The first 200 lines.
"Aku bertemu denganmu"
"Kamu mengajariku tentang cinta"
"Jatuh cinta membuatku dewasa"
"Cinta milikku sendiri"
"Kebahagiaan milikku sendiri"
"Kata-kata tidak cukup Untuk menjelaskan"
- Astaga. - "Mungkin..."
Hati-hati. Astaga.
Minumlah ini.
"Episode 50"
Astaga.
Kamu membuatnya menyanyikan sepuluh lagu dalam satu jam.
Kenapa kamu membuatnya melakukan hal seperti itu?
Apakah kamu pikir dia akan langsung tampil di TV
setelah menandatangani kontrak dua hari yang lalu?
Tidak begitu,
tapi kami mengharapkan semacam pelatihan
sebelum tampil seperti itu.
Kamu tidak bisa mempekerjakan pemula begitu saja.
Kamu pikir kami mengaudisi tanpa alasan?
Kami memilih orang yang menurut kami memiliki kemampuan.
Kamu melihatnya.
Bukankah dia tampil luar biasa?
Itu namanya pelatihan kehidupan nyata.
Yang benar saja?
Pelatihan kehidupan nyata bagus,
tapi sepuluh lagu itu berlebihan.
Ini bukan seni, tapi kerja kasar. Kerja keras.
Dan itu artinya kamu pantas menerima bayaran.
Usaha yang bagus.
- Bayaran? - Ya.
Terima kasih.
Aku sangat...
Sayang.
Sama sekali tidak seperti nyanyikan sepuluh lagu di mesin karaoke.
Aku sangat lelah.
Aku seperti menyanyikan 100 lagu.
Karena itu hari pertamamu, dan kamu gugup.
Kamu membayar untuk bernyanyi di karaoke,
tapi kini kamu akan dibayar untuk bernyanyi.
Ini bayaranmu.
Bayaran pertama yang kudapatkan untuk bernyanyi.
Kamu bisa menghabiskannya, mengerti? Ini.
Tidak.
Ayo menabung ini dan membeli mobil.
Seorang selebritas membutuhkan van.
Maka kamu bisa beristirahat di jalan.
Entah membeli van atau pesawat,
lihatlah isi amplopnya.
Perlukah kulihat?
Berapa jumlahnya?
Ada apa? Berapa jumlahnya?
Apakah cek atau...
150 dolar?
Hanya ini?
Ini agak terlalu kejam.
Kapan kita bisa membeli van dengan bayaran seperti itu?
Upah minimum per jam belakangan ini kurang dari sepuluh dolar.
Ini banyak.
Dan seperti kata Pak Go, ini pelatihan kehidupan nyata.
Begitukah?
- Ibu. - Kamu sangat...
Hai, Anak-anak.
- Ibu tampil hari ini? - Untuk apakah itu?
Salah satu acara TV terkenal bagi penyanyi trot?
Hei. Ibu tidak bisa tampil di sana saat belum punya lagu sendiri.
Lalu Ibu menyanyi untuk apa?
Saluran TV kabel? Acara apa?
Ada sebuah acara yang tidak diketahui anak-anak.
Berhenti bicara omong kosong dan bersiaplah untuk makan malam.
Astaga.
Sayang.
Atur makan malamnya sendiri.
- Sendiri? - Aku tidak berdaya.
Baiklah, akan kami atur sendiri.
Ibu, kemarin, Hyeon U...
Beri tahu semua orang kalau sarapan sudah siap.
Ibu.
Lakukanlah. Kita semua harus berangkat bekerja.
Aku mau membuat pengumuman.
Aku tidak mau kalian memedulikan di mana aku tidur
atau bagaimana aku menjalani hidup.
Kamu dan kalian semua.
Apa?
Itu juga berlaku untukmu, Pak Baek.
Maaf.
Aku berusaha maksimal bagi kalian, suami, dan anak-anakku.
Kalian tahu itu, bukan?
Ya.
- Ya. - Apakah aku tidak?
Mulai sekarang, di mana, bagaimana, dan apa yang kulakukan untuk hidup
adalah keputusanku.
Aku berhak melakukan itu.
Kamu sudah melakukan hal sesukamu.
Kita akan bicara lain waktu.
Anak-anak harus pergi bekerja.
Habiskanlah makanannya.
Maaf, Ibu.
Aku pergi bekerja lebih dahulu.
So Young.
Aku juga akan pergi bekerja.
Maaf.
Astaga.
Baguslah. Lihatlah yang sudah kamu lakukan.
Tidak apa-apa. Habiskan makananmu.
Baiklah. Ibu juga makan.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Astaga.
Apakah kamu tidak tahu cara mengetuk?
Siapa yang mengetuk sebelum memasuki kamar istrinya?
Suami di satu kamar, istri di kamar lainnya.
Aku pasti pria paling sial di dunia ini.
Kalau mau mengeluh, nanti saja. Aku akan pergi bekerja.
Tidakkah kamu melihat anak-anak bertengkar karena kita?
Kalau tahu mereka berusaha keras, mengalahlah dan berbaikan denganku.
Kekacauan apa ini?
Kamu pikir apa yang kamu lakukan dengan memanfaatkan anak-anak?
Kamu bersikap sangat konyol.
Konyol?
Apakah tidak konyol berteriak di depan anak-anak
dan menantu kita serta tidur di kamar lain?
Apakah aku bersikap konyol selagi kamu bersikap independen?
Kenapa kamu mau tidur sekamar denganku?
Apa?
Sudah bertahun-tahun kamu tidur di ranjang dan aku di lantai.
Sekalipun satu ruangan, kita tidak pernah berbagi perasaan.
Apakah kita pernah berbagi lelucon manis?
Apa gunanya berbagi kamar?
Kita bisa melakukan itu mulai sekarang. Apakah sesulit itu?
Kenapa tidak lakukan hingga sekarang kalau memang semudah itu?
Aku tidak mau hidup seperti itu sekarang atau di masa mendatang.
Kesempatanmu sudah berlalu dan aku tidak mau kembali.
Apakah kamu benar-benar akan menceraikanku?
Ya. Ayo bercerai saat kita siap.
Dasar kamu...
Aku tidak mau. Aku tidak bisa.
Aku tidak mau menceraikanmu karena tidak tahan melihatmu bahagia.
Aku tidak akan menceraikanmu sekalipun aku mati dan jadi hantu.
Halo, Nona Nam.
Halo, Nona Nam.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Hai.
Ada apa dengan semua orang? Apa yang terjadi?
Mi Rae, ketua klub penggemarmu itu.
Apa yang dahulu dilakukannya?
Ketuanya? Dal Sook? Dia...
Ada apa dengannya?
Dia menyebut dirinya "Bensin Terbang" dan bilang
dia dahulu terkenal di Incheon. Apakah semua itu benar?
Apa terbang?
Kata siapa?
Menurutmu siapa? Dia yang bilang sendiri.
Kepadamu?
Kenapa? Apa yang sudah kamu lakukan?
Memangnya apa yang akan kulakukan?
Berhati-hatilah.
Dari yang kudengar, dia lebih seperti bom nuklir daripada bensin.
Bom.
Bersikap baik dan jujurlah.
Maka tidak ada yang harus kamu takutkan.
Kalau begitu, bisa kita mulai latihan?
- Baiklah. - Ya.
Cerialah.
Bensin Terbang.
Hai.
Cha Dal Rae, kalian teman-teman terbaik.
Itu bukan yang kali pertama.
Ada apa dengan suaramu?
Apakah kamu menyoraki seseorang?
- Aku tampil di sebuah acara. - Acara?
Acara apa yang membuatmu bernyanyi sampai kehilangan suaramu?
Kamu dipesan sebanyak itu?
Itu sungguh kerja keras.
Itu sangat melelahkan dan bayarannya juga kecil.
Ayo pergi. Aku yang traktir.
Aku tidak bisa diganggu.
Aku bahkan tidak punya tenaga untuk mandi dan berdandan.
Jin Ok juga masih bekerja.
Kita bisa menghabiskan waktu di tempatku.
Aku sudah menyuruh Jin Ok untuk datang.
- Ikutlah. - Aku tidak bisa diganggu.
Ayo, cepatlah.
- Bersulang. - Bersulang.
Terima kasih, Teman-temanku.
Kalian bagian terbaik dari hidupku.
Apakah dia menjadi ketakutan?
Benar-benar ketakutan.
Dia pantas menerimanya.
Aku merasa sangat senang sekarang.
Kami bisa membuat banyak film laga karena kamu.
Jangan mengalah kepada siapa pun mulai sekarang.
Benar sekali.
Kita masih punya kemampuan, bukan? Tidakkah kita masih keren?
Tentu. Hanya saja suaramulah masalahnya.
Aku tahu. Sayang sekali penyanyi kehilangan suaranya.
Aku sudah merasa jauh lebih baik karena tenggorokanku
terbalut hangat dan meminum minuman penyejuk yang manis.
Tidakkah semua ini sangat bagus?
Memang peran kecil, tapi aku kembali,
No comments yet. Be the first to leave one.