirah platinum.
Kau bilang namamu Riku Aganeia, 'kan.
Boleh kupanggil Riku?
Tidak.
Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.