The first 200 lines.
Kakak mungkin membencinya,
tapi aku tumbuh besar
dengan kasih sayang Ayah.
Dasar bodoh.
Itu fakta. Jadi,
Kakak harus pergi sekarang.
Aku
ingin membalas
setidaknya separuh dari pengorbanannya untukku.
Tidak. Kamu akan ikut denganku.
Jika Kakak tidak bisa melakukan itu,
anggap saja aku sudah mati
seperti anggapan Kakak sebelumnya.
Sang Woo.
Sang Woo!
"Episode 43"
Kamu dari mana saja?
Ayah sudah menjual rumah hari ini.
Maafkan aku.
Aku sungguh menyesal, Sayang.
Ya ampun...
Tidak ada yang perlu disesali.
Bukan hanya kita.
Semuanya menjalani hidup seperti ini.
Berbeda seperti dahulu,
anak-anak membuat orang tua mereka stres.
Jadi, itu bukan salahmu.
Ini kesalahan anak-anak kita yang tidak tahu malu.
Berkat mereka, kita akan diusir ke jalanan
di usia tua ini.
Di usia 60 tahun, kukira kita akan
memiliki rumah, hidup dengan dana pensiun kita,
selalu bepergian,
dan hidup bahagia sambil melihat cucu-cucu kita yang lucu.
Aku tidak pernah menyangka akan begini.
Nenek.
Nenek,
silakan duduk.
Nenek. / - Tutup mulutmu.
Hei...
Jeong Hwa.
Apa Nenek punya masalah dengan Pimpinan Bang?
Untuk apa nenek bermasalah dengan orang seperti dia?
Seharusnya kamu tidak ditakdirkan hidup seperti ini.
Apa?
Kamu seharusnya dibesarkan
sebagai putri yang berharga di rumah yang besar.
Karena nenek,
kamu melewati banyak kesusahan.
Gui Boon memiliki hubungan khusus dengan
mantan pimpinan, nenekku.
Ayahku susah payah mencarinya
karena nenek kami yang hilang serta wasiatnya.
Ini aku, Bang Mi Joo.
Apa maksudmu mereka mencoba memindahkan Direktur Han?
Itu perusahaan produksi yang mana?
Baiklah. Hubungi aku begitu kamu tahu.
Sedang apa kamu di sini?
Kenapa kamu melihat itu?
Kamu ini apa? Memang kamu siapa masuk kemari dan...
Apa wanita dalam foto itu
nenekmu yang kamu bicarakan waktu itu?
Apa? / - Nenekmu yang hilang.
Kamu bilang kamu berusaha mencari wasiatnya.
Itu sebabnya kamu mencari nenekku,
dan karena itu aku dikurung di sini, bukan?
Benar.
Lalu kenapa?
Kenapa kamu menatapku seperti itu?
Kenapa kamu melihatku begitu?
Bukan apa-apa.
Sepertinya keluargamu punya banyak kisah.
Apa maksudmu punya banyak kisah?
Apa maksud perkataanmu?
Itu
hanya kesan yang kurasakan.
Apa yang kamu lakukan?
Jangan menghakimi keluargaku.
Memang gadis sepertimu tahu apa?
Kamu tidak tahu apa-apa, jadi, tenanglah sampai nenekmu datang.
Itu juga lebih baik untukmu.
Lebih baik untukku?
Apa situasinya bisa lebih buruk dari ini?
Apa? / - Sudahlah.
Walaupun begitu,
kamu sangat terburu-buru saat melaporkan kematian
Bang Hyun Jeong, pemegang saham terbesar kita.
Kenapa kamu terus menunda
untuk melaporkan kematian mantan pimpinan?
Apakah benar
Bang Hyun Jeong sudah meninggal?
Bang Hyun Jeong.
Siapa
itu?
Kita harus menghubungi dewan direksi secepatnya.
Sudah kucoba berulang kali.
Pimpinan Bang bukan hanya mengawasimu,
tapi juga semua anggota dewan direksi.
Dia mengawasi pergerakan mereka.
Jadi, aku harus bagaimana?
Aku mencemaskan pimpinan,
tapi aku paling mencemaskan
sesuatu yang buruk mungkin menimpa Dong Hui.
Kurasa
menghubungi mereka secara langsung
akan berbahaya bagi kita.
Seperti yang dikatakan pimpinan,
kita butuh pembicara untuk mewakili kita
dan membujuk dewan direksi.
Jika orang tua seperti kita yang mengatakannya,
tidak akan ada yang percaya.
Benar.
Bukankah kamu berkata Dong Hui dahulu bekerja di FGC?
Halo?
Nenek.
Ibu. Apa itu Nenek buyut?
Ibu. Aku ingin bicara dengannya.
Sebentar.
Ya. ini nenek. Apa kabar?
Nenek. Nenek kejam sekali.
Nenek tidak mencemaskanku sama sekali?
Nenek tidak sakit, bukan?
Bagaimana kesehatan Nenek?
Nenek sehat.
Keluargamu dan keluarga mertuamu
juga sehat semua, bukan?
Banyak yang harus kuceritakan,
tapi aku akan bercerita nanti.
Nenek di mana?
Nenek baik-baik saja. Jangan khawatir.
Hye Joo.
Nenek menelepon karena harus menyuruhmu sesuatu.
Apa?
Maksud Nenek Seong Joon?
Ada apa?
Terimalah ini.
Apa ini?
Aku mengumpulkan semua uangku.
Kupikir Ayah akan butuh uang ini saat kita pindah.
Tapi kenapa kamu memberikannya kepada kami?
Semua orang di keluarga kita sedang kesusahan.
Nenek bahkan menjual rumah ini.
Entah bagaimana lagi aku bisa membantu.
Aku tidak berutang. Jangan mencemaskan itu.
Silakan gunakan dengan bebas.
Seong Joon.
Kamu lupa ucapan ayah kepadamu?
Ambillah ini kembali. Ayah tidak bisa menerima ini.
Ayah.
Ambil ini sekarang juga.
Kenapa harus dia ambil? Apa salahnya menerima uangnya?
Ya ampun.
Maksudmu kita harus memakai uangnya untuk menyewa rumah?
Kamu tahu Seong Joon membawa pulang gaji
yang dia dapatkan setiap bulan tanpa terkecuali.
Dia ingin membantu karena kita keluarganya.
Sayang.
Lalu kita sia-sia membesarkannya?
Kita pantas mendapat uang ini karena membesarkannya sejauh ini, bukan?
Aku tidak menyangka kamu sangat perhitungan.
Seong Joon.
Boleh kita bicara?
Tentu.
Duduklah.
Apa kamu
menbenci kami?
Ibu.
Ibu tidak tahu kenapa nasib kita
sangat tidak beruntung.
Saat ibu mendengar dari ayahmu
bahwa kamu bukan putra kandungnya,
ibu sangat marah pada ayahmu.
Kamu tahu itu, bukan?
Kamu tahu ibu sulit menerimamu sebagai putra ibu pada awalnya.
Ya, aku tahu itu.
Terlepas dari itu,
ibu berusaha semampu ibu untuk membesarkanmu.
Ibu berusaha keras agar tidak ada yang berkata kamu bukan anak ibu.
Aku juga tahu itu, Bu.
Tapi
ternyata Pak Lee yang tinggal di seberang adalah kakakmu.
Kakakmu sungguh menghancurkan keluarga kita.
Pada akhirnya, dia memojokkan kita. Saat ibu memikirkan ini,
ibu bisa memaafkan kamu maupun dia.
Jika bisa, ibu ingin meminta kompensasi padanya
untuk bertahun-tahun ibu membesarkanmu.
Ibu dengar kamu mengambil separuh uang pesangonmu
dan meminjam uang dari perusahaanmu.
Dari mana Ibu tahu itu?
Mi Joo datang ke rumah waktu itu.
Apa?
Dia memberi uang pada ibu.
Dia bilang kamu sepertinya punya masalah.
Dia bilang dia ingin membantu.
Ibu.
Ibu menerima uang itu.
Kamu benar. Ibu rasa kejadian ini tidak adil.
Ibu menerimanya karena tidak ingin menyerah.
Ibu bisa berbuat apa?
Kita kehilangan
No comments yet. Be the first to leave one.