Tokyo Tower

Tokyo Tower (東京タワー)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

[NSBC] Tokyo Tower E10 [WEBDL] [1080p]
A Commentary by Akogi

Tags

webdl
web
1080
WEBDL
Published on: 2020-11-12
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ketakutan terbesarku adalah...

Kankernya sudah tumbuh sangat besar.

"Gastroenterologi"

"Agustus 1944"

"Butuh pemeriksaan lanjutan"

"Kanker lambung"

"Tolong keluarkan sampah pada tanggal yang ditentukan"

"Pergilan tidur"

"Godzilla adalah bayi yang baik"

"Pergilah tidur"

Selamat datang.

Aku pulang.

Apa kau berkunjung ke dokter?

Ya.

Dia dokter yang bagus, bukan? Dia sangat teliti.

"Pergilah tidur, bayi kecilku"

Ya.

"Hus, Godzilla bayi kecilku Pergilah tidur"

"Pergilah tidur"

"Taman Ibu, Mandiri"

Gempa bumi besar.

Serangan oleh Martians.

Kiamat.

Kazuo, kiamat sudah dekat.

Dunia akan segera berakhir.

Masih lama.

"Ramalan Nostradamus"

Apakah dunia benar-benar akan berakhir?

Itu tak akan terjadi.

Saat aku kecil, ada buku

yang menggambarkan masa depan yang mengerikan.

Tetapi, aku tak pernah takut.

Ketakutan terbesarku adalah

sesuatu yang terasa nyata,

dan aku bisa merasakannya mendekatiku.

Aku membuat acar dedak beras hari ini.

Bu Nakagawa sangat ahli membuat acar.

Ya, aku memang ahli.

Semuanya silakan ambil lagi.

Baiklah.

Mungkin ini kesempatan terakhirmu memakan masakanku.

Jangan bicara seperti itu.

Aku akan patah hati jika kau pergi.

Ya. Siapa yang akan membuatkan kita makan malam kalau begitu?

-Hai. -Ya.

Kita akan menjadi tunawisma.

Pergilah dari rumah sakit.

Baiklah.

Lagi pula, kita akan ke Sugamo.

Ya.

Apa Manami masih di rumah orang tuanya?

Dia bilang akan kembali setelah semua selesai.

Baiklah.

Dia bilang jangan sering meneleponnya.

Dia juga mengirimkan salam.

Baiklah.

-Tokumoto. -Ya.

Lihat siapa yang lebih baik.

Ayo.

-Baiklah. -Baiklah.

Aku yang akan jadi jurinya.

Baiklah.

Bersulang.

Baiklah.

Ma, apa kau bisa membantuku mewarnai bagian belakang?

Baiklah.

-Omong-omong, Ma. -Ya?

Saat kau menyiapkan pemakamanku setelah aku meninggal...

Apa maksudmu?

Aku punya rekening tabungan di serikat kredit.

Jangan lupa menghubungi mereka.

Kau tak akan meninggal.

Aku menderita

kanker perut.

Aku telah melihat laporan medis

yang diberikan rumah sakit.

Mereka akan menyembuhkanmu.

Mungkin kau butuh operasi,

tetapi kau akan sembuh.

Jangan khawatir.

Kau tak akan meninggal.

Kau sudah hidup kembali dua kali.

Kau benar.

Memang.

Ketakutan terbesarku.

Ibu.

Sejak kecil.

itu telah membuatku merasa sangat cemas.

Memikirkannya saja membuatku ingin menutup kepalaku dengan bantal

dan menutup telingaku.

Satu hari, hari itu akan datang.

Ketakutan terbesarku,

bahwa badai besar takdir

menjadi makin kuat dan perlahan mendekat.

Berputar dan bertiup.

"18 Desember 1998"

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Tempat ini terlihat bersih.

-Cepat makan. -Baiklah.

Aku makan sekarang.

Silakan.

Rasanya enak.

Apa semuanya sudah siap?

Ada yang harus kukatakan.

Apa itu?

Duduklah.

Kau harus bangun pagi.

Jangan menyusahkan orang lain di tempat kerja.

Pastikan kau menulis semuanya di buku catatan.

Baiklah.

Jangan lupa memberi makan Godzilla.

Hewan tidak dapat berbicara,

jadi pastikan kau merawatnya dengan baik.

Baiklah.

Ada satu hal lagi.

Jika sesuatu terjadi kepadaku,

cari kotak dalam lemari itu.

Lalu buka.

Kau akan baik-baik saja.

-Ma. -Ada apa?

Itu saja.

Aku pergi.

Jaga dirimu saat aku pergi.

Lagi pula kau akan segera kembali.

Ayo.

Ayo.

Ayo, Bu.

Sekali lagi, ibuku dirawat di rumah sakit.

Dia dirawat di rumah sakit di dasar Menara Tokyo.

Saat kau membaik, ayo naik ke menaranya.

Baiklah.

Ibu sakit dan dirawat di rumah sakit.

Meskipun pemandangannya sama,

kali ini rasanya beda.

Punggung ibu terasa sangat kecil, sangat rapuh,

dan sedih.

Pada hari itu, aku memegang tangannya sambil berjalan

untuk pertama kalinya.

"Tokyo Tower: Episode 10"

"15 Januari 1999"

Nak.

-Ayah. -Hai.

Aku menggunakan pemulih rambut ini dan rambutku tumbuh kembali.

Tetapi, jika lama tak dipakai, khasiatnya akan menghilang.

Tetapi produk ini sulit ditemukan.

Aku harus mencarinya ke mana-mana.

Berhentilah membicarakan rambutmu.

Sedang apa kau di sini?

Kalau begitu aku akan menjenguk ibumu.

Dia sedang diperiksa.

Apakah dia berbagi kamar dengan orang lain?

Kamar untuk berempat.

Dia tidak dapat menginap di kamar pribadi.

Apa maksudmu?

Maksudku waktunya tak banyak lagi.

"Eiko Nakagawa"

Bagaimana perasaanmu?

Sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kau butuh dioperasi, bukan?

Mungkin dokter akan segera membahasnya.

Tetapi, aku tak mau dioperasi lagi.

Jika dokter bilang kau harus dioperasi, lakukan saja.

Kau suka puding, bukan?

Kau bisa memakannya.

Ini.

Makanan rumah sakit rasanya tak enak, bukan?

Kurasa ada yang menghalangi area ini.

Baiklah.

Aku akan membeli satu pak rokok.

Dia tak berubah sama sekali.

Dia jauh-jauh dari Kokura untuk menjengukku.

Itu cukup baik.

Kulihat kelincinya masih hidup.

Tak buruk jika gundul pada usiamu, bukan?

Aku tak akan terlihat cantik saat berpakaian jika tak punya rambut.

Nak.

Ada apa?

Ibumu

mungkin tak bisa bertahan kali ini.

Apa kau baik-baik saja?

Apa waktunya masih sempat?

Panduan Film Mingguan dan

Jurnal TV Mingguan masih menunggu.

Akan kuminta mereka menunda tenggat waktunya.

Akan kuberi tahu mereka kondisimu.

Maaf.

Apa Manami tahu kondisi ibumu?

Aku tak menghubunginya.

"Hasil pemeriksaan ibu"

Halo.

Ma.

Ibu.

Hasil pemeriksaanku akan keluar besok pukul 10.00.

Dokternya sangat sibuk, jadi jangan terlambat.

Aku tahu.

Kau harus menyalakan kedua alarm.

Atur pukul 10.00.

Ya, aku tahu.

"19 Januari 1999"

Tokyo Tower subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Tokyo Tower

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left