The first 200 lines.
"Episode 91"
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Ada apa?
Katakanlah, Bu.
Ini soal bibimu.
Ada apa dengannya?
Mau menerimanya kembali dan mengizinkannya tinggal di sini?
Apa?
Izinkan dia kembali.
Ibu tiba-tiba ingin menerimanya kembali?
Dia akan menceraikan pria itu, Choi Tae Pyung.
Choi Tae Pyung adalah
pria yang menghancurkan keluarga bibinya Ji Seok.
- Begitu rupanya. - Bibi berkata
akan menceraikannya?
Itu...
Dia ingin kembali bersama kita.
Dia pasti kesulitan selama ini.
Bisnis Choi Tae Pyung sudah lama gagal.
Lantas? Ibu menjawab apa?
Ibu menolaknya dan berkata dia harus bangkit,
serta ibu tidak akan menerimanya meski dia sudah bercerai.
- Tapi? - Itu yang ibu katakan,
tapi meskipun ibu sangat membencinya,
sepertinya tidak seorang pun mau menerimanya kembali
selain ibu.
Itu sebabnya ibu bertanya kepada kalian berdua.
Ibu sendiri pun bingung.
Go Ya, bagaimana menurutmu?
- Apa? - Apa yang akan kamu lakukan
jika berada di situasi ini?
- Itu... - Bagaimana jika kita
memberinya waktu untuk berpikir?
Apa?
Tentu, lakukanlah.
Minumlah.
Aku bertemu dengan bibimu hari ini.
- Apa? - Dia bilang
dia akan menceraikan ayahku.
Dia bilang akan mengembalikan semuanya seperti sedia kala.
Aku tidak tahu bahwa itu maksudnya.
Aku mengerti.
Inilah rencana dia selama ini.
Dia ingin bercerai agar bisa kembali.
Bagaimana jika Ibu setuju menerimanya kembali?
Jangan cemas.
Dia hanya sedikit bingung saat ini.
Dia tidak akan membuka hatinya semudah itu.
Aku akan mencegahnya, ya?
Di mana dia?
Dia sungguh kembali ke tempat kakaknya?
- Sayang. - Astaga.
Dari mana saja kamu?
Kukira kamu kembali ke tempat kakakmu.
Aku sangat khawatir.
Jangan khawatir. Sebelum pergi,
aku akan memastikan kamu meneken surat perceraian itu.
- Sayang. - Kamu menemui kakakku
dan memintanya untuk tidak menerimaku kembali?
Kamu tidak perlu begitu.
Dia akan menerimaku kembali.
Aku akan kembali kepadanya.
Kamu akan meninggalkanku?
Apa aku tidak berarti bagimu?
Kita sangat saling mencintai selama 10 tahun ini.
Benar. Kita saling mencintai.
Tapi aku tidak bisa hidup seperti ini.
Ayo berpisah tanpa mempersulit keadaan.
Apa?
Ini surat perceraiannya.
Aku sudah menyiapkan yang baru. Tekenlah itu.
Tidak bisa.
Kalau begitu,
haruskah aku menuntut?
- Apa? - Bukankah itu keahlianmu?
Kamu menuntut putrimu sendiri.
Kamu menyeramkan.
Kamu tidak takut pada apa pun?
Baik, berbuatlah semaumu.
Tidak peduli berapa kali kamu menyerahkan surat ini kepadaku,
aku tidak akan pernah menekennya.
Tunggu. Teken surat ini. Kamu mau ke mana?
Astaga.
Tunggu dan lihat saja.
Kamu harus menekennya.
Ayo pergi ke pemandian.
Aku tidak suka pemandian.
Kenapa tidak?
Ayo menghangatkan badan dengan berendam
dan saling menggosok punggung.
Aku tidak percaya dia putriku.
Jika aku mengajak Go Ya, dia pasti langsung mau ikut.
Astaga.
Kak Yang Sook sudah bangun?
Astaga. Kakak.
Apa itu?
Aku membuat sup ayam
untuk Go Woon.
Dia suka sup ayam buatanku.
Jangan lakukan apa pun untuk kami lagi.
Jangan meninggalkan makanan di sini lagi.
Kakak mau ke pemandian?
Aku juga akan ke sana.
Silakan saja. Aku akan tetap di rumah.
Ayo pergi bersama!
Aku akan menggosok punggung Kakak!
Kakak!
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Apa?
Kalian pergi ke kuil bersama?
Go Ya terus bersikeras pergi
bersama kami berdua.
Benar, Sa Ra?
Ya, Ibu.
Sejak Go Ya pindah kemari,
kalian berdua tampak berbeda.
Apa maksudmu?
Kalian saling menatap dengan hangat.
Suasana di sini menjadi lebih lembut.
Kamu juga harus menikah.
Siapa tahu?
Dengan adanya satu orang lagi, keadaan makin lebih baik.
- Baiklah. - Omong-omong,
kenapa adikmu ada di kuil?
Bibi ada di kuil?
Apa terjadi sesuatu dengannya?
Itu...
Dia akan bercerai.
Apa?
Kukira dia bahagia.
Ibu kira juga begitu.
Tapi bisnis suaminya gagal
dan mereka hidup susah.
Sudah lama seperti itu.
Di mana Bibi akan tinggal?
Dia ingin kembali kemari.
Ke sini?
Dia tinggal di sini sebelum menikah.
Dia tidak punya tujuan lain.
Bagaimana pendapat Ibu?
Jika dia tidak punya tujuan lain,
kita harus menerimanya kembali.
Bagaimana menurut Ibu?
Pikiran ibu terus berubah-ubah.
Ibu bertanya kepada Ji Seok dan Go Ya juga kemarin.
Ayo terima dia kembali.
Go Ya, bagaimana menurutmu?
- Halo. - Kamu tidak lelah?
Sepertinya kamu kurang tidur semalam.
Itu artinya kamu juga tidak tidur semalam.
Akankah semuanya baik-baik saja?
Tentu saja. Aku akan mengurusnya.
Kamu sedang di luar?
Aku di depan sekolah Go Woon.
Aku ada rapat dengan klien di dekat sini,
jadi, ingin sekalian mengantar Go Woon pulang.
Terima kasih
kamu sudah menjaga Go Woon bahkan di situasi ini.
Go Woon sudah menjadi adikku juga.
Go Woon datang. Sampai jumpa.
Apa itu?
Ini hadiah untukku.
Kenapa kamu belum merakitnya?
Aku ingin melakukannya bersama seseorang.
Siapa?
- Aku terlambat. - Ada apa?
Itu orangnya. Paman Layang-Layang!
Paman!
Go Woon!
Paman!
Paman Layang-layang!
Go Woon!
Itu... Go Woon!
Paman Layang-Layang!
Paman!
Paman!
Sakit sekali. Tolong!
Go Woon. Ada apa?
- Sakit sekali. - Go Woon.
- Go Woon, kamu tidak apa-apa? - Sakit sekali.
Sepertinya aku mendengar suara anak itu.
Apa aku mendengarnya karena merindukan dia?
Astaga. Aku terlambat.
"Instalasi Gawat Darurat"
Bibi.
Cepat masuk. Ibumu akan marah
jika melihat bibi di sini, jadi, bibi tidak bisa masuk.
Periksa keadaannya dan kabari bibi.
Aku akan memeriksanya.
Baiklah.
Go Woon akan baik-baik saja?
Go Woon. Apa yang terjadi?
Tenanglah.
- Dia baik-baik saja? - Ji Seok bilang
Go Woon berlari.
- Dia berlari? - Kadar elektrolit
di tubuh Go Woon tidak seimbang
dan tenaganya rendah, jadi, dia harus berhati-hati.
Olahraga yang tiba-tiba akan mengakibatkan kontraksi otot.
Tapi hasil tesnya tidak ada masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.