Release info

차달래부인의사랑 MadamChaDalRae'sLove E40 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-30
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Satu, dua, tiga, empat.

Yang energik. Lima, enam..

Hei, Yi Ran.

Ada apa? Apa yang kali ini tidak kulakukan dengan benar?

Tatapanmu, matamu.

Tidak ada tekad.

Ada, aku melakukan ini.

Yang benar saja!

Melotot tidak menjadikanmu penari yang lebih baik.

Kamu harus mengerahkan perasaan ke gerakanmu.

Perhatikan ibu. Putar musiknya.

Seperti ini.

Ibu senang, sangat senang.

Hei, ada apa ini?

Ibu dan anak-anak sama saja.

Hei.

Kakakmu seharusnya menuruni ibunya,

tapi dia seperti ayah dan tidak bisa menari.

Bukankah aku lebih seperti Ibu?

Kamu juga seperti ayah.

Hei, Tak Yi Ran.

Astaga.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Apakah kamu tidur di sini semalam?

Cuaca sekarang cukup dingin.

Kalau akan tetap di sini,

kamu butuh pemanas kecil.

Apakah ibuku juga mengatakan itu kepadamu?

Apa? Mengenai apa?

Pemanasnya. Seberapa banyak yang kamu ketahui?

Pak, kurasa kamu salah paham.

Aku hanya bilang cuacanya menjadi lebih dingin,

dan kamu mungkin butuh pemanas pada malam hari.

Pak, kamu tidak apa-apa?

- Kenapa kamu berbohong? - Apa?

Soal ibuku pingsan.

Kamu sudah tahu semua itu hanya pura-pura.

Soal itu...

Ibumu memohon kepadaku agar berpura-pura tidak tahu.

Kamu sama saja seperti ibuku.

Pak, kurasa ada kesalahpahaman.

Dengarkan aku.

Aku tidak mau. Pergilah.

Aku tidak mau melihatmu lagi.

Apa maksudmu?

Mulai saat ini, aku memecatmu.

Kenapa aku harus dipecat?

Aku akan menghitung gajimu hingga hari ini dan mengirimnya.

Selamat tinggal.

Enak.

Kurasa tidak apa-apa karena ada yang bisa menikmatinya.

Hei.

Kurasa nasibmu sial dengan orang selain teman-temanmu.

Memangnya kenapa kalau dia bosnya?

Dia memecat pegawai yang memasakkan bubur untuknya?

Apa sebaiknya kita laporkan dia atas perbuatannya?

Kamu tidak menandatangani kontrak, bukan?

Perlukah Mi Rae dan aku memorakporandakan tokonya?

Mendengarkan itu saja sudah membuatku merasa lebih baik.

Aku jelas punya teman-teman yang baik.

Kamu sungguh tidak apa-apa?

Entahlah.

Apakah menurutmu seperti inilah perasaan Bok Nam saat dipecat?

Aku tidak terlalu tahu, tapi dia akan merasa lebih buruk.

Dia kehilangan pekerjaan yang dijalaninya selama 30 tahun.

Namun, dia terlihat senang saat aku bertemu dengannya kemarin.

Dia ingin memiliki toko sejak dahulu.

Aku sangat berterima kasih kepada Heo Se.

Aku tidak mengira akan bisa melihat pesangon itu lagi.

Dia yang terbaik di alam semesta dalam hal

mencampuri urusan orang lain.

Kurasa aku memiliki teman baik yang menikah dengan pria baik.

Beri tahu Heo Se akan kutraktir makanan enak suatu saat nanti.

Begitukah?

Ya, tentu saja kami harus memperbaikinya untukmu.

Aku akan ke sana sekarang.

Perbaikan?

Ayah sudah menjual sesuatu?

Pemilik sebelumnya

menjual bantalan pemanas kecil kepada seseorang.

Kenapa Ayah harus memperbaiki itu?

Ayah mengambil alih para pembeli saat mengambil alih tokonya.

Minta pembelinya untuk membawanya. Kenapa Ayah harus ke sana?

Lututnya cedera, dan dia tidak bisa berjalan.

Jadi, Ayah akan pergi?

Dia tinggal di dekat sini. Ayah tidak akan lama.

Kalau ada pengunjung, minta mereka menunggu.

Ini bagus.

- Hai. - Halo.

Selamat datang.

Jadi, apakah

pemiliknya Pak Kim Bok Nam?

Aku putrinya. Bagaimana kamu mengenalnya?

Aku dahulu bekerja dengannya di Konstruksi KG.

Kudengar dia membuka toko.

Dia akan segera kembali. Apakah kamu mau menunggu?

- Duduklah di sini. - Tidak.

Aku hanya mau memberikannya ini.

Ini. Sampai jumpa.

Manajer Park.

Nyonya.

Apa maksud semua ini?

Aku akan menutup tokonya.

Bagus. Bekerjalah di laboratorium.

Aku akan pergi besok.

- Ibu sudah membatalkan tiketmu. - Ibu.

Pergilah begitu bisnis kembali normal.

Memangnya sungguh ada masalah yang harus diatasi?

Ibu mengarang semuanya.

Memang benar para investor marah.

Kenyataannya lebih buruk daripada kemarin.

Ibu kini sudah tua dan itu terlalu berat.

Benar.

Aku tadinya ingin tinggal setelah bicara dengan Ibu kemarin.

Namun, semalam kusadari

kalau Ibu belum berubah.

Menurutmu kenapa

ibu melakukan semua ini?

Ibu mengatakan hal yang sama sepuluh tahun lalu.

Ibu tidak menginginkan hal lain darimu.

Kembalikan saja perusahaan menjadi normal.

- Lalu apa? - Lalu...

Kamu boleh melakukan apa pun sesukamu.

Ibu tidak akan menahanmu.

Aku tidak akan bekerja di laboratorium.

Aku akan bekerja di mana aku bisa santai.

- Baiklah. - Dan...

Tidak boleh ada mata-mata.

Mata-mata? Mata-mata apa?

Ibu pikir aku tidak tahu?

Wanita yang bekerja di sini itu,

Ibu mempekerjakannya untuk memata-mataiku.

Kamu yang mempekerjakannya. Apakah kamu lupa itu?

Namun, kemarin Ibu bilang...

Ibu bilang dia tahu semuanya.

Benar. Ibu bilang dia tahu semuanya.

Ibu tidak pernah bilang dia memata-mataimu.

Memangnya dia mampu menjadi mata-mata?

- Ibu. - Apa?

Apakah itu juga salah ibu?

Kamu salah paham dan memecatnya.

Kamu yang memutuskannya, waktu itu dan sekarang.

Kalau kamu butuh kambing hitam, maka baiklah.

Namun, jangan berpikir memakai itu sebagai alasan untuk kabur lagi.

Baiklah.

Menjauhlah dari orang-orang di dekatku.

Terima kasih.

Kamu mau lagi?

Tidak, terima kasih.

Aku sungguh minta maaf, Nyonya.

Kamu tidak perlu meminta maaf.

Kamu tidak melakukan itu dengan sengaja.

Aku mau datang ke pembukaannya kemarin,

tapi tidak sanggup menghadap Pak Kim.

Akan bagus kalau kamu datang.

Suamiku terus menanyakan apakah ada yang melihatmu

seolah dia menantikanmu.

Kamu hemat dan menabung

untuk membuka toko bagus bagi Pak Kim.

Aku sangat lega.

Rasa bersalahku berkurang sekarang.

Namun, aku tidak melakukan apa-apa.

Aku mendengar tentang pembukaannya kemarin pagi.

Apa?

Bukankah kamu membuka tokonya dengan tabunganmu?

Tidak.

Aku tidak punya uang untuk ditabung.

Kami menginvestasikan pesangon suamiku.

Apakah suamiku mendapatkan uangnya kembali,

tapi kamu tidak mendapat apa-apa?

Astaga, aku harus menenangkan pikiranku.

Aku harus segera ke suatu tempat.

Maaf. Sampai bertemu lagi.

- Maaf. Sampai jumpa. - Namun...

Bok Nam tidak seperti yang kukira.

Bukan begitu.

Kamu hanya meremehkan dia.

Dia sangat baik kepada semua orang.

Kenapa dia sangat jahat kepada Jin Ok?

Bukan itu maksudku.

Kukira bisnis Bok Nam akan gagal karena dia sangat tegang.

Namun, aku melihat-lihat hari ini,

dan dia sangat baik serta manis kepada semua orang.

Dia terlihat seperti pria sejati, memiliki suara yang bagus.

Dia cukup mahir mengelola bisnis.

Baguslah.

Jika bisnisnya berjalan baik, Jin Ok mungkin punya bahan untuk tersenyum.

Dia berterima kasih kepadamu.

Untuk apa?

Kamu mendapatkan kembali pesangon Bok Nam.

Bagaimana dia bisa menandatangani kesepakatan seperti itu

bahkan tanpa menanyaiku?

Sebagai ahli real estat,

aku melihat kesepakatan dari segala sisi.

- Itu... - Sudahlah.

Fokuslah pada audisi Il Lan hari ini.

Aku tidak suka melihatnya sangat muram dan sedih.

Apa yang terjadi?

Kamu bilang akan mematahkan kakinya kalau dia mengikuti audisi lagi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left