The first 140 lines.
Thors.
Helga.
Thors.
Tahun 987 Hjörungavágr
Kenapa bengong begitu?
Tidak enak badan ya?
Maaf, aku sedikit mengantuk.
Formasi kita terlalu menyebar, kalau begini gelombang serangan berikutnya akan sulit kita tahan.
Thorkell, saat Floki mendekat nanti, langsung kirim pasukan baris depan.
Maksudmu si bodoh itu?
Ya terserah sih, kau bagaimana?
Aku akan menghentikan musuh.
Menghentikan bagaimana?
Bagaimana caramu ke sana?
Oh, gesit sekali ya kau.
Mau maju sendirian?!
Maria, maaf ....
Episode 01: Suatu Tempat yang Bukan di sini
Tahun 1002 Iceland
Hei Thorfinn, tolong beri makan domba dan perah susu sapi ya.
Ya.
Setelah meninggalkan Markland,
perahu kita berlayar terus ke arah selatan.
Masih ada yang lebih baik.
Begitulah yang disampaikan angin pada kami.
Lalu kami pun akhirnya menemukannya.
Benua baru.
Sebuah dunia baru di mana buah tumbuh dan ada padang rumput sejauh mata memandang.
Aku pun memberikan nama pada tanah itu.
Dan namanya adalah Vinland.
Bagaimana anak-anak?
Apa pendapat kalian sudah lebih baik terhadapku, tuan Leif Ericson ini?
Pa-Paman Leif hebat sekali.
Terus?
Di sana ada orang?
Hangat tidak?
Lebih besar dari Iceland?
Iya dong, di sana jauh lebih hangat dan padang rumput tumbuh di mana-mana.
Di sana juga ada penduduk asli.
Sekali pun tidak saling mengerti bahasa satu sama lain, tapi akhirnya kami berteman.
Khiasan bulu di kepalaku ini serta pipa merupakan hadiah dari mereka.
Dengar ya, ini ....
Hanya boleh dikenakan oleh Prajurit sejati.
Ya, begitulah pokoknya ....
Luar biasa.
Lah? Anak-anak masih belum pada tidur?
Apa boleh kusentuh?
Maaf ya, aku ingin mereka mendengar kisahnya Leif.
Prajurit sejati ya? Paman memang hebat.
Ya, 'kan? Kau anak baik Thorfinn, kalau sudah besar nanti maukah berlayar bersamaku?
Eh?! Aku maunya sekarang!
Sekarang kau bilang?
Tapi ada yang aneh, Leif.
Habis Kakekku pernah bilang,
kalau ada Jormungand yang hidup di sebelah barat dan memakan setiap perahu yang mendekatinya.
Lalu setelah itu tidak ada apa-apa lagi.
Justru karena itu kau harus menyadari kehebatanku.
Nih? Lihatlah bukti Prajurit sejati ini.
Lagian kau bukan seorang prajurit.
Apa? Dasar tidak tahu apa-apa!
Medan tempur bukanlah satu-satunya tempat Prajurit berada.
Pelayar juga bertarung melawan laut, mereka hebat loh.
Sudah kuduga.
Iya.
Eh? Kenapa?
Semua orang bilang, kalau Paman itu hanyalah anak kecil yang berkumis.
Kerjanya cuma berpetualang tapi tidak bisa bertarung.
Terserah kalian mau berpikir apa.
Tapi Thorfinn percaya padaku, 'kan?
Jadi maksudmu aku hanyalah petualang tua yang tidak bisa bertarung begitu?
Kau tidak percaya ya?
Ha-Habis, Ayahku seorang Prajurit sungguhan sih ....
Thors. Mereka semua menganggapku bodoh. Coba displinkan mereka lebih baik lagi.
Ya, sudah cukup untuk hari ini.
Ari, antarkan mereka pulang.
Baik, Thors.
Sampai nanti.
Dadah.
Begitu ya, banyak orang yang mati membeku di Greenland.
Udara dingin tahun ini juga lebih kuat, jadi banyak hewan ternak yang akan mati.
Masalahnya adalah semakin tua umurmu maka semakin sulit bertahan di udara dingin.
Dingin sekali.
Terima kasih.
Yang melemah hanya dua ini saja.
Kau pasti kedinginan, Ylva. Sini sama paman, hangatkan badanmu.
Dasar paman mesum.
Ibu, tidurlah, nanti masuk angin lagi loh.
Tidak apa-apa kok, bisa bantu ikat dombanya?
Baik.
Sepertinya di sini juga kesulitan ya.
Begitulah.
Suatu hari, mungkin akan datang musim dingin yang membunuh semua orang.
Di Negeriku saat ini, adik lelakiku sedang membuat rencana untuk beremigrasi.
Jaraknya jauh, 'kan?
Kenapa?
Aku saja bisa melaluinya.
Terus maju. Vinland sudah dekat.
Kapten Thorfinn!
Ada apa?!
Ada Jormungand.
Maju sini, dasar monster!
Sakit.
Kakak, tidur di kasur sendiri dong! Sempit tahu.
Eh? Enggak ah.
Curang, aku yang menghangatkan kasur ini.
Masih pada ngobrol...
Abaikan saja. Khawatir itu sudah jadi tugasnya orang tua.
Daripada itu, ayo sini, biar kakak peluk dengan erat.
Aduh, hei Ayah, kenapa kita tidak membeli budak sih?
Kesehatan Ibu sedang memburuk, aku jadinya sampai harus bantu-bantu begini.
Kita tidak melakukan itu. Berhenti menanyakannya tiap tahun.
Dasar aneh.
Ylva.
Oh, kukira bakal mati tadi.
Kau tidak terluka?
Tidak.
Ada apa?
Di bawah sini kayak ada sesuatu.
Ylva?
Hei, paman. Cerita kemarin sejauh apa kebenarannya?
Apa maksudnya? Semuanya benar tahu.
Kalau begitu, ajak aku naik perahu ini dong. Aku bakal percaya kalau sudah melihat dengan mata sendiri.
Bego, bukan kepercayaan semacam itu yang kubutuhkan.
Kalau mau naik perahu ini, sana tanya sama Ayahmu.
Perahu Perang kita masih ada di sana. Dari dulu Desa kita sudah sering memakainya.
Ayahmu pasti akan senang meminjamkan padamu.
Ayahku itu pelit, mau kutanya berkali-kali tetap saja ditolak.
Dia bukannya pelit.
Thorfinn, lautan di sini itu menakutkan loh.
Saat muda dulu, aku pernah sekali terjebak di bongkahan es.
Aku baru pindah ke Greenland, jadi masih bodoh dan ceroboh.
Persediaan makanan kita langsung habis, dan terpaksa makan pecahan es untuk menunda rasa lapar.
Sampai akhirnya perahu kita dihancurkan oleh es.
Sehingga tidak ada pilihan selain berjalan di atas laut yang beku.
Sampai suatu hari, aku sadar hanya tersisa sendirian.
Keenam rekanku mati semua.
Kenapa?
Kenapa kita tinggal jauh di Utara, jika harus melalui semua ini?
Helga, tolong panaskan air.
Ylva, ambilkan selimut bulu.
No comments yet. Be the first to leave one.