Release info

The Law Cafe S01 COMPLETE 1080p VIU WEB-DL AAC H 264-iTsOK
A Commentary by N-Joy
https://linktr.ee/njoy.s

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
TS
Published on: 2023-08-22
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua orang, organisasi, lokasi dan insiden"

"Dalam drama ini hanyalah fiksi"

"Staf memastikan keselamatan hewan dalam syuting drama ini"

Yang Mulia.

Sistem keamanan untuk proses ini telah dipasang di pintu.

Jadi, jika seseorang masuk lewat pintu,

mesinnya akan berhenti secara otomatis.

Insiden itu terjadi

karena mendiang Kim In Soo melanggar protokol.

Dia tidak masuk lewat pintu, jadi, insiden ini terjadi

saat dia mencoba memeriksa mesin yang beroperasi...

Astaga. Itu ingusku.

Permisi.

Anda pernah melihat mesin penumbuk

yang korban bersihkan?

Astaga.

Mesin mengumpulkan logam bekas dari pembuatan mobil

dan menekannya menjadi kotak datar.

Secara logis, untuk membersihkan mesin,

bukankah siapa pun akan mematikan sebelum membersihkannya?

Pengacara Penggugat.

Tunggu giliran Anda bicara.

Selain itu, apa yang Anda kenakan?

Astaga.

Seperti yang dia katakan dengan jelas, insiden ini terjadi

karena pekerja itu melanggar peraturan keselamatan.

Yang Mulia. - Ayolah.

Subkontraktor tidak punya wewenang untuk menghentikan

lini perakitan pabrik.

Otoritas itu milik atasan mereka,

Kangwoo Motors.

Pengacara. - Para eksekutif dari perusahaan

berkunjung pada hari kejadian.

Jadi, mereka memberi korban tugas bersih-bersih tidak terjadwal.

Mengetahui itu akan berbahaya, korban membersihkan mesin

yang masih beroperasi dan terbunuh.

Ini menunjukkan masalah yang berakar dalam di Uljin Factory.

Menyalahkan ini kepada pekerja saja...

Pengacara Penggugat.

Ya?

Anda sudah menyerahkan bukti terkait wewenang atas mesin itu?

Tentu saja.

Anda bisa melihat perjanjian bisnis

antara Kangwoo Motors dan NE System, Bukti 35.

"Penghargaan Pengacara Muda Luar Biasa"

"Sertifikat Penghargaan"

"Sidang putusan, upacara penghargaan"

"Pengacara Berbudi Kim Yu Ri"

Aku Pengacara Kim Yu Ri.

Aku bagian dari yayasan kesejahteraan publik di firma hukum.

Aku mewakili orang kurang mampu dan memberi nasihat hukum gratis.

Aku menangani litigasi kepentingan publik.

"Sidang Sedang Berlangsung"

Kumohon, Nona Kim.

Tolong jangan menyela hakim di tengah persidangan.

Serta duduklah dengan benar.

Kamu bukan remaja pemberontak yang mencoba mencuri uang makan siang.

Ayolah. Sudah kubilang aku duduk begitu karena mengidap skoliosis.

Pakaianmu juga.

Kumohon! Sederhanalah berpakaian! - Ayolah.

Aku berpakaian formal. Apa aku juga harus berpakaian sederhana?

"Hwang dan Goo"

"Firma Hukum Hwang dan Goo"

"Yayasan Kesejahteraan Publik Berbudi"

Pak.

Kamu mau perundungan di tempat kerja dianggap kecelakaan kerja.

Kamu berargumen bahwa seorang petugas damkar tewas saat bertugas

karena tugas yang berbahaya.

Apa lagi yang dia lakukan?

Dia memenangi sidang melawan Gunung Jiri dan Gunung Doryong

karena menarik uang tol secara ilegal.

Benar. Itu.

Nona Kim bekerja sepanjang waktu selama tiga bulan sepuluh hari

tanpa mengambil proyek lain.

Karena itu,

kita merugi.

Namun, para pendaki

akan bisa menghemat 1,2 dolar.

Mengumpulkan tol itu ilegal.

Pengacaraku, Nona Kim,

telah bekerja keras demi kepentingan publik

dan orang-orang kurang mampu.

Akhirnya,

dengan kasus ini sebagai kasus terakhirnya,

dia akan meninggalkan

firma hukum kita!

Mari beri dia tepuk tangan meriah!

"Selamat atas pengunduran dirimu"

Tepuk tangan.

"Dari Firma Hukum Hwang dan Goo"

"Pengunduran diri"

Ke mana? Kita mau ke mana?

Apa? Tempat ini tampak mahal. Aku pergi.

Kamu ingin aku mentraktirmu, bukan?

Kita bisa beli hidangan termurah. - Tunggu.

Tidak. - Ayo.

Ini caramu membalasku, bukan?

Karena semua sumber daya yang kupakai?

Masuklah.

Astaga, Pak Anggota Dewan. Maaf kami terlambat.

Beri salam.

Ini Anggota Dewan Yoon Ju Hwan dari Partai Minguk.

Dia mengundang kita ke makan siang mahal ini.

Nona Kim.

Kamu terlihat jauh lebih cantik daripada foto di artikel berita.

Begitu rupanya.

Sebagai wanita cantik, entah apa yang kulakukan di sini.

Berjuang demi kepentingan publik itu bagus.

Itu tujuan yang baik.

Kamu ingin memperbaiki sistem dan mengubah masyarakat kita.

Kita juga sudah mencoba semua itu saat masih muda.

Namun, begini,

itu hanya terdengar bagus di atas kertas.

Kamu hanya akan berakhir dengan banyak masalah,

dan sangat sulit memenangi sidang-sidang itu.

Astaga. Banyak yang harus dikerjakan untuk menyiapkan kasus-kasus ini.

Sebenarnya, pemilihan umum sebentar lagi.

Partai kami mencari wajah baru

untuk menjadi juru bicara kami.

Jadi, katakan. Kamu mau apa setelah meninggalkan firma hukum?

Apa yang kamu rencanakan? - Apa yang kamu rencanakan?

Aku...

Aku ingin mengelola kafe.

Gerbang belakang lebih baik.

Gedung multipleks dibuka di gerbang depan.

Jadi, biaya sewanya melonjak.

Kamu lulusan Universitas Hanguk?

Ya. Ini almamaterku.

Tidak ada yang berubah di sini.

Di sini.

Tempat ini bagus. Di sini juga tenang.

Serta tidak banyak orang datang ke sini.

Selain itu, ini dirawat dengan baik.

Pemiliknya tinggal di atap.

Haruskah kita lihat? - Tentu.

"Kartu Tarot-mu Hari Ini"

Astaga. Nona.

Langkah kakiku bisa cukup lantang.

Lihat.

Ini berperabot lengkap.

Penyewa sebelumnya baru selesai mendekorasi tempat ini.

Dahulu ini kafe pembacaan kartu tarot,

tapi penyewa harus pergi ke luar negeri di saat terakhir.

Aku akan

mengambil tempat ini.

Kamu yakin? Kamu tidak perlu memikirkannya?

Tidak.

"Kafe Hukum"

Kafe?

Ya. Kafe hukum.

Kafe macam apa?

Kafe hukum.

Kafe hukum.

Aku bisa memberi nasihat hukum dan menjual kopi juga.

Ada pepatah,

menjadi pengacara tiga tahun bisa merusak sebuah keluarga.

Aku menyadari sesuatu setelah bekerja sebagai pengacara.

Pengacara yang sangat kompeten

menyelesaikan masalah sebelum ke pengadilan.

Selesaikan masalahmu seharga kopi.

Pengacara di luar pengadilan.

Bagaimana menurutmu? Menurutmu aku akan mendapat banyak pelanggan?

"Episode 1, Kafe Hukum"

"Kafe Hukum"

Baiklah. Inilah wanita yang ditunggu-tunggu.

Mempelai wanita akan masuk sekarang.

Kamu tampak cantik!

Kenapa dia menangis?

Tuan putriku.

Berhentilah menangis.

Berhentilah.

Se Yeon dan Jin Gi

selama ini teman masa kecil yang tumbuh di area yang sama.

Do Jin Gi adalah

pria yang sangat emosional.

Siapa sangka pengantin pria menangis seperti itu di hari pernikahannya?

Astaga. Aku sangat malu karena dia.

Teman-temanku tersayang,

Se Yeon dan Jin Gi.

Se Yeon dan Jin Gi.

Sejak masa TK kita, yang bahkan tidak kita ingat lagi,

kita sudah berteman selama 30 tahun.

Namun, kalian berdua akan menikah, meninggalkanku sendirian.

Ini hari yang bahagia.

Aku sangat bahagia berada di sini dan memberi selamat ke kalian.

Kalian akan menongkrong denganku

bahkan setelah kalian menikah, bukan?

Dari teman kalian selamanya, Kim Yu Ri.

Baik, tenanglah. Menghadap ke depan.

Terima kasih.

Kim Jung Ho!

Kim Jung Ho!

Kim Jung Ho!

Se Yeon, Jin Gi, dan pria ini.

Namanya Kim Jung Ho.

Sejak dia pindah ke SMA kami,

kami berempat selalu berkumpul bersama.

Namun, Kim Jung Ho, si berengsek... Maksudku, pria ini...

menghilang beberapa tahun lalu.

Kurasa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left